sejarah peradaban islam pada masa khulafaurrasyidin

Click here to load reader

Post on 29-Jun-2015

10.775 views

Category:

Data & Analytics

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sejarah Peradaban Islam

TRANSCRIPT

  • 1. MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAMPADA MASA KHULAFAUR ROSYIDINDISUSUN OLEH :KELOMPOK II1. ANWAR ADI : 15.1.12.4.1022. SHOLIHA NURWULAN : 15.1.12.4.1083. ABDUL BASIT : 15.1.12.4.130SEMESTER/KELAS : VDDOSEN PEMBIMBING :M. SALEH ENDINGJURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKAFAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUANINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERIMATARAM1

2. KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kitasemua untuk dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan sebaik-baiknya untukmemenuhi tugas Sejarah Peradaban Islam.Juga tidak lupa teriring salam dan sholawat kehadirat Rasulullah SAW yang telahmembawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman terang benderang yaitu AddinulIslam.Memberikan pencerahan pada setiap hati manusia untuk berfikir menyaksikankekuasaan Illahi Robbi yang memiliki tingkat keilmuan yang maha tinggi.Terima kasih kami haturkan kepada bapak dosen yang telah memberikan doronganserta motifasi keilmuannya dalam membimbing dan memberikan dorongan dalam pembuatanmakalah ini.Dan tidak lupa diucapkan terima kasih kepada semua anggota yang telahmencurahkan segala kemampuannya demi tersusunnya makalah ini.Penyusunan makalah ini salah satunya bertujuan untuk menjaga kemurniankebudayaan islam dan spiritualnya atas berbagai bangsa yang telah tercemari oleh buku-bukuyang tersedia dalam bahasa inggris yang ditulis oleh para penulis Eropa.Tujuan islam tidak pernah mengajarkan pada ancaman kekerasan seperti yang didugakeras oleh para orientalis.Islam mengajarkan pada keluhuran akhlaq yang diterapkan olehpara pemimpin setelah Rasulullah SAW.Kebijakan,kearifan,keadilan yang menjadi sifat parapemimpin terdahulu patut untuk kita tiru teladannya.Dengan adanya makalah ini semoga dapat sedikit memberikan informasi danpemahaman teladan para pemimpin terdahulu yang bisa diterapkan pada kehidupan sekarangini.Agar bisa menjadi islam yang tumbuh subur sehingga menjadi generasi yang cakap,cerdasserta berakhlaq mulia,berguna bagi nusa,bangsa dan agama.Semoga Allah menerima upayasederhana ini.Semoga para pembaca dapat memberikan sedikit saran dan kritik untukmemperbaiki kekurangan dan kelemahan bagi penyusunan makalah selanjutnya.Wassalamualaikum Wr. Wb.2 3. DAFTAR ISI3SAMPULKATA PENGANTAR .............................................................................................. iDAFTAR ISI ............................................................................................................ iiBAB I : PENDAHULUAN ...................................................................................... 1A. Latar Belakang .............................................................................................. 1B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 3C. Tujuan ........................................................................................................... 3BAB II : PEMBAHASAN ........................................................................................ 4A. Pengertian Khulafaurasyidin ........................................................................ 4B. Khalifah Abu Bakar Ash Sidiq .................................................................... 4C. Khalifah Umar Ibn Al-Khatab ...................................................................... 10D. Khalifah Usman Ibn Affan ........................................................................... 15E. Khalifah Ali Ibn Abi Thalib ......................................................................... 20BAB III : PENUTUP KESIMPULAN....................................................................... 26DAFTAR PUSTAKA 4. BAB IPENDAHULUAN4A. Latar BelakangKetika islam diperkenalkan sebagai pola dasar, kaum Muslimah telah dijanjikanoleh Al Quran akan menjadi komunitas terbaik dipanggung sejarah bagi sesama umatmanusia lainnya. Akibatnya diterimanya dorongan ajaran seperti ini , secara tidaklangsung telah memberikan produk pandangan bagi mereka sendiri untuk melakukanpermainan budaya sebaik mungkin.Terdapat banyak perspektif dalam membaca banyak fakta sejarah , terutamaterhadap sejarah peradaban umat Islam. Perbedaan cara pandang tersebut sebagai akibatdari khazanah pengetahuan tentang sejarah yang berbeda. Hal itu dipicu darikeberagaman teori sejarah. Lebihlebih sejarah islam yang sebagian besar adalah sejarahtentang polotik dan kekuasaan yang berujung pada kepentingan kelompok maupunindividual semata.Pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kelompok,masyarakat, berbangsa dan bernegara. Suatu komunitas masyarakat, bangsa dan Negaratidak akan maju,aman dan terarah jika tidak adanya pemimpin. Maka pemimpin menjadikunci keberhasilkan dalam suatu komunitas masyarakat. Pemimpin yang mampumemberi rasa aman, temtram, mampu mewujudkan keinginan rakyatnya. Maka dianggapsebagai pemimpin yang sukses. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang dicintaioleh yang dipimpinnya, sehingga pikirannya selalu didukung, perintahnya selalu di ikutidan rakyat membelanya tanpa diminta terlebih dahulu. Figur kepemimnan yangmendekati penjelasan tersebut adalah Rasulullah beserta para sahabatnya (khulafaurRasyidin).Wafatnya nabi Muhammad sebagai pemipin agama maupun Negara menyisahkanpersoalan pelik. Nabi tidak meninggalkan wasiat kepada seorangpun sebagai penerusnya. 5. Akibatnya, para sahabat mempermasalahkan dan saling berusaha untuk mengajukancalon pilihan dari kelompoknya. Ahmad Amin mencatat sedikitnya ada 3 kelompok yangberkeinginan menjadi penerus Nabi, yaitua. Kelompok atau golongan mencalonkan Ali Bin Abi Tholib, dikarenakanYang palingberhak adalah para ahl-bait Rasulullah sendiri.b. Kelompok atau golongan Anshar mencalonkan Saad bin Ubadah, dikarenakanGolongan anshar merupakan golongan penolong Nabiteraniaya di Makkah dan beliaupun meninggal dalam keadaan puas terhadap Anshar.c. Kelompok atau golongan Kaum Muhajirin mencalonkan Abubakar as-shidiq,dikarenakan Kaum Muhajirin merupakan kaum yang pertama mempercayai ajaranNabi dan selalu menemani beliau dalam suka dan dukaPerselisihan tersebut berdampak pada tertundanya pemakaman Rasullah serta terjadinyaperistiwa saqifa,dimana Abu bakar di baiat sebagai penerus Nabi . Masa khulafa al-Rasyidun merupakan nama keemasan, zaman ideal, di mana pemerintahan dijalankanseperti halnya pemerintahan masa Nabi. Indikator yang dapat di lihat adalah:1. Pembentukannya dengan suara rakyat2. Pemerintahan dijalankan dengan musyawarah3. Kedaulatan Hukum Ilahi diaplikasikan dalam kehidupan bernegara, sehingga terdapatkeyakinan bahwa segala gerak gerik dipertanggung jawabkan kepada Allah.4. Kekuasaan Negara tidak didominasi oleh satu kelompok ataupun golongan.Selain mampu menciptakan tatanan pemerintahan yang ideal, masa khulaf al rasyidunterkenal dengan kemampuanya mengalahkan dua imperium besar sebelumnya yaituPersia dan Roma.Masing-masing khalifah memiliki kekhasan dalam memerintah umatIslam.Mereka berusaha keras melanjutkan dakwah Nabi ke seluruh alam. Pentingnyamempelajari sejarah ini agar mahasiswa dapat memperoleh banyak pelajaran hidup daripengalaman Rasulullah dan Khulafaurrasyidin. Sehingga nantinya mahasiswa tidak akanmelakukan kesalahan serupa yang pernah dilakukan para sahabat ketika mahasiswamenjadi pemimpin.5 6. 