perbaikan sistem pelumasan.doc

Click here to load reader

Post on 12-Dec-2015

65 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

_

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR.........DAFTAR ISI ..

PENDAHULUAN ......

A. Petunjuk Penggunaan Modul ...

B. Deskripsi Isi Modul ....

C. Prasyarat ..

D. Tujuan Umum Pembelajaran .

KEGIATAN BELAJAR I : MINYAK PELUMAS DAN BAHAN TAMBAH (ADDITIVE) ..A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN ....

B. MATERI PEMBELAJARAN ..

1. Tujuan dan Fungsi Pelumasan

2. Fungsi Minyak Pelumas

3. Kekentalan Minyak Pelumas .

4. Bahan Tambah (Additivies)

5. Klasifikasi Minyak Pelumas

C LATIHAN .

D RANGKUMAN

E TEST 1

F UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT .

G KUNCI JAWABAN LATIHAN ..

KEGIATAN BELAJAR 2 : SISTEM PELUMASAN PADA MESIN (TEORI) .A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN ...

B. MATERI PELAJARAN ..

1. Jenis-jenis pelumasan ..

2. Pompa Minyak Pelumas

3. Katup Pembatas Tekanan Minyak Pelumas ..

4. Saringan Minyak Pelumas dan Sistem Penyaringan

5. Penunjuk Tekanan .

6. Pentilasi Ruang Engkol .

C LATIHAN .

D RANGKUMAN.

E TEST 2

F UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT .

G KUNCI JAWABAN LATIHAN ..

KEGIATAN BELAJAR 3. PERBAIKAN SISTEM PELUMASAN (PRAKTEK)

A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN . .

B. MATERI PEMBELAJARAN .....

1. Alat bahan yang diperlukan ..

2. Keselamatan kerja ..

3. Langkah Kerja .

4. Lembar penilaian Praktik ..

C.LATIHAN ..

D.UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ...

PERISTILAHAN/GLOSSARY ..

KUNCI JAWABAN TES

DAFTAR PUSTAKA

i

ii

1

1

2

4

4

5

5

6

6

7

8

9

11

15

16

17

18

19

20

20

21

21

24

29

30

34

35

37

38

39

41

42

43

43

44

44

44

44

48

51

52

53

54

56

PENDAHULUAN

A. PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJAR

Bahan ajar Perbaikan Sistem Pelumasan dirancang untuk pelaksanaan pembelajaran mandiri tanpa kehadirdan guru atau pembelajaran klasikal. Apabila digunakan pada pembelajaran mandiri, ikutilah petunjuk berikut, agar memudahkan dalam mempelajarinya.

1. Pahami tujuan umum pembelajaran (TUP) dari bahan ajar dan tujuan khusus pembelajaran (TKP) kegiatan belajar, agar dapat mengukur ketercapaian pembelajarannya.

2. Pelajari materi kegiatan belajar dengan seksama sesuai dengan selera situasi dan pembelajarannya

3. Jika dirasa telah paham dengan materi yang dipelajari, kerjakanlah latihan yang ada pada kegiatan belajar.

4. Cocokkan hasil pekerjaan pelatihan dengan kunci jawaban latihan yang tersedia di belakang soal latihan

5. Jika ada yang belu sesuai antara hasil pekerjaan dan latihan dengan kunci jawaban, pelajari kembali materi dari soal latihan yang belum terjawab dengan benar tadi, kemudian coba lagi mengerjakan soal latihannya hingga jawabannya benar

6. Setelah semua soal latihan terjawab dengan benar, kerjakanlah soal tesnya.

7. Cocokkan hasil pengerjaan soal tes dengan kunci jawaban yang tersedia pada bagian akhir dari bahan ajar ini.

8. Jika ada yang belum sesuai antara hasil pengerjaan soal tes dengan kunci jawaban, ulangi kembali mengerjakan soal tersebut sampai jawaban benar.

9. Selama mempelajari isi bahan ini, diperkenankan menggunakan referensi lain atau minta keterangan dari teman sejawat atau guru pembimbing.

