proposal terakhir

Upload: herwin-danar-jati

Post on 10-Jul-2015

337 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

PROPOSALPERENCANAAN DAN FABRIKASI RANGKAIAN ELEKTRONIKA

UPS POWER SUPPLY MINI 5V

Kelompok I : 1. 2. 3. 4. Aldiana Widanti Damar Yustian Fauzi Ainuk Yaqin Herwin Danar Jati (03) (05) (09) (10)

Kelas : D3 TT 2B

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI MALANGTAHUN AJARAN 2011/2012

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Pencatu Daya atau Power Supplay adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya listrik. Pada dasarnya pencatu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa pencatu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain. Power supply mengubah aliran listrik arus bolak-balik (AC) yang tersediadari aliran listrik Menjadi arus listrik searah (DC) yang dibutuhkan oleh power supply. Power supply termasuk dari bagian power conversion. Power conversion sendiri terdiri dari tiga macam: AC/DC Power Supply, DC/DC Converter, dan DC/AC Inverter.

Secara umum,istilah Power Supply biasanya berarti suatu sistem filter penyearah (rectifier-filter) yang mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC murni. Banyak rangkaian power supply yang berlainan yang dapat digunakan untuk pekerjaan tersebut. Komponen dasar yang digunakan untuk rangkaian yang lebih sederhana adalah transformator, resistor, kapasitor dan induktor. Power Supply yang diatur secara lebih kompleks dapat menambahkan transistor atau triode sebagai pengontrol tegangan, ditambah dengan diode zener. Kami berencana membuat Uninterruptible Power Supply (UPS) mini untuk CDplayer portable.

1.2

Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. 5. Apa trafo yang baik digunakan untuk rangkaian UPS yang di buat? Penyearah (rectifier) apa yang harus digunakan? Bagaimana pemasangan filter agar sinyal yang keluar dapat halus? Bagaimana merancang regulator agar dapat mengeluarkan arus yang sesuai? Bagaimana merangkai power supply yang dapat digunakan untuk mecharge baterai ?

1.3

Batasan Masalah Power supply teregulasi dengan tegangan 5V dan mempunyai arus 500mA tetap bekerja stabil.

1.4 kontribusi atau manfaat Kami ingin membuat UPS mini untuk CD Player portable yang mempunyai keluaran arus dan dapat diaplikasikan pada rangkaian sederhana seperti jam digital, dan rangkaian yang membutuhkan tegangan sebesar 5V dan arus 500mA. Power supply ini dapat bekerja walaupun tidak dialiri tegangan jala-jala karena terdapat baterai seri 12V yang di-charge dalam jangka waktu tertentu sesuai kapasitas baterai.

BAB II TEORI DASAR

PRINSIP KERJA UPS Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban tanpa terputus pada saat main power nya tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar. UPS memiliki dua sumber daya listrik : Primary Power Source dan Secondary Power Source. Salah satunya berasal dari main power (stop kontak / PLN), satunya dari baterai UPS. Di dalam UPS terdapat Switch yang mengatur sumber daya listrik mana yang digunakan untuk menyediakan suplai listrik ke beban . Jika Primary Power Source tidak berfungsi, Switch akan mengaktifkan Secondary Power Source secara otomatis. Begitu juga sebaliknya jika Primary Power Source sudah kembali berfungsi. UPS membutuhkan arus listrik AC, sedangkan arus listrik dari baterai adalah DC. Oleh karena itu, di dalam UPS terdapat Inverter yang mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Di dalam UPS juga terdapat Rectifier yang mengubah arus AC dari main power menjadi arus DC untuk mengisi baterai pada saat main power bekerja.

