tak orientasi realita

27
PROPOSAL KEPERAWATAN JIWA III TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ORIENTASI REALITA DI RUANG JIWA SEJAHTERA RSUD DR SOETOMO Disusun oleh: Kelompok 3 1. Durrotun Nafisah 131111067 2. Sri Wahyulina Gustini 131111076 3. Christina Dita W. 131111083 4. Retno Baiq Furianto 131111091 5. Yolanda Novalita 131111098 6. Filiani Cynthia S. A. 131111106 7. Elisabeth Panjaitan 131111113 8. Rejiva Lugas Pratama 131111119

Upload: new-shoppy

Post on 31-Jan-2016

47 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

tak adalah

TRANSCRIPT

Page 1: Tak Orientasi Realita

PROPOSAL KEPERAWATAN JIWA III

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ORIENTASI REALITA

DI RUANG JIWA SEJAHTERA RSUD DR SOETOMO

Disusun oleh:

Kelompok 3

1. Durrotun Nafisah 131111067

2. Sri Wahyulina Gustini 131111076

3. Christina Dita W. 131111083

4. Retno Baiq Furianto 131111091

5. Yolanda Novalita 131111098

6. Filiani Cynthia S. A. 131111106

7. Elisabeth Panjaitan 131111113

8. Rejiva Lugas Pratama 131111119

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2013

Page 2: Tak Orientasi Realita

BAB 1

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Waham merupakan salah satu jenis gangguan jiwa. Waham sering ditemui pada

gangguan jiwa berat dan beberapa bentuk waham yang spesifik sering ditemukan pada

penderita skizofrenia. Semakin akut psikosis semakin sering ditemui waham disorganisasi dan

waham tidak sistematis. Kebanyakan pasien skizofreniadaya tiliknya berkurang dimana

pasien tidak menyadari penyakitnya serta kebutuhannya terhadap pengobatan, meskipun

gangguan pada dirinya dapat dilihat oleh orang lain (Tomb, 2003 dalam Purba, 2008).

Gangguan orientasi realita disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi

kognitif dan isi fikiran, fungsi persepsi, fungsi motorik dan fungsi social.gangguan pada

fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai terganggu. Gangguan fungsi

motorik, social, dan emosi mengakibatkan kemampuan merespon terganggu yang tampak dari

perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal (kemampuan

hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realita terkait dengan fungsi otak, maka

gangguan atau respon yang timbul disebut respon neurobiologik.

TAK adalah salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat pada sekelompok klien

dengan masalah yang sama. TAK bagian dari psikoterapi di dalam kelompok. Aktivitas

digunakan sebagai terapi dan kelompok sebagai target asuhan, terbukti dapat memfasilitasi

perubahan perilaku yang efektif.

Orientasi adalah kemampuan seseorang untuk mengenal lingkungannya serta

hubungannya dengan waktu, ruang, dan terhadap dirinya serta orang lain. Disorientasi atau

gangguan orientasi dapat timbul sebagai gangguan dari kesadaran, mengenai waktu, tempat,

dan orang. Disorientasi dapat terjadi pada setiap gangguan jiwa yang mana ada kerusakan

yang hebat dari ingatan, persepsi, dan perhatian.

Orientasi realita adalah upaya untuk mengorientasikan keadaan nyata kepada klien,

yaitu diri sendiri, orang lain, lingkungan/ tempat, dan waktu. Klien dengan gangguan jiwa

psikotik, mengalami penurunan daya nilai realita (reality testing ability). Klien tidak lagi

mengenali tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat mengakibatkan klien

merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya ansietas pada klien. Untuk menanggulangi

kendala ini, maka perlu ada aktivitaas yang memberi stimulus secara konsisten kepada klien

tentang realita di sekitarnya. Stimulus tersebut meliputi stimulus tentang realita lingkungan,

yaitu diri sendiri, orang lain, waktu, dan tempat.

Page 3: Tak Orientasi Realita

II. Tujuan

1. Tujuan Umum :

Tujuan umum TAK Orientasi realita adalah klien mampu mengenali orang, tempat dan

waktu sesuai kenyataan

2. Tujuan Khusus

Sedangkan tujuan khusus dari TAK orientasi realita adalah :

a.   Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada.

b.   Klien mengenal waktu dengan tepat

c.   Klien dapat mengenal diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya dengan tepat

III. Manfaat

a. Memberikan wawasan ilmu pengetahuan pada mahasiswa, khususnya dalam hal

keperawatan tentang TAK stimulus persepsi umum pada klien dengan gangguan orientasi

realita.

b. Memberikan pengetahuan yang lebih kepada mahasiswa untuk mengembangkan terapi

aktivitas kelompok pada pasien dengan gangguan jiwa.

c. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan terutama terutama pada klien gangguan

orientasi realita dengan berbagai sesi.

d. Membantu proses penyembuhan pada klien dengan gangguan orientasi realita.

