topografi map

Download topografi map

If you can't read please download the document

Post on 20-Oct-2015

88 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

topografi map

TRANSCRIPT

BAB I

74

BAB IPETA TOPOGRAFI

1.1 Jenis Petaa. Fungsi Dan Tujuan Pembuatan Petaa) Fungsi Peta Menunjukkan lokasi permukaan bumi. Menentukan arah dan jarak berbagai tempat. Memperlihatkan bentuk - bentuk permukaan bumi atau kenampakan geografi, misalnya lautan, daratan, dan gunung sehingga dimensinya dapat terlihat dalam peta. Mengumpulkan dan menyeleksi data-data atau keterangan dari suatu daerah yang akan disajikan pada peta dengan bentuk simbol yang konvensional.b) Tujuan Pembuatan Peta Menyimpan data-data yang ada di permukaan bumi. Menganalisis data spasial seperti perhitungan volum. Memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan pemukiman. Memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya.b. Jenis-Jenis Petaa) Jenis Peta Berdasarkan Skalanya Peta skala besar berskala antara 1 : 5.000 s.d 1 : 250.000 Peta skala sedang berskala antara 1 : 250.000 s.d 1 : 500.000 Peta skala kecil berskala antara 1 : 500.000 s.d 1 : 1.000.000 Peta kadaster berskala antara 1 : 100 s.d 1 : 5.000 Peta geografi berskala 1 : 1.000.000 atau lebih

b) Jenis Peta Berdasarkan Isinya Peta umum adalah peta yang menggambarkan segala sesuatu yang terdapat pada suatu daerah yang dipetakan. Peta topografi adalah peta yang menggambarkan bentuk (relief) permukaan bumi. Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi yang bercorak umum dan berskala kecil, misalnya peta dunia dan atlas. Peta khusus atau peta tematik adalah peta yang menggambarkan suatu aspek atau kenampakan tertentu di permukaan bumi. Contohnya: Peta curah hujan Peta iklim Peta tata guna lahan Peta pariwisata Peta jalur penerbangan Peta geologi Peta sejarah Peta industri Peta pendudukc) Jenis Peta Berdasarkan Sifat Datanya Peta stasioner adalah peta yang sifat datanya menggambarkan keadaan permukaan bumi yang tetap atau relatif stabil. Contohnya:. Peta geologi Peta kontur Peta laut menurut kedalamannya Peta topografi Peta jalur pegunungan Peta dinamis adalah peta yang sifat datanya menggambarkan keadaan permukaan bumi yang bersifat dinamis atau berubah-ubah. Contoh: Peta kepadatan penduduk, Peta penyebaran penduduk memperlihatkan tingkat kepadatan penduduk di suatu tempat pada suatu wilayah. Peta jaringan transportasi Peta jaringan irigasi Peta jaringan telepond) Jenis Peta Berdasarkan Bentuknya Peta timbulPeta timbul adalah peta yang dibuat berdasarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya, misalnya peta relief. Peta dasar (peta biasa)Peta dasar adalah peta yang menggambarkan keadaan suatu wilayah yang belum diberi data, misalnya peta dasar Indonesia atau peta dasar Pulau Jawa. Dengan adanya peta dasar tersebut kita dapat membuat berbagai jenis peta yang kita inginkan. Peta digitalPeta digital adalah peta yang datanya terdapat pada pita magnetik, sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan komputer, misalnya peta yang digambarkan melalui layar televisi atau layar komputer.