Fungsi Dan Kegunaan UPS 1. Dapat memberikan energi listrik sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama ( listrik PLN atau genset ). 2. Memberikan kesempatan waktu yang cukup untuk segera menghidupkan genset sebagai pengganti listrik utama. 3. Memberikan kesempatan waktu yang cukup untuk segera melakukan back-up data dan mengamankan sistem operasi-OS dengan melakukan shutdown sesuai prosedur ketika listrik utama padam. 4. Mengamankan sistem komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat mengganggu sistem komputer baik berupa kerusakan software, data maupun kerusakan hardware. 5. UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh sistem komputer berupa tegangan yang stabil. 6. UPS dapat melakukan diagnosa dan managemen terhadap dirinya sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap sistem. 7. User friendly dan mudah dalam installasi. 8. Pengguna dapat melakukan kontrol UPS melalui jaringan LAN dengan menambahkan beberapa aksesoris yang diperlukan. 9. Dapat diintegrasikan dengan jaringan internet. 10. Notifikasi ( pemberitahuan ) jika terjadi kegagalan dengan melakukan pengaturan perangkat lunak melalui UPS Management. Komponen-komponen utama dalam UPS Baterai Jenis baterai yang digunakan UPS umumnya berjenis lead-acid atau jenis nikelcadmium. Baterai ini umumnya mampu menjadi sumber tegangan cadangan maksimal selama 30 menit.

Rectifier Penyearah Penyearah atau Rectifier berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC ( direct current ) atau DC dari suplai listrik utama. Hal ini bermanfaat pada saat pengisian baterai. Inverter Kebalikan dari penyearah, Inverter berfungsi untuk mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Hal ini dilakukan pada saat baterai pada UPS digunakan untuk memberikan tegangan ke komputer. Transfer Switch Transfer Switch adalah saklar listrik yang menghubungkan sumber tenaga listrik dari sumber utama ke sebuah sumber cadangan ( UPS ). Saklar ini dapat dioperasikan secara manual atau secara otomatis. Automatic Transfer Switch ATS sering dipasang di mana sebuah sumber daya cadangan terletak, sehingga dapat memberikan daya listrik sementara jika sumber listrik terputus.

2.1 TRNSFORMATOR Transformator atau trafo adalah alat yang digunakan untuk merubah tegangan listrik AC. Trafo ada dua jenis, yaitu: Trafo Step-Up, digunakan untuk menaikan tegangan listrik.

Trafo ini memiliki ciri lilitan kumparan primer lebih sedikit dari pada lilitan kumparan sekunder dan tegangan primer lebih kecil dari tegangan sekunder.

Trafo Step-Down, digunakan untuk menurunkan tegangan listrik. Trafo ini memiliki Ciri lilitan kumparan primer lebih banyak dari lilitan kumparan sekunder dan tegangan primer lebih tinggi dari tegangan sekunder.

Persamaan transformator

Pp

Ps

Pada transformator ideal berlaku persamaan:

Di mana :

Np = jumlah lilitan primer Ns = jumlah lilitan skunder Vp = tegangan primer

Ip = kuat arus primer Is = kuat arus skunder Sehingga Daya yang masuk ke trafo sama dengan daya yang keluar dari trafo. Efisiensi transformator Pada kenyataannya setiap penggunaan trafo tidak pernah didapat daya yang masuk sama dengan daya yang keluar. Daya listrik yang dikeluarkan oleh trafo selalu lebih kecil dari daya listrik yang masuk kedalam trafo.

Daya listrik yang dihasilkan oleh sebuah trafo tergantung dari efisiensi trafo tersebut. Efisiensi trafo adalah persentase daya yang keluar dari trafo.

Prinsip kerja transformator

Trafo terbuat dari dua buah kumparan yang dililitkan pada sebuah cincin besi lunak. Kumparan yang dihubungngkan ke sumber tegangnan disebut kumparan primer dan Kumparan tempat hasil disebut kumparan sekunder. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya.

2.2 PENYEARAH

Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah adalah dioda, karena dioda memiliki sifat hanya memperbolehkan arus listrik melewati-nya dalam satu arah saja. Rangkaian penyearah ada 2 macam yaitu penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh. Penyearah setengah gelombang

Prinsip kerja dari rangkaian penyearah setengah gelombang ini adalah pada saat setengah gelombang pertama (puncak) melewati dioda yang bernilai positif menyebabkan dioda dalam keadaan forward bias sehingga arus dari setengah gelombang pertama ini bisa melewati dioda. Pada setengah gelombang kedua (lembah) yang bernilai negatif menyebabkan dioda dalam keadaan reverse bias sehingga arus dan setengah gelombang kedua yang bernilai negatif ini tidak bisa melewati dioda. Keadaan ini terus berlanjut dan berulang sehingga menghasilkan bentuk keluaran gelombang seperti diperlihatkan pada gambar di bawah.

