tinjauan teoritis asuhan keperawatan klien dengan penyakit jantung koroner

Download Tinjauan teoritis asuhan keperawatan klien dengan penyakit jantung koroner

Post on 05-Aug-2015

104 views

Category:

Devices & Hardware

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. 10 BAB II TINJAUAN TEORITIS ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER A. Konsep Dasar 1. Pengertian Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Penyempitan arteri koroner dimulai dengan terjadinya atherosclerosis (kekakuan arteri) maupun yang sudah terjadi penimbunan lemak (plaque) pada dinding arteri koroner, baik dengan gejala klinis maupun tanpa gejala (Fitriani, 2011). Penyakit jantung koroner adalah penyakit pada arteri koroner dimana terjadi penyempitan atau sumbatan pada liang arteri koroner oleh karena proses atherosclerosis. Pada proses atherosclerosis terjadi perlemakan pada dinding arteri koroner yang sudah terjadi sejak usia muda sampai usia lanjut (Valentina, 2008). Penyakit Jantung Koroner adalah keadaaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan otot jantung atas oksigen dengan penyediaan yang di berikan oleh pembuluh darah coroner ( Huon, 2005). 2. 11 2. Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler a. Anatomi Gambar 1. Struktur Anatomi Jantung (sumber: John, 2003 ) 1) Jantung Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru di bagian tengah rongga thoraks. Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis midsternal.Jantung dilindungi mediastinum. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya (250-300 gram). Bentuknya seperti kerucut tumpul. Basisnya berada diatas dan apexnya di bawah sebelah kiri dada ( John, 2003). a) Struktur jantung Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan : (1) Lapisan luar (epikardium) (2) Lapisan tengah (Miokardium) 3. 12 (3) Lapisan dalam (endokardium) b) Ruang jantung (1) Atrium kanan Atrium kanan terletak di bagian superior kanan jantung dan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh.Tebalnya sekitar 2 mm dengan permukaan yang licin dan bersifat elastis. Terdapat sinoatrial node, atrioventrikular noda dan fossa ovalis. (2) Ventrikel kanan Ventrikel kananterletak di bagian inferior kanan pada apeks jantung.Tebalnya sekitar 4-5 mm dengan permukaan yang tidak rata dan bagian dalamnya mempunyai muskulus papilaris yang pada ujungnya terbentang tali-tali jaringan ikat menuju ke ujung-ujung katup agar tidak membalik bilamana tekanan ventrikel meningkat.Ventrikel kanan mempunyai bentuk pola sabit yang unik, yang mampu menghasilkan tekanan yang rendah yakni kontraksi yang cukup besar untuk menghasilkan darah ke dalam arteri pulmonalis. (3) Atrium kiri Tebal sekitar 3 mm, dengan permukaan yang licin dan bersifat elastis, terdapat septum interatrial.Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru 4. 13 melaluivena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta. (4) Ventrikel kiri Tebalnya sekitar 8-15 mm, penuh dengan trabekula, terdapat muskularis papilaris, chordae tendinea dan septum interventrikularis.Ventrikel kiri berfungsi menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta. c) Katup Katup Jantung (1) Katup atrioventrikuler Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup (trikuspid). Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup (Mitral). Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase diastole dan mencegah aliran balik pada fase sistolik. (2) Katup Semilunar (a) Katup Pulmonal terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan. (b) Katup Aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri 5. 14 dari 3 buah daun katup yang simetris. Danya katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama sistole dan mencegah aliran balik pada waktu diastole. Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah arteri. d) Sistem Konduksi Jantung mempunyai system syaraf tersendiri yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot jantung yang disebut system konduksi jantung. Syaraf pusat melalui system syaraf autonom hanya mempengaruhi irama kontraksi jantung. Syaraf simpatis memacu terjadinya kontraksi sedangkan syaraf parasimpatis menghamabt kontraksi. System kontraksi jantung terdiri atas : 1) Nodus Sinoatrialkularis (NSA) terletak pada atrium kanan dan dikenal sebagai pacemaker karena impuls untuk kontraksi dihasilkan oleh nodus ini. 2) Nodus Atrioventrikularis (NAV) terletak antara atrium dan ventrikel kanan berperan sebagai gerbang impuls ke ventrikel. 