10. Setelah menyelesaikan semua aktivitas pembelajaran dan di rasa telah menguasai materi sesuai dengan tujuan pembelajaran, disarankan menemui guru pembimbing untuk tindak lanjutnya.

B.DESKRIPSI

Bahan ajar Perbaikan Sistem Pelumasan ini dirancang dengan susunan sebagai berikut :

1.Peta Kedudukan Bahan Ajar dalam Profil Kompetensi

Peta bahan ajar dimaksudkan untuk memberikan gambaran pada pemakai tentang kedudukan/keberadaan bahan ajar dalam keseluruhan profil kompetensi yang harus dicapai dalam menempuh pendidikan SMK pada setiap tingkat. Melalui peta ini dapat diketahui berapa banyak bahan ajar yang harus dipelajari dan dapat pula digunakan untuk menentukan urutan pembelajaran pada setiap kompetensi.

2.Pendahuluan

Pada pendahuluan disajikan tentang:

a. Petunjuk penggunaan bahan ajar yang berisi urutan atau langkah-langkah yang dianjurkan pada pemakai dalam mempelajari bahan ajar

b. Deskripsi isi bahan akar yang berisi penjelasan dari pokok-pokok isi yang terdapat dalam bahan ajar

c. Prasarat yang berisi penjelasan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemakai sebelum mempelajari bahan ajar

d. Tujuan umum pembelajaran berisi batasan sasaran akhir yang diharapkan dicapai setelah mempelajari semua materi bahan ajar

3.Kegiatan Belajar

Kegiatan belajar dibedakan menjadi dua, yakni kegiatan belajar teori dan kegiatan belajar praktik. Pada kegiatan belajar teori berisi.

a. Tujuan khusus pembelajaran, berupa batasan-batasan spesifik (tahapan) yang harus dicapai dalam pembelajaran yang semuanya bermuara pada pencapaian tujuan umum pembelajaran.

b. Materi pembelajaran, berupa uraian rinci tentang kedalaman materi (pengetahuan) yang harus dipelajari guna mencapai tujuan

c. Latihan, berupa soal atau tugas yang harus dikerjakan untuk menguatkan penguasaan materi sekaligus mengukur tingkatan pemahaman.

d. Rangkuman, berupa kunci-kunci pokok materi yang telah dipelajari guna memudahkan pemakai mengingat materi yang dipelajari

e. Tes, berupa soal atau tugas ang harus dikerjakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam mempelajari bahan ajar. Jika diperlukan soal tes dan kunci jawabannya dipegang oleh guru pembimbing.

f. Umpan balik dan tindak lanjut, berisi informasi criteria penilaian soal/tugas dan tindak lanjut kegiatan yang disarankan pada siswa (pemakai bahan ajar).

g. Kunci jawaban latihan, berupa jawaban soal/tugas latihan yang dapat langsung digunakan oleh pemakai bahan ajar dalam menilai hasil pekerjaan latihannya.

Pada kegiatan belajar praktik berisi :

a. Tujuan khusus pembelajaran, berupa batasan-batasan spesifik (tahapan) yang harus dicapai dalam pembelajaran yang semuanya bermuara pada pencapaian tujuan umum pembelajaran

b. Materi pembelajaran, berisi daftar nama dan jumlah alat bahan yang diperlukan pada pelaksanaan praktik, keselamatan kerja yang harus ditaati peserta, gambar kerja yang akan dibuat, langkah kerja yang harus diikuti peserta, serta instrumen/lembar penilaian proses dan produk yang digunakan untuk menilai praktik.

c. Latihan, berupa soal atau tugas yang harus dikerjakan untuk menguatkan penguasaan materi sekaligus mengukur tingkat pemahaman.

d. Umpan balik dan tindak lanjut, berisi informasi criteria penilaian soal/tugas dan tindak lanjut kegiatan yang disarankan pada siswa (pemakai bahan ajar).

4.Peristilahan/glosari

Berisi informasi tentang istilah (kata atau kalimat) dan artinya yang disajikan dalam bentuk daftar.

