ppt githa 2

Download PPT Githa 2

Post on 14-Nov-2015

216 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ppt 2

TRANSCRIPT

  • * FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM

    SITI DHANIA BUGITA HAERISA(010.06.0009)

  • *BRONKOPNEUMONIA

  • *IDENTIFIKASINama: An. AYUmur: 1,8 tahunJenis kelamin: perempuan Berat badan: 10 kgTinggi badan: -Agama: islamBangsa: WNIAlamat: SekarbelaMRS: 17 januari 2015

    ANAMNESA(Alloanamnesa dengan ibu penderita, januari 2015)Keluhan utama: sesak nafasKeluhan penyerta: demam naik turun, batuk

  • *

  • *

  • Keadaan UmumKesadaran: compos mentisNadi: 118 x/menitPernapasan: 45 x/menitSuhu: 38,3 0CBerat badan: 10 kgTinggi badan: -Lingkar kepala: -Anemis: tidak adaSianosis: tidak adaIkterus: tidak adaTurgor: baikEdema: tidak ada

    *

  • *

  • *

  • *

  • *

    TanggalKeterangan17 januari 2015Perawatan hari 1BB = 10 kgS/ sesak (+) sejak 1 hari yang lalu, batuk (+), pilek (+), BAB (+) dbn, BAK (+) dbn, Demam (+) naik turun, kejang (-), O/ TTV: HR = 118 x/menit RR = 45 x/menit T = 38,30CKepala: NormosepaliMata: CA -/-, SI -/-, sekret (-)Hidung: pernafasan cuping hidung (+)Leher : pembesaran KGB (-)Thorax: simetris +/+, retraksi (+)Pulmo: Ves +/+, Rh +/+, Wh -/-Cor : S1 S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)Abdomen : distensi (-), BU (+) normalEktremitas : Akral hangat (+), edema (-)A/ BronkopneumoniaP/ O2 intranasal 2 liter/menit IVFD D5 NS 10 tetes/menit Sanmol Syr 3 x 1 cth Ampicillin 4 x 500 mg (IV) Gentamicin 2 x 75 mg (IV) Nebu Farbiven ampul + NaCl 2 cc setiap 8 jam Diet Makanan Lunak + PASI Cek lab. DL dan Rontgen Thorax

  • *

    18 januari 2015Perawatan hari 2BB = 10 kgS/ demam (-), makan (-), PASI (+), BAB (+), BAK (+), Sesak (+), Batuk (+) berdahak, Muntah (-), O/ TTV: HR= 120 x/menit RR = 70 x/menit T = 36,50CKepala: NormosepaliMata: CA -/-, SI -/-, sekret (-)Hidung: pernafasan cuping hidung (+)Leher : pembesaran KGB (-)Thorax: simetris +/+, retraksi (+)Pulmo: Ves +/+, Rh +/+, Wh -/-Cor : S1 S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)Abdomen : distensi (-), BU (+) normalEktremitas : Akral hangat (+), edema (-)A/ BronkopneumoniaP/ O2 intranasal 2 liter/menit IVFD D5 NS 10 tetes/menit Ampicillin 4 x 500 mg (IV) Gentamicin 2 x 75 mg (IV) Nebu Farbiven ampul + NaCl 2 cc setiap 8 jam Diet Makanan Lunak + PASI

  • *

    19 januari 2015 Perawatan hari 3BB=10 kgS/ demam (-), batuk (+), pilek (-), BAB (-), BAK (+), sesak (+), makan (+), minum/PASI (+)O/ TTV: HR= 119 x/menit RR = 40 x/menit T = 36,50CKepala: NormosepaliMata: CA -/-, SI -/-, sekret (-)Hidung: pernafasan cuping hidung (-)Leher : pembesaran KGB (-)Thorax: simetris +/+, retraksi (+)Pulmo: Ves +/+, Rh +/+, Wh -/-Cor : S1 S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)Abdomen : distensi (-), BU (+) normalEktremitas : Akral hangat (+), edema (-)A/ BronkopneumoniaP/ O2 intranasal 2 liter/menit IVFD D5 NS 10 tetes/menit Ampicillin 4 x 500 mg (IV) Gentamicin 2 x 75 mg (IV) Nebu Farbiven ampul + NaCl 2 cc /24 jam Diet Makanan Lunak + PASI on demand