1.2 Pengenalan Peta TopografiPeta adalah gambaran suatu permukaan datar dari seluruh atau sebagian permukaan bumi untuk memperlihatkan kenampakan fisik, politik atau yang lainnya yang di hubungkan oleh titik-titik dengan skala dan proyeksi tertentu. Peta topografi adalah peta yang menggambarkan penyebaran, bentuk, dan ukuran muka bumi. Gambaran tersebut di tunjukkan oleh garis-garis ketinggian dengan referensi tertentu, yang di sebut garis kontur, yaitu garis imajiner di permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama (Drs. Firdaus, M.Si, 2011).Latar belakang topografi adalah peta yang menunjukkan lokasi dan peningkatan fitur alam dan budaya suatu daerah tertentu. Warna standar dan simbol telah di tunjuk untuk di gunakan pada peta-peta oleh peta rupa bumi umumnya berorientasi untuk menunjukkan arah utara di atas topographic maps. Timbangan dan interval kontur pada peta topografi bervariasi tergantung pada seri peta dan relief (variasi elevasi) dari topografi. Tujuan peta topografi yaitu untuk mempelajari tanda-tanda simbol standar dan warna yang di gunakan di peta topografi, akrab dengan arah, sisik. Jadi, elevasi bacaan, dan cara mencari berbagai fitur pada peta topografi informasi secara global dari peta. Peta menggambarkan informasi keruangan yang dapat di gunakan untuk berbagai keperluan dan data dapat di gunakan kembali untuk keperluan visual. Data yang di masukkan ke dalam peta dapat berupa simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi serta kenampakan-kenampakan atau fenomena yang ada. Penulis lain mendefinisikan peta topografi dengan membandingkan mereka dengan jenis lain peta, mereka di bedakan dari skala kecil peta chorographic yang mencakup daerah besar, peta planimetrik yang tidak menunjukkan peningkatan dan peta tematik yang berfokus pada topik tertentu. Namun, dalam vernakular dan hari ke hari dunia, representasi lega (kontur) yang populer di adakan untuk menentukan genre, sehingga bahkan peta skala kecil menunjukkan relief yang umumnya (dan keliru, dalam arti teknis) yang di sebut topografi. Sedangkan tertarik lega, sebenarnya yang lebih luas banyak bidang studi yang memperhitungkan semua alam dan manusia membuat fitur dari medan.Peta rupa bumi memiliki kegunaan beberapa pada hari ini: semua jenis geografis perencanaan atau berskala besar, arsitektur ilmu bumi dan banyak lainnya geografis disiplin, pertambangan dan usaha berbasis bumi lainnya, dan menggunakan rekreasi seperti hiking atau khususnya orienteering, yang menggunakan peta sangat rinci dalam persyaratan standar.Berbagai fitur yang di tampilkan pada peta yang di wakili oleh tanda-tanda atau simbol konvensional. Sebagai contoh, warna dapat di gunakan untuk menunjukkan klasifikasi jalan. Tanda-tanda ini biasanya di jelaskan dalam margin peta, atau pada karakteristik lembar di terbitkan secara terpisah. Peta topografi juga biasa di sebut peta kontur atau peta topo. Peta rupa bumi konvensional menunjukkan topografi atau kontur tanah, dengan cara garis kontur. Garis kontur merupakan kurva yang menghubungkan titik-titik berdekatan yang sama ketinggian (isohypse). Dengan kata lain, setiap titik pada garis di tandai dari 100 m elevasi adalah 100 m di atas permukaan laut. Peta ini biasanya di tunjukkan tidak hanya kontur, tetapi juga setiap signifikan.Istilah topografi di ambil dalam bahasa Yunani (topos yang berarti tempat, dan graphia menulis), merupakan studi permukaan bumi, maupun planet-planet, bulan dan asteroid. Ada 2 istilah yang sering di temukan yang berkaitan dengan topografi, yakni ukur topografi dan peta topografi. Ukur topografi adalah pemungutan dan pengumpulan data mengenai kedudukan dan bentuk permukaan bumi. Kaidah-kaidah yang di gunakan di dalam ukur topografi antara lain ukur aras, tekimetri, meja datar, fotogrametri dan penginderaan jauh. Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang seluruh atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas, di perkecil dengan perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa di perkirakan bentuk permukaan bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi di gambarkan dalam bentuk garis-garis kontur. Peta topografi menampilkan semua unsur yang berada di atas permukaan bumi, baik unsur alam maupun buatan manusia. Peta jenis ini biasa di pergunakan untuk kegiatan-kegiatan di alam bebas, terrmasuk peta untuk kepentingan militer, teknik sipil dan arkeologi. Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi atau benda angkasa, yang meliputi perwujudan, letak, maupun data yang berkaitan, seperti tampaknya apabila di lihat dari atas. Sumbernya dapat berupa hasil pengukuran, foto udara, atau citra satelit. Ilmu yang mempelajari peta di sebut topografi.Secara umum peta merupakann gambar atau dimensi dari suatu objek yang dilihat dari atas yang ukurannya direduksi. Dengan mengamati dan melihat peta akan memudahkan pengamatan langsung di lapangan. Sedangkan hakekat daripada peta topografi adalah peta yang menggambarkan keadaan suatu daerah yang dilihat dari atas yang kurang lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. Ada beberapa cara penggambaran peta topografi yaitu :a.Garis Kontur, adalah garis yang menghubungkan titik- titik ketinggian yang sama pada suatu permukaan bumib. Garis hachures, yaitu garis lurus yang ditarik dari titik- titik ketinggian tertinggi ke titik- titik yang lebih rendah disekitarnya (lereng curam garisnya makin merapat )c. Pewarnaan (Tinting),daerah yang mempunyai relief tinggi warnanya makin gelap sebaliknya relief rendah warnanya makin cerah contohnya atlas.d. Bayangan (shading), topografi curam diberi bayangan yang tebal,rapat serta pendek, sebaliknya daerah landai diberi garis bayangan tipis, panjang dan renggang.e. Kombinasi, dengan cara menggabungkan antara kontur dengan warna dan lain-lainnya.

1.3 Elemen Peta TopografiUnsur-unsur penting dalam peta topografi meliputi : a. Relief, menggambarkan beda tinggi suatu tempat ke tempat lain di suatu daerah misal bukit, dataran, pegunungan, lembah, lereng dan lain sebagainya. Biasanya untuk peta topografi berwarna digunakan warna coklat untuk dataran dan biru untuk lautan, dengan variasi warna disesuaikan dengan keadaan relief, daerah berelief tinggi warna semakin tua dan gelap. Relief terjadi karena adanya resistensi antara batuan terhadap proses erosi dan pelapukan juga dipengaruhi gejala-gejala asal dalam seperti perlipatan, patahan dan lain sebagainya.b. Pola Aliran, pola aliran dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan jalan-jalan pengaliran di dalam suatu kawasan, tanpa memperhatikan apakah jalan-jalan pengaliran itu mempunyai sungai permanen atau tidak. Pola aliran dapat dikelompokan ke dalam pola dasar yakni :a) Derinitik, bentuk sungai berupa cabang-cabang pohon dimana cabang-cabang sungai berhubungan dengan induk sungai membentuk sudut-sudut yang meruncing.Biasanya terbentuk pada batuan yang himogen dengan sedikit