persentasi kwn

Download Persentasi KWN

Post on 30-Jun-2015

162 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. Ketua: Dennisa Dianita (C1G013050) Sekertaris: Dwi Avelina Pahlawati (C1G013060) Anggota: 1. Abdus Sihab Fatoni (C1G013004) 2. Ahmad Syarip (C1G013009) 3. Anisa Fitri (C1G013018) 4. Ayu Fitriani Sumarti Anggraeni (C1G013029) 5. Baiq Dini Mulia Safitri (C1G013034) 6. Dading Andi Kalbuadi (C1G013046) 7. Destrya Yahya Danunegara (C1G013051) 8. Dika Hartina (C1G013057) 9. Dita Ulfa Latifah (C1G013059) v

2. Terlahirnya Pancasila sebagaimana tercatat dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, merupakan sublimasi dan kristalisasi dari pandangan hidup (way of life) dan nilai-nilai budaya luhur bangsa yang mempersatukan keanekaragaman bangsa kita menjadi bangsa yang satu, Indonesia. Berbeda dengan Jerman, Inggris, Perancis, serta negara-negara Eropa Barat lainnya, yang menjadi suatu negara bangsa (nation state) karena kesamaan bahasa. Atau negara-negara lainnya, yang menjadi satu bangsa karena kesamaan wilayah daratan. Latar belakang historis dan kondisi sosiologis, antropologis dan geografis Indonesia yang unik dan spesifik seperti, bahasa, etnik, atau suku bangsa, ras dan kepulauan menjadi komponen pembentuk bangsa yang paling fundamental dan sangat berpengaruh terhadap realitas kebangsaan Indonesia saat ini. Dengan demikian, Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Indonesia harus diketahui dan dipahami oleh seluruh bangsa Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga, dan menjalankan nilai-nilai serta norma- norma positif yang terkandung dalam sila-sila pancasila hingga menjadi bangsa yang kuat dalam menghadapi kisruh dalam berbagai aspek sosial, ekonomi, politik baik nasional maupun internasional seperti yang sedang kita alami belakangan ini. 3. Seorang ahli pikir disebut filosof (yang dipopulerkan oleh Herakleitos). Secara etimologis filsafat atau dalam bahasa Inggrisnya philosophi adalah berasal dari bahasa Yunani philosophia yang berakar pada kata philos (cinta) dan sophia (kearifan). Jadi, filsafat berarti cinta kearifan. Filsafat dapat juga diartikan sebagai upaya manusia untuk mencari kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep kebijakan hidup manusia yang bermanfaat bagi peradapan manusia. 4. Pancasila adalah dasar Filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945. Secara etimologis kata pancasila berasal dari bahasa sansakarta yaitu panca (lima) dan syila (dasar atau sendi). Istilah pancasila pertama kali digunakan sebagai nama dari 5 unsur dasar negara oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Secara singkat filsafat pancasila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok- pokok pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh. 5. Menurut Prof. Mr. Drs. Notonagoro dalam pidato Dies Natalis Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 10 November 1955: Susunan pancasila itu adalah suatu kebulatan yang bersifat hierrarchies dan piramidal yang mengakibatkan adanya hubungan organis diantara 5 sila negara kita. Pernyataan dan pendapatnya tersebut kemudian diterima dan dilakukan oleh MPRS dalam Ketetapan No.XX/MPRS/1960. Bentuk filsafat pancasila sendiri digolongkan menjadi dua yaitu bersifat religius dan memiliki arti praktis. 6. E.C. Ewing dalam bukunya Fundamental Question of Philosophy (1962) menyatakan bahwa pertanyaan- pertanyaan pokok filsafat (secara tersirat menujukan objek filsafat) ialah Truth (kebenaran), Matter (materi), Mind (pikiran), The Relation of Matter and Mind (hubungan antara materi dan pikiran), Space and Time (ruang dan waktu), Cause (sebab- sebab), Freedom (kebebasan), Monism Versus Pluralism (serba tunggal lawan serba banyak), God (tuhan). 7. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat ditinjau dari aspek ontologis, epistemologis, dan oksiologis, berikut ini adalah penjelasannya: a. Aspek Ontologis Ontologi ialah penyelidikan hakikat ada (esensi) dan keberadaan (eksistensi) segala sesuatu, seperti alam semesta, fisik, psikis, spiritual, metafisik, termasuk kehidupan sesudah mati, dan Tuhan. b. Aspek Epistemologis Epistemologi menyelidiki sumber, proses, syarat-syarat batas, validitas dan hakikat ilmu. c. Aspek Aksiologis Aksiologi menyelidiki pengertian, jenis, tingkatan, sumber dan hakikat nilai secara kesemestaan. 8. Sebagaimana yang ditunjukan dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1979, maka pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara Indonesia. Pandangan hidup suatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya menjadi negara yang sejahtera (Wellfare State). Menurut Dewan Perancang Nasional, yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah: Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainya. 9. Bukti yang menyatakan falsafah pancasila digunakan sebagai dasar falsafah negara Indonesia dapat kita temukan dalam dokumen-dokumen historis dan perundang-undangan negara Indonesia, antara lain: a. Naskah pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945 b. Naskah politik bersejarah (Piagam Jakarta) tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang kemudian dijadikan naskah rancangan pembukaan UUD 1945 c. Naskah pembukaan UUD Proklamasi 1945, alinea IV d. Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 27 Desember 1945, alinea IV e. Mukadimah UUD sementara Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1950 f. Pembukaan UUD 1945, alinea IV setelah Dekrit Presiden RI tanggal 5 Juli 1959 10. 1.Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam- dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. 2.Fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia yaitu: a. Filasafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia b. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia c. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia 3.Falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, hal tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia 11. Warganegara Indonesia merupakan sekumpulan orang yang hidup dan tinggal di negara Indonesia. Oleh karena itu sebaiknya warga negara Indonesia harus lebih meyakini atau mempercayai, menghormati, menghargai menjaga, memahami dan melaksanakan segala hal yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya dalam pemahaman bahwa falsafah Pancasila adalah sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Sehingga kekacauan yang sekarang terjadi ini dapat diatasi dan lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia ini.