3) Bundle His adalah serabut syaraf yang meninggalkan NAV. Serabut Bundle Kanan Dan Kiri adalah serabut syaraf yang 6. 15 menyebar ke ventrikel terdapat pada septum interventrikularis. 4) Serabut Purkinje adalah serabut syaraf yang terdapat pada otot jantung. 2) Vaskularisasi Jantung Pembuluh darah adalah prasarana jalan bagi aliran darah. Secara garis besar peredaran darah dibedakan menjadi dua, yaitu peredaran darah besar yaitu dari jantung ke seluruh tubuh, kembali ke jantung (surkulasi sistemik), dan peredaran darah kecil, yaitu dari jantung ke paru-paru, kembali ke jantung (sirkulasi pulmonal). a) Arteri Suplai darah ke miokardium berasal dari dua arteri koroner besar yang berasal dari aorta tepat di bawah katub aorta. Arteri koroner kiri memperdarahi sebagian besar ventrikel kiri, dan arteri koroner kanan memperdarahi sebagian besar ventrikel kanan (Marry, 2008). 1) Arteri Koroner Kanan Berjalan ke sisi kanan jantung, pada sulkus atrioventrikuler kanan. Pada dasarnya arteri koronarian kanan memberi makan pada atrium kanan, ventrikel kanan, dan dinding sebelah dalam dari ventrikel kiri. Bercabang menjadi Arteri Atrium Anterior Dextra 7. 16 (RAAB = Right Atrial Anterior Branch) dan Arteri Coronaria Descendens Posterior (PDCA = Posterior Descending Coronary Artery). RAAB memberikan aliran darah untuk Nodus Sino-Atrial. PDCA memberikan aliran darah untuk Nodus Atrio- Ventrikular (John, 2003). 2) Arteri Koroner Kiri Berjalan di belakang arteria pulmonalis sebagai arteri coronaria sinistra utama (LMCA = Left Main Coronary Artery) sepanjang 1-2 cm. Bercabang menjadi Arteri Circumflexa (LCx = Left Circumflex Artery) dan Arteri Descendens Anterior Sinistra (LAD = Left Anterior Descendens Artery). LCx berjalan pada Sulcus Atrio- Ventrcular mengelilingi permukaan posterior jantung. LAD berjalan pada Sulcus Interventricular sampai ke Apex. Kedua pembuluh darah ini bercabang-cabang dan memberikan lairan darah diantara kedua sulcus tersebut (John, 2003). b) Vena Distrubusi vena koroner sesungguhnya parallel dengan distribusi arteri koroner. Sistem vena jantung mempunyai tiga bagian, yaitu (John, 2003): 8. 17 1) Vena tabesian, merupakan sistem terkecil yang menyalurkan sebagian darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan. 2) Vena kardiaka anterior, mempunyai fungsi yang cukup berarti, mengosongkan sebagian besar isi vena ventrikel langsung ke atrium kanan. 3) Sinus koronarius dan cabangnya, merupakan sistem vena yang paling besar dan paling penting, berfungsi menyalurkan pengembalian darah vena miokard ke dalam atrium kanan melalui ostinum sinus koronaruis yang bermuara di samping vena kava inferior. c) Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Vikositas/ kekentalan darah lebih kental dari pada air yang mempunyai BJ 1,041-1,065, temperatur 380C, dan PH 7,37-7,45. Pada tubuh yang sehat atau orang dewasa terdapat darah sebanyak kira-kira 1/13 dari berat badan atau kira- 9. 18 kira 4-5 liter. Keadaan jumlah tersebut pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada umur, pekerjaan, keadaan jantung, atau pembuluh darah. Komposisi darah terdiri dari: 1) Sel Darah merah Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kirakira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung oksigen. 2) Sel Darah Putih (leukosit) Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kita lihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan menurut inti selnya, warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000. 10. 19 Macam- macam leukosit meliputi agranulosit (limfosit, monosit), granulosit ( neutrofil, eusinofil, basofil) 3) Sel pembeku (Trombosit) Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3. 4) Plasma Darah Bagian cairan darah yang membentuk sekitar 5% dari berat badan, merupakan media sirkulasi elemen-elemen darah yang membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan sel pembeku darah juga sebagai media transportasi bahan organik dan anorganik dari suatu jaringan atau organ. b. Fisiologi 1) Siklus Jantung Setiap siklus jantung terdiri dari urutan peristiwa listrik dan mekanik yang saling terkait. Gelombang rangsang listrik tersebar dari nodus SA melalui sistem penghantar menuju miokardium untuk merangsang kontraksi otot. Rangsangan listrik ini kenal dengan sebutan depolarisasi, diikuti pemulihan listrik kembali yang di sebut repolarisasi. Aktifitas listrik jantung terjadi akibat ion (patikel bermuatan seperti kali