perkembangan prakelahiran, kelahiran, dan pasca .web viewperkembangan prakelahiran, kelahiran, dan

Download PERKEMBANGAN PRAKELAHIRAN, KELAHIRAN, DAN PASCA .Web viewPERKEMBANGAN PRAKELAHIRAN, KELAHIRAN, DAN

Post on 23-Mar-2019

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERKEMBANGAN PRAKELAHIRAN, KELAHIRAN, DAN PASCA KELAHIRAN

BAB II

PERKEMBANGAN PRAKELAHIRAN, KELAHIRAN, DAN PASCA KELAHIRAN

Periode prakelahiran adalah periode yang pertama dilalui oleh setiap individu dan yang paling singkat dari periode sebelumnya. Periode ini mulai pada saat pembuahan dan berakhir pada saat kelahiran yang berlangsung antara 270 sampai 280 hari atau 9 bulan. Pembuahan terjadi ketika satu sel sperma tunggal dari laki- laki bergabung dengan satu ovum (sel telur) di dalam saluran indung telur ke dalam kandungan perempuan dalam proses yang disebut pembuahan (fertilization). Sel telur yang dibuahi disebut zigot (zygote). Pada saat zigot mengakhiri perjalanannya yang 3 hingga 4 hari melalui saluran indung telur ke dalam kandungan dan mencapai kandungan, sel telur pecah menjadi sekitar 12 hingga 16 sel.

2.1 Perkembangan Prakelahiran

a.Perode Germinal

Periode awal atau germinal (germinal period) ialah periode perkembangan prakelahiran yang berlangsung pada 2 minggu pertama setelah pembuahan. Ini meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan. Sekitar seminggu setelah pembuahan, zigot terdiri dari 100 hingga 150 sel. Pemisahan sel telah dimulai ketika lapisan dalam dan lapisan luar organisme terbentuk. Blastocyst ialah lapisan dalam sel yang berkembang selama periode germinal. Sel- sel ini kemudian berkembang menjadi embrio. Trophoblast ialah lapisan luar sel yang berkembang selama periode germinal. Sel- sel ini kemudian menyediakan gizi dan dukungan bagi embrio. Implantation, yakni melekatnya zigot ke dinding kandungan, berlangsung kira- kira 10 hari setelah pembuahan.

b. Periode Embrionis

Periode embrionis (embryonic period) ialah periode perkembangan prakelahiran yang terjadi dari 2 hingga 8 minggu setelah pembuahan. Selama periode embrionis, angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel terbentuk, dan organ- organ mulai tampak. Ketika zigot mendekati didnding peranakan, sel- selnya membentuk tiga lapisan. Endoderm embrio ialah lapisan dalam sel, yang akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernafasan. Lapisan luar sel pecah menjadi dua bagian. Ectoderm ialah lapisan paling luar, yang akan menjadi sistem syaraf, penerima sensor (telinga, hidung, mata, dll). Mesoderm ialah lapisan tengah, yang akan menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan kotoran badan, dan sistem reproduksi. Setiap bagian tubuh pada akhirnya berkembang dari ketiga lapisan ini. Endoderm utamanya menghasilkan bagian dalam tubuh, mesoderm utamanya menghasilkan bagian- bagian yang mengelilingi wilayah dalam tubuh, dan ectoderm utamanya menghasilkan bagian- bagian permukaan.

Ketika ketiga lapisan embrio terbentuk, sistem dukungan kehidupan bagi embrio matang dan berkembang dengan cepat. Sistem dukungan kehidupan ini meliputi ari-ari, tali pusar, dan amnion. Ari- ari (placenta) ialah suatu sistem dukungan kehidupan yang terdiri dari sekelompok jaringan/ lapisan yang berbentuk disk atau piring yang di dalamnya pembuluh darah dari ibu dan anak mengait tetapi tidak menyatu. Tali pusar (umbilical cord) ialah suatu sistem dukungan kehidupan, yang mengandung dua pembuluh nadi dan satu pembuluh vena, yang menghubungkan bayi dengan ari- ari. Molekul yang sangat kecil- udara, air, garam, makanan, dari darah ibu, dan karbon dioksida serta kotoran pencernaan dari darah embrio- berpindah dari ibu kepada bayi dan dari bayi kepada ibu.

