tugas civic education

Download Tugas Civic Education

Post on 14-Dec-2014

18 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTARBismillahirrahmaanirrahim, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan karunian-Nya kepada seluruh makhluknnya. Shalawat dan salam tidak lupa tercurah untuk baginda Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan, bimbingan, dan dorongan dari beberapa pihak, baik yang berupa materil maupun moril, laporan tidak mungkin dapat terselesaikan. Untuk itu sewajarnya penulis selalu mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. Bapak dr. Toha Muhaimin, MSc selaku Dekan PSPD FKK UMJ. 2. Bapak Drs. H. Rustan SA, selaku dosen pembimbing kami yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini. 3. Rekan-rekan semua di PSPD FKK UMJ Cempaka Putih yang memberikan dukungan dan support. 4. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini. 5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga kebaikanyang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Subhana wa Taala, Amin. Akhir kekurangan kata, dalam penulis menyadari bahwa masih terdapat

laporan ini, untuk itu saran dan kritik yang

s i f a t n y a m e m b a n g u n s a n g a t p e n u l i s harapkan.

Jakarta, 21 Desember 2012

Penulis1

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR................................................................................................................1 DAFTAR ISI..............................................................................................................................2 BAB I : PENDAHULUAN.....................................................................................................3

A. LATAR BELAKANG....................................................................................................3 B. RUMUSAN MASALAH...............................................................................................4 C. TUJUAN........................................................................................................................4 D. MANFAAT....................................................................................................................4 BAB II : PEMBAHASAN.......................................................................................................5 A. PENGERTIAN HAM....................................................................................................5 B. SEJARAH HAM............................................................................................................7 C. BENTUK HAM...........................................................................................................11 D. JENIS HAM.................................................................................................................13 E. PENEGAKAN HAM DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI..........................................................14 F. PENGUATAN MASYARAKAT MADANI..............................................................16 G. MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI..........................................................18 BAB III : PENUTUP................................................................................................................23 A. KESIMPULAN............................................................................................................23 B. SARAN........................................................................................................................24 DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................25 DOA.........................................................................................................................................26

2

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hak Asasi Manusia atau biasa disingkat dengan HAM merupakan sebuah hal yang menjadi keharusan dari sebuah negara untuk menjamin dalam konstitusinya. Melalui deklarasi universal HAM 10 Desember 1948 merupakan tonggak bersejarah berlakunya penjaminan hak mengenai manusia sebagai manusia. Sejarah HAM dimulai dari Magna Charta di inggris pada tahun 1252 yang kemudian kemudian berlanjut pada Bill of Rights dan kemudian berpangkal pada DUHAM PBB. Manusia, menurut Thomas Hobbes adalah makhluk sosial yang menuntut haknya, tetapi tidak menginginkan kawajibannya, karena sifatnya yang alami. Pada diri manusia melekat hak-hak yang diberikan oleh alam, yakni untuk hidup (Life), hak atas kemerdekaan (Liberty), dan hak atas milik (Property), karena sifatnya yang alamiah tadi, mengakibatkan suatu perasaan takut, gelisah, resah akan keberadaan hakhak asasinya serta kebebasan-kebebasan yang dimilikinya terenggut oleh orang lain, maka didirikanlah negara melalui kontrak sosial. Negara diciptakan untuk melindungi hak-hak asasi setiap individu warganya. Dalam konteks warga Negara inilah, HAM sering tidak diperhatikan. Negara seakan menjadi kuat apabila warga Negara tunduk3

dan taat tanpa ada koreksi apapun. Civil society mengandaikan bahwa warga Negara mempunyai kekuatan yang berimbang dengan Negara.

B. Rumusan Masalah a. Bagaimana konsep masyarakat madani? b. Apa Definisi HAM, Bentuk HAM, Jenis HAM? c. Apakah masyarakat Indonesia sudah bisa dikatakan madani?

C. Tujuan a. Memahami serta mampu menerapkan konsep masyarakat madani dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. b. Mewadahi para pembaca untuk menyadari betapa pentingnya mewujudkan masyarakat madani.

D. Manfaat a. Manfaat secara khusus i. Bagi penulis memperoleh pengetahuan dan kesadaran tentang betapa pentingnya masyarakat madani. b. Manfaat secara umum i. Karya ilmiah ini dapat secara langsung digunakan sebagai salah satu media untuk mengenalkan kepada seluruh komponen masyarakat tentang konsep serta pentingnya bermasyarakat madani.4

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Hak Asasi Manusia ( HAM ) Hak Asasi manusia (HAM) adalah sejumlah hak yang melekat pada setiap individu manusia. Hak-hak itu diperoleh sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, bukan pemberian manusia atau penguasa. Sementara dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tantang HAM, adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum pemerintah dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Anggota Komisi Hak Asasi Manusia PBB, merumuskan pengertian HAM dalam human right could be generally defines as those right which are inherent in our nature and without which we cannot live as human being yang artinya HAM adalah hak-hak yang secara inheren melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia tidak dapat hidup sebagai manusia Dari pengertian diatas, maka hak asasi mengandung dua makna, yaitu:

5

1. HAM merupakan hak alamiah yang melekat dalam diri manusia sejak manusia dilahirkan kedunia. 2. HAM merupakan instrument untuk menjaga harkat martabat manusia sesuai dengan kodart kemnusiaannya yang luhur. HAM bukan hanya merupakan hak-hak dasar yang dimilki oleh setiap manusia sejak lahir. Tapi, juga merupakan standar normatif bagi perlindungan hak-hak dasar manusia dalam kehidupannya. Esensi HAM juga dapat dibaca dalam mukadimah universal declaration of human right. pengakuan atas martabat yang luhur dan hak-hak yang sama dan tidak dapat dicabut dari semuaanggoat keluarga manusia merupakan dasar kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian dunia. Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh

penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM). Bila kita tinjau HAM dalam perspektif Islam adalah Islam menganggap dan meyakini bahwa Hak Asasi Manusia adalah hak yang

6

melekat pada setiap manusia yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia (Jan Materson/Komisi HAM PBB). Hak asasi Manusia adalah al-huquq al-insan al-dhoruriyyah yakni hak-hak kodrati yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap manusia dan tidak dapat dicabut atau dikurangi oleh kekuasaan atau badan apapun. Di antara konsep yang relevan dengan HAM adalah rumusan fuqaha tentang maqshid al Syari (tujuan Syariah) berdasarkan analisi fuqaha, bahwa Allah dan Rasulnya , membuat syariah dengan beberapa tujuan, memelihara kebebasan beragama (hifz ad-din), memelihara diri atau menjaga kelangsungan hidup (hifz al-nafs), akal (hifz al-Aql), keturunan (hifz al-nasl), dan memelihara harta (hifz al-amwal). B. Sejarah Pengakuan Hak Asasi Manusia Latar belakang sejarah hak asasi manusia, pada hakikatnya, muncul karena inisiatif manusia terhadap harga diri dan martabatnya, sebagai akibat tindakan sewenang-wenang dari penguasa, penjajahan,

perbudakan, ketidak adilan dan kezaliman ( tirani ). Perkembangan pengakuan hak asasi manusia ini berjalan secara perlahan dan beraneka ragam. Perkembangannya dapat kita lihat berikut ini:

7

1. Perkembangan Hak Asasi Manusia pada Masa Sejarah. Yaitu bi