perencanaan dan sampling audit

Download Perencanaan dan  Sampling Audit

Post on 01-Jan-2016

133 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Perencanaan dan Sampling Audit. Sesuai Standar Auditing Berbasis ISA. Agenda. Sesi 1 Perencanaan : penetapan strategi audit menyeluruh Sesi 2 Perencanaan : pengembangan rencana audit Sesi 3 Sampling audit: pengujian pengendalian Sesi 4 Sampling audit: pengujian rinci. - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Perencanaan dan Sampling Audit

Perencanaan dan Sampling AuditSesuai Standar Auditing Berbasis ISA11AgendaSesi 1Perencanaan: penetapan strategi audit menyeluruhSesi 2Perencanaan: pengembangan rencana auditSesi 3Sampling audit: pengujian pengendalianSesi 4Sampling audit: pengujian rinci2Acuan dan singkatanStandar Audit (Exposure Draft)SA 210, Persetujuan atas Syarat-syarat Perikatan Audit (SA 210)SA 220, Pengendalian Mutu untuk Audit atas Laporan Keuangan (SA 220)SA 230, Dokumentasi Audit (SA 230)SA 240, Tanggung Jawab Auditor Terkait Dengan Kecurangan Dalam Suatu Audit AtasLaporan Keuangan (SA 240)SA 250, Pertimbangan Atas Peraturan Perundang-Undangan Dalam Audit Laporan Keuangan (SA 250)SA 260, Komunikasi Dengan Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola (SA 260)SA 265, Pengomunikasian Defisiensi Dalam Pengendalian Internal Kepada Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola Dan Manajemen (SA 265)SA 300, Perencanaan Suatu Audit Atas Laporan Keuangan (SA 300)SA 315, Pengindentifikasian Dan Penilaian Risiko Salah Saji Material Melalui Pemahaman Atas Entitas Dan Lingkungannya (SA 315)SA 320, Materialitas Dalam Perencanaan Dan Pelaksanaan Audit (SA 320)SA 330, Respons Auditor Terhadap Risiko Yang Telah Dinilai (SA 330)SA 402, Pertimbangan Audit Terkait Dengan Entitas Yang Menggunakan Suatu OrganisasiJasa (SA 402)SA 450, Pengevaluasian Atas Salah Saji Yang Diidentifikasi Selama Audit (SA 450)3Acuan dan singkatanSA 500, Bukti Audit. (SA 500)SA 501, Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik Atas Unsur Pilihan. (SA 501)SA 505, Konfirmasi Eksternal. (SA 505)SA 510, Perikatan Audit Tahun Pertama - Saldo Awal. (SA 510)SA 520, Prosedur Analitis. (SA 520)SA 530, Sampling Audit. (SA 530)SA 540, Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar, Dan Pengungkapan Yang Bersangkutan. (SA 540)SA 550, Pihak Berelasi. (SA 550)SA 560, Peristiwa Kemudian. (SA 560)SA 570, Kelangsungan Usaha. (SA 570)SA 580, Representasi Tertulis. (SA 580)PanduanGuide to Using ISAs in the Audits of SME, 3rd ed. Volume 1 (Guide, Vol 1)Guide to Using ISAs in the Audits of SME, 3rd ed. Volume 2 (Guide, Vol 2)Buku teksCollings, Steve, Intepretation and Application of International Standards on Auditing, John Wiley & Son, 2011 (Collings)4Perencanaan: penetapan strategi audit menyeluruhAktivitas awal perikatan Surat Perikatan Audit5Aktivitas-aktivitas dalam perencanaan6Aktivitas awal perikatanPenerimaan dan keberlanjutan hubungan7Penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klienKAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur untuk penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien dan perikatan tertentu yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai bahwa KAP hanya akan menerima atau melanjutkan hubungan dan perikatan ketika KAP:Memiliki kompetensi dan kemampuan (termasuk waktu dan sumber daya) untuk melaksanakan perikatan;Dapat mematuhi ketentuan etika profesi yang relevan; dan Telah mempertimbangkan integritas klien, dan tidak memiliki informasi yang akan menuntun KAP untuk menyimpulkan bahwa klien tidak memiliki integritas.SPM 1 par 268Penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klienAuditor harus melaksanakan prosedur tentang keberlanjutan hubungan dengan klien dan perikatan audit tertentu. Informasi yang membantu rekan dalam memutuskan:Integritas pemiliki utama, manajemen inti dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola;Kompetensi tim perikatan dan kapabilitas yang diperlukan (termasuk waktu dan sumber daya);Kemampuan KAP dan tim perikatan untuk mematuhi ketentuan etika yang relevan; dan Hal signifikan yang timbul selama periode kini dan periode lalu, dan implikasinya terhadap kelangsungan perikatan.Mengevaluasi kepatuhan terhadap ketentuan etika, termasuk independensi.Menetapkan suatu pemahaman atas persyaratan perikatan .SA 300 par 69Prakondisi suatu auditAuditor harus (SA210 par 6) : Menentukan apakah kerangka pelaporan keuangan yang akan diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan dapat diterima, danMemperoleh persetujuan dari manajemen bahwa manajemen mengakui dan memahami tanggung jawabnya:Untuk menyusun laporan keuangan sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, termasuk jika relevan, penyajian wajar laporan tersebut;Untuk menetapkan pengendalian internal tertentu yang menurut manajemen diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik karena kecurangan maupun kesalahan; danMemberikan auditor:Akses ke semua informasi yang dianggap relevanInformasi tambahan yang diminta oleh auditorAkses tidak terbatas ke personel dalam entitas yang dipandang perlu10Apakah terdapat pembatasan lingkup?Jika manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola menetapkan suatu pembatasan terhadap ruang lingkup pekerjaan auditor yang harus dicantumkan dalam surat perikatan audit dan pembatasan tersebut akan menyebabkan auditor tidak dapat memberikan opini atas laporan keuangan,Auditor tidak boleh menerima perikatan tersebut sebagai perikatan audit, kecuali jika diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. (SA 210 par 7)11Kesepakatan perikatan dan surat perikatanAuditor harus menyepakati ketentuan perikatan audit dengan manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, jika relevan. (SA 210 par 9)Ketentuan yang disepakati harus dicatat dalam surat perikatan audit atau bentuk kesepakatan tertulis lain yang tepat dan harus mencakup: (SA 210 par 10)Tujuan dan ruang lingkup audit atas laporan keuanganTanggung jawab auditorTanggung jawab manajemenIdentifikasi kerangka pelaporan keuangan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan; danPengacuan ke bentuk dan isi laporan yang akan dikeluarkan oleh auditor dan suatu pernyataan bahwa dalam keadaan tertentu terdapat kemungkinan laporan yang dikeluarkan berbeda bentuk dan isinya dengan yang diharapkan.12Overviu Perencanaan13Overviu perencanaan Perencanaan suatu audit melibatkan penetapan strategi audit secara keseluruhan untuk perikatan tersebut dan pengembangan rencana audit. (SA 300 par 2).Strategi audit secara keseluruhan akan menetapkan ruang lingkup, waktu, dan arah audit, serta memberikan panduan bagi pengembangan rencana audit. (SA 300 par 7)Rencana audit harus mencakup hal-hal sebagai berikut (SA 300 par 9):Sifat, waktu, dan luas prosedur penilaian risiko yang direncanakan, seperti yang ditentukan dalam SA 315. Sifat, waktu, dan luas prosedur audit lanjutan pada tingkat asersi yang direncanakan, seperti ditentukan dalam SA 330.

