tbc paru pd anak.doc

Download TBC paru pd anak.doc

Post on 14-Apr-2018

230 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/29/2019 TBC paru pd anak.doc

    1/17

    DAFTAR ISI

    DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 1

    PENDAHULUAN .............................................................................................................. 2

    Pemeriksaan ....................................................................................................................... 3

    Etiologi ............................................................................................................................... 6

    Patogenesis ........................................................................................................................ 7

    Diagnosis ........................................................................................................................... 10

    Diagnosis Kerja .................................................................................................... 10

    Gejala Klinis ........................................................................................................... 10

    Diagnosa Banding .................................................................................................. 11

    Terapi .................................................................................................................................. 12

    Prognosis ............................................................................................................................ 13

    Komplikasi .......................................................................................................................... 14

    Epidemiologi ....................................................................................................................... 14

    Pencegahan ......................................................................................................................... 15

    PENUTUP .......................................................................................................................... 16

    DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 17

    1

  • 7/29/2019 TBC paru pd anak.doc

    2/17

    PENDAHULUAN

    Infeksi saluran nafas dibagi menjadi dua yaitu infeksi saluran nafas atas dan saluran nafas

    bawah. Walaupun infeksi saluran nafas atas secara langsung berhubungan dengan lingkungan

    luar namun infeksi jarang terjadi dan jarang berkembang menjadi infeksi saluran nafas bawah

    yang mengenai bronkus dan alveolus karena ada banyak mekanisme pertahanan di sepanjang

    saluran pernafasan untuk mencegah adanya infeksi.1

    Mekanisme pertahanan itu antara lain adalah refleks batuk untuk mengeluarkan benda

    asing atau mikroorganisme dan membuang mucus yang tertimbun. Terdapat lapisan

    mukosiliaris yang terdiri dari sel-sel dan berlokasi dari bronkus ke atas yang menghasilkan

    mucus dan sel-sel silia yang melapisi sel sel penghasil mucus. Silia tersebut bergerak secara

    ritmis untuk mendorong adanya mucus dan semua mikroorganisme akan terperangkap dalam

    mucus , ke atas ke nasofaring tempat mucus dikeluarkan sebagai sputum. Dikeluarkan melalui

    hidung ataupun di telan. Proses tersebut dinamakan system escalator mucosiliaris.1

    Apabila lolos dari dari mekanisme pertahanan tersebut dan mengkoloni saluran nafas

    atas, maka mikroorganisme akan dihadang oleh lapisan pertahanan ketiga yang penting , yaitu

    system imun untuk mencegah mikroorganisme tersebut sampai ke saluran nafas bawah yang

    diperantarai oleh limfosit dan sel darah putih lainnya seperti makrofag, neutrofil dan sel mast.

    Akan lolos ke saluran nafas bawah bila adanya gangguan mekanisme pertahanan di system

    pernafasan atau mikroorganismenya sangat virulen.1

    Pemeriksaan2

  • 7/29/2019 TBC paru pd anak.doc

    3/17

    Diagnosis ditegakan berdasarkan pemeriksaan-pemeriksaan di bawah ini:1-5

    1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik

    Untuk mendukung dalam penegakkan diagnosis maka perlu anamnesis dan

    pemeriksaan fisik pada pasien yang cukup spesifik. Menanyakan keluhan keluhan yang

    rasakan oleh pasien, untuk kasus Tb biasanya keluhan yang tibul berupa :

    Batuk awalnya dapat non-produktif persisten tetapi dapat berkembang menjadi

    produktif, mukopurulent bahkan berdarah (hemoptysis)

    Dada sakit, biasanya disebabkan oleh pleuritis dan bila berkembang lebih lanjut akan

    menjadi efusi pleura.

    Dyspneu dapat terjadi walau jarang

    Gejala systemic seperti anoreksia , BB turun, keringat pada malam hari dan demam.

    Menanyakan riwayat penyakit keluarga

    Pada pemeriksaan fisik dapat di temukan :

    Pengembangan dada yang tidak simetris bisa disebabkan oleh efusi pleura,

    Didapatkan perkusi yang redup pada daerah apeks paru oleh karena adanya infiltrasi yang

    luas

    Pada auskultasi dapat ditemukan suara ronki basah , kasar ataupun nyaring. Bila infilrat

    disertai penebalan pleura maka biasanya suara menjadi vesicular lemah.

    2. Laboratorium

    Pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan adalah hitung sel darah, laju endap

    darah, urinalisis, enzim hati dalam serum (SGOT/SGPT). Asam urat sebaiknya diperiksa

    apabila akan diberikan pirazinamid dan penglihatan harus diperiksa bila diberikan

    ethambutol. Pungsi lumbal sebaiknya dilakukan pada TB milier atau bila ada tanda-tanda

    kecurigaan TB milier atau meningitis TB.