6B. Rumusan Masalah1. Jelaskan pengertian khulafaur Rosyidin ?2. Bagaimana Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Abu Bakar Ash-Shidiq ?3. Bagaimana Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Umar Ibn Khatab ?4. Bagaimana Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Ustman Ibn Affan ?5. Bagaimana Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Ali Bin Abi Thalib ?C. TUJUAN1. Agar dapat memahami pengertian Khulafaur Rosyidin.2. Agar dapat memahami Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Abu Bakar Ash-Shidiq.3. Agar dapat memahami Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Umar Ibn Khatab.4. Agar dapat memahami Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Ustman Bin Affan.5. Agar dapat memahami Perdaban Islam Pada Masa Pemerintahan Ali Bin Abi Thalib. 7. BAB IIPEMBAHASAN7A. PENGERTIAN KHULAFAURASYIDINMenurut bahasa, Khalifah ( Khalfah) merupakan mashdar dari fiil madhikhalafa , yang berarti : menggantikan atau menempati tempatnya. Menurut istilah adalahgelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi MuhammadSAW (570632). Kata "Khalifah" sendiri dapat diterjemahkan sebagai "pengganti" atau"perwakilan". Dalam Al-Qur'an, manusia secara umum merupakan khalifah Allah dimuka bumi untuk merawat dan memberdayakan bumi beserta isinya. Sedangkan khalifahsecara khusus maksudnya adalah pengganti Nabi Muhammad saw sebagai Imamumatnya, dan secara kondisional juga menggantikannya sebagai penguasa sebuahedentitas kedaulatan Islam (negara). Sebagaimana diketahui bahwa Muhammad sawselain sebagai Nabi dan Rasul juga sebagai Imam, Penguasa, Panglima Perang, dan lainsebagainya.1Khulafaur Rasyidin merupakan pemimpin umat Islam dari kalangan sahabat pascaNabi wafat. Mereka merupakan pemimpin yang dipilih langsung oleh para sahabatmelalui mekanisme yang demokratis. Siapa yang terpilih, maka sahabat yang lainmemberikan baiat (sumpah setia) pada calon yang terpilih tersebut. Ada dua cara dalampemilihan khalifah ini , yaitu : pertama, secara musyawarah oleh para sahabat Nabi.Kedua, berdasarkan atas penunjukan khalifah sebelumnya.B. KHALIFAH ABU BAKAR ASH- SHIDDIQ ( TAHUN 11 H- 13 H/632 M- 634 M)a. Latar Belakang Kehidupan Abu Bakar Ash-Shidiq1 Ahmad Jamil, Sejarah KebudayDinamika Paan Islam (Gresik:Putra Kembar Jaya,2011), hal 22 8. Abu Bakar Ash- Shidddiq ( nama lengkapnya Abu Bakar Abdullah bin AbiQuhafah bin Utsman bin Amr bin Masud bin Taim bin Murrah bin Kaab bin Luaybin Ghalib bin Fihr At- Taimi Al- Quraisy). Dilahirkan pada tahun 573 M. Ayahnyabernama Utsman ( Abu Kuhafah) bin Amir bin Amr bin Kaab bin Saad bin Luay,berasal dari suku Quraisy, sedangkan ibunya bernama Ummu Al- Khair Salmah bintiSahr bin Kaab bin Saad bin Taym bin Murrah. Garis keturunannya bertemu padaneneknya, yaitu Kaab bin Saad. 2Abu Bakar adalah nama gelar sedang nama aslinya Abdullah Ibn AbuKuhafah, lalu ia mendapat gelar Al-Shiddiq setelah masuk agama islam. Semenjakmasa kanak-kanak, ia adalah sosok pribadi yang terkenal jujur, tulus, penyayang dansuka beramal, sehingga masyarakat mekah menaruh hormat kepadanya. Ia selaluberbuat yang terbaik untuk menolong fakir miskin. 3Abu Bakar merupakan orang yang pertama masuk Islam ketika Islam mulaididakwakan. Pengorbanan Abu Bakar terhadap Islam tidak diragukan lagi. AbuBakar juga merupakan seorang yang jernih tabiatnya, persahabatan dankepercayaannya yang kekal kepada kenabian Nabi Muhammad SAW menjadi sebuahtanda bukti ketulusan hatinya.4Abu bakar adalah sahabat yang terpercaya dan dikagumi oleh Nabi. Ia pemudayang pertama kali menerima seruan Nabi tanpa banyak pertimbangan. Seluruhkehidupannya dicurahkan untuk perjuangan suci membela dakwah Nabi Muhammad,sehingga ia lebih dicintai oleh Nabi dari para sahabat lainnya. Demikian juga Nabisangat menyayanginya sehingga nabi menunjuknya sebagai imam shalat penggangtinabi.58b. Pengangkatan Sebagai KhalifahSampai akhir hayat, Nabi Tidak menunjuk seseorang sebagai khalifah. Padasaat jenazah Nabi belum dimakamkan di antara umat Islam, ada yang mengusulkan2 Dedi Supriyadi, Sejarah Peradaban Islam, (Bandung : CV Pustaka Setia, 2008 ), hal. 673 Prof.K.Ali, Sejarah Islam(Tarikh Pramodern), (Jakarta: PT Raja Grafindo persada,1997),hal.89.cetakan ke-24 H.O.S. Tjokroaminoto, Islam dan Sosialisme, (Jakarta : Tride, Cetakan I, 2003), hal. 685 Prof.K.Ali, Sejarah Islam(Tarikh Pramodern), hal 89 9. untuk cepat- cepat memikirkan pengganti Nabi. Itulah perselisihan pertama terjadipasca Nabi wafat. Perselisihan tersebut berlanjut ke perselisihan kedua di Saqifa BaniSaidah6, pada saat kaum Anshar menuntut diadakannya pemilihan khalifah. Sikapkaum Anshar ini menunujukkan bahwa kaum Anshar lebih memiliki rasa kepeduliandalam hal berpolitik dibandingkan dengan kaum Muhajirin.Dalam pertemuan tersebut, sebelum kaum Muhajirin datang, golonganKhajraz telah sepakat mencalonkan Salad bin Ubadah, sebagai pengganti Rasul. Akantetapi suku Aus belum menjawab atas pandangan tersebut sehingga terjadilahperdebatan antara mereka dan pada akhirnya Salad bin Ubadah yang tidakmenginginkan adanya perpecahan mengatakan bahwa ini merupakan awal dariperpecahan. Melihat situasi yang memanas, Abu Ubaidah mengajak kaum Ansharagar bersikap tenang dan toleran, kemudian Basyir bin Saad Abi An Numan binBasyir berpidato dengan mengatakan agar tidak memperpanjang masalah ini.Keadaan yang sudah tenang ini, Abu Bakar berpidato , Ini Umar dan Abu Ubaidah,siapa yang kamu kehendaki di antara mereka berdua, maka baiatlah.7Baik Umar maupun Abu Ubaidah merasa keberatan atas ucapan Abu Bakardengan mempertimbangkan berbagai alasan, diantaranya adalah ditunjukinya AbuBakar sebagai pengganti rasul dalam imam shalat dan ini membuat Abu bakar lebihberhak menjadi pengganti Rasulullah SAW. Sebelum keduanya membaiat