te 09-1313 #07 - sistem antena&proagasi (ver1)

Click here to load reader

Post on 03-Jul-2015

164 views

Category:

Engineering

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PPT Antena dan Propagansi, diambil dari Bu Devi, Pengampu mata kuliah dasar sistem telekomunikasi teknik elektro ITS

TRANSCRIPT

  • 1. Bidang Studi Telekomunikasi MultimediaJurusan Teknik ElektroFakultas Teknologi IndustriTE091313 Dasar SistemTelekomunikasi(Sistem Antena dan Propagasi)Tim Bidang Studi Telekomunikasi MultimediaTeknik Elektro FTI - ITS

2. Pokok Bahasan Definisi Antena Parameter Dasar Antena Jenis-jenis Antena Karakteristik Propagasi Gelombang Radio09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 2 3. Referensi Kuliah09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 3 4. Definisi dan Mekanisme Kerja Antena berperan dalam mengubah energielektrik RF menjadi gelombang EM yangmemancar di udara Ukuran fisik dari antena berbanding terbalikdengan frekuensi kerjanya. Semakin besar frekuensi, semakin kecil ukuranantena09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 4 5. Ground planeFeed point conductorSisten Antena Dasardielectricl/2TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasil/2G=2.14 dBiZ= 73 Wa. Dipolel/4G=4 dBiZ= 36 Wb. monopolec. LoopGround planel/2d. Microstrip/ patchl09/08/14 5 6. Parameter Dasar Antena Direktivitas Merepresentasikan pengarahan antena Semakin besar direktivitas dapat diartikan bahwa lebarberkasnya semakin sempit Gain Kuat pancaran sinyal yang biasanya merujuk padaarah yang memiliki radiasi maksimum dBi : gain relatif terhadap antena isotropik dBd : gain relatif terhadap antena dipole l/209/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 6 7. Gain09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 7 8. Parameter Dasar Antena09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 8 9. Pola Radiasi Grafik yang menggambarkan intensitas radiasisuatu antena terhadap sudut tertentu. Besaran yang biasanya digunakan Main lobe (boresight) Half-power beamwidth (HPBW) Front-back ratio (F/B) Pattern nulls09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 9 10. Antenna Radiation patternHorizontal plane Vertical planeDirectional Antenna Radiation Pattern09/08/14 10TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 11. Antenna Radiation patternHorizontal plane Vertical planeOmni-directional Antenna Radiation Pattern09/08/14 11TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 12. Beamwidth (Lebar Berkas)120 (eg) PeakPeak - 3dBTE091313 - Dasar Sistem TelekomunikasiPeak - 10dBPeak - 10dB10dB Beamwidth60 (eg) PeakPeak - 3dB3dB Beamwidth09/08/14 12 13. Beamwidth (Lebar Berkas)09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 13 14. Polarisasi Polarisasi gelombang berkaitan dengan orientasi vektormedan listrik yang dibangkitkan saat pemancaran. Polarisasi Antena mengacu pada arah Medan Listrik suatuantena Jika arah medan listrik horisontal, maka antena memilikipolarisasi horisontal (sejajar permukaan tanah) Jika arah medan listrik vertikal, maka antena memilikipolarisasi vertikal (tegak permukaan tanah) Catatan Polarsasi antena yang berada dalam satu Rangkaian RF wajibmemiliki polarisasi yang identik. Jika pemasangan antena Rx tidak sesuai dengan polarisasigelombang, maka ada yang diterima akan lebih kecil ; terjadi polarization mismatch .09/08/14 14TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 15. Polarisasi09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 15 16. Kegunaan Polarisasi Meningkatkan isolasi dari sinyal yang tidakdiinginkan Mengurangi interferensi Dapat menentukan daerah jangkauan secaraspesifik09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 16 17. Klasifikasi Antena Berdasarkan lebar berkas pancarannya, antenadapat dikategorikan menjadi 3, yaitu Antena Directional Memiliki beamwidth yang sempit Daya pancar lebih fokus pada arah tertentu Jarak jangkau lebih jauh Contoh : Yagi, Log-periodik, Parabola Omni-Directional Memiliki beamwidth yang lebar Beradiasi pada 3600 Daya pancar tersebar ke segala arah Jarak jangkau sempit, tapi area coverage besar Contoh : Antena Omni09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 17 18. Jenis-jenis AntenaAntena ParabolaAntena YagiAntena ParabolaAntena SektoralAntenaOmni09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 18 19. Pola Radiasi Antena Yagi09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 19 20. Pola Radiasi Antena Parabola09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 20 21. 090180270 0 -3 -6 -10-15-20-30dB090180270 0 -3 -6 -10-15-20-30dBPola Radiasi Antena Sektoral09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 21 22. Pola Radiasi Antena Omni09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 22 23. KARAKTERISTIK PROPAGASIGELOMBANG RADIO09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 23 24. Spektrum Frekuensi09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 24 25. Pita Frekuensi MicrowavePitaFrekuensiRentangFrekuensi (GHz)PitaFrekuensiRentangFrekuensi (GHz)L 1 2 Q 33 50S 2 4 U 50 75C 4 8 V 60 90X 8 12 W 75 110Ku 12 18 F 90 140K 18 26,5 D 110 170Ka 26,5 4009/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 25 26. Mekanisme Propagasi09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 26 27. Mekanisme Propagasi09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 27 28. Mekanisme Propagasi Line-of-sight (LoS) Propagasi gelombang radio yang terjadi tanpa adanyapenghalang dan pantulan Zona Fressnel I bebas Sinyal berkurang sesuai dengan redaman pathloss(20 db/dekade)Sumber gambar : http://pathloss40.blogspot.com/2010/11/wireless-networking-part-3.html09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 28 29. Mekanisme Propagasi Non Line-of-Sight (NLOS) Reflection Perubahan arah tiba-tiba dari perambatan gelombang pada antarmuka duamedia yang berbeda. Dalam hal ini, ukuran benda pemantul jauh lebih besar dibandingkan denganpanjang gelombang sinyal radio. Difraction Mekanisme perambatan gelombang pada penghalang dengan profil tajam,dimana gelombang radio akan merambat mengikuti bentuk ujung obyek tajam Difraksi memungkinkan sinyal diterima oleh Rx walaupun terhalang secara fisikdengan Tx Terdapat redaman tambahan akibat difraksi Scattering Suatu fenomena dimana arah atau polarisasi gelombang berubah akibatperambatan melewati obyek-obyek yang lebih kecil dibandingkan denganpanjang gelombang ( dedaunan, butir hujan ) Hamburan akan menyebabkan perubahan polarisasi dan distribusi energisecara acak.09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 29 30. Aplikasi Sistem Gelombang Radio Microwave System Transmisi dilakukansecara LOS Komunikasi Satelit danTeresterialKomunikasi satelitKomunikasi teresterial09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 30 31. Ringkasan Kuliah Pengertian dan mekanisme kerja antena Parameter dasar antenna Jenis Antena Mekanisme propagasi gelombang radio09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 31 32. 09/08/14 TE091313 - Dasar Sistem Telekomunikasi 32