strategi komunikasi pemasaran pencitraan

Click here to load reader

Post on 16-Oct-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

OLEH :
UNIVERSITAS HASANUDDIN
OLEH :
Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pada
Departemen Ilmu Komunikasi
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat-Nya yang
tiada henti serta pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
yang berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Pencitraan Kabupaten
Sidenreng Rappang Melalui Event Motoprix” guna memenuhi syarat dalam
menyelesaikan studi pada Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Serta sholawat dan salam senantiasa
tercurahkan kepada junjungan Nabiullah Muhammad SAW sebagai rahmat dan
teladan bagi alam semesta.
Skripsi ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua (Almarhum
Sertu Rusman dan Hj. Rusmini) dan juga untuk kakek, nenek, bapak aji dan
almarhuma mama aji, mereka yang telah tulus dan ikhlas memberikan kasih
sayang, doa, perhatian, dukungan moral dan materil selama ini. Terima kasih telah
meluangkan segenap waktunya untuk mengasuh, mendidik, membimbing, dan
mengiringi perjalanan hidup penulis dengan doa yang tiada henti agar penulis
sukses dalam menggapai cita-cita.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bantuan,
bimbingan, serta dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini
penulis ingin menyampaikan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada:
v
1. Dr. H. Moehammad Iqbal Sultan, M.Si selaku pembimbing I sekaligus sebagai
Ketua Departemen Ilmu Komunikasi dan Drs. Kahar, M.Hum selaku
pembimbing II yang bersedia meluangkan waktunya serta memberikan
masukan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
2. Andi Subhan Amir, S.Sos, M.Si selaku Sekertaris Departemen Ilmu
Komunikasi beserta seluruh staf akademik.
3. Seluruh dosen-dosen Departemen Ilmu Komunikasi, untuk segala ilmu
pengetahuan yang telah diberikan.
4. Anis Dachlan selaku Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata
Kabupaten Sidenreng Rappang, Andi Ahmad Wijaya selaku staf management
event Sirkuit Puncak Mario, Kohito Amri dan Andi Yayang Afriandi. Terima
kasih atas segala bantuan dan dukungan kepada penulis sehingga skripsi ini
dapat terselesaikan.
5. Keluarga besar Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK), terima kasih
untuk suasana unik dan radikalnya.
6. Teman-teman Britical 13, terima kasih telah menjadi saudara seperjuangan.
7. Teman-teman KKN Unhas Gelombang 93, Desa Kulo Kecamatan Kulo
Kabupaten Sidenreng Rappang. Terima kasih untuk kebersamaannya dan
pengalaman yang tak terlupakan selama 40 hari.
8. Mbak-mbak yang dipaksa gemes : Nadhia, Els, Ucay, Wulan, Yani, Dinda,
dan Rosi. Terima kasih telah banyak memberikan masukan dan kritikan yang
menjadikan saya lebih baik lagi, seperti keluarga yang tidak pernah
meninggalkan.
vi
9. Keluarga Sudiang dan Muslanda Squad : Om Arsil, Mama Emmi, Bapak
Uttang, Mama Muha, Pio, Adnan, Bung Erick, Esty, Saldi, Dadang, dan
Icong. Terima kasih sudah seperti satpam tiap kali lupa pulang, noko-nokonya
kalau bahas skripsi, dan tempat berteduh yang nyaman.
10. Keluarga Teuku Umar : Tante Adnen, Om Basri, Kak Fahrul, Rabiatul,
Ansyari, Sibli, Imron, dan Kak Haedir. Terima kasih sudah di ajarkan banyak
hal mulai dari awal saya di Makassar, maafkan saya banyak merepotkan.
11. Untuk ibu guru cantik, Kiki. Terima kasih sudah menemani selama penelitian,
sepupu yang cantik dan teman bertumbuh. Untuk Amel, Terima kasih sudah
seperti saudara yang aneh bin ajaib tapi cantik.