AbuBakar, Basyir bin Saad mendahuluinya, kemudian Umar dan Abu Ubaidah dandiikuti secara serentak oleh semua hadirin.9c. Peran dan Fungsi Abu BakarSepak terjang pola pemerintahan Abu Bakar dapat dipahami dari pidato AbuBakar ketika ia diangkat menjadi khalifah. Secara lengkap isi pidatonya sebagaiberikut :6 Suatu tempat yang biasa digunakan untuk berkumpul dan membahas masalah- masalah umat. Pertemuan kaliini khusus diselenggarakan untuk menimbang siapa yang harus memegang tumpuk pemerintahan di kalanganmereka setelah Rasulullah SAW meninggal dunia. Ketika Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar ibn AlKhattab dan Abu Ubaidah diberitahu akan hal ini, beliau segera menyatakan kesediaannya berpartisipasi dalampertemuan ini.7 Ibid.hal 90 10. Wahai manusia, sungguh aku telah memangku jabatan yang kamupercayakan, padahal aku bukan orang yang terbaik di antara kamu. Apabila akumelaksanakan tugasku dengan baik, bantulah aku, dan jika aku salah, luruskanlahaku. Kebenaran adalah suatu kepearcayaan, dan kedustaan adalah suatupengkhianatan. Orang yang lemah di antara kamu adalah orang kuat bagiku sampaiaku memenuhi hak- haknya, dan orang kuat di antara kamu adalah lemah bagikuhingga aku mengambil haknya, Insya Allah. Janganlah salah seorang dari kamumeninggalkan Jihad. Sesungguhnya kaum yang tidak memenuhi panggilan jihadmaka Allah akan menimpakan atas mereka suatu kehinaan. Patuhlah kepadakuselama aku taat kepada Allah dan Rasulnya, jika aku tidak menaati Allah dan RasulNya, sekali- kali janganlah kamu menaatiku. Dirikanlah shalat, semoga Allahmerahmati kamu. 8Ucapan pertama ketika dibaiat menunjukkan garis besar politik dankebijaksanaan Abu Bakar dalam pemerintahan antara lain :a. Kebijaksanaan pengurusan terhadap agamaPada awal pemerintahannya ia diuji dengan adanya ancaman yang datang dariumat Islam sendiri yang menentang kepemimpinannya yakni mereka yang belumcukup imannya tampil sebagai penentang demikian juga kaum yahudi danKristen. Di antara perbuatan makar tersebut ialah timbulnya orang- orang yangmurtad, orang- orang yang tidak mau membayar zakat, orang- orang yangmengaku menjadi nabi, dan pemberontakan dari beberapa kabilah.910b. Kebijaksanaan KenegaraanDiantara kebijakan Abu Bakar dalam pemerintahan atau kenegaraan antara lain :1) Bidang EksekutifUntuk pelaksanaan tugas- tugas eksekutif, Abu Bakar melakukanpembagian kekuasaan di kalangan sahabat senior, Abu Bakar mengangkat tigaorang sahabat yaitu : Ali , Usman dan Zaid bin Tsabit sebagai sekretaris Negara8 H.O.S. Tjokroaminoto, Islam dan Sosialisme, hal. 69-709 Prof.K.Ali, Sejarah Islam(Tarikh Pramodern),hal. 92 11. (Katib) yang berkedudukan di kota Madinah. Untuk memegang keuangan Negara,Abu Bakar menunjuk Abu Ubaidah sebagai Bendahara. Sedangkan untuk jabatanhakim agung diserahkan kepada Umar ibn Al Khattab, sementara dalammembantu khalifah memutuskan urusan- urusan kenegaraan, Abu Bakar jugamembentuk Majelis Syura yang terdiri dari Umar, Usman, Ali, Abd al Rahmanibn Awf, Muadz ibn Jabal, Ubay ibn Kab dan Zaid bin Tsabit.10112) Pertahanan dan KeamananDengan mengorganisasikan pasukan- pasukan yang ada untukmempertahankan eksistensi keagamaan dan pemerintahan. Pasukan itu disebarkanuntuk memelihara stabilitas di dalam maupun di luar negeri. Di antara panglimayang ada ialah Khalid bin Walid, Musanna bin Harisah,, Amr bin Ash, Zaid binSufyan dan lain- lain.3) YudikatifFungsi kehakiman dilaksanakan oleh Umar bin Khattab dan selama masapemerintahan Abu Bakar tidak ditemukan suatu permasalahan yang berarti untukdipecahkan, hal ini karena kemampuan dan sifat Umar sendiri dan masyarakatpada waktu itu dikenal alim4) Sosial ekonomiSebuah lembaga mirip Bait Al Mal. Di dalamnya dikelola harta bendayang di dapat dari zakat, infak, shadaqah, ghanimah dan lain- lain. Penggunaanharta tersebut digunakan untuk gaji pegawai Negara dan untuk kesejahteraan umatsesuai dengan aturan yang ada.Pada masa Abu Bakar ini, bagi orang yang enggan enggan danmembangkang dalam membayar dapat dihukum dengan denda, bahkan dapatdiperangi dan dibunuh. Hal ini dilakukan oleh Abu Bakar sepeninggal RasulullahSAW, karena banyak suku Arab yang tidak mau membayar zakat dan hanya mau10 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasah Konstekstualisasi Doktrin Politik Islam , (Jakarta : Gaya Media Pratama,2000), hal. 51 12. mengerjakan shalat. Abu Bakar pernah menyatakan, Demi Allah, Saya akanmemerangi siapapun yang membeda- bedakan zakat dan shalat .11d. Penyebaran Islam pada Masa Abu BakarSetelah pergolakan dalam negeri berhasil dipadamkan (terutama memerangiorang- orang murtad), khalifah Abu Bakar menghadapi kekuatan Persia dan Romawiyang selalu berkeinginan menghancurkan eksistensi Islam. Untuk menghadapi Persia,Abu Bakar mengirim tentara Islam di bawah pimpinan Khalid bin walid danMutsanna bin Haritsah dan berhasil merebut beberapa daerah penting Irak darikekuasaan Persia. Adapun untuk menghadapi Romawi, Abu Bakar memilih empatpanglima Islam terbaik yaitu, Amr bin al Ash di front palestina, Yazid bin Abi Sufyandi front damaskus, Abu Ubaidah di front Hims dan Syurahbil bin Hasanah di frontYordania. Empat pasukan ini kemudian dibantu oleh Khalid bin Walid yangbertempur di front Siria.12e. Penilaian terhadap Khalifah Abu BakarBerdasarkan pengalaman, Abu Bakar menggaris bawahi bahwa jabatankhalifah merupakan masalah yang cukup rawan dan sangat krusial. Keretakan sesamemuslim, munculnya gerakkan nabi-nabi palsu, dan gerakkan pembangkang sempatmengancam eksistensi negeri islam yang baru saja berdiri dan mengganggukedamaian imperium islam. Dengan sepenuh jiwa Abu Bakar telah berhasilmemadamkan gerakkan islam tersebut. Abu Bakar tidak hanya berhasilmenyelamatkan islam dari situasi anarkis didalam negeri, melainkan berhasilmenjadikan islam sebagai agama besar dunia melaluim sikapnya mengalihkanperhatian kepada upaya penaklukan yang membawa kemenangan gemilang beberapawilayah perbatasan imperium Bizantium.13Abu bakar adalah sahabat sejati Nabi Muhammad memilih keyakinanterhadap Nabi Muhammad menanggung segala penderitaan dan kekejaman pihakmusuh islam, dan selalu siap memikul beban derita apapun demi tegakknya11 Al Furqan Hasbi, 125 Masalah Zakat, ( Solo: Tiga Serangkai, Cetakan Pertama, 2008 ), hal. 2712 Dedi Supriyadi, Op. cit. hal. 7113 Prof.K.Ali, Op. cit hal.10012 13. perjuangan Islam. Kunci Keteguhan Abu Bakar terletak pada keyakinannya kepadakebesaran Nabi Muhammad . Jangan panggil aku khalifah Allah, tapi panggillah akuKhalifah Rasulullah, ungkapnya, ia adalah orang pertama yang berusahamengumpulakan ayat-ayat Al-quran dalam sebuah mushaf. Ia sangat penyayangkepada fakir miskin. Oleh karena itu ia