Page 4: Tak Orientasi Realita

BAB II

KONSEP TEORI TAK ORIENTASI REALITA

A. Pengertian

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) orientasi realita adalah upaya untuk

mengorientasikan keadaan nyata kepada klien, yaitu diri sendiri, orang lain,

lingkungan/tempat, dan waktu. Klien dengan gangguan jiwa psikotik mengalami penurunan

daya nilai realita (reality testing ability), tidak lagi mengenali tempat, waktu, dan orang-orang

disekitarnya yang dapat mengakibatkan klien merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya

ansietas pada klien. Untuk menanggulangi keadaan ini, maka perlu ada aktifitas yang

memberi stimulus secara konsisten kepada klien tentang realita disekitarnya meliputi stimulus

tentang realita lingkungan, yaitu diri sendiri, orang lain, waktu dan tempat.

B. Jenis - Jenis TAK Orientasi Realita

Terapi aktivitas kelompok orientasi realita dikelompokkan sebagai berikut :

a. TAK Orientasi Realita Halusinasi

b. TAK Orientasi Realita Dimensia

c. TAK Orientasi Realita Kebingungan

d. TAK Orientasi Realita Waham

e. TAK Orientasi Realita orang lain, tempat dan waktu

C. Kriteria dan Indikasi

1.      Karakteristik pasien

Klien yang mengikuti TAK ini adalah yang mengalami gangguan dalam proses pikir ;

waham

2.      Proses seleksi

Klien dipilih berdasarkan:

a.       Klien merupakan pasien kelolaan dan pasien resume dari mahasiswa yang

melakukan TAK

b.      Klien memiliki masalah keperawatan utama yang sama yaitu klien dengan

gangguan proses pikir ; waham

c.       Klien tenang dan kooperatif

d.      Klien dalam kondisi fisik yang baik

e.       Klien mau mengikuti terapi aktivitas

f.       Klien yang panca indranya masih berfungsi dengan cukup baik

Page 5: Tak Orientasi Realita

D. Uraian Pembagian Tugas

1. Leader

a. Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum

kegiatan dimulai

b. Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan memperkenalkan

dirinya

c. Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib

d. Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok

e. Menjelaskan permainan

2. Co-Leader

a. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien

b. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang

3. Fasilitator

a. Memfasilitasi klien yang kurang aktif

b. Berperan sebagai role play bagi klien selama kegiatan

4. Observer

a. Mengobservasi jalannya proses kegiatan

b. Mencatat prilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan berlangsung

c. Mengatur alur permainan (menghidupkan dan mematikan tape recorder)

Setting Posisi TAK Orientasi Realita

Posisi Klien saling berhadapan

Keterangan : 

a.       L : Leader

b.      Co : Wakil Leader

c.       K : Klien

d.      F : Fasilitator

e.       O : Observer

Page 6: Tak Orientasi Realita

BAB III

SATUAN ACARA KEGIATAN

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK : ORIENTASI REALITA

A.    Kriteria

Kriteria klien yang mengikuti terapi TAK orientasi realita di ruangan Jiwa Sejahtera RSUD

Dr. Soetomo :

1.      Klien dengan gangguan mengenal orang, waktu, tempat.

2.      Klien yang sudah bisa mengontrol halusinasinya.

B.    Masalah Keperawatan :

a.    Gangguan mengenal orang.

b.    Gangguan mengenal waktu.

c.    Gangguan mengenal tempat.

C.    Persiapan :

1. Waktu pelaksanaan :

Tempat : Ruang Jiwa Sejahtera RSUD Dr. Soetomo

Hari/Tanggal : Senin, 6 Desember 2013

Waktu : 08.00 – 09.00 WIB

Alokasi Waktu : Perkenalan dan pengarahan (5 menit)

Permainan (35 menit)

Ekpress feeling (15 menit)

Penutup (5 menit)

2.      Pengorganisasian kelompok :

Leader : Filiani Cynthia S.A.

Co Leader : Retno Baiq F.

Observer : Christina Dita W.

Fasilitator : Durrotun Nafisah

Sri Wahyulina Gustini

Yolanda Novalita

Elisabeth Panjaitan

Rejiva Lugas Pratama

Page 7: Tak Orientasi Realita

Sesi 1 : Pengenalan Orang

Tujuan

1. Klien mampu mengenal nama-nama perawat.

2. Klien mampu mengenal nama-nama klien lain.

Setting

1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.

