[sosiologi dan politik] - · pdf file [sosiologi dan politik] bahan belajar mahasiswa untuk...

Click here to load reader

Post on 25-Nov-2020

5 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 0

    “Sebaiknya jaga dirimu selalu bersih dan

    cemerlang; kamu adalah jendela melalui mana kamu melihat dunia”. George Bernard Shaw Sumber: “7 Habits of Highly Effective Teens (Sean Covey)”

    2011

    UNIVERSITAS SERANG

    RAYA

    Zainal Muttaqin, S.IP

    [SOSIOLOGI DAN POLITIK] Bahan Belajar Mahasiswa untuk Mata Kuliah Sosiologi dan

    Politik Semester Genap Tahun Akademik 2010/2011

    UNIVERSITAS SERANG RAYA

  • 1

    MENU BACA

    Prologue

    Bagian I Sosiologi Ilmu Pengetahuan dan Sosiologi

    Proses sosial

    Kelompok-kelompok Sosial

    Kebudayaan dan Masyarakat

    Pelapisan sosial (Stratifikasi sosial)

    Bagian II Politik Makna Politik dan Ilmu Politik

    Sistem Politik dan Pemerintahan

    Sistem Politik Pemerintahan di Indonesia

    Paham-Paham Besar di Dunia

    Demokrasi

    Bibliografi

  • 2

    PROLOGUE

    Sebagai seorang alumni dari sekolah sosial dan politik, saya merasakan benar bahwa kebutuhan akan

    warga negara yang mampu mengamati secara analitik serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik

    sungguh sangat besar, teristimewa sekali di Indonesia. Namun, nampaknya budaya berdiskusi dan

    bercengkerama seputar isu-isu politik baru sampai tahap ‘teman selingan ngopi’ yang acapkali lebih

    sering disela dengan obrolan ‘dangdut’. Sebagian mengemukaan alasan budaya, bahwa ‘Dangdut is the

    music of my country’ sehingga sungguh berlebihan menuduh dangdut sebagai biang ‘kepandiran’ politik

    masyarakat kita.

    Sebagian teman yang lain menyampaikan pandangan yang berbeda. Kultur tersebut merupakan produk

    dari kebijakan struktural yang ‘sengaja’ membodohi atau membiarkan kebodohan langgeng di tengah

    masyarakat kita. Inilah, ujarnya, politik penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya dengan

    mencegah menguatnya kapasitas intelektual dan politik masyarakat.

    Dari pendapat-pendapat itu, saya meng-iya-kan keduanya. Bahkan termasuk pandangan yang

    mengatakan bahwa 1-2 kasus yang saya temui di jalan, tidak bisa men-generalisir masyarakat semuanya.

    Kasus-kasus tersebut masing-masing berdiri sendiri dan belum tentu ada kaitannya.

    Nah, barangkali tulisan pembuka ini tidak cukup menarik untuk menerbitkan selera anda meminati

    bacaan sosial dan poltik, apalagi anda tidak berada dalam fakultas yang saya sebutkan tadi. Yang ingin

    saya sampaikan, sedikitnya, adalah kita menghadapi kompleksitas persoalan kehidupan sosial, poltik,

    bahkan berbangsa-bernegara yang jika diuraikan akan seperti mengurai benang kusut yang belum

    diketahui ujungnya. Tanpa petunjuk apapun, tentu nyaris mustahil memecahkan persoalan tersebut.

    Satu-dua bacaan ringkas yang amat tidak memadai, hasil dari kompilasi sebagai bahan belajar, mengisi

    waktu luang, menghadapi ujian, atau saking tidak ada kerjaan adalah tabungan untuk menambah ikhtiar

    dalam mengurai benang kusut bangsa kita.

