skenario d blok 15 fix

Download Skenario d Blok 15 Fix

Post on 06-Oct-2015

62 views

Category:

Documents

27 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

skenario

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan tutorial yang berjudul Laporan Tutorial Skenario D Blok 15 sebagai tugas kompetensi kelompok.Kami menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang.Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, kami banyak mendapat bantuan, bimbingan dan saran. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan syukur, hormat, dan terimakasih kepada :

1. Allah SWT, yang telah merahmati kami dengan kelancaran diskusi tutorial,2. dr. Ziske Maritska selaku tutor kelompok B23. Teman-teman sejawat FK Unsri, terutama kelompok B2

Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang diberikan kepada semua orang yang telah mendukung kami dan semoga laporan tutorial ini bermanfaat bagi kita dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.

Palembang, 12 Februari 2015

Kelompok B2

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR...........................................................................................................2DAFTAR ISI..........................................................................................................................3SKENARIO D Blok 15..........................................................................................................4I. Klarifikasi Istilah......................................................................................................5II. Identifikasi Masalah.....................................................................................................6III. Hipotesis.......................................................................................................................7IV. Keterkaitan Antar Masalah...........................................................................................7V. Analisis Masalah...........................................................................................................8VI. Kerangka Konsep.........................................................................................................52VII. Learning Issue...............................................................................................................531. Stroke......................................................................................................................532. CNS.........................................................................................................................633. Hemostasis..............................................................................................................72VIII. Kesimpulan...................................................................................................................77DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................78

SKENARIO D BLOK 15

Tn. Budi, umur 63 tahun dibawa ke UGD rumah sakit karena sulit berjalan karena kelemahan lengan dan tungkai kanan kira-kira 1 jam sebelumnya pada saat bangun dari tidur. Selain itu Tn. Budi juga mengeluh mulut mengot dan bicara pelo. Tn. Budi sudah lama menderita DM dan hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Tetapi tidak minum obat secara teratur. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan.

Pemeriksaan FisikKeadaan Umum: GCS 15Tanda Vital: TD 200/110 mmHg. Nadi 96x/menit, temperatur 37,2o CKepala: Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterikLeher: Tidak ada pembesaran KGBThoraks: Simetri, retraksi tidak ada Jantung: Batas jantung normal, iktus kordis tidak nampak, bunyi jantung normal, bising jantung tidak ada Paru: Stem fremitus normal, suara nafas vesikuler normalAbdomen: Datar, lemas, nyeri tekan (-) dan defans muskular (-), bising ususp normalEkstremitas: edema -/-

Pemeriksaan Neurologis:Pada pemeriksaan nervi kraniales: Nervus VII tampak mulut mengot ke kiri, lipatan nasolabialis kanan datar, tidak aa lagophtlamus, dan kerut dahi simetris Nervus XII bicara pelo dan lidah deviasi ke dalamPada pemeriksaan fungsi motorik Kekuatan otot Ekstremitas atas 4/5, ekstremitas bawah 5/5 Refleks fisiologi ekstremitas kanan meningkat Refleks Patologis Babinsky

I. Klarifikasi Istilah1. Mulut mengot: Mulut yang miring ke kiri atau ke kanan2. Berbicara pelo: Biasanya disebut disartria, adalah berbicara mendengung karena ketidakmampuan mengontrol artikulasi3. DM : istilah yang diberikan terhadap kumpulan sindrom akibat gangguan metabolisme glukosa4. Hipertensi : tingginya tekanan darah arteri secara persisten5. Kelemahan lengan dan tungkai kanan: Kelemahan yang didefinisikan sebagai paralisis. Paralisis adalah kehilangan atau gangguan fungsi motorik pada suatu bagian tubuh6. Lagophtalmus : ketidakmampuan untuk menutup mata dengan sempurna7. Refleks Patologis Babinsky: Pemeriksaan gores telapak kaki di lateral dari bawah ke atas refleks ini positif bila dorsofleksi ibu jari dan abduksi ke lateral 4 jari lainnya.8. Iktus Kordis: Pukulan jantung ke dinding dada.9. Lipatan nasolabialis: lipatan yang berhubungan dengan hidung dan bibir