Rangkaian penyearah setengah gelombang ini memiliki kelemahan pada kualitas arus DC yang dihasilkan. Arus DC rata-rata yang dihasilkan dari rangkaian ini hanya 0,318 dari arus maksimum-nya. Oleh sebab itu rangkaian penyearah setengah gelombang lebih sering digunakan sebagai rangkaian yang berfungsi untuk menurunkan daya pada suatu rangkaian elektronika sederhana dan digunakan juga sebagai demodulator pada radio penerima AM. Penyearah gelombang penuh: Dengan trafo center trap

Pada rangkaian penyearah gelombang penuh center tap hanya menggunakan dua dioda sebagai penyearah-nya.

Prinsip kerja dari rangkaian penyearah center tap ini adalah pada saat arus setengah gelombang pertama pada AC-Source1 bernilai positif, maka arus akan mengalir ke beban melalui D1 (forward bias). Sedangkan pada arus setengah gelombang pertama pada AC-Source2 bernilai negatif akan ditahan oleh D2 (reverse bias) sehingga tidak dapat mengalir ke beban.

Pada arus setengah gelombang kedua pada AC-Source1 bernilai negatif sehingga arus ditahan oleh D1 (reverse bias) dan tidak dapat mengalir ke beban. Tetapi, sebaliknya pada saat arus setengah gelombang kedua pada AC-Source2 bernilai positif. Maka arus akan mengalir ke beban (R-Load) melalui D2 (forward bias). Sehingga menghasilkan penyearah gelombang penuh dari AC ke DC. Arus DC rata-rata yang dihasilkan dari rangkaian penyearah gelombang penuh ini adalah dua kali dari arus rata-rata yang dihasilkan oleh penyearah setengah gelombang

Dengan dioda jembatan

Selama siklus positif, D3dan D1 di forward bias. Pada saat yang sama D2 dan D4 di reverse bias. Selama siklus negatif, D2 dan d4 di forward bias dan D1 dan D3 di reverse bias. Arah arus yang melewati beban sama walaupun polaritas lilitan sekunder dibalik.

Dari rangkaian-rangkaian diatas diperoleh keterangan:

Pada rangkaian penyearah yang hanya menggunakan dioda penyearah masih memiliki sinyal AC sehingga belum searah halnya tegangan DC pada baterai.

r =VrxVDC VDC

100 %

Sinyal AC yang tidak diinginkan ini dinamakan ripple. Faktor ripple adalah besarnya prosentase perbandingan anatara tegangan ripple dengan tegangan DC yang dihasilkan.

Untuk memperkecil nilai ripple dapat digunakan kapasitor. Semakin besar nilai kapasitor maka akan semakin kecil nilai tegangan ripple.

3.3 FILTER Dengan bentuk gelombang tegangan keluaran seperti pada Gambar 3, maka tegangan DC-nya masih mengandung tegangan riak yang sangat besar, sehingga jika digunakan sebagai catu daya, akan mengganggu kinerja peralatan. Salah satu cara untuk mengurangi tegangan riak ini adalah dengan menambahkan rangkaian tapis RC seperti terlihat pada Gambar 6, dengan tegangan masukan dan keluaran seperti pada Gambar 7.

Gambar 6. Penambahan filter RC.

Gambar 7. Bentuk sinyal input dan output penyearah berfilter.

Tegangan keluaran dari penyearah ini memiliki tegangan riak yang lebih kecil jika dibandingkan dengan rangkaian sebelumnya. Karena ketika tegangan turun, maka muatan listrik yang tersimpan dalam kapasitor akan dilepaskan sehingga bentuk tegangannya turun lebih landai. Kemiringan penurunan ini tergantung pada besarnya RL dan kapasitas Kapasitor. Semakin besar dua komponen ini maka tegangan akan semakin rata.