  • *

    20 januari 2015Perawatan hari 4BB = 10 kgS/ Demam (-), Sesak (-), batuk (+) sudah jarang, pilek (-), BAB (+), BAK (+), makan (+), minum/PASI (+)O/ TTV: HR= 120 x/menit RR = 30 x/menit T = 36,50CKepala: NormosepaliMata: CA -/-, SI -/-, sekret (-)Hidung: pernafasan cuping hidung (-)Leher : pembesaran KGB (-)Thorax: simetris +/+, retraksi (-)Pulmo: Ves +/+, Rh -/-, Wh -/-Cor : S1 S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)Abdomen : distensi (-), BU (+) normalEktremitas : Akral hangat (+), edema (-)A/ BronkopneumoniaP/ O2 Aff IVFD D5 NS 10 tetes/menit Ampicillin 4 x 500 mg (IV) Gentamicin 2 x 75 mg (IV) Nebu Farbiven Stop Diet Makanan Lunak + PASI on demand

  • Definisi Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang melibatkan bronkusataubronkiolus yang berupa distribusi berbentuk bercak-bercak (patchy distribution)(Bennete, 2013).

    *

  • Insiden penyakit ini pada negara berkembang hampir 30% pada anak-anak di bawah umur 5 tahun dengan resiko kematian yang tinggi, sedangkan di Amerika pneumonia menunjukkan angka 13% dari seluruh penyakit infeksi pada anak di bawah umur 2 tahun(Bradley et.al., 2011). Penyebab pneumonia sulit ditemukan dan memerlukan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya, sedangkan pneumonia dapat menyebabkan kematian bila tidak segera diobati, maka pada pengobatan awal pneumonia diberikan antibiotik secara empiris (IDAI, 2010

    *

  • *(Kanji and Devlin, 2008)

    UsiaEtiologi yang seringEtiologi yang jarangLahir 20 hariBakteriBakteriE ColliBakteri AnaerobStreptococcus grup BStreptococcus grup CListeria monocytogenesHaemophillus influenzaStreptococcus pneumoniaeVirusCMVHMV3 minggu 3 bulanBakteriBakteriClamydia trachomatisBordetella pertusisStreptococcus pneumoniaeHaemophillus influenza tipe BVirusMoraxella catharalisAdenovirusStaphylococcus aureusInfluenzaVirusParainfluenza 1,2,3CMV

  • *(Kanji and Devlin, 2008)

    4 bulan 5 tahunBakteriBakteriClamydia pneumoniaeHaemophillus influenza tipe BMycoplasma pneumoniaMoraxella catharalisStreptococcus pneumoniaStaphylococcus aureusVirusNisseria meningitidesAdenovirusVirusRinovirusVarisela ZosterInfluenzaParainfluenza5 tahun remajaBakteriBakteriClamydia pneumoniaeHaemophillus influenzaMycoplasma pneumoniaLegionella spStreptococcus pneumoniaStaphylococcus aureusVirusAdenovirusEpstein-BarrRinovirusVarisela ZosterInfluenzaParainfluenza

  • Pneumoniakhususnya bronkopneumonia biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas selama beberapa hari. Suhu dapat naik secara mendadak sampai 39-400C dan mungkin disertai kejang karena demam yang tinggi. Anak sangat gelisah, dispnu, pernafasan cepat dan dangkal disertai pernafasan cuping hidung dan sianosis di sekitar hidung dan mulut. Batuk biasanya tidak dijumpai pada awal penyakit, anak akan mendapat batuk setelah beberapa hari, di mana pada awalnya berupa batuk kering kemudian menjadi produktif(Bennete, 2013).