menggunakan seluruh kekayaannya untukmenolong mereka.14Faktor keberhasilan Abu Bakar yang lain adalah dalam membangun pranatasocial di bidang politik dan pertahanan keamanan. Keberhasilan tersebut tidak lepasdari sikap keterbukaannya, yaitu memberikan hak dan kesempatan yang sama kepadatokoh- tokoh sahabat untuk ikut membicarakan berbagai masalah sebelum mengambilkeputusan melalui forum musyawarah sebagai lembaga legislative.13f. Peradaban Pada Masa Abu BakarBentuk peradaban yang paling besar pada masa Khalifah Abu Bakar antara lain :a) Penghimpunan Al Quran, Abu Bakar memerintahkan kepada Zaid bin Tsabituntuk menghimpun Al- Quran dari pelepah kurma, kulit binatang, dan darihapalan kaum musliminb) Dalam bidang pranata social ekonomi adalah mewujudkan keadilan dankesejahteraan social rakyat dengan cara mengelola zakat, infak dan sedekah yangberasal dari kaum muslimin.Abu Bakar menjalankankan roda pemerintahannya selama lebih kurang 2 Tahun.c) Praktik pemerintahan Khalifah Abu Bakar terpenting lainnya adalah mengenaisuksesi kepemimpinan atas inisiatifnya sendiri dengan menunjuk Umar binKhattab untuk menggantikannya.C. KHALIFAH UMAR IBN AL- KHATTAB (TAHUN 13 H- 23 H/634 M- 644 M)a. Latar Belakang Kehidupan Umar ibn Al- KhattabUmar ibn Al- Khattab yang memiliki nama lengkap Umar bin Khattab binNufail bin Abd Al Uzza bin Ribaah bin Abdillah bin Qart bin Razail bin adi binKaab bin luay adalah khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ash- Shiddiq.14 Ibid.hal.101 14. Dia adalah salah seorang sahabat terbesar sepanjang sejarah sesudah NabiMuhammad SAW.Kebesarannya terletak pada keberhasilannya, baik sebagai negarawan yangbijaksana, maupun sebagai Mujtahid yang ahli dalam membangun Negara besar yangditegakkan atas prinsip- prinsip keadilan, persamaan, dan persaudaraan yangdiajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.Umar ibn Al- Khattab dilahirkan di Mekkah pada 513 H dari keturunan sukuQuraisy yang terpandang dan terhormat. Ia lahir empat tahun sebelum terjadinyaperang Fijar dan tiga belas tahun lebih muda dari Nabi Muhammad SAW. Sebelummasuk Islam, Umar termasuk di antara kaum Kafir Quraisy yang paling ditakuti olehorang- orang yang sudah masuk Islam dengan gelar Abu Hafs. Setelah Umar masukislam, dia menjadi salah seorang yang gigih dan setia membela Islam ia menerimagelar al-Faruq.15b. Pengabdian Umar sebelum menjadi khalifahUmar sama sekali tidak mengambil bagian dalam hijarah pertama keAbessinia, karena pada saat itu ia belum memeluk islam.namun pada kesempatanhijrah ke madinah umarlah yang mengawal 20 muhajirin ke madinah. Selamadimadinah umar selalu aktif membantu perjuangan nabi baik dalam suka maupunduka. Ia turut berjuang dalam perang Badar, Uhud, Khandaq, dan turut menyertaiNabi dalam perjanjian Hudaibiyah. Pada awalnya ia tidak menerima perjanjiantersebut yang dirasakan merugikkan pihak islam. Namun padaa akhirnya ia menerimaperjanjian tersebut setelah Nabi menjelaskan perkenan Tuhan melalui wahyu yangditerima Nabi. Setelah Nabi meninggal dunia, ia bersama dengan abu bakar hadirdipertemuan Bani Saidah, tempat tokoh-tokoh Anshor menyelenggarakanmusyawarah memilih pengganti kepemimpinan islam. Ketika sampai pada puncakpengambilan keputusan , Umarlah yang pertama kali membaiat kepemimpinan AbuBakar Sebagai khalifah pertama dan selalu mendukung kebijaksanaannya dalam masapemerintahan Abu Bakar.1415 Ibid 15. Setelah Abu Bakar meninggal, Umar menggantikan jabatan khalifah islam danmeneruskan kebijakkan-kebijakkan yang sebelumnya telah ditempuh oleh KhalifahAbu Bakar. Dalam waktu yang tidak lama Umar berhasil menundukkan kekuasaanimperium Persia dan Romawi menjadi bagian dari kekuasaan islam.16c. Pengangkatan Umar ibn Al- Khattab Sebagai KhalfahAbu Bakar sebelum meninggal pada tahun 634 M/ 13 H, menunjuk Umar ibnAl Khattab sebagai penggantinya. Kendatipun hal ini merupakan perbuatan yangbelum pernah terjadi sebelumnya, tapi nampaknya ada beberapa factor dalampenunjukan ini antara lain :a. Kehawatiran peristiwa yang sangat menegangkan di Tsaqifah Bani Saidah yang15nyaris menyeret ke perpecahan.b. Kaum Anshar dan kaum Muhajirin saling mengklaim sebagai golongan yangberhak menjadi Khalifahc. Kaum Islam pada saat itu baru saja selesai menumpas kaum murtad danpembangkang. 17Penunjukan Abu Bakar terhadap Umar yang dilakukan disaat ia mendadak sakitpada masa jabatannya merupakan suatu yang baru, tetapi harus dicatat bahwapenunujukan itu dilakukan dalam bentuk rekomendasi atau saran yang diserahkanpada persetujuan umat.Abu Bakar telah memanggil Abdur-Rahman bin Auf dan ia menanyakan tentangUmar. "Dialah yang mempunyai pandangan terbaik, tetapi dia terlalu keras," kataAbdur-Rahman. " Setelah Abdur-Rahman keluar ia memanggil Usman bin Affan danditanyanya tentang Umar. "Semoga Allah telah memberi pengetahuan kepada sayatentang dia," kata Usman, "bahwa isi hatinya lebih baik dari lahirnya. Tak ada orangyang seperti dia di kalangan kita." Setelah itu Abu Bakr meminta pendapat Sa'id binZaid dan beberapa orang sahabat Nabi ketika mendengar saran-saran Abu Bakarmengenai pe-nunjukan Umar sebagai khalifah. Ia merasa tidak cukup hanyabermusyawarah dengan orang-orang bijaksana di kalangan Muslimin, terutama16 Prof.K.Ali, hal.102-10317 Dedi Supriyadi, Op. cit. hal. 78 16. setelah ada pihak yang menentang, dari dalam kamar di rumahnya itu Abu Bakrmenjenguk kepada orang-orang yang ada di Masjid, dan berkata kepada mereka:"Setujukah kalian dengan orang yang dicalonkan menjadi pemimpin kalian? Sayasudah berijtihad menurut pendapat saya dan tidak saya mengangkat seorang kerabat.Yang saya tunjuk menjadi pengganti adalah Umar bin Khattab. Patuhi dan taatilahdia!" Mereka menjawab: "Kami patuh dan taat." Ketika itu ia mengangkat tangan keatas seraya berkata: "Ya Allah, yang kuinginkan untuk mereka hanyalah yang ter-baikuntuk mereka .18Setelah dilantik menjadi khalifah, Umar berpidato di hadapan umat Islam untukmenjelaskan visi politik dan arah kebijakan yang akan dilaksanakan dalam memimpinkaum muslimin, dalam pidatonya berbunyi :Aku telah dipilih menjadi Khalifah. Kerendah hatian Abu Bakar sejalan denganjiwanya yang terbaik di antara kalian dan lebih kuat terhadap kalian serta juga lebihmampu memikul urusan- urusan kamu yang penting. Aku diangkat untuk menjadiKhalifah tidak sama dengan beliau. Seandainya aku tahu ada orang yang lebih kuatuntuk memikul jabatan ini dari padaku, maka aku lebih suka memilih memberikanleherku untuk dipenggal daripada memikul jabatan ini. 19d. Ekspansi Islam Masa Pemerintahan Kahalifah Umar ibn Al- KhattabSelama sepuluh tahun pemerintahan Umar (13 H/ 634 M- 23 H/ 644 M ),sebagian besar ditandai oleh penaklukan- penaklukan