referat saraf

Download REFERAT saraf

Post on 18-Jan-2016

17 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

saraf

TRANSCRIPT

REFERAT HIPERBARIK OKSIGEN HUBUNGAN TERAPI HBO TERHADAP KANKER PAYUDARA

REFERATILMU PENYAKIT SARAFPERDARAHAN SUBARACHNOIDPembimbing:dr. Neimy Novitasari, Sp.S

Penyusun:Monica2007.04.0.0051Rizka Amalia2009.04.0.0057Maria Nindya P2009.04.0.0058

BAB 1PENDAHULUAN

Stroke kematian ke-3, setelah penyakit jantung dan keganasan dan penyebab kecacatan jangka panjang nomor 1 di dunia.

PSA 5% dari semua kasus stroke. Kasus emergensi yang dapat menyebabkan kematian ataupun disabilitas yang berat sehingga harus dilakukan penatalaksanaan secepat mungkin. Angka mortalitas PSA sangat tinggi sekitar 25-50%. 10% penderita PSA meninggal sebelum mendapat perawatan di rumah sakit. Bahkan 25% penderita PSA meninggal dalam 24jam.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

Anatomi peredaran darah otak Dua arteri karotis 80% darah dan memberi darah ke area supra tentorial yang berisi otak besar. Dua arteri vertebralis membawa darahke area infra tentorial yang berisi serebellum, batang otak, bagian belakang dan bagian bawah dari hemisfer otak

Keduanya membentuk sirkulus Willis, yang terdiri dari ACA, ACM, ACP, A. komunikans ant dan post.

Fisiologi aliran darah otak

Otak berat hanya 2% dari berat badan, menggunakan 20% oksigen total dari darah.

oksigen cukup metabolism aerob 1 mol glukosa 38 mol ATP

Iskemi metabolism anaerobik 1 mol glukosa 2 mol ATP

Keadaan normal aliran darah otak dipertahankan oleh suatu mekanisme otoregulasi kurang lebih 58 ml/100 gr/menitStrokeDefinisi Gangguan fungsional otak baik fokal maupun global mendadak dan akut lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak.

Epidemiologi

Angka kejadian stroke rata-rata berkisar 1,5-4 per 1000 penduduk/tahun Angka kematian berdasarkan umur : 15,9% (45-55 tahun) 26,8% (55-64 tahun)23,5% (>65 tahun). Iskemik otak kejadiannya 80-85% dan lebih sering pada usia tua Perdarahan intraserebral 15-20% pada pria > wanita, kulit hitam > kulit putih Perdarahan subarachnoid lebih banyak dijumpai pada wanita.

Faktor Resiko

Klasifikasi

Berdasarkan stadium atau pertimbangan waktu: a.Serangan iskemik sepintas atau TIA gejala neurologik menghilang dalam waktu 24 jam.

b. Reversible Ischemic Neurologic Deficit (RIND) Gejala neurologik menghilang dalam waktu lebih dari 24 jam, tetapi < 3 minggu

c.Progressing stroke atau stroke in evolution Gejala neurologik yang makin lama makin berat.

d. Completed stroke Gejala klinis yang telah menetap

Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya: 1. Stroke infarka Trombosis serebri b. Emboli serebri 2. Stroke hemoragik a. Perdarahan intraserebral b. Perdarahan subarakhnoid

Stroke PerdarahanDefinisiPecahnya pembuluh darah otak menyebabkan keluarnya darah ke jaringan parenkim otak, ruang cairan serebrospinalis disekitar otak atau kombinasi keduanya. Perdarahan tersebut menyebabkan gangguan serabut saraf otak melalui penekanan struktur otak dan juga oleh hematom yang menyebabkan iskemia pada jaringan sekitarnya. Stroke PerdarahanPeningkatan tekanan intrakranial pada gilirannya akan menimbulkan herniasi jaringan otak dan menekan batang otakStroke PerdarahanEpidemiologiDiperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut: (3)1/3 pasien bisa pulih kembali, 1/3 pasien mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang, 1/3 sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. Stroke PerdarahanHanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat

Stroke PerdarahanFaktor resikoHipertensi : Kenaikan tekanan darah 10 mmHg saja dapat meningkatkan resiko terkena stroke sebanyak 30%. Hipertensi secara langsung dapat menyebabkan arteriosklerosis obstruktif, lalu terjadi infark lakuner dan mikroaneurismaPenyakit Jantung : Penyakit katup jantung, atrial fibrilasi, aritmia, hipertrofi jantung kiri (LVH), kelainan EKG

Stroke PerdarahanDiabetes Mellitus : berperan dalam stroke infark, stroke perdarahan belum jelasMerokok: meningkatkan risiko terkena stroke empat kali lipat. Memicu trombosis arteriRiwayat keluarga : Riwayat stroke dalam keluarga terutamajika dua atau lebih anggota keluarga pernah menderita stroke pada usia 65 tahun

Stroke PerdarahanObat-obatan: yang menimbulkan adiksi (heroin,kokain,amfetamin), kontrasepsi, hormonalKelainan-kelainan hemeologi darah : anemia berat, polisitemia, kelainan koagulopati SLE, herpes zoosterEtiologi Stroke Perdarahan

Etiologi Stroke PerdarahanFaktor anatomikLipohialinosis dan mikroaneurismaArteriovenosus malformationAngiopaty amiloidAneurisma sakularTrombosis venous intrakranialMikroangiomaAVM duralisArteritis septik dan aneurisma mikotik

Etiologi Stroke PerdarahanSindroma moya-moyaDiseksi arteriFistula karotiko-kavernosa

Faktor hemodinamikHipertensi arterial akutMigrain

Faktor hemostatikAntikoagulanAntiplateletTrombolitikEtiologi Stroke PerdarahanHemofiliaLeukemiaTrombositopeniaFaktor lainTumor intra serebralAlkoholAmfetaminKokain dan obat simpatomimetik

Stroke PerdarahanKlasifikasia. Perdarahan Intraserebral (PIS)b. Perdarahan Subarachnoid (PSA)

Perdarahan Subarachnoid (PSA)DefinisiPerdarahan yang terjadi di dalam rongga subarachnoid yang menyelubungi otakEpidemiologiAngka kejadian PSA adalah 5% dari semua kasus stroke dan menyerang hampir 30.000 penduduk Amerika tiap tahunAngka mortalitas PSA sangat tinggi sekitar 25-50%Perdarahan Subarachnoid (PSA)EtiologiSekitar 80% kasus PSA disebabkan oleh perdarahan spontan (non traumatic) akibat pecahnya aneurisma saccular intracranial. Penyebab lain 20% adalah akibat malformasi vaskuler, aneurisma infeksi (mikotik) dan beberapa kondisi lainPerdarahan Subarachnoid (PSA)PatofisiologiTrauma ; kantung aneurisma(saccular aneursym= bertangkai dan beratap) biasa muncul pada bifurkasio arteri intrakranial ruptur ke subaraknoid (ruptur bagian atap nya)Aneurisma muncul pada 85% pada sirkulasi anterior circle of willis,20% multiple,bilateral dan saling berhadapan.Perdarahan Subarachnoid (PSA)Aneurisma sakuler (berry aneurisma) Lokasi tersering aneurisma sakular adalah arteri komunikans anterior (40%), bifurcation arteri serebri media di fisura silvii (20%). Aneurisma dapat menimbulkan deficit neurologis dengan menekan struktur di sekitarnya bahkan sebelum rupture

Perdarahan Subarachnoid (PSA)Aneurisma fusiformisPembesaran pembuluh darah yang memanjang (berbentuk gelendong). Struktur ini biasanya disebabkan oelh aterosklerosis dan/atau hipertensiAneurisma mikotikDilatasi aneurisma pembuluh darah intracranial kadang-kadang disebabkan sepsis dengan kerusakan yang diinduksi oleh bakteri pada dinding pembuluh darah.Regresi spontan, struktur ini jarang menimbulkan perdarahan