2. Ruangan nyaman dan tenang.

Alat

1. Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut TAK

2. Spidol

3. Bola tennis

4. Tape recorder

5. kaset lagu

Metode

1. Dinamika kelompok

2. Diskusi dan Tanya jawab

Langkah Kegiatan

1. Persiapan

a. Memilih klien sesuai dengan indikasi

b. Membuat kontrak dengan klien

c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

a. Salam terapeutik: salam dari terapis kepada klien.

b. Evaluasi/ validasi

c. Menanyakan perasan klien saat ini.

3. Kontrak

a. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal orang

b. Terapis menjelaskan atuaran main berikut:

Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada

terapis.

Lama kegiatan 45 menit

Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

4. Tahap Kerja

a. Terapis membagikan papan nama untuk masing-masing klien.

Page 8: Tak Orientasi Realita

b. Terapis meminta masing-masing klien menyebutkan nama lengkap, nama

panggilan, asal.

c. Terapis meminta masing-masing klien menuliskan nama panggilan di depan papan

nama yang dibagikan.

d. Terapis meminta masing-masing klien memperkenalkan diri secara berurutan,

searah jarum jam dimulai dari terapis, meliputi menyebutkan: nama lengkap, nama

panggilan, asal, dan hobi.

e. Terapis menjelaskan langkah berikutnya: tape recorder akan dinyalakan, saat

musik terdengar bola tenis dipindahkan dari satu kien ke klien lain. Saat musik

dihentikan, klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap,

nama panggilan, asal, dan hobi dari klien yang lain (minimal nama panggilan).

f. Terapis memutar tape recorder dan menghentikan . saat musik berhenti, klien klien

yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan,

asal, dan hobi klien yang lain.

g. Ulangi langkah f sampai semua klien mendapatkan giliran.

h. Terapis memberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien dengan mengajak klien

lain bertepuk tangan.

Tahap terminasi

1. Evaluasi

a. Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

b. Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.

c. Tindak lanjut

Terapis menganjurkan klien menyapa orang lain sesuai dengan nama

panggilan.

Kontrak yang akan datang

Evaluasi dan Dokumentasi

1. Evaluasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek

yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK

orientasi realita orang, kemampuan klien yang diharapkan adalah dapat menyebutkan

nama, panggilan, asal, dan hobi klien lain.

2. Dokumentasi

Dokumentasikan pada catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh: klien mngikuti

TAK orientasi realita orang. Klien mampu menyebutkan nama, nama panggilan, asal

dan hobi klien lain di sebelahnya. Anjurkan klien mengenal klien lain di ruangan.

Page 9: Tak Orientasi Realita

Sesi 2: Pengenalan Tempat

Tujuan:

1. Klien mampu mengenal nama rumah sakit.

2. Klien mampu mengenal nama ruangan tempat dirawat.

3. Klien mampu mengenal kamar tidur

4. Klien mampu mengenal tempat tidur

5. Klien mampu mengenal ruan perawata, ruang istirahat, ruang makan, kamar mandi,

dan WC.

Setting

1. Terapis dan klien duduk bersama dalam limgkaran

2. Ruangan tempat perawatan klien

Alat

1. Tape recorder

2. Kaset lagu “dangdut”

3. Bola tenis

Metode

1. Diskusi kelompok

2. Orientasi lapangan

Langkah Kegiatan

1. Persiapan

a. Memilih klien sesuai dengan indikasi

b. Membuat kontrak dengan klien

c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

a. Salam terapeutik: salam dari terapis kepada klien

b. Evaluasi/ validasi

menanyakan perasaan klien saat ini.

3. Kontrak

a. terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal tempat yang biasa dilihat.

b. terapis menjelaskan aturan berikut:

jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada

terapis.

lama kegiatan 45 menit

setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

Page 10: Tak Orientasi Realita

4. Tahap Kerja

a. Terapis menanyakan kepada klien nama rumah sakit, nama ruangan; klien diberi

kesempatan menjawab. Beri pujian pada klien yang mampu menjawab dengan

tepat.

b. Terapis menjelaskan dengan menyalakan tape recorder lagu dangdut, sedangkan

bola tennis diedarkan satu persatu ke peserta yang lain searah jarum jam. Pada saat

lagu berhenti, klien yang sedang memegang bola tennis akan diminta menyebutkan

nama rumah sakit dan nama ruangan tempat klien dirawat.

c. Terapis menyalakan tape recorder, menghentikan lagu, dan meminta klien

memegang bola tennis untuk menyebutkan nama ruangan dan nama rumah sakit.