Akhirnya penulis mendoakan semoga Allah SWT melimpahkan
karunianya yang berlipat ganda untuk segala kebaikan diberikan kepada semua
pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis untuk menyelesaikan
skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.
Makassar, November 2017
Kabupaten Sidenreng Rappang melalui Event Motoprix. (Dibimbing oleh
Moehammad Iqbal Sultan dan Kahar).
Skripsi ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui bagaimana pemerintah daerah
Kabupaten Sidenreng Rappang mengelola Sirkuit Puncak Mario sebagai tempat
penyelenggara event motoprix; 2) Untuk mengetahui bagaimana membentuk citra
Kabupaten Sidenreng Rappang melalui event motoprix.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sidenreng Rappang selama dua
bulan yaitu bulan April 2017-Juni 2017 dengan menentukan informan secara
purposive sampling sebanyak lima orang berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
Tipe penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode kualitatif. Data primer
dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan observasi non partisipan, serta data
sekundernya dikumpulkan melalui referensi buku, jurnal, dan internet terkait dengan
penelitian.
digunakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten
Sidenreng Rappang, yaitu menggunakan konsep strategi komunikasi pemasaran
terintegrasi. Strategi komunikasi pemasaran terintegrasi disini di tandai dengan
terlihatnya bauran komunikasi pemasaran yang ia gunakan. Adapun tujuh bauran
komunikasi pemasaran yaitu periklanan, promosi penjualan, internet marketing,
publisitas, penjualan secara personal, acara, dan event. Dari tujuh bauran
komunikasi pemasaran hanya 6 yang digunakan oleh Dispopar Kabupaten
Sidenreng Rappang, hal ini karena internet marketing belum terlaksana dengan
efektif dikarenakan tidak adanya website resmi yang dibuat oleh Dispopar.
Konsep citra yang terbangun pada Kabupaten Sidenreng Rappang dengan
menggunakan management impresi terlihat selama adanya Sirkuit Puncak Mario
adalah Kabupaten Sidenreng Rappang dikenal sebagai pusat penyelenggara event
motoprix di region V juga dikenal sebagai kota otomotif di provinsi Sulawesi
Selatan. Hal ini ditandai dengan banyaknya event bertaraf nasional yang di gelar
di Sirkuit Puncak Mario.
Puncak Mario.
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv
B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 6
D. Kerangka Konseptual .................................................................................... 7
E. Definisi Operasional .................................................................................... 16
F. Metode Penelitian ........................................................................................ 17
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................21
G. Impression Management ............................................................................. 53
BAB III GAMBARAN UMUM ............................................................................56
B. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidenreng Rappang ... 60
ix
A. Hasil Penelitian ............................................................................................ 64
B. Hasil Wawancara ......................................................................................... 67
Tabel 3.1 Kategori Kelas/Nomor Lomba............................................................. 59
Gambar 1.2 Model Interaktif Analisis Data………………………….................20
Gambar 4.1 Bentuk-bentuk Media Lini Bawah dan Media Lini Atas……….....73
Gambar 4.2 Pemberitaan pada Media Online…………………………………..77
Gambar 4.3 Bauran Komunikasi Pemasaran Dispopar Kabupaten Sidrap……..79
1
A. Latar Belakang Masalah
Membentuk sebuah identitas suatu daerah atau kota saat ini tidak hanya
menjadi kepentingan segelintir orang saja. Saat ini, sebuah identitas kota telah
dijadikan sebagai tolak ukur untuk mendapatkan gelar kota terbaik. Untuk
mendapatkan sebuah identitas tersebut tidak lain bergantung kepada pemerintah
setempat dan masyarakat kota itu sendiri. Kerja sama antara pemerintah dan
masyarakat merupakan kedua hal yang tidak dapat dipisahkan untuk membentuk,
membagikan, dan mempertahankan jati diri suatu kota. Maka dari itu diperlukan
upaya bersama untuk memperkenalkan potensi daerah kepada daerah lain (dunia
luar) dianggap urgent untuk saat ini. Salah satu caranya dapat ditempuh dengan
membentuk sebuah citra positif. Kita sudah banyak mendengar istilah kota
kembang atau Paris Van Java sebutan untuk kota Bandung, atau sebutan-sebutan
lain dari kota-kota yang ada di Indonesia. Sebutan kota tersebut merupakan salah
satu contoh cikal bakal sebuah citra (image) dari kota tersebut.
