tugas makalah sosiologi agama

Click here to load reader

Post on 23-Jul-2015

833 views

Category:

Education

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 1PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalahsatu aspek terbesar yang memainkan peranan dalam kehidupan manusia sejagat adalah politik. Hendak atau tidak, politik tetap berlaku dalam kehidupan setiap insan bagi menjadikan kehidupan mereka normal dan teratur. Segala masalah yang berlaku dalam masyarakat pada masa ini adalah berlaku akibat politik.

Politik yang tercipta dari perbuatan manusia sendiri ini mestinya memiliki panduan supaya tidak terkeluar dari landasannya. Dengan hal ini agamalah satu-satunya panduan yang dapat mencegah kenegativan dari peranan hidup manusia ini, karena agama merupakan salah satu pemberian yang diberikan oleh tuhan yang maha kuasa yang sudah tentu mengetahui segala-galanya dari semua ciptaannya. Apabila politik yang dicipta oleh manusia dan panduannya ialah agama yang diciptakan oleh tuhan yang maha esa dipisahkan, maka segala kebuntuan yang melanda umat manusia kini akan tidak dapat diselesaikan.

Tidak kiralah sama ada politik itu dilihat dari segi pemerintahan atau kehidupan manusia. Jadi wajar dikatakan bahwa politik dan agama itu tidak dapat dipisahkan, dan tentunya agama yang dimaksud diatas ialah agama yang diciptakan oleh Allah SWT yang diwahyukanya kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, dan bukan agama yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.

B. Rumusan Masalah1. Apa pengertian agama, dan bagaimana pemaknaannya menurut para ahli ?2. Apa pengertian politik, dan apa saja komponen-komponennya ?3. Apa kontribusi agama dalam bidang politik ?4. Mengapa agama dan politik tidak dapat dipisahkan ?5. Apa saja masalah yang akan timbul apabila politik dan agama dipisahkan ?6. Apa saja norma politik dalam Islam ?

C. Tujuan Penulisan1. Untuk mengetahui pengertian agama, dan pemaknaannya menurut para ahli.2. Untuk mengetahui pengertian politik, beserta komponen-komponennya.3. Untuk mengetahui kontribusi agama dalam bidang politik.4. Untuk mengetahui, agama dan politik tidak dapat dipisahkan.5. Untuk mengetahui masalah-masalah yang akan timbul, apabila politik dan agama dipisahkan.6. Untuk mengetahui norma politik dalam Islam.

BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Agama dan Pemaknaannya Menurut Para Ahli.Kata agama awalnya berasal dari bahasa Sanksekerta, yaitu dari kata a yang artinya tidak dan kata gama yang artinya kacau. Jadi agama artinya yang tidak kacau.

Agama merupakan kepercayaan kepada tuhan, dan sifat-sifat serta kekuasaan tuhan, penerimaan ajaran dan perintahnya, atau kepercayaan kepada dewa yang dipuja, serta dianggap sesuatu yang berkuasa. Sedangkan pendapat dari sebagian ahli fikih merupakan satu system tauhid atau system kepercayaan terhadap sesuatu kewujudan absolute (mutlak), diluar diri manusia, agama merupakan suatu sistem ritual atau peribadatan (penyembahan) dari satu insane kepada suatu yang diberikan gelar yang mutlak, dan agama merupakan kaedah yang menjadikan hubungan manusia antara sesame manusia serta pola hubungan dengan sang pencipta (Ramli Awang, 1995).Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan atau kepercayaan dan peribatan kepada tuhan yang maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia, dan manusia serta lingkungannya.Durkheim dalam pengertiannya agama adalah, suatu sitem yang terpadu terdiri dari keyakinan dan praktek yang berhubung dengan hal-hal yang suci, dan menyatukan semua penganutnya dalam suatu komunitas moral yang dinamakan umat.Sedangkan menurut H. Moenawar Chalil mengatakan bahwa, agama merupakan perlibatan tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supranatural sebagai konsekuensi atas pengakuannya, hal ini sama seperti yang dipaparkan oleh Prof, Dr, M. Drikarya bahwa agama adalah keyakinan adanya suatu kekuatan supranatural yang mengatur dan menciptakan alam dan isinya.Karl Marx dengan fahaman Marxnya mengatakan pula bahwa agama ialah rintihan kekecewaan mahluk tertindas, atas sesuatu perasaan terhadap dunia yang kejam (Ramli Awang, 1995).Jadi bisa dikatakan bahwa gejala agama merupakan fitrah kodrati manusia yang membuak-buak dalam diri manusia. Bahkan ditegaskan bahwa Tidak ada sesuatu gejala yang lebih jelas dan nyata, lebih berkesan dan berpengaruh didalam kehidupan manusia selain dari pada gejala agama (Barnest Renon). Parson & Bellah pun mengemukakan bahwa agama ialah tingkat yang paling tinggi dan paling umum dari budaya manusia.