II. Identifikasi Masalah1. Tn. Budi, umur 63 tahun dibawa ke UGD rumah sakit karena sulit berjalan karena kelemahan lengan dan tungkai kanan kira-kira 1 jam sebelumnya pada saat bangun dari tidur. Selain itu Tn. Budi juga mengeluh mulut mengot dan bicara pelo. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan.2. Tn. Budi sudah lama menderita DM dan hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Tetapi tidak minum obat secara teratur. 3. Pemeriksaan FisikKeadaan Umum: GCS 15Tanda Vital: TD 200/110 mmHg. Nadi 96x/menit, temperatur 37,2Kepala: Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterikLeher: Tidak ada pembesaran KGBThoraks: Simetri, retraksi tidak ada Jantung: Batas jantung normal, iktus kordis tidak nampak, bunyi jantung normal, bising jantung tidak ada Paru: Stem fremitus normal, suara nafas vesikuler normalAbdomen: Datar, lemas, nyeri tekan (-) dan defans muskular (-), bising ususp normalEkstremitas: edema -/-4. Pemeriksaan Neurologis:Pada pemeriksaan nervi kraniales Nervus VII tampak mulut mengot ke kiri, lipatan nasolabialis kanan datar, tidak aa lagophtlamus, dan kerut dahi simetris Nervus XII bicara pelo dan lidah deviasi ke dalamPada pemeriksaan fungsi motorik Kekuatan otot Ekstremitas atas 4/5, ekstremitas bawah 5/5 Refleks fisiologi ekstremitas kanan meningkat Refleks Patologis Babinsky

III. HipotesisTn. Budi 63 th mengalami kelemahan lengan dan tungkai kanan karena stroke non-hemoragik

IV. Keterkaitan AntarmasalahTn. Budi, 63 tahun memiliki hipertensi dan DM tidak terkontrol Aterosklerosis Ruptur Plak Embolus Menyumbat arteri di otak Iskemik Stroke iskemik

V. Analisis Masalah1. Tn. Budi, umur 63 tahun dibawa ke UGD rumah sakit karena sulit berjalan karena kelemahan lengan dan tungkai kanan kira-kira 1 jam sebelumnya pada saat bangun dari tidur. Selain itu Tn. Budi juga mengeluh mulut mengot dan bicara pelo. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan.

a. Apa penyebab dan mekanisme kelemahan lengan dan tungkai kanan yang dialami oleh tn. Budi? Kelemahan lengan dan tungkai disebabkan oleh kerusakan korteks motorik primer di salah satu sisi otak. Pada kasus ini terjadi pada hemisfer kiri. Kelemahan ini disebabkan infark yang akibat oklusi lokal aliran darah otak oleh aterotrombotik atau emboli. Aterosklerosis ini biasanya mengoklusi pembuluh besar, misalnya arteri karotis interna, arteri serebri media, dan arteri basilaris. Penyebab oklusi pembuluh darah adalah trombsosis suatu segmen arteri yang paling sering terjadi di dekat percabangan karotis atau di arteri basilaris. Pada kasus ini sumbatan terjadi karena emboli, yang dapat berasal dari jantung (misalnya yang disebabkan oleh Fibrilasi atrial, dan aritmia lainnya (dengan penyakit jantung rematik, atherosklerotik, hipertensi, kongenital maupun sifilis, infark miokard dengan trombus mural, endokarditis bakterial akut dan sub akut, penyakit jantung tanpa aritmia maupun trombus mural(stenosis mitral, miokarditis), komplikasi bedah jantung, katup jantung buatan, vegetasi trombotik endokardial non bakterial, prolaps katup mitral, emboli paradoks dengan penyakit jantung kongenital (cont: patent foramen ovale), Myxoma) maupun yang bukan dari jantung (Atherosklerosis aorta dan arteri carotis, dari tempat pembelahan atau displasia arteri carotis dan arteri vertebrobasiler, trombus pada vena pulmonalis, lemak, tumor, udara, komplikasi bedah leher dan thoraks, trombosis pada panggul dan ekstremitas bawah pada right-to-left cardiac shunt). Oklusi emboli paling sering terjadi di cabang arteri serebri media, arteri serebri media adalah cabang terbesar dari arteri carotis interna, yang berjalan ke lateral dalam sulcus lateralis. Cabang-cabang cortical menyuplai seluruh permukaan lateral hemisphere, kecuali daerah sempit yang disuplai oleh arteri cerebri anterior, polus occipitalis dan permukaan inferolateral hemisphere yang disuplai oleh arteri cerebri posterior. Dengan demikian, arteri ini menyuplai seluruh area motoris (gyrus precentralis). Cabang-cabang centralis masuk ke substansia perforata anterior dan menyuplai massa substansia grisea dalam hemispherium cerebri. Oklusi emboli yang terjadi di arteri serebri media ini menyebabkan darah yang menuju ke gyrus precentralis mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrien sehingga menyebabkan terjadinya infark, dan terjadinya kelemahan separuh badan. Pada kasus, oklusi terjadi pada arteri serebri media hemisfer kiri karena Tn. Budi mengalami kelemahan lengan dan tungkai sebelah kanan. Korteks motorik di masing-masing belahan otak terutama mengontrol otot di bagian tubuh yang bersebrangan (kontralateral). Jaras-jaras saraf yang berasal dari korteks motorik hemisfer kanan menyebrang di medulla oblongata, sebelum turun menyusuri medula spinalis untuk bera