Citra kota adalah upaya strategi dari suatu kota untuk membuat positioning
yang kuat di regional maupun global. Adanya citra dapat membentuk identitas
kota yang berguna untuk memasarkan segala aktivitas kegiatan, sarana,
serta budaya yang ada di kota tersebut. Untuk mendapatkan kepercayaan sebagai
kota yang terbaik dalam aspek tertentu bergantung pada bagaimana citra yang
telah dibuat dan yang tersampaikan kepada khalayak luas sebagai
kekuatan kompetisi dan relevansi dari kota tersebut. Sehingga kota tersebut dapat
dikenal secara luas, baik regional ataupun global.
Menurut ilmu pemasaran, citra dianggap sebagai alat yang ampuh untuk
memberikan ciri khas yang dapat membedakan suatu produk dengan produk
lainnya. Saat ini pemberian merek tidak hanya terbatas untuk tangible produk
saja, sektor jasa (intangible) juga sudah banyak memanfaatkan peran citra.
Pemberian citra untuk suatu lokasi atau tempat memang merupakan hal yang
cukup baru dalam ilmu pemasaran. Lokasi atau tempat dapat diberi citra yang
secara relatif pasti berasal dari nama sebenarnya lokasi tersebut. Pemberian citra
postif sebuah kota dimaksudkan agar khalayak dapat terkonstruksi dan teringat
secara sepintas mengenai daerah tersebut, dan kemudian menimbulkan keinginan
untuk mengasosiasikannya.
Bukti keberhasilan pemerintah dalam pembentukan sebuah citra suatu
daerah atau kota dapat dilihat melalui penghargaan yang diperoleh Solo dalam
sektor pariwisata, di antaranya Indonesian MICE Award 2009 untuk kategori
Kepala Daerah Tingkat II Terbaik 2009 mengungguli Yogyakarta dan Makassar,
Indonesia Tourism Award 2010, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan
wisata.
masyarakat dalam mengupayakan strategi-startegi pemasaran yang efektif. Seperti
3
halnya Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan yang saat ini dikenal
dengan citranya sebagai penghasil dan penyalur beras utama untuk daerah
Sulawesi Selatan, ini karena Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi penghasil
beras terbesar di Sulawesi Selatan. Bukan hanya beras, Kabupaten Sidenreng
Rappang akhir-akhir ini juga terkenal dengan objek wisata olahraganya dibidang
otomotif yaitu Road Race, terbukti dengan dibangunnya Sirkuit Puncak Mario
yang berada di kecamatan Kulo.
Sirkuit Puncak Mario Sidrap yang saat ini dijadikan sebagai objek wisata
olahraga merupakan aset yang memiliki peluang tinggi untuk membentuk citra
baru Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tempat penyelenggaraan event balap
road race bertaraf nasional. Hal ini dilihat dengan diselenggarakannya berbagai
event besar road race, seperti event Grand Final Motoprix dan Honda Racing
Corporation (HRC) yang mendatangkan banyaknya kunjungan wisatawan.