Molekul- molekul besar tidak dapat berpindah melalui dinding ari- ari ini meliputi sel darah merah dan zat- zat berbahaya seperti bakteri, kotoran ibu, dan hormon. Amnion, yakni suatu keranjang atau amplop yang berisi cairan bening yang di dalamnya embrio yang sedang berkembang mengapung. Seperti ari- ari dan tali pusar, amnion berkembang dari telur yang dibuahi, bukan dari tubuh ibu sendiri. Pada kira- kira usia 16 minggu, ginjal janin mulai mereproduksi air kencing. Air kencing janin ini merupakan simber utama cairan amniotis hingga trismester ketiga, ketika beberapa cairan dikeluarkan dari paru- paru oleh janin yang sedang bertumbuh. Walaupun isi cairan amniotis meningkat 10 kali lipat dari usia ke-12 hingga ke- 40 minggu kehamilan, cairan amniotis ini juga dipindahkan dalam berbagai cara. Sebagian ditelan oleh janin, dan sebagian lagi diserap melalui tali pusar dan selaput yang menutup ari- ari. Cairan amniotis penting dalam menyediakan suatu lingkungan dan suhu kelembabannya terkendali, serta untuk melindungi bayi dari guncangan.

Pada minggu ketiga, saluran syaraf yang pada akhirnya menjadi susunan tulang belakang terbentuk. Pada usia kira- kira 21 hari, mata mulai kelihatan, dan pada usia 24 hari sel untuk jantung mulai berpisah. Selama minggu keempat, penampakan pertama sistem saluran kencing alat kemaluan (urogenital) kelihatan, dan kuncup lengan serta kaki muncul. Empat kamar/ bilik jantung berbentuk, dan pembuluh darah naik ke permukaan. Dari minggu kelima hingga kedelapan, lengan dan kaki selanjutnya berpisah; pada saat ini, wajah mulai berbentuk tetapi masih belum begitu dapat dikenal. Bidang usus berkembang dan struktur wajah mulai tersusun. Pada usia 8 minggu, organisme yang sedang berkembang itu beratnya kira- kira sepertigapuluh ons dan panjangnya baru 1 inci. Organogenesis adalah proses pembentukan organ yang berlangsung selam dua bulan pertama perkembangan prakelahiran.

c. Periode Fetal

Periode fetal (fetal period) ialah periode perkembangan prakelahiran yang mulai 2 bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung selama 7 bulan. Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin kira- kira 3 inci dan beratnya kira- kira 1 ons. Janin semakin aktif, menggerakkan tangan dan kakinya, membuka dan menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya. Wajah, dahi, kelopak mata, hidung, dan dagu dapat dibedakan, demikian pula dengan lengan atas, lengan bagian bawah, tangan, dan tungkai serta alat kemaluan dapat diidentifikasi sebagai laki- laki atau perempuan. Pada akhir bulan keempat janin telah bertumbuh hingga 5 inci panjangnya dan beratnya sekitar 4 ons. Pada saat ini, suatu percepatan pertumbuhan terjadi pada tubuh bagian bawah. Refleks prakelahiran semakin kuat; gerakan- gerakan lengan dan kaki dapat dirasakan untuk pertama kali oleh ibunya.