untuk melebarkan Islam ke luarArab. Sejarah mencatat, Umar telah berhasil membebaskan negeri- negeri jajahanImperium Romawi dan Persia yang dimulai dari awal pemerintahannya, bahkan sejakpemerintahan sebelumnya. Segala tindakan yang dilakukan untuk menghadapi duakekuatan itu jelas bukan hanya menyangkut kepentingan keagamaan saja, namun jugauntuk kepentingan politik.Faktor- faktor yang melatarbelakangi timbulnya konflik antara umat Islam denganRomawi dan Persia antara lain :18 Muhammad Husain Haikal , Al- Faruq Umar, diterjemahkan oleh Ali Audah, Umar Bin Khattab (Bogor :Pustaka Litera AntarNusa, cetakan ke- 3, 2002), hal. 133- 13519 Muhammad Iqbal, Op.cit. hal. 5516 17. a. Bangsa Romawi dan Persia tidak menaruh hormat terhadap maksud baik Islamb. Semenjak Islam masih lemah, Romawi dan Persia selalu berusaha17menghancurkan Islamc. Bangsa Romawi dan Persia sebagai Negara yang subur dan terkenal dengankemakmurannya, tidak berkenan menjalin hubungan perdagangan dengan negeri-negeriArab.d. Bangsa Romawi dan Persia bersikap ceroboh menghasut suku- suku Badui untukmenentang Islam.e. Letak geografis kekuasaan Romawi dan Persia sangat strategis untuk kepentingankeamanan dan pertahanan islam.e. Umar ibn Khattab : Madinah Sebagai Negara AdikuasaSemenjak penaklukan Persia dan romawi , pemerintahan Islam menjadiadikuasa dunia yang memiliki wilayah kekuasaan luas meliputi, semenanjung Arabia,palestina, Siria, Irak, Persia, dan Mesir.Umar ibn Al- Khattab yang dikenal sebagai negarawan, administrator terampildan pandai, dan seorang pembaharu membuat berbagai kebijakan mengenaipengelolaan wilayah kekuasaan yang luas, ia menata struktur kekuasaan danadministrasi pemerintahan Negara Madinah berdasarkan semangat Demokrasi.f. Peradaban pada masa Khalifah UmarPeradaban yang paling signifikan pada masa Umar, selain pola administrativepemerintahan, peperangan, dan sebagainya adalah pedoman dalam peradilan.Pemikiran Khalifah Umar bin Khattab khususnya dalam peradilan yang masihberlaku samapai sekarang adalah sebagai berikut : 201. Kedudukan lembaga peradilan ( wajib di tengah- tengah masyarakat )2. Memahami kasus persoalan, baru memutuskannya3. Samakan pandangan anda kepada kedua belah pihak, dan berlaku adillah.4. Kewajiban pembuktian5. Lembaga damai20 Dedi Supriyadi, Op.cit. hal. 82-83 18. 6. Penundaan persidangan7. Kebenaran dan keadilan adalah masalah universal8. Kewajiban menggali hukum yang hidup dan melakukan penalaran logis.9. Orang Islam haruslah berlaku adil10. Larangan bersidang ketika emosional.Khalifah Umar bin Khattab menjalankankan roda pemerintahannya selama lebihkurang 10 Tahun.18g. Wafat Khalifah UmarSetelah menjalankan pemerintahan selama sepuluh tahun yang penuh dengankejayaan, khalifah Umar meninggal sebab kekejaman tangan seorang budak Persiayang bernama Abu Lukluk pada tahun 23 H/ 643 M. menurut Amir Ali,kematianKhalifah Umar merupakan duka besar bagi islam. Sungguh watak kepemimpinanKhalifah Umar yang sangat keras namun juga bijaksana cocok sebagai figurepemimpin bangsa Arab yang berwatak susah diatur. Ia tegak bagaikan benteng yangmelindungi rakyatnya dari setiap serangan musuh. Sepeninggalan umar, kekuatanyang pernah mengancam kesatuan muslim muncul kembali seperti timbulnya pahamkesukuan atau tribalisme dan beberapa kebiasan tak bermoral suku-suku badui mulaimuncul kembali.21D. KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN ( TAHUN 23 H- 35 H/ 644 M- 656 M )1. Latar Belakang Kehidupan Utsman Bin AffanNama beliau adalah Utsman bin 'Affan bin Abil 'Ash bin Umayyah binAbdisy Syams bin Abdi Manaf bin Qusyai bin Kilab. Beliau menisbatkandirinya kepada bani Umayyah, salah satu kabilah Quraisy. Beliau dilahirkan padatahun 576 M di Mekah. Beliau tumbuh diatas akhlak yang mulia dan perangaiyang baik. Beliau sangat pemalu, bersih jiwa dan suci lisannya, sangat sopansantun, pendiam dan tidak pernah menyakiti orang lain. Beliau suka ketenangandan tidak suka keramaian/kegaduhan, perselisihan, teriakan keras. Dan beliau21 Prof.K.Ali, Op. cit hal.117 19. rela mengorbankan nyawanya demi untuk menjauhi hal-hal tersebut. Dan karenakebaikan akhlak dan mu'amalahnya, beliau dicintai oleh Quraisy, hinggamerekapun menjadikannya sebagai perumpamaan. Dari sini Imam Asy-S ya'bimengatakan : "Dahulu Utsman sangat dicintai oleh orang-orang Quraisy, merekamenjadikannya sebagai suri taudalan, mereka memuliakannya. Sampai-sampaipara ibu dari kalangan orang-orang Arab, jika menghibur anaknya, diamengatakan : Demi Allah yang Maha Penyayang, aku mencintaimu sepertikecintaan Quraisy kepada Utsman . 22Ibu Khalifah Utsman bin Affan adalah Urwy bin Kuriz bin Rabiah. Utsmanbin Affan masuk Islam pada usia 30 tahun atas ajakan Abu Bakar. Sesaat setelahmasuk Islam, ia sempat mendapatkan siksaan dari pamannya, Hakam bin Abil Ash. Iadijuluki dzun nurain, karena menikahi dua putri Rasulullah SAW secara berurutansetelah yang satu meninggal, yakni Ruqayyah dan Ummu Kalsum.2. Pengangkatan Khalifah Usman bin AffanPanitia pemilihan Khalifah, memilih Usman menjadi Khalifah ketigamenggantikan Umar bin Khattab. Pemerintahan Usman bi Affan ini berlangsung daritahun 644 sampai 656 M. ketika Usman dipilih, Usman telah tua ( 70 tahun) dengankepribadian yang agak lemah.Dalam Pidato pelantikan (inaugural speech) dari khalifah terpilih Utsman binAffan ra, setelah beliau dibaiat adalah sebagai berikut : Amma badu, sesungguhnya, tugas ini telah dipikulkan kepadaku dan akutelah menerimanya, dan sesungguhnya aku adalah muttabi (pengikut sunnahRasulullah SAW) dan bukannya seorang mubtadi (seorang yang berbuat bidah).Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai selain Kitab Allah danSunnah Nabi Nya, yaitu mengikuti apa yang telah dilakukan oleh orang- orangsebelumku dalam hal- hal yang kamu sekalian telah bersepakat dan telah kamujadikan sebagai kebiasaan, membuat kebiasaan baru yang layak bagi ahli kebajukandalam hal- hal yang belum kamu jadikan sebagai kebiasaan, dan mencegah diriku dari22 Abdurrahman At Tamimi, Utsman Bin Affan Radiyallahu Anhu Khalifah Yang Terzalimi, ( Maktabah AbuSalma Al Atsari, 2008), hal. 619 20. bertindak atas kamu kecuali dalam hal- hal yang kamu sendiri telah menyebabkannya. 