perbaikan sistem pelumasan.doc

Download Perbaikan Sistem Pelumasan.doc

Post on 12-Dec-2015

51 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

_

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR.........DAFTAR ISI ..

PENDAHULUAN ......

A. Petunjuk Penggunaan Modul ...

B. Deskripsi Isi Modul ....

C. Prasyarat ..

D. Tujuan Umum Pembelajaran .

KEGIATAN BELAJAR I : MINYAK PELUMAS DAN BAHAN TAMBAH (ADDITIVE) ..A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN ....

B. MATERI PEMBELAJARAN ..

1. Tujuan dan Fungsi Pelumasan

2. Fungsi Minyak Pelumas

3. Kekentalan Minyak Pelumas .

4. Bahan Tambah (Additivies)

5. Klasifikasi Minyak Pelumas

C LATIHAN .

D RANGKUMAN

E TEST 1

F UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT .

G KUNCI JAWABAN LATIHAN ..

KEGIATAN BELAJAR 2 : SISTEM PELUMASAN PADA MESIN (TEORI) .A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN ...

B. MATERI PELAJARAN ..

1. Jenis-jenis pelumasan ..

2. Pompa Minyak Pelumas

3. Katup Pembatas Tekanan Minyak Pelumas ..

4. Saringan Minyak Pelumas dan Sistem Penyaringan

5. Penunjuk Tekanan .

6. Pentilasi Ruang Engkol .

C LATIHAN .

D RANGKUMAN.

E TEST 2

F UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT .

G KUNCI JAWABAN LATIHAN ..

KEGIATAN BELAJAR 3. PERBAIKAN SISTEM PELUMASAN (PRAKTEK)

A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN . .

B. MATERI PEMBELAJARAN .....

1. Alat bahan yang diperlukan ..

2. Keselamatan kerja ..

3. Langkah Kerja .

4. Lembar penilaian Praktik ..

C.LATIHAN ..

D.UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ...

PERISTILAHAN/GLOSSARY ..

KUNCI JAWABAN TES

DAFTAR PUSTAKA

i

ii

1

1

2

4

4

5

5

6

6

7

8

9

11

15

16

17

18

19

20

20

21

21

24

29

30

34

35

37

38

39

41

42

43

43

44

44

44

44

48

51

52

53

54

56

PENDAHULUAN

A. PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJAR

Bahan ajar Perbaikan Sistem Pelumasan dirancang untuk pelaksanaan pembelajaran mandiri tanpa kehadirdan guru atau pembelajaran klasikal. Apabila digunakan pada pembelajaran mandiri, ikutilah petunjuk berikut, agar memudahkan dalam mempelajarinya.

1. Pahami tujuan umum pembelajaran (TUP) dari bahan ajar dan tujuan khusus pembelajaran (TKP) kegiatan belajar, agar dapat mengukur ketercapaian pembelajarannya.

2. Pelajari materi kegiatan belajar dengan seksama sesuai dengan selera situasi dan pembelajarannya

3. Jika dirasa telah paham dengan materi yang dipelajari, kerjakanlah latihan yang ada pada kegiatan belajar.

4. Cocokkan hasil pekerjaan pelatihan dengan kunci jawaban latihan yang tersedia di belakang soal latihan

5. Jika ada yang belu sesuai antara hasil pekerjaan dan latihan dengan kunci jawaban, pelajari kembali materi dari soal latihan yang belum terjawab dengan benar tadi, kemudian coba lagi mengerjakan soal latihannya hingga jawabannya benar

6. Setelah semua soal latihan terjawab dengan benar, kerjakanlah soal tesnya.

7. Cocokkan hasil pengerjaan soal tes dengan kunci jawaban yang tersedia pada bagian akhir dari bahan ajar ini.

8. Jika ada yang belum sesuai antara hasil pengerjaan soal tes dengan kunci jawaban, ulangi kembali mengerjakan soal tersebut sampai jawaban benar.

9. Selama mempelajari isi bahan ini, diperkenankan menggunakan referensi lain atau minta keterangan dari teman sejawat atau guru pembimbing.

10. Setelah menyelesaikan semua aktivitas pembelajaran dan di rasa telah menguasai materi sesuai dengan tujuan pembelajaran, disarankan menemui guru pembimbing untuk tindak lanjutnya.

B.DESKRIPSI

Bahan ajar Perbaikan Sistem Pelumasan ini dirancang dengan susunan sebagai berikut :

1.Peta Kedudukan Bahan Ajar dalam Profil Kompetensi

Peta bahan ajar dimaksudkan untuk memberikan gambaran pada pemakai tentang kedudukan/keberadaan bahan ajar dalam keseluruhan profil kompetensi yang harus dicapai dalam menempuh pendidikan SMK pada setiap tingkat. Melalui peta ini dapat diketahui berapa banyak bahan ajar yang harus dipelajari dan dapat pula digunakan untuk menentukan urutan pembelajaran pada setiap kompetensi.