B. Pengertian Politik dan Komponen-komponennya.Aristoteles (Syed Ahmad Hessein, 1995) mengatakan bahwa kita semua terlibat dalam ilmu politik, dan ilmu politik itu ialah ibu dari segala ilmu, karena politik mengandung beberapa ilmu diantaranya ialah : Sains Politik, Sejarah Politik, dan Sosiologi Politik.

Politik sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu politiek dan bahasa Inggris politics, yang masing-masing bersumber dari bahasa Yunani (politika- yang berhubungan dengan Negara) dan (polis- Negara kota). Secara etimologi kata Politik masih berhubungan dengan polisi, kebijakan, dan politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun secara nonkonstitusional.Politikadalahprosespembentukan dan pembagiankekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud prosespembuatan keputusan, khususnya dalam negara.Seperti yang diungkapkan oleh Andrew Heywood, Politik ialah kegiatan suatu bangsa yangbertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupan, yang tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama.Rod Haguepun mengemukakan bahwa politik ialah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya. Sedangkan Litre memandang bahwa Politik ialah ilmu memerintah dan mengatur Negara. Dan pandangan litre inipun sama seperti yang dikemukakan oleh Robert, bahwa politik ialah seni memerintah dan mengatur manusia.Sedangkan Ibnu Aqil mengatakan politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rasulullah SAW. komponen-komponen yang diperlukan dalam politik, yaitu : Masyarakat Kekuasaan Negara

Fungsi politik ialah : Perumusan kepentingan Pemanduan kepentingan Pembuatan kebijakan umum Pengawasan pelaksanaan kebijakan Selain ini politik dapat juga ditilik (penglihatan dengan teliti) dari sudut pandang berbeda, yaitu : Politik adalah usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara . Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan dimasyarakat. Politik adalah segala sesuatu tentang peroses perumusan dan pelaksanaan kebijakan public.Perilaku politik atau (Politic Behaviour) adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/ individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik. Seorang individu/ kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik.Dan adapun yang dimaksud dengan perilaku politik ialah : Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat/ pemimpin Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol, mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat Ikut serta dalam pesta politik Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas Berhak untuk menjadi pimpinan politik Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlakuSedangkan dalam perspektif sistem,sistem politikadalah subsistem darisistem sosial. Perspektif ataupendekatan sistemmelihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap di antara elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dengan mengubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagaikebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan public yang diberi oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Seperi yang di paparkan oleh joice micher dalam bukunya Political Analysis and publik polyce, politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau kebijakan umum untuk seluruh masyarakat.

C. Kontribusi Agama Dalam Bidang PolitikAgama sangat penting disegala aspek kehidupan umat manusia dan selain itu agama juga berperan untuk menenangkan jiwa dan raga, hal ini sama seperti yang diungkapkan oleh Karl Marx, yang mengatakan bahwa agama ialah rintihan kekecewaan mahluk tertindas, atas sesuatu perasaan terhadap dunia yang kejam (Ramli Awang, 1995). Jadi dengan agama yang kita yakini hidup akan lebih baik dan indah, karena dengan agama kita akan lebih bijak dalam menyikapi sesuatu dan oleh karena itu agama dibutuhkan oleh setiap umat manusia.Dalam hal ini agama yang dimaksudkan oleh penulis adalah islam, karena islam adalah solusi. Solusi dari segala permasalahan