5.Kunci jawaban tes

Berisi jawaban soal/tugas latihan yang dapat langsung digunakan oleh pemakai bahan ajar dalam menilai penguasaan materi hasil pembelajaran.

6.Daftar Pustaka

Berisi daftar buku yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan bahan ajar yang juga dapat digunakan sebagai referensi oleh pemakai pada saat mempelajari materi bahan ajar.

C.PRASYARAT

Bahan ajar ini untuk mencapai kompetensi Memperbaiki kerusakan motor otomotif, oleh karenanya, sebelum mempelajari bahan ajar ni, siswa harus memiliki kemampuan atau telah dinyatakan berhasil oleh guru pembimbing dalam penguasaan materi bahan ajarPrinsip Kerja Motor Bakar dan Identifikasi Komponen Utama Mesin.

D.TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN (TUP)

Setelah mempelajari bahan ajar ini, siswa dapat memahami dan memperbaiki sistem pelumasan pada mesin.

KEGIATAN BELAJAR 1

MINYAK PELUMAS DAN BAHAN TAMBAH (ADDITIVES)

ATUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN

Diberikan modul dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar siswa dapat :

1. Menjelaskan fungsi minyak pelumas pada mesin

2. Menjelaskan fungsi bahan tambah pada minyak pelumas

3. Menjelaskan jenis-jenis minyak pelumas

B.MATERI PEMBELAJARAN

1.Tujuan dan Fungsi Pelumasan

Pelumasan yang baik sangat penting artinya bagi suatu peralatan yang mempunyai operasi mekanik, karena pelumasan akan menentukan apakah suatu peralatan tersebut dapat bekerja atau tidak. Apabila peralatan atau mesin tidak dilumasi dengan benar dan memadai, akan menyebabkan mesin tersebut cepat rusak.

Betapa pentingya pelumas menjadi jelas bila kita lihat sepotong logam di bawah mikrosof. Dengan mata telanjang permukaan logam tersebut kelihatan halus, tapi setelah dilihat dengan mirkrosof akan kelihatan tidak rata.

Pada saat dua permukaan yang saling bergesekan, seperti pada ring piston yang bergesekan dengan dinding silinder, lekukan-lekukan pada permukaan logam akan saling mengadakan perlawanan. Perlawanan ini merupakan gesekan dan mempunyai akibat yang merusak.

Karena adanya energi yang diperlukan untuk mengatasi gesekan maka kemudian energi ini dirubah menjadi panas. Gesekan menyebabkan suhu tinggi, bahkan dapat melelehkan lekukan-lekukan yang ada, sehingga menjadi satu.

Kecepatan gerak juga dapat menyobek/memotong bagian yang bergelombang sehingga membuat permukaan yang ada menjadi lebih kasar. Bagian yang bergelombang dapat terpotong dan partikel yang kecil yang timbul bekerja bagaikan abrasive.

Komponen-komponen yang bergerak di dalam mesin selalu mengalami gesekan, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan minyak pelumas. Apabila sistem pelumasan pada motor tidak normal dapat mengakibatkan :

a) Bagian yang bergesekan akan cepat aus

b) Timbul panas yang berlebihan

c) Tenaga mesin berkurang

d) Umur pemakaian mesin berkurang

Penyebab keausan, panas yang berlebihan dan hilangnya sebagian tenaga mesin, diakibatkan karena terjadi gesekan langsung antara permukaan bantalan dan poros.

Gesekan diartikan sebagai hambatan terhadap gerakan dua buah benda yang saling bersentuhan.

