proposal s2

Click here to load reader

Post on 14-Apr-2017

178 views

Category:

Art & Photos

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DAFTAR ISIHalaman :HALAMAN JUDUL .. iDAFTAR ISI .. 1BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang ...2B. Rumusan Masalah .. 4C. Tujuan Penelitian .... 4D. Manfaat Penelitian . 5BAB II. KAJIAN PUSTAKAA. Penegrtian Belajar .. 6B. Model Multiple Intelligence.8C. Dampak Model Multiple IntelligenceBagi Siswa dan Guru. 14D. Pembelajaran Konvesional 15E. Aktifitas Belajar . 16F. Hasil Belajar ... 18G. Hipotesis Penelitian ... 19BAB III. METODOLOGI PENELITIANA. Jenis, Waktu dan Tempat Penelitian . 22B. Populasi dan Sampel 22C. Desain Penelitian .. 23D. Variabel Penelitian 24E. Instrumen Penelitian . 25F. Validitas Item Soal .. .. 25G. Reliabilitas Tes Secara Keseluruhan . 26

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangModel Multiple Intelligences merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat di terapkan pada proses pembelajaran langsung. Model Multiple Intelligences juga merupakan seperangkat pemikiran mengenai kegitan mengajar yang mengembangkan multi intelligence/kecerdasan majemuk yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah atau untuk menciptakan suatu produk yang baru dan bernilai dalam mencapai suatu solusi untuk permasalahan yang di hadapi. Salah satu kemampuan yang dimaksud adalah motivasi dan kreativitas dalam berpendapat.Model Multiple Intelligences mencakup 8 kecerdasan itu pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spritiual (SQ).Multiple Intelligences yang didasarkan pada pemikiran bahwa kemampuan intelektual yang diukur melalui tes IQ sangatlah terbatas karena tes IQ hanya menekan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Padahal setiap siswa memiliki cara yang unik untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.Menerapkan model multiple intelligences dalam pembelajaran suatu materi tidak perlu melibatkan ketujuh komponen kecerdasan secara bersamaan. Akan tetapi, perlu adanya pemilihan kecerdasan yang sesuai dengan konteks pembelajaran itu sendiri. Selain itu, di dalam menerapkan model multiple intelligences ini, guru harus mengetahui perkembangan siswa dan mengamati keunikan setiap siswa, sehingga pembelajaran bisa sesuai dengan kebutuhan dan kekhususan tiap pribadi siswa.Dari hasil observasi yang telah dilaksanakan di SD Negeri 7 Kendari diperoleh bahwa hasil belajar IPA Terpadu dari tahun ke tahun masih sangat rendah.Hal ini ditandai dengan hasil wawancara pada tanggal 25 Mei 2012 dengan salah satu guru bidang studi Fisika. Di mana diungkapkan ada beberapa penyebab sehingga hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Fisika masih sangat rendah. Hal ini terbukti dari rendahnya rata-rata hasil belajar Fisika yang diperoleh siswa kelas VI yakni dari jumlah keseluruhan siswa kelas VI di SD Negeri 7 Kendari hanya 40% yang memperoleh nilai KKM diatas 70. Ini ditandai dengan nilai ulangan harian yang diperoleh masing-masing siswa disetiap kelasnya. Disamping itu, ada beberapa permasalahan siswa terkait dengan materi dinamika partikel sub.pokok bahasan hukum-hukum newton yang dipelajari siswa diantaranya, kurangnya eksperimen (percobaan) sesuai materi, guru yang mengajar cenderung hanya menjelaskan teori-teori saja, siswa yang tidak memiliki kecerdasan matematika cenderung merasa tidak diperhatikan.Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang ada di SD Negeri 7 Kendari, maka perlu diterapkan sebuahmodel mengajar yang kreatif dan aplikatif berdasarkan tingkat kecerdasan siswa yang berbeda-beda (Multiple Intelligences). Diharapkan dengan model Multiple Intelligences ini, dapat meningkatkan motivasi dan kreatifitas siswa, dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Fisika, serta siswa yang tidak memiliki kecerdasan bahasa dan matematis dapat belajar Fisika dengan intelligensi yang dimilikinya.Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul :Pengaruh Model Multiple Intelligences untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKN Siswa Kelas VI SD Negeri 7 Kendari pada Materi Pokok Peraturan Perundang-undangan.B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan dalam skripsi ini adalah :1. Bagaimana gambaran aktivitas belajar siswa kelas VI pada materi pokok peraturan perundang-undangan yang diajar dengan menggunakan model Multiple Intelligences?2. Apakah ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil pretest siswa kelas eksperimen dengan nilai rata-rata hasil pretest siswa kelas kontrol pada materi pokok peraturan perundang-undangan?3. Apakah ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil post-test siswa kelas eksperimen dengan nilai rata-rata hasil post-test siswa kelas kontrol pada materi peraturan perundang-undangan?4. Apakah nilai rata-rata gain siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan daripada nilai rata-rata gain siswa kelas kontrol pada materi pokok PKN dengan sub.pokok peraturan perundang-undangan ?C. Tujuan Penelitian.Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan yang dicapai pada skripsi ini adalah :1. Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas VIpada materi pokok PKN subpokok bahasan peraturan perundang-undangan yang diajar dengan menggunakan model Multiple Intelligences.2. Untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil pretest siswa kelas eksperimen dengan nilai rata-rata hasil pretest siswa kelas kontrol pada materi pokok PKN subpokok bahasan peraturan perundang-undangan.3. Untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil post-test siswa kelas eksperimen dengan nilai rata-rata hasil post-test siswa kelas kontrol pada materi pokok PKN subpokok bahasan peraturan perundang-undangan..4. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata gain siswa ekperimen dengan nilai rata-rata gain kelas kontrol pada materi pokok PKN subpokok bahasan peraturan perundang-undangan.D. Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:1. Bagi siswa dapat membantu sekaligus mempermudah siswa dalam belajar PKN.2. Bagi guru dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.3. Bagi sekolah dapat memberikan masukan yang baik pada sekolah dalam rangka perbaikan atau peningkatan pembelajaran PKN.4. Sebagai bahan masukan dan pembanding bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian yang relevan dengan penelitian ini.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian BelajarSecara teknis para ahli psikologi dan pendidikan, memberikan batasan belajar atau defenisi belajar yang beraneka ragam, namun semuanya merujuk pada terjadinya proses tingkah laku individu. Tetapi pada prinsipnya keanekaragaman itu tidak terlalu jauh menyimpang dari pengertian belajar yang sesungguhnya.Menurut Nasution dkk (1992:77) bahwa belajar sebagai suatu perubahan yang terus menerus terjadi dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman, dan perilaku itu terjadi dalam perilaku yang memungkinkan.Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia , bahwa belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.Slameto (1987) mengemukakan bahwa belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Senada dengan itu, usman dan setiawati (2001) mengemukakan bahwa belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon.Menurut Watson, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur. Dengan kata lain, walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun hal-hal tersebut sebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan. B. Model Multiple Intelligences 1. Dasar-Dasar Teori Multiple IntelligencesKecerdasan kata Gardner, merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nilai IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi. Gardner mengungkapkan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, dan bukanlah unit kepemilikan tunggal.Kecerdasan merupakan serangkaian kemampuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan.Kecerdasan ada pada setiap manusia tetapi dengan tingkat yang berbeda-beda.Gardner menyebutkan ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu pada umumnya, yaitu :1. Kecerdasan Linguistik2. Kecerdasan Mathematis logis3. Kecerdasan Spasial4. Kecerdasan Kinestetik5. Kecerdasan Musikal6. Kecerdasan Interpersonal7. Kecerdasan Itrapersonal8. Kecerdasan NaturalisTeori multiple intelligences adalah validasi tertinggi gagasan bahwa perbedaan individu adalah penting. Pemakaiannya dalam pendidikan sangat bergantung pada pengenalan,