23Kelemahan ini dipergunakan oleh orang- orang di sekitarnya untk mengejarkeuntungan pribadi, kemewahan dan kekayaan. Hal ini dimanfaatkan terutama olehkeluarganya sendiri dari golongan Umayyah. Banyak pangkat- pangkat tinggi danjabatan- jabatn penting dikuasai oleh familinya. Pelaksanaan pemerintahan seperti ini,dalam bahasa orang sekarang disebut nepotisme (kecenderungan untukmengutamakan atau menguntungkan sanak saudara (keluarga sendiri ).3. Visi dan Misi Khalifah Utsman bin AffanDalam pidato pelantikan Utsman bin Affan tergambar bahwa beliau adalah sebagaiseorang Sufi, dan citra pemerintahannya lebih bercorak agama ketimbang corakpolitik, dalam pidato itu Usman mengingatkan beberapa hal penting : 24a. Agar umat Islam selalu berbuat baik sebagai bekal ke hari akhirat.b. Agar umat Islam tidak terpedaya dengan kemewahan dunia.c. Agar umat Islam mau mengambil iktibar dari masa lalu, mengambil yang baik20dan menjauhkan yang buruk.d. Sebagai Khalifah ia akan menjalankan perintah Al Quran dan Sunnah.e. Ia akan melakukan apa yang telah dilakukan pendahulunyaf. Umat Islam boleh mengkritiknya jika ia menyimpang dari ketetntuan hokum.g. Penyebaran Islam pada Masa Khalifah Utsman Bin AffanPada masa pemerintahannya perluasan daerah Islam diteruskan ke Barat sampaiMaroko, ke timur menuju India dan ke Utara bergerak ke arah konstantinopel. Padaumumnya perluasan wilayah Islam ini dilakukan karena memenuhi kehendakjenderal- jenderalnya.Namun pada saat Utsman bin Affan menjabat sebagai Khalifah Utsman dituduh olehsebahagian sahabat telah mengangkat familinya untuk menduduki jabatan- jabatanistana. Pemberontakan dimulai di Mesir, kemudian orang- orang yang sudah terbakar23 Inu Kencana Syafiie, Ilmu Pemerintahan dan Al- Quran, ( Jakarta : PT Bumi Aksara, Cetakan I, 2004), hal.152-15324 Dedi Supriyadi, Op. cit, hal. 90-91 21. emosinya datang ke Madinah, tempat tinggal Khalifah. Ia dikepung di rumahnya,karena menolak untuk menyerah maka ia dibunuh oleh salah seorang pengacau,peristiwa itu terjadi pada tahun 656 H, kemudian dipilihlah penggantinya yangakhirnya dipegang oleh Ali bin Abi Thalib.25214. Sebab-sebab PemberontakkanSebab-sebab terjadinya pemberontakkan yang berakhir dengan terbunuhnya khalifahUsman dapat teliti dari berbagai segi. Pertama, bahwa ditengah-tengah mayarakatterdapat sejumlah kelompok yang memeluk islam dengan tidak sepenuh kesadaranmelainkan demi kepentingan-kepentigan tertentu seperti Abdullah Ibn Saba, orangyaman yang semula pengikut agama yahudi. Mereka ini menyebarkan hasutanterhadap Usman. Setelah berpindah dari Bashrah, Kufah lalu ke Syiria, ia berhasilmenyebar isu jahatnya, lalu ia berpindah ke mesir untuk tujuan yang sama.Keberhasilan propaganda jahat Abdullah Ibn Saba membuat jumlah kekuatanpemberontak semakin bertambah banyak. Mereka sebagian besar terdiri dari bangsa-bangsalain yang semula penentang pertempuran. Mereka ini sebenarnya masihmenyimpan kebencian dan permusuhan terhadap islam. Mereka mengambilkesempatan kacau ini dan bergabung dengan kaum pemberontak.Kedua, bahwa persaingan dan permusuhan antara keluarga Hasyim dankeluarga Umayyah turut memperlemah kekuatan Usman dan menjadi sebab utamakegagalan Usman di akhir masa pemerintahannyaKetiga, lemahnya karakter kepemimpinan Usman turut juga menyokongkegagalannya, khususnya dalam menghadapi gejolak pemberontakkan. BahwaUsman adalah Pribadi yang sederhana, saleh, dan berhati lemah lembut. Sifatsederhana dan sikap lemah lembut sangat tidak sesuai dalam urusan politik danpemerintahan, lebih-lebih dari kondisi yang kritis. Pada kondisi yang demikiandiperlukan ketegasan sikap untuk menegakkan stabilitas pemerintahan. Sikap sepertiini tidak dimiliki oleh Usman. Ia adalah figure yang terlalu baik yang tidak mudah25 Habib Boulares, Islam Biang Ketakutan atau Tumpuan Harapan ?, ( Bandung : Pustaka Hidayah, Cetakan I,2003), hal. 123 22. menerima laporan-laporan bahwa pihak-pihak musuh telah menghasutnya danmerusak stabilitas Negara.265. Peradaban pada masa Khalifah Utsman bin AffanDi antara jasa- jasa Usman Bin Affan yang lain adalah tindakannya untukmenyalin dan membuat Al- Quran standar, yang di dalam kepustakaan disebut dengankodifikasi al Quran.27Standarisasi Al Quran perlu diadakan, karena pada masa pemerintahannyawilayah Islam telah sangat luas dan didiami oleh berbagai suku bangsa denganberbagai bahasa dan dialek yang tidak sama. Karena itu, di kalangan pemeluk agamaIslam terjadi perbedaan ungkapan dan ucapan tentang ayat- ayat al quran yangdisebarkan melalui hafalan. Perbedaan cara mengucapkan itu menimbulkanperbedaan arti. Berita tentang ini sampai pada Usman. Ia lalu membentuk Panitiayang kembali dipimpin oleh Zaid bin Tsabit untuk menyalin naskah Al- Quran yangtelah dihimpun di masa Khalifah Abu Bakar dahulu, disimpan oleh Hafsah, jandaNabi Muhammad SAW. Panitia ini bekerja dengan satu disiplin tertentu, menyalinnaskah Al Quran ke dalam lima Mushaf (kumpulan lembaran- lembaran yang ditulis,dan Al Quran itu sendiri disebut pula Mushaf ), untuk dijadikan standar dalampenulisan dan bacaan Quran di wilayah kekuasaan Islam pada waktu itu. Semuanaskah yang dikirim ke ibukota Propinsi ( Makkah, Kairo, Damaskus, Baghdad) itudisimpan dalam masjid. Satu naskah tinggal di Madinah untuk mengenang jasaUsman, naskah yang disalin di masa pemerintahnnya itu disebut Mushaf Usmany ataual- Imam karena ia menajadi standar bagi Quran yang lain. Kemudian disalin dandiberi tanda- tanda bacaan di Mesir seperti yang kita lihat sekarang ini. 28Khalifah Utsman bin Affan menjalankankan roda pemerintahannya selama22lebih kurang 12 Tahun.26 Prof.K.Ali, Op. cit hal.12927 Muhammad Daud Ali, Hukum Islam (Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia, ( Jakarta :PT RajaGrafindo Persada, 2006), hal. 178-17928 ibid 23. E. KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB ( TAHUN 36 H- 41 H/ 656 M-661 M)231. Kelahiran Khalifah Ali Bin Abi ThalibAli r.a dilahirkan hari Jum'at, 13 bulan Rajab, 12 tahun sebelum NabiMuhammad s.a.w. mendapat risalah, Sepanjang ingatan orang, inilah untuk pertamakali seorang wanita melahirkan puteranya dalam Ka'bah. Kelahiran bayi ini hanyadisaksikan oleh ayah bundanya saja. Kejadian yang luar biasa ini, beritanya segeratersiar ke berbagai penjuru. Berbondong- bondonglah mereka, terutama keluarga BaniHasyim, datang ke Ka'bah, guna menyaksikan bayi yang baru lahir. Di antara yangdatang ialah Nabi Muhammad s.a.w. Bayi ini saudara misan beliau sendiri. Beliaumenggendong bayi tersebut, kemudian bersama ayah-ibunya pulang ke rumah AbuThalib.Ali adalah putera Abu Thalib, seorang paman yang mengasuh Nabi semenjaksang kakek meninggal dunia. Ali tergolong pada keturunan keluarga Hasyimiyah,sama dengan garis keturunan Nabi Muhammad. Garis keturunan inilah yangmenduduki kekuasaan tertinggi atas kabah dan sekitarnya sebelum Nabi lahir. Alilahir pada tahun kesepuluh sebelum tahun kerasulan Muhammad. Semenjak kecil iaselalu bersama Nabi, sehingga masa kecil Ali tumbuh dalam pengasuhan danbimbingan Nabi. Nabi sangat mencintainnya ibarat anaknya sendiri, dan Nabiberkenan menikahkannya dengan Fatimah, putrid Nabi pada tahun kedua hijrah.Karena semenjak masa kanak-kanak Ali selalu bersatu rumah dengan NabiMuhammad, maka ia banyak mengetahui prihal kehidupan Nabi Muhammad. KetikaNabi menyerukan kepada ajaran islam, Ali tergolong generasi pertama yangmempercayai dan mengikuti seruan Nabi Muhammad tersebut.29Ketika di bawah asuhan Rasul Allah s.a.w., Ali r.a. pernah diberi julukan"Abu Turab", yang artinya "Si Tanah". Pemberian julukan itu erat kaitannya denganperistiwa ditemuinya Ali r.a. di satu hari sedang tidur berbaring di atas tanah. Yangmenemuinya Nabi Muhammad s.a.w. sendiri. Beliau menghampirinya dan dudukdekat kepalanya sambil mengusap-usap punggungnya guna membuang debu-tanah.29 Prof.K Ali. Hal. 135 24. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. membangunkannya seraya berkata: "Duduklah,engkau hai Abu Turab!" Nama Abu Turab ini paling disukai oleh Ali r.a. Ia sangatbangga bila dipanggil dengan nama itu. 302. Proses Pengangkatan Ali Bin abi ThalibMenurut penuturan Abu Mihnaf, sebagaimana tercantum dalam Syarh NahjilBalaghah, jilid IV, halaman 8, dikatakan, bahwa ketika itu kaum Muhajirin danAnshar berkumpul di masjid Rasul Allah s.a.w. Dengan harap-harap cemas merekamenunggu berita tentang siapa yang akan menjadi Khalifah baru. Masjid yangmenurut ukuran masa itu sudah cukup besar, penuh sesak dibanjiri orang. Di antaratokoh-tokoh muslimin yang menonjol tampak hadir Ammar bin Yasir, Abul Haitsambin At Thaihan, Malik bin 'Ijlan dan Abu Ayub bin Yazid. Mereka bulat berpendapat,bahwa hanya Ali bin Abi Thalib r.a. lah tokoh yang paling mustahak dibai'at.Diantara mereka yang paling gigih berjuang agar Imam Ali r.a. dibai'at ialah Ammarbin Yasir. Dalam mengutarakan usulnya, pertama-tama Ammar mengemukakan rasasyukur karena kaum Muhajirin tidak terlibat dalam pembunuhan Khalifah Utsmanr.a. Kepada kaum Anshar, Ammar menyatakan, jika kaum Anshar hendakmengkesampingkan kepentingan mereka sendiri, maka yang paling baik ialahmembai'at Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah. Ali bin Abi Thalib, kata Ammar,mempunyai keutamaan dan ia pun orang yang paling dini memeluk Islam. Kepadakaum Muhajirin, Ammar mengatakan: kalian sudah mengenal betul siapa Ali bin AbiThalib. Oleh karena itu aku tak perlu menguraikan kelebihan-kelebihannya lebihpanjang lebar lagi. Kita tidak melihat ada orang lain yang lebih tepat dan lebih baikuntuk diserahi tugas itu! Usul Ammar secara spontan disambut hangat dan didukungoleh yang hadir. Malahan kaum Muhajirin mengatakan: "Bagi kami, ia memang satu-satunyaorang yang paling afdhal!" Setelah tercapai kata sepakat, semua yang hadirberdiri serentak, kemudian berangkat bersama-sama ke rumah Imam Ali r.a.30 H.M.H. Al Hamid Al Husaini, Sejarah Hidup Ali Bin Abi Thalib ra, (Jakarta : Lembaga Penyelidikan Islam,1981), hal. 6-724 25. Di depan rumahnya mereka beramai-ramai minta dan mendesak agar ImamAli r.a. keluar. Setelah Imam Ali r.a. keluar, semua orang berteriak agar ia bersediamengulurkan tangan sebagai tanda persetujuan dibai'at menjadi Amirul Mukminin.Pada mulanya Imam Ali r.a. menolak dibai'at sebagai Khalifah. Dengan terus terangia menyatakan : "Aku lebih baik menjadi wazir yang membantu daripada menjadiseorang Amir yang berkuasa. Siapa pun yang kalian bai'at sebagai Khalifah, akankuterima dengan rela. Ingatlah, kita akan menghadapi banyak hal yangmenggoncangkan hati dan fikiran." Jawaban Imam Ali r.a. yang seperti itu tak dapatditerima sebagai alasan oleh banyak kaum muslimin yang waktu itu datangberkerumun di rumahnya. Mereka tetap mendesak atau setengah memaksa, supayaImam Ali r.a. bersedia dibai'at oleh mereka sebagai Khalifah. Dengan mantap merekamenegaskan pendirian: "Tidak ada orang lain yang dapat menegakkan pemerintahandan hukum-hukum Islam selain anda. Kami khawatir terhadap ummat Islam, jikakekhalifahan jatuh ketangan orang lain"Beberapa saat lamanya terjadi saling-tolak dan saling tukar pendapat antaraImam Ali r.a. dengan mereka. Para sahabat Nabi Muhammad s.a.w. dan para pemukakaum Muhajirin dan Anshar mengemukakan alasannya masing-masing tentang apasebabnya mereka mempercayakan kepemimpinan tertinggi kepada Imam Ali r.a.Betapapun kuat dan benarnya alasan yang mereka ajukan Imam Ali r.a. tetapmenyadari, jika ia menerima pembai'atan mereka pasti akan menghadapi berbagaimacam tantangan dan kesulitan gawat. Baru setelah Imam Ali r.a. yakin benar, bahwakaum muslimin memang sangat menginginkan pimpinannya, dengan perasaaan beratia menyatakan kesediaannya untuk menerima pembai'atan mereka. Satu-satunyaalasan yang mendorong Imam Ali r.a. bersedia dibai'at, ialah demi kejayaan Islam,keutuhan persatuan dan kepentingan kaum muslimin. Rasa tanggung jawabnya yangbesar atas terpeliharanya nilai-nilai peninggalan Rasul Allah s.a.w., membuatnya siapmenerima tanggung jawab berat di atas pundaknya. Sungguh pun demikian, ia tidakpernah lengah, bahwa situasi yang ditinggalkan oleh Khalifah Utsman r.a. benar-benarmerupakan tantangan besar yang harus ditanggulangi.25 26. Keputusan Imam Ali r.a. untuk bersedia dibai'at sebagai Amirul Mukminindisambut dengan perasaan lega dan gembira oleh sebagian besar kaum muslimin.Kepada mereka Imam Ali r.a. meminta supaya pembai'atan dilakukan di masjid agardapat disaksikan oleh umum. Kemudian Imam Ali r.a. juga memperingatkan, jikasampai ada seorang saja yang menyatakan terus terang tidak menyukai dirinya, makaia tidak akan bersedia dibai'at. Mereka dapat menyetujui permintaan Imam Ali r.a.,lalu ramai-ramai pergi menuju masjid. Setibanya di Masjid, ternyata orang pertamayang menyatakan bai'atnya ialah Thalhah binUbaidillah. Menyaksikan kesigapan Thalhah itu, seorang bernama Qubaisahbin Dzuaib Al Asadiy menanggapi: "Aku Khawatir, jangan-jangan pembai'atanThalhah itu tidak sempurna!" Ia mengucapkan tanggapannya itu karena tanganThalhah memang lumpuh sebelah. Orang lain membiarkan komentar itu lewat begitusaja. Zubair bin Al-'Awwam segera mengikuti jejak Thalhah menyatakan bai'atkepada Imam Ali r.a. Sesudah itu barulah kaum Muhajirin dan Anshar menyatakanbai'atnya masing-masing. Yang tidak ikut menyatakan bai'at ialah Muhammad binMaslamah, Hasan bin Tsabit, Abdullah bin Salam, Abdullah bin Umar, Usamah binZaid, Saad bin Abi Waqqash, dan Ka'ab bin Malik. Tata cara pembai'atan dilakukanmenurut prosedur sebagaimana yang lazim berlaku atas diri Khalifah-khalifahsebelumnya. Sesuai dengan tradisi pada masa itu, sesaat setelah dibai'atAmirul Mukminin Imam Ali r.a. menyampaikan amanatnya yang pertama.26Antara lain mengatakan:"Sebenarnya aku ini adalah seorang yang sama saja seperti kalian. Tidak adaperbedaan dengan kalian dalam masalah hak dan kewajiban. Hendaknya kalianmenyadari, bahwa ujian telah datang dari