3.4 REGULATOR Rangkaian penyearah sudah cukup bagus jika tegangan ripple-nya kecil, namun ada masalah stabilitas. Jika tegangan PLN naik/turun, maka tegangan outputnya juga akan naik/turun. Seperti rangkaian penyearah di atas, jika arus semakin besar ternyata tegangan dc keluarnya juga ikut turun. Untuk beberapa aplikasi perubahan tegangan ini cukup mengganggu, sehingga diperlukan komponen aktif yang dapat meregulasi tegangan keluaran ini menjadi stabil. Regulator Voltage berfungsi sebagai filter tegangan agar sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu biasanya dalam rangkaian power supply maka IC Regulator tegangan ini selalu dipakai untuk stabilnya outputan tegangan. Berikut susunan kaki IC regulator tersebut.

78xx untuk regulator positif-79xx untuk regulator negatif Misalnya 7805 adalah regulator untuk mendapat tegangan +5 volt, 7812 regulator tegangan +12 volt dan seterusnya. Sedangkan seri 79XX misalnya adalah 7905 dan 7912 yang berturut-turut adalah regulator tegangan -5 dan 12 volt. Selain dari regulator tegangan tetap ada juga IC regulator yang tegangannya dapat diatur. Prinsipnya sama dengan regulator OP-amp yang dikemas dalam satu IC misalnya LM317 untuk regulator variable positif dan LM337 untuk regulator variable negatif. Bedanya resistor R1 dan R2 ada di luar IC, sehingga tegangan keluaran dapat diatur melalui resistor eksternal tersebut. Rangkaian regulator yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar 6. Pada rangkaian ini, zener bekerja pada daerah breakdown, sehingga

menghasilkan tegangan output yang sama dengan tegangan zener atau Vout = Vz. Namun rangkaian ini hanya bermanfaat jika arus beban tidak lebih dari 50mA.

gambar 6 : regulator zener Prinsip rangkaian catu daya yang seperti ini disebut shunt regulator, salah satu ciri khasnya adalah komponen regulator yang paralel dengan beban. Ciri lain dari shunt regulator adalah, rentan terhadap short-circuit. Perhatikan jika Vout terhubung singkat (short-circuit) maka arusnya tetap I = Vin/R1. Disamping regulator shunt, ada juga yang disebut dengan regulator seri. Prinsip utama regulator seri seperti rangkaian pada gambar 7 berikut ini. Pada rangkaian ini tegangan keluarannya adalah: Vout

= V + V ........... (8)Z BE

V adalah tegangan base-emitor dari transistor Q1 yang besarnya antara 0.2BE

- 0.7 volt tergantung dari jenis transistor yang digunakan. Dengan mengabaikan arus I yang mengalir pada base transistor, dapat dihitung besarB

tahanan R2 yang diperlukan adalah : R2 = (V - V )/I .........(9)in z z

I adalah arus minimum yang diperlukan oleh dioda zener untuk mencapaiz

tegangan breakdown zener tersebut. Besar arus ini dapat diketahui dari datasheet yang besarnya lebih kurang 20 mA.

3.5 TRANSISTOR Transistor sebagai penguat arus. Fungsi lain dari transistor adalah sebagai penguat arus. Karena fungsi ini maka transistor bisa dipakai untuk rangkaian power supply dengan tegangan yang di set. Untuk keperluan ini transistor harus dibias tegangan yang konstan pada basisnya, supaya pada emitor keluar tegangan yang tetap. Biasanya untuk mengatur tegangan basis supaya tetap digunakan sebuah dioda zener.

Transistor Sebagai Penguat Arus Pada gambar tampak dua buah regulator dengan polaritas tegangan output yang berbeda. Transistor TR5 (NPN) dipakai untuk regulator tegangan positif dan transistor TR6 (PNP) digunakan untuk regulator tegangan negatif. Tegangan basis pada masing masing transistor dijaga agar nilainya tetap oleh dioda zener D3 dan D4. Dengan demikian tegangan yang keluar pada emitor mempunyai arus sebesar perkalian antara arus basis dan HFE transistor.