Sirkuit Puncak Mario yang aktif digunakan sejak tahun 2015 merupakan
satu-satunya sirkuit permanen yang ada di Sulawesi. Sirkuit ini dilihat sangat
berpotensi untuk bersaing dengan Sirkuit Sentul Bogor Jawa Barat. Sayangnya,
nilai moral yang tertanam di mindset sebagian masyarakat setempat masih
menganggap event road race ini sebagai tempat para pemuda yang terkesan nakal
dan hanya sebatas kesenangan remaja saja. Sehingga, hal ini akan mengganggu
perspektif masyarakat luas dan berdampak pada perkembangan pemanfaatan
Sirkuit Puncak Mario. Hal yang harus ditekankan di sini adalah bagaimana citra
negatif tersebut dapat terpatahkan dengan melihat potensi event seperti ini,
memiliki peluang sebagai ajang bertaraf nasional untuk memajukan Kabubaten
4
setempat.
dengan banyaknya penyelenggaraan event keolahragaan di banyak tempat dan
seperti yang diungkapkan Any Noor (2009:53) yaitu peningkatan kegiatan
olahraga diprediksi setiap tahun berkembang sebesar sepuluh persen. Pada era
globalisasi ini muncul terminologi sportainment yang memberikan peneguhan
bahwa olahraga bukan lagi sekedar sebuah tontonan melainkan sebuah industri
pariwisata dan bisnis pertunjukan yang mampu menghadirkan ribuan maupun
jutaan wisatawan serta meningkatkan perekonomian suatu daerah.
Dari beberapa contoh jurnal yang juga peneliti dapatkan mengenai citra,
banyak membagi penelitian yang dilakukan untuk membentuk citra pemerintahan
atau instansi. Masih jarang peneliti dapatkan, sebuah jurnal yang meneliti
mengenai sebuah citra kota atau daerah. Salah satunya penelitian yang dilakukan
oleh Sisilia Herlina, mahasiswa Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang dalam
Strategi Komunikasi Humas dalam Membentuk Citra Pemerintahan di Kota
Malang. Sisislia menjelaskan, dalam hasil penelitiannya pembentukan sebuah
citra didukung oleh peran humas, dan suasana yang dibangun oleh Public
Relations yang kuat.
Universitas Bina Widya Riau dalam Peran Humas Dalam Membentuk Citra
Pemerintah. Hasil penelitiannya lebih banyak fokus menjelaskan mengenai
5
aktifitas humas sekda Provinsi Riau. Selain itu, Evawany juga membuktikan
bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi humas pemerintah setempat sejalan dengan
aturan Undang- Undang Dasar. Penelitian ini hanya fokus kepada cara
meningkatkan pengunjung dalam suatu daerah.
Perbedaan mendasar dari kedua jurnal di atas dengan penenlitian ini
adalah peneliti ingin mengkaji usaha pemerintah kabupaten sidrap dalam
membentuk citra positif sebuah event, yaitu melihat potensi sebuah lahan objek
wisata olahraga (Sirkuit Puncak Mario) dan event Motoprix yang rutin tiap tahun
diadakan oleh pemerintah Kabupaten Sidrap dan berpeluang menjadi event yang
bertaraf Internasional. Kemudian bagaimana langkah strategis yang dilakukan
pemerintah kepada masyarakat dalam memasarkan Sirkuit Puncak Mario yang
tiap tahunnya menjadi tempat digelarnya event Motoprix.
Namun, peneliti melihat kondisi yang terjadi sekarang yaitu kurang adanya
kegiatan promosi yang dilakukan oleh panitia, seperti tidak meratanya informasi
ketika akan ada event dan hanya dilakukan setahun sekali, kegiatan promosi itu
berupa spanduk dan baliho yang hanya disebar di kota kabupaten dan disekitar
Sirkuit Puncak Mario, dan juga penempelan sticker pada mobil aparat pemerintah.
Hal ini mengakibatkan banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui adanya
event dan fungsi event yang sebenarnya.