Kegiatan ini diulang sampai semua peserta mendapat giliran.

d. Terapis memberikan pujian saat klien telah menyebutkan dengan benar.

e. Terapis mengajak klien berkeliling serta menjelaskan nama dan fungsi ruangan

yang ada. Kantor perawat, kamar mandi, WC, ruang istirahat, ruang TAK, dan

ruangan lainnya

5. Tahap Terminasi

a. Evaluasi

Terapis mennyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

b. Tindak lanjut

Terapis menganjurkan klien untuk menghapal nama-nama tempat

c. Kontrak yang akan datang

Menyepakati kegiatan TAK yang akan datang, yaitu mengenal waktu.

Menyepakati waktu dan tempat.

Evaluasi dan Dokumentasi

1. Evaluasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek

yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK

orientasi realita tempat, kemampuan klien yang diharapkan adalah mengenal tempat di

rumah sakit.

2. Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses

keperawatan tiap klien. Contoh: klien mengikuti Sesi 2, ruangan dan letak kamar tidur

yang lain belum mampu. Orientasikan klien dengan tempat-tempat di ruangan.

Page 11: Tak Orientasi Realita

Sesi 3: Pengenalan Waktu

Tujuan

1. Klien dapat mengenal waktu dengan tepat

2. Klien dapat mengenal tanggal dengan tepat

3. Klien dapat mengenal hari dengan tepat

4. Klien dapat mengenal tahun dengan tepat

Setting

1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran

2. Klien berada di ruangan yang ada kalender dan jam dinding.

Alat

1. Kalender

2. jam dinding

3. Tape recorder

4. Kaset lagu dangdut

5. Bola tennis

Metode

1. Diskusi

2. Tanya Jawab

Langkah Kegiatan

1. Persiapan

a. Memilih klien sesuai dengan indikasi

b. Membuat kontrak dengan klien

c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

a. Salam terapeutik: salam dari terapis kepada klien

b. Evaluasi/ validasi

Menanyakan perasan klien saat ini.

Menanyakan apakah klien masih mengingat nama-nama ruangan yang sudah

dipelajari.

3. Kontrak

a. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal waktu

b. Terapis menjelaskan atuaran main berikut:

Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada

terapis.

Page 12: Tak Orientasi Realita

Lama kegiatan 45 menit

Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

4. Tahap Kerja

a. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dikerjakan

b. Terapis menjelaskan akan menghidupkan tape recorder, sedangkan bola tennis

diedarkan dari satu klien ke klien lain. Pada saat musik berhenti, klien yang

memegang bola menjawab pertanyaan dari terapis.

c. Terapis menghidupkan musik, dan mematikan musik. Klien mengedarkan bola

tennis secara bergantian searah jarum jam. Saat musik berhenti, klien yang

memegang bola menjawab pertanyaan dari terapis tentang tanggal, bulan, tahun,

hari, dan jam saat itu. Kegiatan ini diulang sampai semua klien mndapat giliran.

5. Tahap Terminasi

a. Evaluasi

o Terapis mennyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

o Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

b. Tindak lanjut

Terapis menganjurkan klien memberi tanda/ mengganti kalender setiap hari.

c. Kontrak yang akan datang

Menyepakati kegiatan TAK yang akan dating, yaitu mengenal waktu.

Menyepakati waktu dan tempat.

Evaluasi dan Dokumentasi

1. Evaluasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek

yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK

orientasi realita waktu, hari, tanggal, bulan, dan tahun.

2. Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses

keperawatan tiap klien. Contoh: klien mengikuti Sesi 3, TAK orientasi realita waktu.

Klien mampu menyebutkan tanggal dan hari, tetapi yang lain belum mampu.

Orientasikan klien dengan tempat-tempat di ruangan.

Page 13: Tak Orientasi Realita

LEMBAR OBSERVASI

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ORIENTASI REALITA

SESI 1: PENGENALAN ORANG

Di ruang Jiwa Sejahtera RSUD Dr Suetomo

Tanggal 6 Desember 2013

1. Evaluasi Struktur:

a. TAK dimulai pada pukul :………………………….....................

b. Jumlah peserta :………………………………………...

c. Apakah terapis melaksanakan tugas sesuai dengan pengorganisasian? Ya Tidak

Catatan:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………..............

