referat acs

Download Referat ACS

Post on 03-Dec-2015

35 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Referat ACS

TRANSCRIPT

28

BAB I PENDAHULUAN

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan keadaan darurat jantung dengan manifestasi klinis rasa tidak enak di dada atau gejala lain sebagai akibat iskemia miokardium. SKA terdiri atas angina pektoris tidak stabil, infact myocard acute (IMA) yang disertai elevasi segmen St dan penderita dengan infark miokardium tanpa elevasi ST. SKA ditetapkan sebagai manifestasi klinis penyakit arteri koroner.Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan manifestasi utama proses aterosklerosis. Yaitu suatu fase akut dari Angina Pektoris Tak Stabil (APTS) yang disertai IMA gelombang Q (IMA-Q) dengan non ST elevasi (NSTEMI) atau tanpa gelombang Q (IMA-TQ) dengan ST elevasi (STEMI) yang terjadi karena adanya trombosis akibat dari ruptur plak aterosklerosis yang tak stabil (Vulnerable). Sindrom ini menggambarkan suatu penyakit yang berat, dengan mortalitas tinggi. Mortalitas tidak tergantung pada besarnya prosentase stenosis (plak) koroner, namun lebih sering ditemukan pada penderita dengan plak kurang dari 50 70% yang tidak stabil, yakni fibrous cap dinding (punggung) plak yang tipis dan mudah erosi atau ruptur. Terminologi sindrom koroner akut berkembang selama 10 tahun terakhir dan telah digunakan secara luas. Hal ini berkaitan dengan patofisiologi secara umum yang diketahui berhubungan dengan kebanyakan kasus angina tidak stabil dan infark miokard: baik Angina tidak stabil, infark miokard tanpa gelombang Q, dan infark miokard gelombang Q mempunyai substrat patogenik umum berupa lesi aterosklerosis pada arteri koroner.Terminologi yang akan sering dipakai pada penderita Angina Pectoris adalah perasaan berat, sesak, ditekan, didorong atau diremas. Angina Pectoris yang khas biasanya akan terasa di tengah dada/belakang sternum (retrosternal) dan akan menjalar ke dagu dan/atau ke lengan. Angina bisa rasanya dari nyeri ringan sampai ke paling nyeri dan timbul keringatan dingin dan perasaan cemas. Kadang kala akan berserta dengan sesak nafas. Angina sering dipicu dengan aktivitas fisik terutama setelah makan dan pada cuaca yang dingin, dan kebanyakan dicetus oleh perasaan marah atau gembira. Nyeri akan hilang cepat (biasanya berapa menit) dengan istirahat. Kadang kala perasaan itu akan hilang sendiri dengan teruskan aktivitas. Istilah ACS banyak digunakan saat ini untuk menggambarkan kejadian yang gawat pada pembuluh darah koroner. ACS merupakan satu sindrom yang terdiri dari beberapa penyakit koroner yaitu, unstable angina, Acute Myocardial Infarction dengan segmen ST elevasi (STEMI) dan Acute Myocardial Infarction tanpa segmen ST elevasi (NSTEMI), maupun angina pektoris pasca infark atau pasca tindakan intervensi koroner perkutan. Alasan rasional menyatukan semua penyakit itu dalam satu sindrom adalah karena mekanisme patofisiologi yang sama. Semua disebabkan oleh terlepasnya plak yang merangsang terjadinya agregasi trombosit dan trombosis, sehingga pada akhirnya akan menimbulkan stenosis atau oklusi pada arteri koroner dengan atau tanpa emboli. Sedangkan letak perbedaan antara angina tak stabil, infark Non-elevasi ST dan dengan elevasi ST adalah dari jenis thrombus yang menyertainya. Angina tak stabil dengan trombus mural, Non-elevasi ST dengan thrombus inkomplet/nonklusif, sedangkan pada elevasi ST adalah trombus komplet/oklusif.

BAB IIPEMBAHASAN

I. Anatomi Arteri Koroner JantungJantung manusia normal memiliki dua arteri koroner mayor yang keluar dari aorta yaituright coronary arterydanleft main coronary artery, dinamakan koroner karena bersama dengan cabangnya ia melingkari jantung seperti crown (mahkota corona). Arteri koroner meninggalkan aorta lebih kurang inci di atas katup semilunar aorta (3,7).Left main coronary arterybercabang menjadi dua, yaituleft anterior descendensyang memberikan perdarahan pada area anterior luas ventrikel kiri, septum ventrikel dan muskulus papillaris anterior, sementaraleft circumflexmemberikan perdarahan pada area lateral ventrikel kiri dan arearight coronary arterydominan kiri.Right coronary arterymemberikan perdarahan pada SA node, AV node, atrium kanan, ventrikel kanan, ventrikel kiri inferior, ventrikel kiri posterior dan muskulus papillaris posterior(3,7,8).

