s1 gout a17 (1)

Click here to load reader

Post on 27-Jan-2016

240 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas

TRANSCRIPT

SUSAH MENGGERAKKAN SENDI SIKU

A17

Ketua : Alfianca Yudha Rachmanda (1102011020)

Sekretaris : Airin Alia Hikmayani (1102011015)

Anggota

: Adinda Nurani Putri (1102010006)

Adroew Pasca Perdana (1102011011)

Annisa Eka Nova

(1102011032)

Choirul Akbar (1102010056)

Fathan Ihtifazhuddin (1102010096)

Gladya Utami

(1102011114)

M. Agsar Andriawan (1102011150)FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

TAHUN PELAJARAN 2012-2013SKENARIOSeorang laki-laki 45 tahun datang ke RS Yarsi dengan keluhan terdapat benjolan di siku kanan sejak 2 bulan ini. Benjolan dirasakan nyeri dan berdenyut serta mengganggu range of movement (ROM). Riwayat pernah bengjaj kemerahan pada metatarsophalangeal I dialami 5 bulan yang lalu dan berkurang setelah meminum obat analgesic. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tofus pada sekitar olecranon bentuk bulat dengan diameter 8 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium didapati hiperuresemia. Dokter memberikan nonsteroid antiinflamasi drug (NSAID) dan urikosurik pada pasien tersebut dan menyarankan pemeriksaan radiologi. SASARAN BELAJAR

LI.1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Persendian secara Makroskopis dan MikroskopisLO.1.1. Memahami dan Menjelaskan Persendian Anatomi secara MakroskopisLO.1.2. Memahami dan Menjelaskan Persendian Anatomi secara MikroskopisLI.2. Memahami dan Menjelaskan Metabolisme dan Sekresi Asam UratLI.3. Memahami dan Menjelaskan Artritis Pirai

LO.3.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi Artritis Pirai

LO.3.2 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Artritis PiraiLO.3.3 Memahami dan Menjelaskan Etiologi Artritis PiraiLO.3.4 Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi Artritis PiraiLO.3.5 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi Klinis Artritis PiraiLO.3.6 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis dan Diagnosis Banding Artritis Pirai

LO.3.7 Memahami dan Menjelaskan Penatalaksanaan Artritis PiraiLO.3.8 Memahami dan Menjelaskan Prognosis Artritis Pirai

LI.1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Persendian secara Makroskopis dan Mikroskopis

LO.1.1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Persendian secara Makroskopis

Sendi dibagi menjadi:

a. Sendi temporer ( terdapat selama masa pertumbuhan

Ex: epifisis tulang panjang menyatu dengan bagian batang tulang ( melalui tulang rawan hiain dari diskus epifisis.

b. Sendi permanen terdiri atas: fibrosa, kartilaginosa, synovial. . Fibrosa dan kartiaginosa sering disebut ampiarthrosis (sendi yang sedikit gerak). Sendi sinovial disebut sebagai diartrosis (memungkinkan gerak bebas).sedangkan sendi yang tidak dapat bergerak disebut sinarthosis

1) Sendi FibrosaDipersatukan oleh jaringan ikat padat fibrosa. Bila penyatuan kuat, sendi ini disebut sutura (hanya terdapat di tengkorak dan tidak bersifat permanen).

Sutura yang tidak bersifat permanen dan digantikan oleh tulang disebut sinostosis

Sendi pada tulang yang dipersatukan oleh banyak jaringan ikta fibrosa terdapat di sutura disebut sindesmosis. Contohnya : sendi radioulnar (gerak terbatas)

Gomfosis sendi khusus pada gigi dalam maksila dan mandibula (jaringan fibrosa membentul membrean periondotal)2) Sendi Tulang rawan (kartilaginosa) Sering disebut sebagai sendi kartilaginosa sekunder.

Untuk membedakan dengan sendi kartilaginosa primer yaitu pada sendi diantara badan-badan vertebra yang berdektan. Permukaan tulang yang berhadapan dilapisi tulang rawan hialin secara erat disatukan ( lempeng fibrokartilago.

Contoh sendi kartilaginosa sekunder : simfisis (Sendi pubis dan manubriosternal)

3) Sendi Sinovial

Sebagian besar sendi kita adalah sendi sinovial. Permukaan tulang yang bersendi diselubungi oleh tulang rawan yang lunak dan licin.

Pada sendi ini, tulang-tulang ditahan menjadi satu ( simpai sendi.

Simpai sendi menyatukan tulang

lapisan luar simpai ( jaringan ikat padat kolagen yang menyatu dengan periosteum

lapisan dalam simpai ( membran sinovial (membatasi rongga sendi)

Membran sinovial ( membran vaskular tipis mengandung kapiler-kepiler lebar.

1. Membran sinovial yang menjulur kedalam rongga sendi ( lipatan kasar (vili siinovia)

2. Menonojol/evaginasi keluar menembus simpai luar ( bursa

Permukaan tulang yang berhadapan dilapisi tulang rawan, dipisahkan oleh celah sempit ( cairan sinovial (dihasilkan membran sinovial)

Terbentuk sebagai dialisat plasma darah dan limf. Unsur cairan sinovial terdiri dari : asam hialuronat yang terikat dengan protein

Berfungsi untuk pelumas dan nutritif sel tulang rawan sendi Keseluruhan daerah sendi dikelilingi kantong, terbentuk dari jaringan berserat yang disebut kapsul.

Jaringan ini dilapisi membran sinovial yang menghasilkan cairan sinovial untuk meminyaki sendi.