Perdarahan Subarachnoid (PSA)

Gejala KlinisThunderclap headachePusing, nyeri orbita, diplopia, fotofobi, pandangan kabur.Meningeal sign +Mual, muntah karena peningkatan tekanan intra cranial (TIK).Tanda-tanda deficit neurologi fokal : hemiparesis dengan atau tanpa afasiaParesis nervi kranialis seperti okulomotorius, abdusensBisa terjadi monoparesis tungkai sesuai dengan letak pecahnya aneurismaPada 60-70% kasus ditemukan faktor pencetus seperti kerja fisik berat, ketegangan emosional, mengedan, berhubungan seksual dan trauma, sedangkan 30-40% terjadi sewaktu istirahat.

Derajat skala Hunt and HessDERAJATKARAKTERISTIK1Nyeri kepala2Tanda rangsangan meningeal, nyeri kepala berat, neuropathy cranial3Letargi, memerlukan stimulasi berulang untuk membuat pasien tetap sadar, hemiparesis4Stupor, untuk membangunkan perlu rangsangan nyeri5Koma , tidak merespon apapun terhadap stimulus apapunPemeriksaan PenunjangCT scan kepala harus segera dilakukan ( < 12 jam) pada kasus dengan dugaan PSA. Tanpa kontras, biasanya terlihat daerah hiperdense.

Lumbal Pungsi (LP)Pada 5-15% pasien akan menunjukan LP +, yaitu didapatkan darah dalam cairan liquor. Pada LP mungkin tidak ditemukan perdarahan dalam 2 jam serangan dan biasanya akan positive setelah 12 jam. Angiografi serebral Untuk melihat anatomi aneurisma. Bila angiografi serebral pertama memberikan gambar negative, perlu dilakukan angiografi ulangan beberapa minggu kemudian.Magnetic Resonance Imaging (MRI)MRI juga berguna untuk mengidentifikasi adanya Arterio Venous Malformation (AVM) yang tidak terlihat pada angiografi.

Transcranial Doppler (TCD) dilakukan untuk mengetahui dan memonitor vasospasme.Pemeriksaan laboratorium :Darah lengkap, masa protrombinPTT,aPTTFibrinogen, agregasi trombosit, D-dimer, protein C dan S

Managemen Tatalaksana umumTata laksana pasien PSA derajat 1 dan 2 berdasarkan Hunt dan HessIdentifikasi dan atasi nyeri sedini mungkinTirah baring total dengan posisi kepala ditinggikan 30 , bila perlu berikan O2 2-3 l/ menitHati hati dalam penggunaan sedative (kesulitan dalam penilaian tingkat kesadaran) Beri cairan, usahakan euvolemia dan monitor ketat system kardiopulmoner dan kelainan neurologi yang timbul.

Pada pasien PSA derajat 3,4, atau 5 berdasarkan H&HPenatalaksanaan ABC sesuai protokol pasien di ruang gawat daruratLakukan perawatan di ruang intensifIntubasi endotracheal untuk mencegah aspirasiBila ada tanda-tanda herniasi maka dilakukan intubasi untuk diberikan hiperventilasi. Awasi hiperventilasi sehingga PCO2 pada kisaran 30-35 mhg untuk menjaga peningkatan TIK. Hiperventilasi yang berlebihan akan menyebabkan bahaya vasospasme. Hindari pemakaian sedative yang berlebihan karena dapat menyulitkan peningkatan status neurologi dan kenaikan TIK.

Mencegah perdarahan ulangkontrol dan monitor tekanan darah untuk mencegah resiko perdarahan ulang.Terapi antifibrinolitik Kontraindikasi pada pasien dengan koagulopati, riwayat infark miokard akut, stroke ischemia , emboli paru, atau thrombosis vena dalam.

Operasi pada aneurism