perubahan paradigma pembangunan - fisip.umsu.ac. fileperubahan paradigma pembangunan : peningkatan...

Click here to load reader

Post on 31-Mar-2019

221 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERUBAHAN PARADIGMA PEMBANGUNAN :PENINGKATAN INDEKS KEBAHAGIAN GNH

GROSS NATIONAL HAPINESS

MENANGGULANGI VICIOUS CIRCLE OF CIPID (CORRUPTION INEQUALITY, POVERTY, INJUSTICE AND DISTRUST OF CRISIS)

BERBASIS SDM UNGGUL & TRUST BASEDLESSONS LEARNED : SCANDINAVIAN WELFARE STATE MODEL, DENMARK

PROF. DR. BOMER PASARIBU, SH, SE, MS(GURU BESAR IPB, /MANTAN DUTA BESAR LBBP

KERAJAAN DENMARK DAN REPUBLIK LITHUANIAMANTAN MENTERI TENAGA KERJA

KULIAH UMUM DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA (UMSU)MEDAN, KAMIS 23 NOVEMBER 2017

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

DAFTAR ISI

1. BAB I : LESSONS LEARNED : SCANDINAVIAN WELFARE STATE MODEL DENMARKA. WELFARE STATE MODEL

B. SUSTAINABLE GREEN GROWTH

C. OFFICIAL STATE VISIT OF HM. QUEEN MARGARETHE II & HRH. THE PRINCE CONSORT TO INDONESIA

2. BAB II : ULTIMATE GOAL THE 1945 STATE CONSTITUTION

3. BAB III : INDONESIA: AMONG THE EMERGING MARKET ECONOMIES

4. BAB IV : LONGTERM PROJECTION OF ECONOMY 2020, 2030, 2050

5. BAB V : SUSTAINABLE DEVELOPMENT (SD): EXISTING PROGRAMS: NAWACITA

6. BAB VI : GLOBALISASI DAN NEGARA KESEJAHTERAAN BARU BERBASIS SDM UNGGUL & TRUST-BASEDA. HUKUM BESI PEMBANGUNAN : MANUSIA UNTUK PEMBANGUNAN CUM PEMBANGUNAN UNTUK MANUSIA

GNP GNH; ECONOMIC ISLAMIC CITY INDEX (EII), SOCIAL PROGRESS INDEX (SPI); HUMAN DEV INDEX (HDI)

B. MASALAH POKOK MENUJU NEGARA KESEJAHTERAAN BARU

7. BAB VII : TANTANGAN KARDINAL: KETIMPANGAN & DISTRUST-CRISIS IMPLIKASI TERHADAP GNH

8. BAB VIII : MENUJU NEGARA KESEJAHTERAAN BARU RI 2045

9. BAB IX : KESIMPULAN DAN REKOMENDASIA. KESIMPULAN

B. MAIN KEYS: PUBLIC POLICY & MANAGEMENT

C. REKOMENDASI

2PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected]

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 3

KASTRUP AIRPORT, COPENHAGEN, DENMARK

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

I. LESSONS LEARNED : SCANDINAVIAN WELFARE STATE MODEL DENMARK

PERUBAHAN PARADIGMA PEMBANGUNAN :PENINGKATAN INDEKS KEBAHAGIAN GNH

GROSS NATIONAL HAPINESS BERBASIS SDM UNGGUL & TRUST BASED

MENANGGULANGI VICIOUS CIRCLE OF CIPID (CORRUPTION INEQUALITY, POVERTY, INJUSTICE AND DISTRUST OF CRISIS)

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 4

BERBASIS SDM UNGGUL & TRUST-BASED

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

A. WELFARE STATE MODEL(1)

1. Denmark sebagai sebuah model negara Welfare Statemerupakannegara yang mempunyai pemerataan pendapatan tertinggi di dunia.Denmark dengan ekonomi kapitalis campuran pasar dan negarakesejahteraan yang kuat dan berbasis Knowledge Economy selalutergolong dalam negara terbersih dari korupsi (Global CorruptionReport, 2010-2015).

2. Sejak 2001, Denmark memiliki sebuah Grand Design semacam modelperencanaan pembangunan jangka panjang (RPJP 20 tahun) yaitu:

DENMARK 2020: KNOWLEDGE > GROWTH > PROSPERITY > WELFARE

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 5

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

WELFARE STATE MODEL(2)

Dengan 10 sasaran untuk dicapai 2020:1. Denmark is to be among the worlds wealthiest countries;

2. The Danish supply of labour is to be among the 10 highest in the world;

3. Danish school children are to be among the cleverest in the world;

4. At least one Danish University is to be in Europes top 10;

5. Denmark is to be among the 10 countries in the world where people live the longest;

6. Denmark is to be a green, sustainable society and among the worlds three most energy efficient countries;

7. Denmark is to be among the best at creating equal opportunities;

8. Denmark is to be among the freest countries and among the best in Europe at achieving integration;

9. Danes are to be among the worlds most trusting and safe people;

10.The public sector is to be among the most efficient and least bureaucratic in the world.

