sains dan teknologi islam

Click here to load reader

Post on 05-Dec-2015

104 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

good

TRANSCRIPT

Judul Buku: Sains dan Teknologi IslamPengarang: DR. Akhmad Alim, M. APenerbit: PT Remaja Rosdakarya, BandungTahun Terbit: 2014Ukuran Dimensi Buku: 24 x 16 cmTebal: 138 halaman1. Keutamaan Ilmu Ilmu mempunyai kedudukan yang paling tinggi disisi Allah. Banyak ayat, hadist, atsar dan qaul ulamayang berkenaan dengan keutamaan ilmu, antara lain:a. Kedudukan orang berilmu jauh lebih mulia daripada orang yang tidak berilmu. di dalam surat Al Mujadilah ayat 11, berbunyi: Artinya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.b. Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim sebagaimana didalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majahc. Ilmu hanya didapat oleh orang yang jiwanya suci dari kesombongan. Mujahid ibn Jubair al-Thabii berkata: Artinya: Pemalu dan orang sombong, keduanya tidak akan mau belajar.2. Pengertian IlmuSecara bahasa ilm berkaitan dengan alam menurut pengamatan Rosenthal. Ilmu juga merupakan kata-kata yang diulang pada tingkat ketiga sesudah Allah dan Rabb. Secara Istilah ilmu dipandang dua perspektif yaitu barat dan islam. Menurut perspektif barat ilmu dibagi menjadi dua yaitu science (ilmu diperuntukkan bagi bidang-bidang ilmu fisik atau empiris) dan knowledge (ilmu diperuntukan diperuntukkan bagi bidang-bidang ilmu nonfiksi seperti konsep mental dan metafisika. Adapun ilmu didefinisikan pada oxford english dictionary bahwa ilmu adalah informasi dan kecakapan yang diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan;keseluruhan dari apa yang diketahui;kesadaran atau kebiasaan yang didapat melalui pengalaman akan suatu fakta atau keadaan. Menurut perspektif islam ilmu menurut Ibn Taimiyah dalam Majmu Fatawa adalah pengetahuan yang berdasar pada dalil. Dalil tersebut berupa penukilan wahyu dengan metode yang benar dan juga bisa berupa penelitian ilmiah.3. Cara memperoleh ilmu dengan taallum (proses belajar) yang gigih dan berusaha.Dalam proses belajar diperlukan empat saluran ilmu yaitu:a. Persepsi indrawi (indra pendengar, penglihatan, perasa, pencium, penyentuh, dan indra keenam). Disini adanya daya ingat, daya khayal, dan daya estimasi.b. Proses akal sehat mencakup nalar dan alur pikir. Disini manusia dapat menyatakan pendapat, menganalogi dan sebagainya.c. Intuisi hati. Disini sseorang dapat menangkp pesan ghaib,isyarat illahi, ilham. d. Melalui informasi yang benar. Dari instrumen ketiga tersebut seseorang harus mengkonfirmasi sumber ilmu yang sejati dan hakiki (benar).Adapun dalil dari ke empat saluran tersebut terdapat dalam Al quran surah An Nahl ayat 78 yang berbunyi: Artinya: dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.4. Klasifikasi IlmuIslam tidak pernah mengenal dikotomi. Semua jenis pengetahuan diakui sebagai sesuatu yang ilmiah. Islam hanya mengenal klasifikasi (pembedaan) bukan dikotomi. Sebagaimana Al ghazali membagi ilmu dari aspek tujuan menjadi dua yaitu ilmu syariah dan ghair syariah. Selanjutnya Syaikh Al Utsaimin membagi menjadi dua juga yaitu imu syari dan nazhari. Kemudian menurut Oliver Leaman bahwa umat islam membagi ilmu menjadi dua juga yaitu ilmu yang tampak dan yang ghaib. Adapun menurut Konferensi Pendidikan Islam II di Islamabad membagi ilmu menjadi dua yaitu perennial (Naqliyah) seperti ilmu Al quran, ushul fiqh dan lain-lain dan acquired (Aqliyah) seperti pengetahuan sosial, bahasa, kedokteran, perdagangan dan sebagainya.Hierarki IlmuHierarki pengetahuan adalah penilaian mana yang pokok dari semua pengetahuana dan mana yang harus senantiasa berdasar pada ilmu-ilmu yang mendasar. MenurutIn Taimiyah urutan ilmu dari yang paling pokok kepaa yang berstatus pelengkap adalaha. Ilmu Akidahb. Ilmu Syariat yang berkaitan dengan individuc. Menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qurand. Ilmu lain nya yang diperlukan oleh masing-masing individu.5. Konsep AkalAkal mempunyai makna menahan dan menjaga, hal itu karena akal adalah alat yang berfungsi sebagai kendali yang mampu membentengi manusia dari hal yang dapat melepaskannya dari kehinaan.Kedudukan akal dalam khazanah Islam untuk memastikan, mengokohkan, dan mengabsahkan suatu keyakinan. Ini tidak berarti bahwa sumber kebenaran wahyu adalah akal atau akal dijadikan satu-satunya patokan untuk menilai salah benarnya wahyu. Karena keterbatasan manusia, akal tidak dibebani mengenali hal ghaib seperti interasi manusia kepada Rabb Nya. Oleh karena itu akal selalu diikat oleh nilai-nilai wahyu. Maka di dalam Islam kedudukan akal dan wahyu harus seimbang dan terpadu. Ada sebuah aliran yang menyakini bahwa akal diatas segala-galanya