2. Evaluasi Proses:

Sesi 1: TAK

Orientasi Realita Sesorang

Kemampuan mengenal orang lain

NO Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menyebutkan nama klien

2 Menyebutkan nama pangilan klien

3 Menyebutkan asal klien lain.

4 Menyebutkan hobi klien lain

Petunjuk:

1. Tulis nama pangilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.

2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan klien mengetahui nama, pangilan,

asal dan hobi klien lain. Beri tanda (V) jika klien mampu dan tanda (X) jika klien tidak

mampu.

Catatan:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………..............

Page 14: Tak Orientasi Realita
Page 15: Tak Orientasi Realita

LEMBAR OBSERVASI

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ORIENTASI REALITA

SESI 2: PENGENALAN WAKTU

Di ruang Jiwa Sejahtera RSUD Dr Suetomo

Tanggal 6 Desember 2013

1. Evaluasi Struktur:

d. TAK dimulai pada pukul :………………………….....................

e. Jumlah peserta :………………………………………...

f. Apakah terapis melaksanakan tugas sesuai dengan pengorganisasian? Ya Tidak

Catatan:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

2. Evaluasi Proses:

Sesi 2: TAK

Orientasi Realita Tempat

Kemampuan mengenal tempat di rumah sakit

NO Aspek yang dinilai Nama Klien

1. Menyebutkan nama rumah sakit

2. Menyebutkan nama ruangan

3. Menyebutkan letak kantor perawat.

4. Menyebutkan letak kamar mandi dan WC

5. Menyebutkan letak kamar tidur

Petunjuk:

a. Tulis nama pangilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.

b. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan klien mengenal tempat-tempat di ruang

rawat dan nama rumah sakit. Beri tanda (V) jika klien mampu dan tanda (X) jika klien

tidak mampu.

Catatan:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

Page 16: Tak Orientasi Realita
Page 17: Tak Orientasi Realita

LEMBAR OBSERVASI

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ORIENTASI REALITA

SESI 3: PENGENALAN WAKTU

Di ruang Jiwa Sejahtera RSUD Dr Suetomo

Tanggal 6 Desember 2013

1. Evaluasi Struktur:

g. TAK dimulai pada pukul :………………………….....................

h. Jumlah peserta :………………………………………...

i. Apakah terapis melaksanakan tugas sesuai dengan pengorganisasian? Ya Tidak

Catatan:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………..............

2. Evaluasi Proses:

Sesi 3: TAK

Orientasi Realita Waktu

Kemampuan mengenal waktu

NO Aspek yang dinilai Nama Klien

1. Menyebutkan jam

2. Menyebutkan hari

3. Menyebutkan tanggal

4. Menyebutkan bulan

5. Menyebutkan tahun

Petunjuk:

1. Tulis nama pangilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.

2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan klien mengetahui waktu, hari, tanggal,

bulan, dan tahun. Beri tanda (V) jika klien mampu dan tanda (X) jika klien tidak mampu.

Catatan:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

Page 18: Tak Orientasi Realita

3. Evaluasi Hasil:

Penilaian terhadap pasien selama menjalani TAK

No. Nama KlienAspek yang dinilai

SESI 1 SESI 2 SESI 3

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Petunjuk:

1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang mengikuti TAK

2. Untuk setiap klien, semua aspek dinilai dengan memberi tanda √ jika ditemukan pada klien

atau X jika tidak ditemukan.

3. Lalu dikonversikan dalam persentase dan cocokkan hasil akhir dengan target persentase

minimum yang harus dicapai. Jika belum tercapai, berikan terapi lanjutan terencana.

Catatan:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………….........

Page 19: Tak Orientasi Realita

KRITERIA KEBERHASILAN

a.       80% klien mendapatkan pasangan terapis yang tepat.

b.      90% dari jumlah klien mampu menyebutkan identitas dirinya.

c.       90% dari jumlah klien mampu menyebutkan identitas klien lain

d.      80% dari jumlah klien mampu bersepon terhadap klien lain dengan mendengarkan klien

lain yang sedang berbicara

e.       80% dari jumlah klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan

f.       70% dari jumlah klien mampu menterjemahkan perintah permainan

g.      70% dari jumlah klien mampu mengikuti aturan main yang telah ditentukan

h.      50% dari jumlah klien mau mengemukakan pendapat tentang therapi aktifitas kelompok

yang dilakukan

         Untuk TAK orientasi realitas orang :

70% dari jumlah klien mampu menyebutkan nama, panggilan, asal, dan hobi klien lain.

           Untuk TAK orientasi realitas tempat :

70% dari jumlah klien mampu mengenal tempat di rumah sakit.

           Untuk TAK orientasi realitas waktu :

70% dari jumlah klien mampu mengenal waktu, hari, tanggal, bulan, dan tahun.