14Overviu perencanaanMaterialitasDiskusi tim perikatanIdentifikasi dan nilai risiko bawaan, termasuk risiko signifikanIdentifikasi dan nilai risiko pengendalianLaporan keuanganAsersiRisiko* yang dinilai pada tingkat:Respons auditor:Respons menyeluruhProsedur audit lanjutanUpdate?Strategi audit keseluruhanRencana audit rinciProsedur penilaian risiko* yakni, risiko kesalahan penyajian material15Perencanaan: penetapan strategi audit menyeluruh16Tingkatan materialitasMaterialitasDiskusi tim perikatanStrategi audit keseluruhanMaterialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhanMaterialitas untuk golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu, jika diperlukanMaterialitas pelaksanaan, jika diperlukanMaterialitas pelaksanaan untuk menilai risiko dan perencanaan prosedur audit lanjutan17Materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhanMaterialitasDiskusi tim perikatanStrategi audit keseluruhanBisa disebut juga sebagai materialitas keseluruhan (overall materiality)Pada saat menetapkan strategi audit secara keseluruhan, auditor harus menentukan materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan. (SA 320, par 10)Materialitas akan digunakan antara lain untuk: (Guide, Vol 2, hal.62)Menentukan bidang-bidang laporan keuangan yang perlu diaudit.Menetapkan konteks untuk strategi audit menyeluruh.Merencanakan sifat, waktu dan luas dari prosedur audit spesifik.Menentukan materialitas untuk golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu, apabila satu atau lebih golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu yang mengandung kesalahan penyajian yang jumlahnya lebih rendah daripada materialitas laporan keuangan secara keseluruhan diperkirakan secara masuk akal akan mempengaruhi keputusan ekonomi yang dibuat oleh para pemakai berdasarkan laporan keuangan tersebut

18Materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhanMaterialitasDiskusi tim perikatanStrategi audit keseluruhanPenentuan materialitas oleh auditor membutuhkan pertimbangan profesional, dan dipengaruhi oleh persepsi auditor tentang kebutuhan informasi keuangan oleh para pemakai laporan keuangan. (SA 320, par 4)Faktor kualitatif juga harus dipertimbangkan saat menetapkan materialitas, seperti sifat dari unsur dan dampak dari unsur yang terlibat. (Collings, hal.122)Sebagai langkah awal dalam menentukan materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan, persentase tertentu sering kali diterapkan pada suatu tolok ukur yang telah dipilih.Materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan = (Tolok Ukur) X (% Tertentu)19Materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhanMaterialitasDiskusi tim perikatanStrategi audit keseluruhanFaktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses identifikasi suatu tolok ukur yang tepat mencakup (SA 530, par A3):Unsur-unsur laporan keuangan (sebagai contoh, aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban);Apakah terdapat unsur-unsur yang menjadi perhatian khusus para pemakai laporan keuangan suatu entitas tertentu (sebagai contoh, untuk tujuan pengevaluasian kinerja keuangan, pemakai laporan keuangan cenderung akan fokus pada laba, pendapatan maupun aset bersih);Sifat entitas, posisi entitas dalam siklus hidupnya, dan industri serta lingkungan ekonomi yang di dalamnya entitas tersebut beroperasi;Struktur kepemilikan dan pendanaan entitas (sebagai contoh, jika pendanaan sebuah entitas hanya dari hutang dan bukan dari ekuitas, maka pemakai laporan keuangan akan lebih menekankan pada aset dan klaim atas aset ter