2.Pendahuluan

Pada pendahuluan disajikan tentang:

a. Petunjuk penggunaan bahan ajar yang berisi urutan atau langkah-langkah yang dianjurkan pada pemakai dalam mempelajari bahan ajar

b. Deskripsi isi bahan akar yang berisi penjelasan dari pokok-pokok isi yang terdapat dalam bahan ajar

c. Prasarat yang berisi penjelasan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemakai sebelum mempelajari bahan ajar

d. Tujuan umum pembelajaran berisi batasan sasaran akhir yang diharapkan dicapai setelah mempelajari semua materi bahan ajar

3.Kegiatan Belajar

Kegiatan belajar dibedakan menjadi dua, yakni kegiatan belajar teori dan kegiatan belajar praktik. Pada kegiatan belajar teori berisi.

a. Tujuan khusus pembelajaran, berupa batasan-batasan spesifik (tahapan) yang harus dicapai dalam pembelajaran yang semuanya bermuara pada pencapaian tujuan umum pembelajaran.

b. Materi pembelajaran, berupa uraian rinci tentang kedalaman materi (pengetahuan) yang harus dipelajari guna mencapai tujuan

c. Latihan, berupa soal atau tugas yang harus dikerjakan untuk menguatkan penguasaan materi sekaligus mengukur tingkatan pemahaman.

d. Rangkuman, berupa kunci-kunci pokok materi yang telah dipelajari guna memudahkan pemakai mengingat materi yang dipelajari

e. Tes, berupa soal atau tugas ang harus dikerjakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam mempelajari bahan ajar. Jika diperlukan soal tes dan kunci jawabannya dipegang oleh guru pembimbing.

f. Umpan balik dan tindak lanjut, berisi informasi criteria penilaian soal/tugas dan tindak lanjut kegiatan yang disarankan pada siswa (pemakai bahan ajar).

g. Kunci jawaban latihan, berupa jawaban soal/tugas latihan yang dapat langsung digunakan oleh pemakai bahan ajar dalam menilai hasil pekerjaan latihannya.

Pada kegiatan belajar praktik berisi :

a. Tujuan khusus pembelajaran, berupa batasan-batasan spesifik (tahapan) yang harus dicapai dalam pembelajaran yang semuanya bermuara pada pencapaian tujuan umum pembelajaran

b. Materi pembelajaran, berisi daftar nama dan jumlah alat bahan yang diperlukan pada pelaksanaan praktik, keselamatan kerja yang harus ditaati peserta, gambar kerja yang akan dibuat, langkah kerja yang harus diikuti peserta, serta instrumen/lembar penilaian proses dan produk yang digunakan untuk menilai praktik.

c. Latihan, berupa soal atau tugas yang harus dikerjakan untuk menguatkan penguasaan materi sekaligus mengukur tingkat pemahaman.

d. Umpan balik dan tindak lanjut, berisi informasi criteria penilaian soal/tugas dan tindak lanjut kegiatan yang disarankan pada siswa (pemakai bahan ajar).

4.Peristilahan/glosari

Berisi informasi tentang istilah (kata atau kalimat) dan artinya yang disajikan dalam bentuk daftar.

5.Kunci jawaban tes

Berisi jawaban soal/tugas latihan yang dapat langsung digunakan oleh pemakai bahan ajar dalam menilai penguasaan materi hasil pembelajaran.

6.Daftar Pustaka

Berisi daftar buku yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan bahan ajar yang juga dapat digunakan sebagai referensi oleh pemakai pada saat mempelajari materi bahan ajar.

C.PRASYARAT

Bahan ajar ini untuk mencapai kompetensi Memperbaiki kerusakan motor otomotif, oleh karenanya, sebelum mempelajari bahan ajar ni, siswa harus memiliki kemampuan atau telah dinyatakan berhasil oleh guru pembimbing dalam penguasaan materi bahan ajarPrinsip Kerja Motor Bakar dan Identifikasi Komponen Utama Mesin.

D.TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN (TUP)

Setelah mempelajari bahan ajar ini, siswa dapat memahami dan memperbaiki sistem pelumasan pada mesin.

KEGIATAN BELAJAR 1

MINYAK PELUMAS DAN BAHAN TAMBAH (ADDITIVES)

ATUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN

Diberikan modul dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar siswa dapat :

1. Menjelaskan fungsi minyak pelumas pada mesin

2. Menjelaskan fungsi bahan tambah pada minyak pelumas

3. Menjelaskan jenis-jenis minyak pelumas

B.MATERI PEMBELAJARAN

1.Tujuan dan Fungsi Pelumasan

Pelumasan yang baik sangat penting artinya bagi suatu peralatan yang mempunyai operasi mekanik, karena pelumasan akan menentukan apakah suatu peralatan tersebut dapat bekerja atau tidak. Apabila peralatan atau mesin tidak dilumasi dengan benar dan memadai, akan menyebabkan mesin tersebut cepat rusak.

Betapa pentingya pelumas menjadi jelas bila kita lihat sepotong logam di bawah mikrosof. Dengan mata telanjang permukaan logam tersebut kelihatan halus, tapi setelah dilihat dengan mirkrosof akan kelihatan tidak rata.

Pada saat dua permukaan yang saling bergesekan, seperti pada ring piston yang bergesekan dengan dinding silinder, lekukan-lekukan pada permukaan logam akan saling mengadakan perlawanan. Perlawanan ini merupakan gesekan dan mempunyai akibat yang merusak.

Karena adanya energi yang diperlukan untuk mengatasi gesekan maka kemudian energi ini dirubah menjadi panas. Gesekan menyebabkan suhu tinggi, bahkan dapat melelehkan lekukan-lekukan yang ada, sehingga menjadi satu.

Kecepatan gerak juga dapat menyobek/memotong bagian yang bergelombang sehingga membuat permukaan yang ada menjadi lebih kasar. Bagian yang bergelombang dapat terpotong dan partikel yang kecil yang timbul bekerja bagaikan abrasive.

Komponen-komponen yang bergerak di dalam mesin selalu mengalami