3.6 RESISTOR Beban pada power supply berfungsi sebagai hambatan yang menentukan besarnya nilai output dari power supply. Jadi nilai keluaran power supply tergantung dari besarnya hambatan. Perhitungan Power Supply Langkah2 yang harus dilakukan sebelum melakukan perhitungan daya adalah kita harus menentukan kondisi sbb : 1. Berapa watt daya yang diinginkan (Po) 2. Berapa ohm impedansi speaker yang akan terhubung pada penguat ini (RL)

3. Berapa besar Vsat, dengan melihat data sheet atau mengukur sendiri 4. Berapa besar Nilai kapasitor C pada power supply yang ingin digunakan 5. Berapa besar nilai arus bias. Langkah-langkah Perhitungan kebutuhan daya 1. Menghitung Tegangan keluaran RMS (Kita sebut Vo_RMS) Setelah kita menemukan daya keluaran yang diinginkan ( disebut Po) dan juga impedansi speaker (disebut RL), kita bisa menghitung daya keluaran RMS dari penguat dengan formula sbb Vo_RMS = akar ( Po x RL)....................................Persamaan 2 2. Menghitung Vpeak Setelah V_RMS didapat kita harus menghitung Vpeak dengan bantuan formula berikut : Vpeak = Vo_RMS x 1.4142...................................Persamaan 3

3. Menghitung Arus Beban IL Untuk menghituang arus beban IL bisa kita gunakan formula pada persamaan 4 berikut ini : IL = akar (Po / RL)..................................................Persamaan 4 Arus IL ini adalah arus yang harus disediakan oleh trafo daya, jika penguat anda bekerja dalam Kelas AB maka nilai IL ini harus ditambah dengan arus bias pada operasi Kelas AB yang bersangkutan.

4. tegangan ripple Vr Vr bisa kita kalkulasi dengan menggunakan persamaan 1 dengan memakai nilai arus beban yang kita dapat dari langkah 3 di atas dan dengan nilai kapasitor C yang sudah kita tentukan sebelumnya

Formulanya adalah sbb : Vr = (0.5 x IL x 0.02) /(C) Dimana IL dalam ampere dan C dalam mikrofarad

5. Menghitung tegangan power supply yang diperlukan Besarnya tegangan power supply yang diperlukan adalah penjumlahan dari Vpeak, Vsat dan Vr ditambah dengan nilai tegangan 1.2V sebagai tegangan drop di penyearah gelombang penuh. Vsupply = Vpeak + Vsat + Vripple + 1.2V......................Persamaan 6

6. Menghitung Tegangan Trafo yang diperlukan Tegangan Trafo yang diperlukan adalah Vsupply dibagi dengan 1.4142, dengan rumus dapat ditulis sbb : Vac1 = Vac2 = Vsupply / 1.4142...................................Persamaan 7

BAB III PERENCANAAN3.1 Transformator/ penurun tegangan Dengan Vout power supply yang 5V maka trafo yang dibutuhkan harus diatas 12V. pada kali ini kami menggunakan Vs trafo sebesar 15V. sehingga dengan mengacu pada persamaan 1 maka perbandingan Np dan Ns adalah:

Sehingga Np : Ns ialah 1 : 44

3.2 Penyearah Penyearah yang kami gunakan adalah penyearah gelombang penuh. Dengan menggunakan 4 dioda sebagai penyearah.

3.3 Filter Untuk membuat keluaran arus seimbang maka dipasang sebuah capasitor. Keluaran yang diinginkan sebesar 2% vrpp. Sehingga didapatkan dari persamaan 2: Vp = Vrms * 1,414 = 12 * 1,414 = 16.968 Vrpp = 2% Vp = 0.02*16.7 = 0.334

C

=Vp = 16.97/ (50*(220*120/220+120)*0,334) = 11 mF

3.4 Regulator Berdasarkan teori penunjang pada bab II, kami menggunakan IC LM7805 untuk mendapatkan keluaran tetap positif 5V,0.5A. 3.5 Gambar Rangkaian

Gambar Rangkaian UPS power supply

3.6 Pembuatan jalur rangkaian

Pada perencanaan jalur rangkaian diatas bisa softwere seperti protel,visio dll. Hal hal yang perlu diperhatikan :

menggunakan bantuan

1. memperhatikan lebar jalur yang dibutuhkan guna meningkatkan efesiensi arus dan tempat. 2. Disisi lain kita harus mempersiapkan komponen yang dibutuhkan sesuai rangkaian yang telah kita rancang. 3. Mengecek keberadaan jalur,sehingga benar-benar sesuai dengan rangkaian diatas.