Peran strategi komunikasi pemasaran dalam pembentukan citra juga sangat
penting. Komunikasi pemasaran merupakan kegiatan pemasaran dengan
menggunakan teknik-teknik komunikasi yang ditujukan untuk memberikan
6
informasi kepada orang banyak dengan harapan agar tujuan perusahaan tercapai,
yaitu terjadinya peningkatan pendapatan (laba) sebagai hasil penambahan
penggunaan jasa atau pembelian produk yang ditawarkan. (Soemanagara, 2006)
Maka dari itu, melihat fenomena di atas peneliti tertarik melakukan
penelitian “Strategi Komunikasi Pemasaran Pencitraan Kabupaten Sidrap
Melalui Event Motoprix”.
B. Rumusan Masalah
merumuskan masalah yaitu:
Sidenreng Rappang dalam mengelolah Sirkuit Puncak Mario sebagai suatu
tempat penyelenggara event motoprix?
motoprix?
1. Tujuan Penelitian
penelitian ini bertujuan:
Sirkuit Puncak Mario sebagai tempat penyelenggara event motoprix.
7
Rappang melalui event motoprix.
pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang studi
Ilmu Komunikasi. Terutama dalam kajian komunikasi pemasaran.
2) Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan bacaan atau referensi bagi
semua pihak yang membutuhkan pustaka mengenai strategi
komunikasi pemasaran.
masukan penting khususnya bagi pemerintah Kabupaten Sidrap.
D. Kerangka Konseptual
Komunikasi atau dalam bahasa inggris yaitu Communication pada dasarnya
berasal dari bahasa Latin yaitu Communis yang berarti “sama”, maksudnya adalah
sama dalam arti kata dengan makna satu hal. Communico, communication atau
communicare yang memiliki arti yaitu membuat sama atau make to common,
secara signifikan komunikasi dapat terjadi jika ada kesamaan antara pengantar
pesan dan penerima pesan atau antara komunikator dengan komunikan. Berbagai
macam definisi komunikasi menurut para ahli antara lain;
8
1) Komunikasi menurut Harold D. Lasswell ialah cara yang baik untuk
menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan sebagai
berikut; Who says what in which to whom with what effect? Atau dalam
bahasa Indonesianya Siapa yang mengatakan apa dengan saluran apa
kepada siapa dengan efek bagaimana?
2) Komunikasi menurut Effendy (2001:3) Komunikasi diartikan sebagai
proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk
memberi tahu atau untuk mengubah pendapat dan sikap, pendapat atau
perilaku, baik secara lisan atau tulisan maupun tidak langsung tetapi
melalui media.
pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Hampir semua organisasi ataupun
perusahaan dibidang bisnis menggunakan komunikasi pemasaran untuk
mempromosikan apa yang mereka tawarkan dan mencapai tujuan finansial dan
nonfinansial. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua
unsur pokoknya, yaitu komunikasi dan pemasaran. Komunikasi adalah proses di
mana pemikiran dan pemahaman disampaikan antarindividu, atau antarorganisasi
dan individu. (Shimp, 2003:4)
(2007:62) pemasaran adalah suau proses sosial dan manajerial yang membuat
individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan
9
melalui penciptaan dan penukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang
lain. Jika digabungkan, komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan
semua unsur dalam bauran pemasaran merek, yang memfasilitasi terjadinya
pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebar luaskan kepada pelanggan
atau kliennya (Shimp, 2003:4)
bauran komunikasi pemasaran yaitu:
dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas.
2. Promosi penjualan merupakan berbagai insentif jangka pendek untuk
mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa.
3. Events dan experiences/acara dan pengalaman merupakan kegiatan dan
program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan
interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.
4. Hubungan masyarakat dan publisitas merupakan beragam program yang
dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau
produk individunya.
10
menciptakan penjualan produk atau jasa.
7. Word-of-mouth marketing merupakan komunikasi lisan, tertulis, dan
elektronik atar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau
pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.
8. Penjualan pribadi merupakan interaksi tatap muka dengan satu atau lebih
pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab
pertanyaan, dan pengaduan pesanan.
ke dalam program komunikasi pemasaran yang diintegrasikan secara cermat.