Allah s.w.t. Berbagai cobaan dan fitnahtelah datang mendekati kita seperti datangnya malam yang gelap-gulita. Tidak adaseorang pun yang sanggup mengelak dan menahan datangnya cobaan dan fitnah itu,kecuali mereka yang sabar dan berpandangan jauh. Semoga Allah memberikanbantuan dan perlindungan. "Hati-hatilah kalian sebagaimana yang telah diperintahkanoleh Allah s.w.t. kepada kalian, dan berhentilah pada apa yang menjadi larangan-Nya. 27. Dalam hal itu janganlah kalian bertindak tergesa-gesa, sebelum kalian menerimapenjelasan yang akan kuberikan. "Ketahuilah bahwa Allah s.w.t. di atas 'Arsy-NyaMaha Mengetahui, bahwa sebenarnya aku ini tidak merasa senang dengan kedudukanyang kalian berikan kepadaku. Sebab aku pernah mendengar sendiri Rasul Allahs.a.w. berkata: "Setiap waliy (penguasa atau pimpinan) sesudahku, yang diserahipimpinan atas kaum muslimin, pada hari kiyamat kelak akan diberdirikan pada ujungjembatan dan para Malaikat akan membawa lembaran riwayat hidupnya. Jika waliyitu seorang yang adil, Allah akan menyelamatkannya karena keadilannya. Jika waliyitu seorang yang dzalim, jembatan itu akan goncang, lemah dan kemudian lenyaplahkekuatannya. Akhirnya orang itu akan jatuh ke dalam api neraka"313. Peristiwa tahkim Pada Masa Ali Bin Abi ThalibKonflik politik antara Ali Bin Abi Thalib dengan Muawwiyah Ibn Abi Sufyandiakhiri dengan Tahkim. Dari pihak Ali Ibn Abi Thalib diutus seorang ulama yangterkenal sangat jujur dan tidak cerdik dalam politik yaitu Abu Musa Al Asyari.Sebaliknya dari pihak Muawiyah Ibn Abi Sufyan diutus seorang yang sangat terkenalsangat cerdik dalam berpolitik yaitu Amr ibn Ash.Dalam tahkim tersebut, pihak Ali Ibn Abi Thalib dirugikan oleh pihakMuawiyah Ibn Abi Sufyan karena kecerdikan Amr Ibn Ash yang dapat mengalahkanAbu Musa Al Asyari. Pendukung Ali Ibn Abi Thalib, kemudian terpecah menjadidua, yaitu kelompok pertama adalah mereka yang secara terpaksa menghadapi hasilTahkim dan mereka tetap setia kepada Ali Ibn Abi Thalib, sedangkan kelompok yangkedua adalah kelompok yang menolak hasil Tahkim dan kecewa terhadapkepemimpinan Ali Ibn Abi Thalib yang kemudian melakukan gerakan perlawananterhadap semua pihak yang terlibat dalam Tahkim, termasuk Ali Ibn Abi Thalib.32Khalifah Ali bin Abi Thalib menjalankankan roda pemeriintahannya selama27lebih kurang 5 Tahun.4. Sebab-sebab Kegagalan Khalifah Ali31 Ibid, h. 83-8532 Dedi Supriyadi, Loc.cit 28. Kegagalan Khalifah Ali yang sekaligus sebagai kemenangan muawiyah tidak terlepasdari beberapa fakta sebagaimana disampaikan sebagai berikutPertama, pada masa awal pemerintahannya, sikap berperang melawan persekutuanThalhah, Zubair dan Aisyah secara umum memperlemah kedudukan Ali. KetikaThalhah dan Zubai bersedia berunding untuk mengakhiri pertempuran, tiba-tibapengikut ali menangkap Thalhah dan Zubair lalu mereka membunuh keduanya.Kematian dua tokoh ini otomatis meningkatkan kemarahan pengikut muawiyah dansemakin bertambah pengikutnya. Sementara peristiwa ini justru mengurangi kekuatandukungan atas perjuangan Ali.Kedua, bahwa pemberontak yang terjadi khususnya Bashrah, Kufah, mesir, Syiria,serta pengakuan kemerdekaan atas beberapa wilayah negeri muslim sangat merugikandan menyulitkan posisi Ali. Terlepasnya Ali oleh muawiyah merupakan pertandakehancuran kekuatan Khalifah Ali.Ketiga, muawiyah didukung kesatuan masyarakat syiria yang setian danmendambakkan Umayyah sebagai pemimpinny, sementara itu Ali bersandar padadukungan masyarakat Kufah yang berjiwa lemah dan tidak memberikan bantuan yangsepenuhnya kepada Khalifah Ali terutama dalam kondisi dan situasi yang berbahaya.Keempat, persainagn antara keluarga dan keturunan Hasyimiah dengan keturunanUmayyah turut mempersulit posisi Ali. Pada sisi lainnya, kondisi permusuhan sepertiini sangat menguntungkan muawiyah yang mereka sedang bangkit. Mereka bersatumenuntut balas atas kematian Khalifah Usman.28 29. BAB IIIPENUTUPKESIMPULANA. Bentuk peradaban yang paling besar pada masa Khalifah Abu Bakar antara lain :Penghimpunan Al Quran, mengelola zakat, infak dan sedekah yang berasal dari kaummuslimin, sedangkan dalam Praktik pemerintahan Khalifah Abu Bakar terpenting lainnyaadalah mengenai suksesi kepemimpinan atas inisiatifnya sendiri dengan menunjuk Umarbin Khattab untuk menggantikannya.B. Peradaban yang paling signifikan pada masa Umar, selain pola administratifpemerintahan, peperangan, dan sebagainya adalah pedoman dalam peradilan. PemikiranKhalifah Umar bin Khattab khususnya dalam peradilan yang masih berlaku sampaisekarangC. Di antara jasa- jasa Usman Bin Affan adalah tindakannya untuk menyalin dan membuatAl- Quran standar, yang di dalam kepustakaan disebut dengan kodifikasi al QuranD. Yang paling terkenal pada msa Ali ini adalah terjadinya Tahkim antara Ali Bin AbiThalib dengan Muawwiyah Ibn Abi Sufyan . Dari pihak Ali Ibn Abi Thalib diutusseorang ulama yang terkenal sangat jujur dan tidak cerdik dalam politik yaitu AbuMusa Al Asyari. Sebaliknya dari pihak Muawiyah Ibn Abi Sufyan diutus seorang yangsangat terkenal sangat cerdik dalam berpolitik yaitu Amr ibn Ash.Dalam tahkim tersebut, pihak Ali Ibn Abi Thalib dirugikan oleh pihak Muawiyah IbnAbi Sufyan karena kecerdikan Amr Ibn Ash yang dapat mengalahkan Abu Musa Al Asyari.Pendukung Ali Ibn Abi Thalib, kemudian terpecah menjadi dua, yaitu kelompok pertamaadalah mereka yang secara terpaksa menghadapi hasil Tahkim dan mereka tetap setia kepadaAli Ibn Abi Thalib, sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok yang menolak hasilTahkim dan kecewa terhadap kepemimpinan Ali Ibn Abi Thalib yang kemudian melakukangerakan perlawanan terhadap semua pihak yang terlibat dalam Tahkim, termasuk Ali Ibn AbiThalib.29 30. DAFTAR PUSTAKAAt Tamimi Abdurrahman, Utsman Bin Affan Radiyallahu Anhu Khalifah Yang Terzalimi.Maktabah Abu Salma Al Atsari, 2008.Jamil Ahmad, Sejarah Kebudayan Dinamika Islam. Gresik:Putra Kembar Jaya, 2011.Hasbi Al Furqan, 125 Masalah Zakat. Solo: Tiga Serangkai, Cetakan Pertama, 2008.Supriyadi Dedi, Sejarah Peradaban Islam, Bandung : CV Pustaka Setia, 2008.H.M.H. Al Husaini Al Hamid, Sejarah Hidup Ali Bin Abi Thalib ra, Jakarta : LembagaPenyelidikan Islam, 1981.H.O.S. Tjokroaminoto, Islam dan Sosialisme, Jakarta : Tride, Cetakan I, 2003.Kencana Syafiie Inu, Ilmu Pemerintahan dan Al- Quran, Jakarta : PT Bumi Aksara, CetakanI, 2004.Husain Haikal Muhammad, Al- Faruq Umar, diterjemahkan oleh Ali Audah, Umar BinKhattab. Bogor : Pustaka Litera AntarNusa, cetakan ke- 3, 2002.Iqbal Muhammad, Fiqh Siyasah Konstekstualisasi Doktrin Politik Islam , Jakarta : GayaMedia Pratama, 2000.Prof. Ali. K, Sejarah Islam(Tarikh Pramodern), (Jakarta: PT Raja Grafindo persada, cetakanke-II, 1997,30