Pada akhir bulan kelima, panjang janin kira- kira 10 hingga 12 inci dan beratnya hingga 1 pon. Struktur kulit sudah terbentuk kuku jari kaki dan kuku jari tangan, misalnya. Janin semakin aktif, yang memperlihatkan keinginan akan suatu posisi tertentu di dalam kandungan. Pada akhir bulan keenam, panjang janin kira- kira 14 inci dan beratnya naik setengah hingga satu pon lagi. Mata dan kelopak mata benar- benar terbentuk, dan suatu lapisan rambut halus menutup kepala. Refleks menggenggam muncul, dan pernafasan yang belum beraturan terjadi. Pada akhir bulan ketujuh, panjang janin 14 hingga 17 inci dan naik beberapa pon lagi hingga beratnya sekarang 2 hingga 3 pon. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, janin bertumbuh lebih panjang dan naik lebih berat lagi kira- kira 4 pon. Ketika lahir, rata- rata bayi Amerika beratnya 7 hingga 7 pon dan tingginya sekitar 20 inci. Pada dua bulan terakhir, lapisan atau jaringan lemak berkembang dan fungsi berbagai sistem organ jantung dan ginjal, misalnya berjalan.

2.1.1 Keguguran dan Aborsi

Keguguran atau aborsi spontan, terjadi ketika kehamilan terakhir sebelum organisme yang sedang berkembang itu cukup matang untuk bertahan hidup di luar kandungan. Embrio berpisah dari dinding peranakan dan dipaksa keluar oleh peranakan. Sekitar 15 hingga 20 persen dari semua kehamilan berakhir dengan suatu aborsi spontan, kebanyakan pada dua hingga tiga bulan pertama. Banyak aborsi spontan terjadi tanpa sepengetahuan ibu, dan kebanyakan adalah embrio atau janin yang tidak berkembang secara normal. Keabnormalan sistem reproduksi dan infeksi yang disebabkan oleh virus bakteri cenderung menyebabkan aborsi spontan. Dalam beberapa kasus, trauma berat juga menjadi penyebabnya.

Mengakhiri kehamilan secara sengaja adalah suatu permasalahan yang kompleks, secara medis, secara psikologis, secara sosial, dan secara hukum (Schaff, 1992). Pada tahun 1989, satu panel tinjauan penelitian yang ditunjuk oleh Asosiasi Psikologi Amerika (American Psychological Association) menguji lebih dari 100 investigasi tentang dampak psikologis aborsi. Kesimpulannya adalah kehamilan yang tidak diinginkan sangat menegangkan bagi kebanyakan perempuan. Akan tetapi, adalah lazim bagi perempuan untuk melaporkan perasaan tenang dan perasaan bersalah setelah aborsi. Perasaan ini biasanya sedang dan cenderung berkurang terus secara cepat tanpa mempengaruhi atau merugikan kemampuan perempuan untuk menjalani hidupnya.

Aborsi lebih menegangkan bagi perempuan yang memiliki masa lalu sosial yang buruk dan yang tidak diberi dukungan oleh keluarga atau teman- teman. Berdasarkan laporan Asosiasi Psikologi Amerika, hanya sebagian kecil persentase perempuan yang masuk ke dalam kategori yang beresiko tinggi ini. Kalau suatu aborsi dilakukan, sebaiknya melibatkan tidak hanya perawatan kesehatan yang baik tetapi perawatan bagi kebutuhan psikologis perempuan juga.

2.1.2 Faktor- Faktor yang Membahayakan Perkembangan Prakelahiran

Walaupun janin hidup dalam lingkungan yang nyaman dan terlindung, berbagai faktor dapat mengancam perkembangan maupun kelangsungan hidupnya. Beribu- ribu bayi dilahirkan dengan cacat tubuh atau keterbelakangan mental sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi dalam tubuh seorang ibu yang sedang hamil.

Ilmu yang mempelajari cacat bawaan (cacat kongenital) disebut teratology dan agen penyebab kecatatan itu disebut teratogen (dari perkataan Yunani tera yang berarti monster). Sangat banyak teratogen yang ada, dan setiap bayi terancam oleh sekurang- kurangnya beberapa teratogen, sehingga sulitlah untuk menetapkan tera