Selain penting dalam membangun dan mempertahankan berbagai jenis hubungan,
komunikasi yang baik merupakan elemen penting dalam usaha perusahaan
membangun hubungan konsumen yang menguntungkan. Komunikasi pemasaran
terpadu menurut Kotler (2003:117) adalah pendekatan yang lebih popular yang
diterapkan oleh profesional pemasaraan dan komunikasi untuk
mengkoordinasikan berbagai pengalaman konsumen dengan komunikasi
pemasaran untuk merek tertentu. Program komunikasi terpadu digunakan untuk
mengkoordinasikan pesan dan media yang berbeda untuk suatu produk, agar
konsumen dapat menerima arus pesan yang konsinten dan rasional pada waktu
yang tepat, yakni pada saat konsumen telah siap merespon untuk digunakan dalam
proses pembelian.
Integrated Marketing Communication (IMC), konsep yang berkembang di
tahun 1980an ini didefinisikan oleh Schultz (2004) sebagai sebuah strategi dalam
11
konsumen, pelanggan, atau sasaran lain yang relevan dengan audience eksternal
dan internal. Di lain kesempatan, Shimp (2010) mendefinisikan IMC sebagai
sebuah proses komunikasi yang terdiri dari perencanaan, penciptaan,
pengintegrasian dan penerapan berbagai bentuk komunikasi pemasaran (iklan,
sales promotion, publikasi, event dan lain sebagainya). Sedangkan asosiasi agen
periklanan Amerika atau yang dikenal dengan nama The 4As (The American
Association of Advertising Agency) mengatakan bahwa IMC adalah konsep
perencanaan komunikasi pemasaran yang matang dengan mengevaluasi peran
masing-masing bentuk komunikasi pemasaran (periklanan umum, sales
promotion, public relations dan lain-lain) dan memadukan bentuk-bentuk
komunikasi pemasaran ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak
komunikasi yang maksimal (Belch 2009). Dengan mempelajari ketiga definisi di
atas, maka dapat disimpulkan bahwa IMC adalah sebuah konsep komunikasi yang
terencana, terintegrasi dan diterapkan dalam berbagai bentuk komunikasi
pemasaran untuk memberikan pemahaman dan dampak yang maksimal melalui
konsistensi pesan komunikasi kepada konsumen, pelanggan ataupun pihak lain
yang relevan dengan barang atau jasa yang dikomunikasikan.
Dari definisi umum tersebut, kita bisa lihat sejumlah manfaat IMC bagi
organisasi atau perusahaan, di antaranya:
1. Membentuk identitas merek yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan
memperkuat semua citra dan pesan komunikasi perusahaan.
12
perusahaan melalui semua bantuk komunikasi pemasaran.
3. Adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (melaui produk/jasanya)
dengan para konsumennya.
fungsi dan sumber daya dari komunikasi permasaran dalam sebuah perusahaan
ke dalam satu program yang memaksimalkan dampak pada konsumen dengan
biaya minim. Pernyataan Thompson di atas menggambarkan kerja IMC yaitu
untuk memberikan hasil yang maksimal dan terbaik dalam memasarkan suatu
produk atau jasa. IMC menjadi sebuah solusi bagi agensi periklanan dalam
menjangkau berbagai segmentasi pelanggan yang mengkonsumsi beragam
media.
IMC juga merupakan pendekatan berbasis data yang fokus ada identifikasi
pandangan konsumen dan mengembangkan strategi dengan saluran yang tepat
untuk membentuk hubungan konsumen dan brang yang kuat. Agensi periklanan
dapat menggunakan hanya beberapa komponen dari IMC. Penggunaan didasarkan
pada pendekatan yang diinginkan oleh klien. Biasanya disesuaikan dengan
segmentasi pelanggan produk klien. Oleh karena itu, penting bagi agensi
periklanan untuk mengetahui sisi mana dari konsumen yang harus dimasuki serta
bagaimana dan di mana konsumen menggunakan berbagai tipe media.