II.1 Histologi Pembuluh DarahII.1.1 Arteri dan Vena Dinding arteri terdiri dari tiga tunika: tunika luar, atau tunika adventisia, tunika tengah, atau tunika media dan tunika dalam, atau tunika intima. Arteri dibedakan menjadi arteri kecil, sedang dan besar karena perbedaan histofisiologisnya. (Eroschenko,2010) Dinding pembuluh darah mengandung jaringan elastik agar dapat mengembang dan mengerut. Sebuah arteri dan vena muskular terpotong melintang dan sediaan dibuat dengan pulasan plastik untuk memperlihatkan distribusi serat elastik di dindingnya. Serat elastik berwarna hitam dan serat kolagen berwarna kuning muda. (Eroschenko, 2010)

Gambar 1 Arteri. Dikutip dari: Price, 2006Dinding arteri jauh lebih tebal dan mengandung lebih banyak serat otot polos daripada dinding vena. Lapisan terdalam, tunika intima arteri, terpulas gelap karena lamina elastika interna yang tebal. Lapisan tengah arteri muskular yang tebal, tunika media, mengandung beberapa lapisan serat otot polos, tersusun dengan pola sirkular, dan berkas tipis serat elastik yang gelap. Di bagian perifer dari tunika media terdapat lamina elastika eksterna yang tidak begitu jelas. Di sekitar arteri terdapat jaringan ikat tunika adventisia, yang mengandung serat kolagen terpulas terang dan serat elastik terpulas gelap. (Eroschenko, 2010)Sebuah arteri kecil dengan struktur dindingnya tampak di sudut kiri bawah gambar. Berbeda dengan vena, arteri memiliki dinding relatif tebal dan lumen kecil. Pada potongan melintang, dinding sebuah arteri kecil memiliki lapisan sebagai berikut:a. Tunika intima adalah lapisan terdalam. Lapisan ini terdiri atas endotel, stratum subendotheliale, dan lamina (membran) elastika interna yang memisahkan tunika intima dari lapisan berikutnya, tunika media.b. Tunika media terutama terdiri atas serat otot polos sirkular. Anyaman longgar serat elastik halus terdapat di antara sel-sel otot polos.c. Tunika adventisia adalah lapisan jaringan ikat yang mengelilingi pembuluh. Lapisan ini mengandung saraf kecil dan pembuluh darah. Pembuluh darah di dalam tunika adventisia secara kolektif disebut vasa vasorum, atau vas sanguineum vasis sanguinei (pembuluh darah yang mendarahi pembuluh darah). Bila sebuah arteri memiliki 25 atau lebih lapisan otot polos di dalam tunika media, arteri ini disebut arteri muskular (arteria myotypica) atau arteri distribusi. Serat elastik menjadi lebih banyak di tunika media namun masih berupa serat dan anyaman halus. (Eroschenko, 2010)

II.I. Penyakit Pembuluh Darah Arteria. AterosklerotikSecara sederhana, aliran darah berarti jumlah darah yang mengalir melalui suatu titik tertentu di sirkulasi dalam periode waktu tertentu. Biasanya aliran darah dinyatakan dalam mililiterper menit atau liter per menit, tetapi dapat juga dinyatakan dalam mililiter per detik atau setiap satuan aliran lainnya. (Guyton, 2005)Aterosklerosis adalah penyakit yang paling sering menyerang susunan pembuluh darah arteri. Aterosklerosis mula-mula ditandai oleh deposit lemak pada tunika intima arteri. Selanjutnya, dapat terjadi kalsifikasi, fibrosis, trombosis dan perdarahan, semuanya itu membantu terbentuknya suatu plak aterosklerosis yang kompleks, atau ateroma. Akhirnya, tunika media mulai mengalami degenerasi. Nekrosis pada sel otot polos yang terisi lemak juga terjadi. Proses patologi ini secara progresif menyumbat lumen pembuluh darah dan melemahkan dinding arteri. (Price,2006)

Gambar 5. Aterosklerosis. Dikutip dari: Medicatherapy, 2013

Manifestasi klinis aterosklerosis timbul akibat oklusi vaskular atau stenosis, disebabkan deposit pada intima atau embolisasi, atau dari pembentukan aneurisma akibat degenerasi tunika media. Penyebab tersering penyakit aterosklerosis pada pembuluh darah perifer adalah oklusi pembuluh darah, dan aorta lebih sering menjadi tempat terjadinya aneurisma. (Price,2006)Setelah membahas proses alamiah aterosklerosis difus dan progresif, harus juga diingat bahwa penyakit pembuluh darah perifer ini sering dikaitkan dengan penyakit koroner dan otak. Penatalaksanaan penyakit pembuluh darah perifer atau aorta tanpa mempertimbangkan potensi-potensi yang mungkin terjadi akibat gangguan pembuluh darah koroner atau otak dapat menimbulkan kesalahan fatal. (Price,2006)b. Penyebab NonaterosklerotikPenyebab primer nonaterosklerotik penyakit arteri adalah nekrosis media kistik, peradangan arteri atau arteritis, gangguan vasospastik, dan displasia fibromuskular. Penyebab lain mencakup infeksi, trauma, dan anomali kongenital. (Price,2006)

III. Definisi CADCoronary Artery Disease(CAD) atau dikenal juga denganCoronary Heart Disease(CHD)/Penyakit Jantung Koroner (PJK) didefinisikan sebagai penyakit jantung dan pembuluh darah yang disebabkan karena penyempitan arteri koroner. Penyempitan tersebut dapat disebabkan antara lain aterosklerosis, berbagai jenis arteritis, emboli koronaria, dan spasme. Oleh karena aterosklerosis merupakan penyebab terbanyak (99%), maka pembahasan tentang PJK pada umumny terbatas pada penyebab tersebut (1,2,4,10,11).Arterosklerosis pada dasarnya merupakan suatu kelainan yang terdiri atas pembentukan fibrolipid dalam bentuk plak-plak yang menonjol atau penebalan yang disebut ateroma yang terdapat di dalam tunika intima dan pada bagian dalam tunika media. Proses ini dapat terjadi pada seluruh arteri, tetapi yang paling sering adalah pada left anterior descendent arteri coronaria, proximal arteri renalis dan bifurcatio carotis(11).IV. EpidemiologiSaat ini penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada tahun 1999 sedikitnya 55,9 juta atau setara dengan 30,3% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 60% dari seluruh penyebab kematian penyakit jantung adalah pe