Bagian luar kapsul diperkuat oleh ligamen berserat yang melekat pada tulang, menahannya kuat-kuat di tempatnya dan membatasi gerakan yang dapat dilakukanRawan sendi melapisi ujung-ujung tulang dengan fungsi:

1. Melindungi ujung tulang agar tidak aus

2. Dan memungkinkan pergerakan sendi menjadi mulus/licin, serta sebagai penahan beban dan peredam benturan.

Matriks terdiri dari 2 tipe makromolekul, yaitu :

Proteoglikan : yang meliputi 10% berat kering rawan sendi, mengandung 70-80% air, hal inilah yang menyebabkan tahan terhadap tekanan dan memungkinkan rawan sendi elastis

Kolagen : komponen ini meliputi 50% berat kering rawan sendi, sangat tahan terhadap tarikan. Makin kearah ujung rawan sendi makin tebal, sehingga rawan sendi yang tebal kolagennya akan tahan terhadap tarikan.

Disamping itu matriks juga mengandung mineral, air, dan zat organik lain seperti enzimJenis jenis sendi synovial:

A) engsel : sendi yang bersumbu satu , hanya memungkinkan fleksi dan ekstensi

B) kisar (pivot ) : memungkinakan gerak berputar (rotasi). Tonjolan tulang yang bundar bertempat dalam socket tulang yang berligamentum ( misalnya art. Atlantoaxialis mediana antara atlas C1 dan axis C2)

C) Pelana : sendi yang bersumbu dua, berbentuk bagaikan pelana kuda, artinya terdapat tulang bersendi berbentuk cekung dan cembung

D) Kondiloid : sendi yang bersumbu dua yang memungkinkan gerak fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi dan sirkumdiksi ( misalnya art. Metacarpophalangea jari-jari tangan )E) Datar : sendi datar memungkinkan gerak meluncur atau gerak geser ( misalnya art. Acromioclaviculare ).

F) Sendi peluru : sendi peluru ( sendi banyak ) memungkinkan gerak menurut berbagai sumbu ( misalnya fleksi-ekstensi, abduksi-adduksi, rotasi medial dan lateral, dan sirkumdiksi). Kepala yang bulat masuk ke dalam cekungan.

Macam-macam Range of Movement (ROM)

Articulatio Metatarsophlangeales

Memiliki range of movement pada keadaan normal : fleksi,ekstensi,adduksi dan abduksi

Sendi siku(daerah Olecranon : Art cubiti)

Memiliki range of movement pada keadaan normal : fleksi,ekstensi,supinasi dan pronasi

Persendian Pergelangan tangan (Art.Radiocarpalis)

Memiliki gerak pada keadaan normal : fleksi,ekstensis,adduksi,abduksi dan sirkumdiksi

Persendian ankle (Art.talocrulalis)Pergerakan sendi yang dimiliki persendian ankle normal: Plantar Flexi, Dorsi Flexi, Inversio and Eversio.

Persendian Lutut (art. Genus:art.patella femoralis dan tibiafemoralis)

Pergerakan normal pada sendi lutut: Flexi dan ekstensi

Secara makroskopik, tophi dapat terlihat secara kasat mata timbul di beberapa persendian baik di tulang rawannya maupun pada daerah sekitarnya seperti cairan sinovium ( eg sendi-sendi tempat deposit as.urat):

Metatarsophalangeal, Interphalangeal, Patellafemoralis, Cubit, Radiocarpalis dan Talocrulalis. Selain itu juga dapat mengenai bursa,tendon dan selaputnya. Karena adanya deposit MSU pada daerah sendi tersebut, mengakibatkan kurang maksimalnya kinerja sendi tersebut dalam melakukan ROM.A. Articulatio Cubiti dan Articulatio Metatarsophalangeales1. Articulatio Cubiti

Terdiri dari 3 sendi : Art. humero-ulnaris, Art. humero-radialis, dan Art. radio ulnaris

a. Art. humero-ulnaris dan art. humero-radialis

Tulang : - antara incisura trochlearis ulna dan trochlea humeri

antara fovea articularis caput radii dan capitulum humeri

Jenis Sendi : Ginglymus dengan bersumbu satu (sendi engsel)

Penguat sendi : Capsula articularis, ligamentum colaterale ulnare, ligamentum colaterale radiale Gerak sendi : fleksi = semua otot yang menyilang di depan sumbu gerak, yang paling kuat sebagai fleksor adalah : M. brachioradialis, M. biceps brachii caput longum, M. brachialis brachialis, dan paling kecil M. pronator teres. Otot fleksor bekerja maksimal pada sudut 90o dan 110o.

Ekstensi = semua otot yang menyilang di belakang sumbu gerak. M.triceps brachii, M. ekstensor carpi radialis longus dan brevis, M. ekstensir digitiminimi, M. ekstensor carpi ulnaris, M. supinator, dan M. anconeus.

b. Articulatio radio ulnaris

1. Art. radio ulnaris proximalis

Tulang : incisura radialis ulna dan caput radii

Jenis sendi : pivot atau trochoidea bersumbu satu yaitu sumbu vertical dari caput radii sampai processus styloideus ulnaePenguat sendi : Lig. anulare radii dan Lig. quadratum

Gerak sendi : supinasi = M. biceps brachii, otot-otot ekstensor ibu jari

Pronasi = M. pronator teres, M. pronator quadratus

2. Art. radio ulnaris media

Tulang : corpus radius dan corpus ulnae

Jenis sendi : syndesmosis