Menggunakan IMC berarti memberikan konsistensi pesan yang
disampaikan pada konsumen meskipun menggunakan media yang berbeda.
13
Konsistensi tersebut secara tidak langsung akan menjadi retensi (pengulangan)
ketika konsumen melihat iklan yang sama pada media yang berbeda, kemudian
pesan akan melekat dalam benak konsumen. Berbagai keuntungan lain yang
didapat dengan menggunakan IMC adalah:
1. Corporate cohesion. IMC dapat digunakan oleh klien sebagai alat strategis
dalam mengkomunikasikan citra dan keuntungan dari produk atau jasa.
2. Client relationship. IMC menyediakan kesempatan bagi agensi periklanan
untuk memainkan peran penting yang signifikan dalam pengembangan
proses komunikasi, dan menjadi partner yang efektif dalam hubungan
dengan klien.
3. Interaction. IMC memastikan komunikasi antara agensi dan menciptakan
ikatan yang lebih kuat antara mereka dan klien. Dengan menyediakan arus
informasi yang lebih terbuka, IMC memungkinkan partisipan komunikasi
untuk berkonsentrasi dalam kunci dari pengembangan strategis, ketimbang
mengejar tujuan individu.
periklanan. Pemikiran yang tergabung dari keseluruhan tim lebih baik dari
pemikiran yang berasal dari individu saja. Hal ini juga memotivasi setiap
anggota dalam tim agensi periklanan untuk menemukan potensi kreativitas
mereka.
komunikasi.
14
Setiap kegiatan IMC memiliki kekuatan yang berbeda-beda dan dapat
dicapai dengan cara yang berbeda pula. Hal ini kemudian menjadi penting karena
dengan mengetahui peran dari setiap kegiatan komunikasi pemasarannya maka
kita dapat mengetahui pula langkah apa yang harus ditempuh untuk menciptakan
citra positif yang kuat.
Strategi suatu wilayah seperti Negara, Provinsi, Kabupaten, atau Kota
untuk memiliki positioning yang kuat dan dapat dikenal secara luas di seluruh
dunia, upaya ini yang disebut sebagai pembentukan citra. Dalam dunia bisnis,
citra sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Citra adalah perasaan,
gambaran diri publik terhadap perusahaan, organisasi atau lembaga. Kesan yang
dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi. Citra dengan
sengaja diciptakan agar bernilai positif. Citra itu sendiri merupakan salah satu aset
terpenting dari suatu perusahaan atau organisasi. (Elvinaro.2011:62)
15
4. Acara (Event)
7. Internet Marketing
Dinas Pemuda, Olahraga dan
digunakan dalam penelitian ini, maka perlu pemberian batasan-batasan sebagai
berikut:
yang di maksud di sini adalah strategi komunikasi pemasaran yang
dilakukan pengelola Sirkuit Puncak Mario dalam pembentukan citra
Kabupaten Sidrap sebagai penyelenggara balapan bertaraf nasional.
2. Event Motoprix
Event balap yang digelar untuk penyisihan pembalap disetiap daerah atau
disebut region. Event Motoprix yang dimaksud di sini adalah event
Motoprix yang dilaksanakan di Sirkuit Puncak Mario Kabupaten
Sidenreng Rappang.
Arena balapan motor yang terletak di desa Mario Kecamatan Kulo
Kabupaten Sidenreng Rappang.
Gambaran diri ataupun kesan yang sengaja diciptakan agar bernilai positif.
Citra yang dimaksud di sini adalah citra Kabupaten Sidenreng Rappang
sebagai penyelenggara balapan bertaraf nasional.
17
Dispopar yang dimaksud di sini adalah dispopar Kabupaten Sidenreng
Rappang yang bertanggung jawab atas Sirkuit Puncak Mario.
F. Metode Penelitian
Dalam…