    3. Foto thoraxFoto rontgen harus diambil dari 2 sisi yaitu postero-anterior dan lateral.

    Gambaran foto thorax yang menunjang diagnosis TB yaitu :

    Bayangan lesi terletak di lapangan atas paru atau segmen atipikal lobus bawah

    pembesaran kelenjar hilus atau paratrakea.

    Dapat juga ditemukan kolaps atau konsolidasi dengan hiperinflasi lokal yang terjadi

    akibat obstruksi bronkus parsial.

    Bayangan berawan (patchy) atau berbecak (nodular)

    3

  • 7/29/2019 TBC paru pd anak.doc

    4/17

    Adanya kavitas, tunggal atau ganda

    Kelainan bilateral, terutama di lapangan paru atas

    Adanya kalsifikasi

    Bayangan menetap pada foto ulang beberapa minggu kemudian

    Bayangan milier berupa bercak-bercak halus tersebar merata pada seluruh lapangan

    paru. Gambaran radiology lain yang sering menyertai TBC paru adalah penebalan

    pleura, efusi pleura atau empisema, penumothoraks (bayangan hitam radio lusen

    dipinggir paru atau pleura).

    Pada beberapa kasus, interpretasi foto rontgen sulit dilakukan sehingga CT-Scan mungkin

    diperlukan.

    4. Pemeriksaan sputum BTA

    Pemeriksaan ini penting karena dengan ditemukannya kuman BTA, diagnosis dapat

    dipastikan. Kriteria sputum BTA positip adalah sekurang-kurangnya ditemukan 3 batang

    kuman BTA pada satu sediaan.

    Pada orang dewasa, diagnosis pasti ditegakkan apabila menemukan kuman M.

    tuberculosis dalam sputum/dahak. Akan tetapi, anak-anak sangat sulit bila diminta untuk

    mengeluarkan dahak. Bila pun ada, jumlah dahak yang dikeluarkan tidak cukup. Jumlah

    dahak yang cukup untuk dilakukan pemeriksaan basil tahan asam adalah sebesar 3-5 ml,

    dengan konsistensi kental dan purulen.

    Masalah kedua adalah jumlah kuman M. tuberculosis dalam sekret bronkus anak

    lebih sedikit daripada orang dewasa. Hal itu dikarenakan lokasi primer TB pada anak

    terletak di kelenjar limfe hilus dan parenkim paru bagian perifer. BTA positif baru dapat

    dilihat bila minimal jumlah kuman 5000/ml dahak.

    5. Tes PAP (Peroksidase Anti Peroksidase)

    4

  • 7/29/2019 TBC paru pd anak.doc

    5/17

    Merupakan uji serologi imunoperoksidase memakai alat histogen imunoperoksidase

    staining untuk menentukan adanya igG spesifik terhadap basil TB.

    6. Tes Mountoux/Tuberkulin

    Pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat untuk

    menunjukkan sedang/pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa dan sering digunakan

    dalam "Screening TBC". Efektifitas dalam menemukan infeksi TBC dengan uji tuberkulin

    adalah lebih dari 90%.

    Penderita anak umur kurang dari 1 tahun yang menderita TBC aktif uji tuberkulin

    positif 100%, umur 12 tahun 92%, 24 tahun 78%, 46 tahun 75%, dan umur 612 tahun

    51%. Dari persentase tersebut dapat dilihat bahwa semakin besar usia anak maka hasil uji

    tuberkulin semakin kurang spesifik.

    Ada beberapa cara melakukan uji tuberkulin, namun sampai sekarang cara mantoux

    lebih sering digunakan. Lokasi penyuntikan uji mantoux umumnya pada bagian atas

    lengan bawah kiri bagian depan, disuntikkan intrakutan (ke dalam kulit). Penilaian uji

    tuberkulin dilakukan 4872 jam setelah penyuntikan dan diukur diameter dari

    pembengkakan (indurasi) yang terjadi.

    1. Pembengkakan (Indurasi) : 04mm,uji mantoux negatif.

    Arti klinis : tidak ada infeksiMikobakterium tuberkulosa.

    2. Pembengkakan (Indurasi) : 39mm,uji mantoux meragukan.

    Hal ini bisa karena kesalahan teknik,

    reaksi silang denganMikobakterium atipik

    atau setelah vaksinasi BCG.

    3. Pembengkakan (Indurasi) : 10mm,uji mantoux positif.

    Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi

    Mikobakterium tuberkulosa.

    Hasil uji tuberkulin dapat dipengaruhi oleh status BCG anak. Pengaruh BCG

    terhadap reaksi positif tuberkulin paling lama berlangsung hingga 5 tahun setelah

    penyuntikan. Jadi, ketika membaca uji tuberkulin pada anak di atas 5 tahun, status BCG

    dapat dihiraukan.

    7. Teknik Polymerase Chain Reaction

    5

  • 7/29/2019 TBC paru pd anak.doc

    6/17

    Deteksi DNA kuman secara spesifik melalui amplifikasi