presentasi pekerjaan beton revisi

Download Presentasi Pekerjaan Beton Revisi

Post on 21-Nov-2014

19.854 views

Category:

Business

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. PRESENTASIPEKERJAAN BETON LINGKUP PEKERJAAN dan PELAKSANAAN Disampaikan Oleh : Ir. M. Afianto

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. PEKERJAAN BETON

  • LINGKUP PEKERJAAN
  • PEKERJAAN BETON TERDIRI DARI :
  • Beton Tak Bertulang
  • Beton Bertulang
  • Beton Pratekan
  • Bagian Beton Dari Struktur Komposit
  • Yang sesuai dengan spesifikasi, garis dan ketinggian kemiringan dan ukuran yang tercantum dalam GAMBAR atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi.

53. Jenis semen yang sesuaiMgO, C3A rendah bebas kapur K2Odan Na2O rendah Tahan cuaca danbahan-bahan kimia Tahan terhadapkerusakan FAS kecil; Perawatan yang sesuai;Beton homogen padat; kekuatantinggi; Aggregate tahan rusak Permukaan tekstur baik Proporsi terkontrol Material terkontrolKontrol kualitas Beton IdealTahanLama Jenis semen yang sesuai FAS kecil ;Perawatan yang baik ;Aggregate tahan alkali;Menggunakan bahan polimer2pada campuran;Udara yang terikat Pengawasan & Perawatan Terkontrol Penanganan Terkontrol Kekuatan Ekonomi Pasata berkualitas baik; FAS kecil; Kandungan semen optimal; Aggregate segar bergradasi dan digetarkan kandunganUdara rendah Banyak Aggregate berukuran Maksimum; bergradasi efisien;minimum;Operasi otomatrisasi optimal; Campuran dan udara terkuat KEBUTUHAN PRINSIPIL BETON YANG BAIK 54. PENYIMPANAN DAN PENGAMANAN BAHAN BETON

  • Perlu diperhatikan dengan seksama, sebab kesalahan yang dilakukan dan cara penempatan dan penyimpanan dapat menyebabkan hasil pekerjaan beton yang kurang baik dan kualitas menurun.
  • Hal-hal yang dihindari :
  • Pengotoran oleh bahan-bahan lain.
  • Bercampur dengan bahan-bahan aggregate dengan kualitas gradasi lain.
  • Terjadi pemisahan butir-butir besar dan kecil

55.

    • Semen (PC) harus terlindungi dari pengaruh air dan kelembaman yang berlebihan agar sifai-sifat hidrasitas semen hanya terjadi seluruhnya pada waktu spesi beton sudah berada dalam acuan, karena itu :
      • Penyiapan semen harus menggunakan gudang yang tahan cuaca, kedap air mempunyai lantai kayu yang dinaiikan di atas tanah/ lantai beton serta ditutup lembaran plastik.
      • Sepanjang waktu tumpukan kantong semen diselubungi lembar plastik.
      • Penumpukan diatur agar dapat menjamin semen yang diterima lebih dahulu selalu digunakan yang pertama kali ( menurut urutan ).
      • Semen yang rusak oleh kelembaban harus dibuang dan dipindahkan ( dijauhkan ) dari tempat pekerjaan .

56.

  • Semen dari berbagai jenis harus disimpan sedemikian rupa agar tidak tercampur untuk mencegah semen dari jenis yang satu tertukar dengan yang lain.
  • Semen yang disimpan lama dan atau mutunya diragukan harus diuji dulu mutunya apakah masih memenuhi syarat untuk digunakan.

57.

  • Pengawasan aggregate harus dilakukan secara ketat oleh teknisi laboraturium untuk beton struktural dengan K lebih besar K-255 sejak dari pengambilan, pendatangan, penimbunan sampai pemakaiannya ( gradasi, kebersihan, kekerasan dan sebagainya )

58. 59.

  • BAJA TULANGAN UNTUK BETON HARUS MEMPERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT:
    • PENGANGKUTAN KETEMPAT KERJA DALAM IKATAN, DIBERI LABEL DENGAN LABEL.. UNTUK MENUNJUKKAN UKURAN BATANG, PANJANG DAN INFORMASI LAIN BERKAITAN DENGAN TENDER PADA DIAGRAM TULANGAN.
    • PENYIAPAN DENGAN TIDAK MENYENTUH TANAH DAN HINDARI PENIMBUNAN DALAM WAKTU YANG LAMA DIUDARA TERBUKA UNTUK MENCEGAH DISTORSI, PENGOTORAN, KOROSI DAN KERUSAKAN.

60. 61. PENAKARAN BAHAN BETON

  • Bahan beton ditakar berdasarkan berat.
  • Aggregat halus diukur secara terpisah berdasarkan berat.
  • Ukuran setiap penakaran tidak akan melebihi kapasitas kecepatanalat pencampur.
  • Sebelum penakaran, aggregate harus dijenuhkan dan dipertahankan dalam kondisi berkala timbunan aggregate dengan air.

62.