    *

  • *Klasifikasi

  • 1. Sesak napas disertai dengan pernafasan cuping hidung dan tarikan dinding dada.2. Badan Panas3. Ronkhi basahhalus-sedang nyaring (crackles)4. Foto thorax meninjikkan gambaran infiltrat difus5. Leukositosis (pada infeksi virus tidak melebihi 20.000/mm3dengan limfosit predominan, dan bakteri 15.000-40.000/mm3neutrofil yang predominan)

    *

  • Pneumonia ringan- amoxicillin 25 mg/kgBB dibagi dalam 2 dosis sehari selama 3 hari. Diwilayah resistensi penisilin yang tinggi dosis dapat dinaikkan sampai 80-90 mg/kgBB.- kotrimoksazol (trimetoprim 4 mg/kgBB sulfametoksazol 20 mg/kgBB) dibagi dalam 2 dosis sehari selama 5 hariPneumonia berat- kloramfenikol 25 mg/kgBB setiap 8 jam- seftriakson 50 mg/kgBB i.v setiap 12 jam- ampisilin 50 mg/kgBB i.m sehari 4 kali, dan gentamisin 7,5 mg/kgBB sehari sekali- benzilpenisilin 50.000 U/kgBB setiap 6 jam, dan gentamisin 7,5 mg/kgBB sehari sekali- pemberian antibiotik diberikan selama 10 hari pada pneumonia tanpa komplikasi, sampai saat ini tidak ada studi kontrol mengenai lama terapi antibiotik optimal.

    *

  • Neonatus dan bayi muda (< 2 bulan) :- ampicillin + amioglikosid- amoksisillin + asam klavulanat- amoksisillin + aminoglikosid- sefalosporin generasi ke-3Bayi dan anak usia prasekolah (2 bulan-5 tahun)- beta laktam amoksisillin- amoksisillin-amoksisillin klavulanat- golongan sefalosporin- kotrimoksazol- makrolid (eritromisin)Anak usia sekolah (> 5 tahun)- amoksisillin/makrolid (eritromisin, klaritromisin, azitromisin)- tetrasiklin (pada anak usia > 8 tahun

    *

  • pemberian oksigen lembab 2-4 liter/menit sampai sesak nafas hilag atau PaO2 pada analisis gas darah 60 torrpemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit.asidosis diatasi dengan pemberian bikarbonat intravena dengan dosis awal 0,5 x 0,3 x defisit basa x BB (kg). Selanjutnya periksa ulang analisis gas darah setiap 4-6 jam. Bila analisis gas darah tidak bisa dilakukan maka dosis awal bikarbonat 0,5 x 2-3 mEq x BB (kg).obat penurun panas dan pereda batuk sebaiknya tidak diberikan pada 72 jam pertama karena akan menghamburkan interpretasi reaksi antibiotik awal. Obat penurun panas diberikan hanya pada penderita dengan suhu tinggi, takikardi, atau penderita kelainan jantung.Bila penyakit bertambah berat atau tidak menunjukkan perbaikan yang nyata dalam 24-72 jam ganti dengan antibiotik lain yang lebih tepat sesuai dengan kuman penyebab yang diduga (sebelumnya perlu diyakinkan dulu ada tidaknya penyulit seperti empysema, abses paru yang menyebabkan antibiotik tidak efektif) (IDAI, 2005).

    *

  • Otitis media akut (OMA): terjadi bila tidak diobati, maka sputum yang berlebihan akan masuk ke dalam tuba eustachius, sehingga menghalangi masuknya udara ke telinga tengah dan mengakibatkan hampa udara, kemudian gendang telinga akan tertarik ke dalam dan timbul efusi.Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paruEfusi pleuraEmfisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleuraMeningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otakAbses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.

    *

  • Dengan pemberian antibiotik yang tepat dan adekuat, mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari 1%. Anak dalam keadaan malnutrisi energi protein dan yang datang terlambat menunjukkan mortalitas yang lebih tinggi (Behrman, 2000).

    *

  • Seorang anak perempuan berusia 1,8 tahun berat 10 kg datang dengan keluhan sesak nafas. Dari anamnesa didapatkan adanya riwayat batuk dan pilek disertai demam yang tidak terlalu tinggi dan tidak disertai kejang sejak 5 hari seb