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 6

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

WELFARE STATE MODEL(3)

3. Ditopang efektif oleh semacam model Sinergy Danish Incorporated(IstilahBP): Sinergi Triple Helix, Public Private Partnership, Knowledge Economy,Innovation Driven, Gerakan Koperatif UKM termasuk petani.

4. Model kesejahteraan Denmark disertai dengan sistem perpajakan yang baikberbasis luas (PPN 25%, tidak termasuk cukai, bea dan pajak) dan dengan modelpendapatan pajak progresif.

5. Tarif pajak minimum untuk orang dewasa adalah skala 42% sampai lebih dari60%. Pajak lainnya termasuk pajak pendaftaran pada kendaraan pribadi, padatingkat 180%, di atas PPN.

6. Tax to GDP Ratio Denmark = 48,1% (2012), tertinggi di dunia. PerbandinganBelgium 45,4%; France 45%; Sweden 44,2%; Finland 44,1%; Italy 44,0%; Austria43,1%; Norway 42,2% (EU rata-rata 39,4%).

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 7

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

WELFARE STATE MODEL(4)

7. Denmark memiliki pasar tenaga kerja yang digolongkan sebagaimodel flexicurity, yang merupakan kombinasi adanya flexibility dansecurity. Artinya sangat mudah untuk merekrut dan jugamemberhentikan (flexibility) tetapi dengan kompensasipengangguran sangat tinggi (security).

8. Denmark memiliki tingkat ketimpangan terendah di duniaketidaksetaraan pendapatan menurut PBB, dan upah minimumtertinggi di dunia menurut IMF. Pada Juni 2010 tingkatpengangguran berada pada 6,6%, yang berada di bawah rata-rataUni Eropa sebesar 9,6%.

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 8

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

B. SUSTAINABLE GREEN GROWTH (1)

1. Denmark merupakan salah satu Leading countries dalam isulingkungan hidup, khususnya dalam pengembangan strategipembangungan berkelanjutan sustainable green growth, bersifatholistic yang dijabarkan dalam semua sektor kehidupan secaramelembaga dan membudaya.

2. Kebijakan lingkungan hidup Denmark tidak terlepas dari kebijakanekonomi dan pembangunannya. Upaya perwujudan visi untukmenjadikan Denmark sebuah masyarakat yang berkelanjutan danjuga efisien dalam penggunaan energy tidak hanya diupayakan olehpemerintah, melainkan juga sektor swasta dan masyarakat Denmarksecara keselurahan.

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 9

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

SUSTAINABLE GREEN GROWTH (2)

3. Pemerintah Denmark telah mencanangkan target bebas bahan bakarfosil pada tahun 2050. Pasca krisis energy tahun 1970-an, Denmarkmulai mengembangkan energi terbarukan. Padahal Denmark sudah20 tahun self-sufficient minyak dan gas dan kini hanya Denmark satu-satunya negara EU yang tetap bertahan self-sufficient minyak dan gas;

4. Kelangkaan energy pada awalnya turut mendorong kebijakanlingkungan hidup Denmark. Hingga saat ini kontribusi energyterbarukan telah mencapai sekitar 30% dari konsumsi energyDenmark. Hal ini didukung pula oleh kapasitas sektor bisnis diDenmark, yang telah mengembangkan industri berorientasisustainable green growth, antara lain infrastruktur pendukungenergi terbarukan/green technology.

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 10

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

SUSTAINABLE GREEN GROWTH (3)

5. Dengan keberhasilannya mengembangkan strategi sustainable green growth,Denmark berkenginan untuk terus menjadi leading country dalam bidangtersebut dan menjadi contoh bagi negara-negara lain. Dalam kaitan itu, setiaptahunnya Denmark menyelenggarakan Global Green Growth Forum (3GF) danmengundang pejabat pemerintah dan sektor swasta dari berbagai negara.

6. Forum ini bermaksud untuk membahas inisiatif dan langkah-langkah konkretbagi perumusan strategi sustainable green growth dalam skala global.

7. Denmark bersama Korea Selatan memelopori pembentukan Global GreenGrowth Institute(3GI) dengan mengajak berbagai negara termasuk Indonesiauntuk ikut serta memelopori dan mendorong sustainable green growth semuanegara, kawasan & global.

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 11

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

C. OFFICIAL STATE VISIT OFHM. QUEEN MARGARETHE II & HRH. THE PRINCE CONSORT

TO INDONESIA

1. The Official State Visit of HM. Queen Margarethe II and HRH The PrinceConsort with more than 100 delegates consist of government (G), majoritybusiness (B) and universities (U) to Indonesia on 21 27 October 2015 wasa success after 65 years of our bilateral relations of friendship and strongcooperation.

2. The relevant parties have made tremendous efforts and contribution torealized important agreements and commitments in various fields of theTriple Helix model of collaboration which is between Government toGovernment (G to G), Business to Business (B to B) and University toUniversity (U to U).

PROF. DR. BOMER PASARIBU SH, SE, MS - [email protected] 12

PROF. DR. (IPB) H. BOMER PASARIBU, SH., SE., MS./2016; [email protected]

OFFICIAL STATE VISIT (1)

3. There were six agreements which include:1) Joint declaration on Cooperation Towards An Innovative Partnership For The 21st Century.

2) MoU on Cooperation in the