  • Pada waktu penakaran, maka penyimpanan aggregate harus telah dilakukan paling tidak 12 jam sebelumnya untuk menjamin drainase yang memadai dari timbunan.
  • Ketelitian penimbangan yang dianjurkan :
  • Semen 1 % Semen1 %
  • Aggregate 2 % Aggreagte 2 %
  • Air 1 % Air 1 %
  • Additive 3 % Additive 5 %

63. CARAPENAKARAN

  • KERETA DORONG DAN TIMBANGANBIASA
  • TIMBANGAN BERAT SECARA NORMAL
  • TIMBANGAN OTOMATIS ( LEBIH CEPAT DAN TELITI )
  • SKALA DAN TIMBANGAN YANG BERBEDA UNTUK SETIAP UKURAN BUTIR.
  • < 500 m3
  • 500 5000 m3
  • 5000 50000 m3
  • > 70000 m3

Peralatan Penimbangan Jumlah Takaran 64. PENCAMPURAN

  • Harus dicampur dengan mesin yang dioperasikan secara mekanis.
  • Ukuran dan jenis harus disetujui Direksi Teknik untuk menjamin suatu distribusi bahan-bahan yang merata di seluruh masa tersebut.
  • Mesin pencampur harus dilengkapi dengan penampung air yang memadai dengan alat ukur untuk menjamin pengendalian jumlah air secara akurat.

65. URUTAN PENCAMPURAN

  • Ide urutan pencampuran didasarkan atas pertimbangan kesulitan di lapangan termasuk waktu yang terbatas.
  • Sandwich dengan pengertian material yang mahal ( semen ) dibungkus dengan aggregate agar terjamin merata.
  • Aggregate kasar dimasukkan duluan, kemudian semen, aggregate halus laluair.

66. 67. 68. 69. WAKTU PENCAMPURAN

  • Waktu pencampuran diukur dari saat air mulai dimasukkan ke dalam
  • bahan-bahan campuran kering.
  • Air dimasukkan sebelum waktu pencampuran berlalu.
  • Mesin kapasitan m3 atau kurang 1,5 menit mesin lebih besar ditingkatkan 15 detik untuk setiap penambahan 0,5 m3.

70. PERSIAPAN PEKERJAAN BETON

  • SEMUA ALAT-ALAT PENGADUK DAN PENGANGKUT HARUS DIBERSIHKAN DARI KOTORAN-KOTORAN.
  • CETAKAN-CETAKAN DAN PASANGAN-PASANGAN DINDING YANG BERLUBANG DENGAN BETON HARUS DIBASAHI DENGAN AIR SAMPAI JENUH.
  • TULANGAN HARUS TERPASANG BAIK SESUAI DENGAN GAMBAR KERJA.

71. PERSIAPAN TEMPAT KERJA

  • BIDANG-BIDANG BETON LAMA YANG AKAN DILEKATKAN DENGAN BETON BARU ATAU BIDANG-BIDANG AKHIR PADA JOIN PELAKSANAAN HARUS :
    • CUKUP DIKASARKAN DULU.
    • DIBERSIHKAN DARI SEGALA KOTORAN DAN BENDA-BENDA LEPAS LALU DIBASAHI AIR.
  • AIR HARUS DIBUANG DARI SEMUA RUANG-RUANG YANG AKAN DIISI BETON KECUALI APABILA MENURUT PERSETUJUAN DIREKSI TEKNIK TIDAK PERLU DILAKUKAN.

72. 73. 74.

  • STRUKTUR-STRUKSTUR YANG HARUS DIGANTI DENGAN PEKERJAAN BETON BARU DIBONGKAR, DISINGKIRKAN KEMUDIAN TEMPAT TERSEBUT DIBERSIHKAN.
  • TEMPAT UNTUK PENGECORAN SEPERTI TELAPAK, PONDASI DAN DAERAH GALIAN HARUS DIJAGA AGAR KERING TIDAK MENGANDUNG LUMPUR, PUING-PUING ATAU BAKAR-BAKAR LAINNYA.
  • SEMUA ACUAN TULANGAN (KURSI) ATAU BENDA LAIN SEPERTI PIPA-PIPA ATAU SALURAN YANG DIMASUKKAN DALAM BETON HARUS DITEMPATKAN TEPAT DIIKAT DENGAN KUAT SERTA DITUNJANG TERHADAP PERGESERAN AKIBAT PENGECORAN.
  • PEMERIKSAAN AKHIR TEMPAT KEJA HARUS DILAKUKAN OLEH PENGAWAS (INSPEKTOR) DENGAN MENGGUNAKAN FORMULIR PEMERIKSAAN.

75. 76. PENCAMPURAN

  • Pencampuran beton pada semua mutu beton kecuali mutu beton B-0 harus dilakukan dengan mesin pengaduk.
  • Ketentuan adukan beton harus diawasi terus menerus oleh pengawas dengan jalan memeriksa :
    • Slump setiap campuran yang baru.
    • Slump dijadikan indikator apakah air pencampur adalah tepat atau perlu dikoreksi sesuai dengan faktor air semen yang diinginkan.

77. Campuran /Adukan Yang Ditolak (Dibuang)

  • TIDAK MEMENUHI SYARAT MESTINYA TERLALU ENCER KARENA KESALAHAN DALAM MEMBERIKAN JUMLAH AIR PENCAMPURAN.
  • CAMPURAN SUDAH MENGERAS.
  • CAMPURAN TERSEBUT DENGAN BAHAN-BAHAN ASING.

78. PENGANGKUTAN

  • BETON DIANGKUT MELALUI BEBERAPA CARA, DENGAN :
          • KERETA DORONG
          • KERETA PENUANG (DUMPERS)
          • CORONG
          • CONVEYOR
          • POMPA
          • CRANE
          • ELEVATOR FORVER