Berikut gambar layout dan pictorial dari rangkaian gambar 12 diatas.

C1 LED D1 D2 F1 BridgeT1 R1 R2

C2

C3

IC LM7805 D4

BAB IV

METODOLOGI PENYELESAIAN MASALAHSTART

MEMAHAMI TEORI SISTEM

MELAKUKAN PERENCANAAN

MELAKUKAN SIMULASI

IMPLEMENTASI

KEGIATAN PEMBUATAN ALAT

Penjelasan Memahami teori sistem Teori adalah sesuatu yang mendasar yang perlu kita pelajari dalam melakukan suatu kegiatan. Dimana disini jika kita akan membuat power supply, kita harus memahami teori sistem terlebih dahulu. Yang kita mulai dengan blok travo. Kemudian rectifier serta filter dan dilanjutkan dengan regulator. Kemudian yang terakhir transistor. Semuanya itu harus dipahami. Bagaimana fungsi dari setiap blok serta komponen komponen di dalamnya. Terutama parameter yang digunakan untuk mengetahui hasil yang kita inginkan. Melakukan perencanaan Melakukan perencanaan kita lakukan setelah kita memahami teori sistem. Dari teori yang telah ada kita melakukan perencanaan apa. Kita ketahui power supply banyak digunakan sebagai sumber daya. Sehingga kita ingin membuat power supply untuk catu daya modul led dengan karakteristik tegangan 5 V dan arus 500 mA dan tegangan Vrpp sebesar 2%. Serta untuk mendapatkan karakteristik tersebut diperlukan parameter untuk melakukan perhitungan nilai komponen komponen yang diperlukan. Simulasi dari rencana yang sudah diperhitungkan, kita mencoba mensimulasikan dalam sebuah software. Software yang digunakan yaitu live wire. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk meminimalisir rusaknya komponen komponen karena tidak sesuainya nilai dari komponen tersebut. Dan dari live ware kita bisa mengetahui output dari rangkaian sudah sesuai dengan karakteristik yang diinginkan atau tidak. Jika tidak harus mengulas kembali teori sistem yang ada serta merencanakan perhitungan nilai komponen komponennya lagi. Implementasi

Implementasi adalah mengulas kembali apakah perhitungan nilai komponen komponen sesuai dengan teori sistem atau tidak. Karena biasanya simulasi di dalam software tidak sesuai dengan dunia nyata Kegiatan pembuatan alat Kegiatan pembuatan alat adalah kegiatan aplikasi dari software dan benar benar akan dipraktekan untuk sebuah alat agar bisa berfungsi. Dimana jika dalam power supply kita mulai pembuatan PCB serta merangkai komponen. Pembuatan PCB bisa dimulai dengan merancang jalur PCB dalam sebuah software seperti protel. Didalam merancang diperlukan suatu kreativitas agar jalur PCB dan letak komponen komponennya terlihat rapi dan menarik. Setelah jalur PCB didalam software selesai kita bisa mencetak dalam kertas kalkir. Kemudian cetakan di kertas kalkir kita lekatkan dalam PCB dengan mensetrikanya. Didalam mensentrika diperlukan suhu yang sedang agar tidak mempengaruhi hasil jalur di PCB. Kemudian jika pembuatan PCB selesai, kita bisa merangkai komponen komponennya sesuai dengan letak yang telah ditentukan dalam jalur tersebut. Setelah mera.ngkai harus menyatukan kaki kaki komponen dengan jalur PCB dengan cara mensoldernya. Hasil solderan tidar boleh mempengaruhi jalur PCB dan kaki kaki komponen lainnya. Karena semua itu bisa menghambat sistem kerja alat dan dapat mempercepat kerusakan komponen komponennya. Bahkan alat tersebut tidak bisa berfungsi atau mati.

DAFTAR PUSTAKA

http://togaye.itgo.com/elektro.html http://arjun-service.blogspot.com/2011/01/cara-membuat-powersupply-adaptor-untuk.html

http://www.sap.or.id/Menghitung_Konsumsi_Daya_Penguat_Kelas_B_ AB.html

elektronika-elektronika.blogspot.com/.../rangkaian-sederhana-power... Eloktronika teori dan penerapannya/ sutrisno