yaitu aliran Muktazilah.Konsep wahyuPengertian Wahyu menurut Al Maraghi yaitu pengetahuan yang diperoleh para Nabi dengan penuh keyakinan bahwa datangnya dari Allah, baik dengan perantaraan malaikat atau bukan, mendengar suara atau tidak mendengar suara. Konsep wahyu dalam Islam mempunyai dua unsur yaitu pemberi berita (Allah) dan penerima berita (Nabi). Nabi Muhammad merupakan salah satu contoh dari Nabi dan Rasul yang mendapatkan wahyu dari Allah. Allah menurunkan Al quran pada beliau. Bukan beliau yang membuat syair-syair yang ada dalam Al quran dengantangan sendiri sebagaimana yang dituduhkan orang-orang barat. Mereka menolak kesucian dan otoritas wahyu yang diterina Rasulullah SAW. Mereka menegaskan bahwa wahyu tidak lain hanyalah hasil produksi oleh imajinasi dirinya sendiri dan sesuatu yang dapat diusahakan secar sungguh-sungguh untuk dihasilkan oleh sipa sajayang mampu. Hal ini ditolak Allah dalam Al quran Nya bahwa Allah menurunkan Al quran dengan kata nazala yang berarti menurunkan atau diturunkan. Jadi secara otomatis akan paham bahwa proses pewahyuan Al quran adalah ada unsur diluar Nabi Muhammad SAW yang aktif sebagai pemberi yang otoritaf yaitu Allah SWT.Integrasi Akal dan Wahyu Integrasi antara wahyu dan akal adalah akal harus diposisikan dengan posisinya, dan harus dikendalikan oleh wahyu agar akal berfungsi sesuai dengan fitrahnya. Di bawah ini beberapa contoh isyarat yang dijelaskan oleh Al quran tentang integrasi akal dan Wahyua. Kita harus tafakur dan tadabur terhadap Al quran, makhluk Allah, syariat Allah, kejadian dan keadaan umat terdahulu, keadaan dunia dan kenikmatanya. Hal ini dijelaskan dalam beberapa surat diantaranya : Artinya: Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, Padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, Yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.b. Islam melarang taklid dan mengecam orang yang tidak mempergunakan akalnya serta hanya fanatik buta terhadap ajaran nenek moyangnya sebagaimana dijelaskan dalam Al quran surah Al Baqarah ayat 170.6. Integrasi Ilmu dan AdabDalam Islam Ilmu dan Adab adalah dua hal yang saling berintegrasi, yang saling menguatkan satu sama lain. Ilmu dan adab harus bersinergi, tidak boleh dipisahkan. berilmu tanpa adab adalah dimurkai, sementara beradab tanpa ilmu adalah kesesatan. Ilmu dan adab adalah inti dari ilmu yang bermanfaat yang akan mendatangkan iman. Realisasi iman akan membawa amal saleh. Integrasi keduanya kan membawa ke jalan yang lurus. Ilmu yang bermanfaat juga akan mendatangkan rasa takut kepada Allah, sehingga orang yang mempunyai ilmu adab nya akan dijaga dari kejelekan karena takut kepada Allah. Menurut Hasyim Asyari kaidah urgensinya ilmu dan adab adalah tauhid mewujudkan adanya iman; iman mewajibkan syariat; syariat mewajibkan adanya adab; maka barang siapa yang tidak beradab pada hakikatnya tiada syariat, iman dan tauhid. Penting nya ilmu dan adab melahirkan karya para intelektua muslim diantaranya Al zarnuji dalam Talim Al mutaalim ( adab al mutaallimin). Kajian para ulama menelankan bahwa adab memiliki peran sentral pada dunia pendidikan. Para akademisi harus punya adab dalam mencari ilmu agar mendapat ilmu yang berkah dan bermanfaat. Jika adab hilang dalam para akademisi maka hilang fitrah kemanusiaannya yang akan memunculkan penyimpangan, kebodohan, dan sebagainya.7. Internalisasi Adab dan AkademikPengertian AdabSecara etimologi adab adalah bentuk masdar dari Addaba yang berarti mendidik, melatih berdisiplin, memperbaiki, mengambil tindakan, beradabm sopan, berbudi baik, mengikuti jejak akhlaknya. Sedang menurut Al Attas kata Al adab atau tadib menggambarkan pengertian pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan islam bertujuan melahirkan manusia yang beradab. Menurut beliau juga adab adalah pengenalan (ilmu) serta pengakuan (amal) akan hak keadaan sesuatu dan kedudukan seseorang, dalam rencana susunan berperingkat martabat dan derajat, yang merupakan suatu hakikat yang berlaku dalm tabiat semesta. Ilmu tidak dapat diajarkan kecuali jika orang tersebut memiliki adab terhadap ilmu pengetahuan dalam berbagai pendidikan. Konsep pendidikan islam yaitu tarbiyah dan taklim.Menurut Al Qayyim adab adalah inti dalam akhlak. Jadi pendidikan yang benar adalah pendidikan akhlak bukan pendidikan berkarakter karena dalam pendidikan karakter anak hanya berdimensi pada nilai dan norma kemanusian saja (makhluk) sedang pendidikan akhlak memerhatikan dimensi ketauhidan juga (khalik). Sehingga orang berkarakter belum bisa disebut berakhlak, karena bisa jadi orang yang berkarakter toleransi ia mengikuti paham pluralisme sehingga memukul rata semua agama tanpa batasan norma syariat.Adab Akadem