    Saya tidak berharap ada pujian dengan hadirnya kompilasi bahan belajar untuk mata kuliah Sosiologi

    dan Politik ini (jujur, saya agak sedikit tidak nyaman dengannya, mengingat dua subjek ini merupakan

    subjek penting yang sama luasnya dan sayang jika disatukan ‘hanya’ dalam satu mata kuliah di sebuah

    semester). Saya hanya meminta pada Allah—setelah saya mengucap syukur Alhamdulillah atas kekuatan

    yang Allah karuniakan sehingga memudahkan saya menamatkan kompilasi ini, serta uluran cintanya

    melalui ‘tangan-tangan mungil’ jajaran pimpinan di UNSERA, FISIP UNSERA, FE UNSERA, PSS FISP

    UNSERA, dan manusia-manusia rendah hati yang niscaya marah jika saya haturkan salut atas jasa-

    jasanya di sini—bahwasanya tersebarlah virus-virus yang membangkitkan kesadaran kita sebagai bagian

    dari umat, khalifah di muka bumi, dan penjaga amanah antara satu dengan yang lain. Dengan demikian,

    semoga kesadaran akan perlahan lahir dan menjadi tunas kebangkitan ‘jamaah’ Indonesia menuju masa

    depan yang lebih baik. Memaknai kehidupan sosial secara lebih baik. Hidup dalam atmosfer budaya

    politik dan berpemerintahan yang partisipatif.

    Terlalu jauh? Berlebihan? Semoga saja tidak.

    Dan salah satu tandanya, saya percaya, ialah datangnya kritik dan masukan dari sidang pembaca

    sekalian untuk proses perbaikan kekurangan naskah sederhana ini ke depan. Anda akan

    mengirimkannya bukan?

    Tabik.

    Carenang-Senayan, 2011

    Zainalmuttaqin.blog.com

  • 3

    Bagian I Dari Mata Kuliah Sosiologi &Politik

    SOSIOLOGI Ilmu Pengetahuan dan Sosiologi

    Proses sosial

    Kelompok-kelompok Sosial

    Kebudayaan dan Masyarakat

    Pelapisan sosial (Stratifikasi sosial)

  • 4

    ILMU PENGETAHUAN DAN SOSIOLOGI

    Ilmu Pengetahuan

    Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan

    meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini

    dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi

    lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

    Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan

    berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan

    seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu

    terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu

    pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

    Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm" yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan

    penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial

    dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya. Berbeda dengan pengetahuan,

    ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan

    mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan

    ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.

    1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama

    sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat

    ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang

    dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut

    kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang

    penelitian.

    2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya

    penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat

    cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani

    “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang

    digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.

    3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu

    harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk

    suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian

    sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam

    rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.

    4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum

    (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal

    merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-

    umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat

    objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam

    ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

    Contoh klasifikasi Ilmu Pengetahuan yang sederhana yaitu:

    1. Ilmu dasar (Basic Science) misalnya biologi yang bertujuan mendalami teori dan isi alam yang

    hidup.

  • 5

    2. Ilmu terapan (Applied Sciences) yang bertujuan untuk memanfaatkan ilmu guna memecahkan

    masalah praktis misalnya mekanisme dan teknologi pertanian.

    Sosiologi

    Dilihat dari sudut pandang etimologi, kata sosiologi berasal dari kata Latin socius yang berarti kawan

    atau teman, dan kata Yunani logos yang berarti pengetahuan. Dengan demikian sosiologi berarti

    pengetahuan tentang pertemanan atau perkawanan. Secara lebih luas maka sosiologi berarti

    pengetahuan tentang hidup bermasyarakat. Yang lebih penting adalah bahwa kata sosial mengandung

    pemahaman adanya sifat berjiwa pertemanan, terbuka untuk orang lain dan tidak bersifat individual

    atau egoistik atau tertutup terhadap orang lain (Hendropuspito (1989).

    Para ahli kemudian mencoba memberikan definisi yang lain tentang sosiologi, walaupun ada intinya

    definisi yang mereka kemukakan tidak beda jauh dengan arti kata secara etimologis. Dari berbagai

    pendapat para ahli tersebut terlihat bahwa pada umumnya mereka sepakat bahwa sosiologi merupakan

    ilmu pengetahuan yang mempelajari men