Gambar 1 Poros dan bantalan rusak karena tidak ada minyak pelumas

2.Fungsi Minyak Pelumas

Gesekan dan keausan dapat dikurangi dengan memisahkan atau membatasi kedua permukaan yang bergesekan dengan pelumas. . Oli akan membentuk lapisan tipis yang memisahkan kedua permukaan yang keras satu dengan lainnya, sehingga permukaan tersebut mengapung di atas oli. Selain tersebut di atas minyak pelumas berfungsi :

Gambar 2. Bantalan dan Poros

a) Sebagai pelumas

Oli mesin melumasi permukaan logam yang bersinggungan dalam mesin dengan cara membentuk lapisan film oli. Lapisan oli (oil film) tersebut berfungsi mencegah kontak langsung antara permukaan yang bergesekan dan membatasi keausan.

b) Mendinginkan komponen-komponen mesin yang panas. Panas ini bukan hanya karena gesekan tapi juga karena panas yang ditimbulkan adanya pembakaran.

Seperti pada torak, panas yang terjadi harus diturunkan, sebab kalau tidak logam akan memuai yang berlebihan dan torak akan macet terhadap dinding silinder .

c) Oli berfungsi untuk merapatkan, khususnya antara torak dan dinding silinder dan mencegah gas hasil pembakaran masuk ke ruang engkol.

d) Oli digunakan untuk menjebak kotoran dan sisa pembakaran yang disebabkan oleh terbakarnya campuran bahan bakar dan udara dalam silinder.

e) Sebagai peredam suara yang di timbulkan oleh mesin

3.Kekentalan Minyak Pelumas (Viskositas)

Viskositas minyak yaitu ukuran kemampuan terhadap laju aliran minyak.

Society of Automotive Enginer (SAE) telah membuat pembatasan kebutuhan minyak suhu rendah dan suhu tinggi. Suhu rendah ditandai dengan huruf W, misalnya SAE 10W, SAE 20W, sedangkan minyak pelumas untuk kebutuhan panas tinggi tidak mempunyai tanda, misalnya SAE 40, SAE 90 dan SAE 120.

Kekentalan minyak pelumas ditentukan dengan mengukur sample minyak, yang dipanaskan sampai suhu tertentu, kemudian dialirkan melalui lubang yang presisi.

Lamanya waktu yang diperlukan untuk meneteskan minyak pelumas dari tabung ke gelas ukur menentukan nilai kekentalan minyak pelumas. Semakin cepat minyak mengalir, nilai kekentalannya rendah, makin kental makin lama mengalirnya.

Adapun contoh urutan kekentalan minyak pelumas menurut SAE sebagai berikut : SAE 10W, SAE 20W, SAE 40, SAE 90, SAE 120, SAE 140 dst.

Alat untuk menguji kekentalan minyak pelumas disebut viscometer.

Minyak pelumas yang dapat memenuhi kebutuhan lapisan minyak, saat mesin mulai dihidupkan, dan dapat memenuhi kebutuhan lapisan minyak, saat mesin sudah panas, disebut minyak pelumas serba guna (Multi Grade Oil).

Misalnya : SAE 5W-20, SAE 5W-30, SAE 10W-30, SAE 10W-30, SAE 10W-40, SAE 10W-20W-40, SAE 20W-50 dst.

Gambar 3. Prinsip Viskometer

Penggantian minyak pelumas tergantung kualitas minyak pelumas dan beban mesin, tetapi meskipun demikian banyak pabrik menyarankan agar minyak pelumas diganti setelah 2000 sampai 2500 km.

4.Bahan Tambah (Addivities)

Minyak mentah diproses dalam suatu pengolahan minyak pelumas, dan produk yang lain. Bahan tambah dicampurkan dalam minyak pelumas untuk mendapatkan kemampuan tambahan yang dikehendaki dalam mesin dan sistem hidraulik

a) Additive Anti Korosi

Membantu mencegah kerusakan alloy-bearing dari larutan asam yang korosif, sebagai akibat pembakaran. Menghalangi permukaan logam yang lain dari serangan korosi,

Mengandung pencegah oksidasi.

b) Additive pencegah oksidasi

Membantu mencegah minyak pelumas teroksidasi pada suhu tinggi. Mencegah pembentukan asam, varnish dan kotoran. Mencegah alloy-bearing dari korosi. Mencegah molekul minyak bersenyawa dengan oksigen.

c) Additive anti karat

Mengecah pengakaran pada besi/baja selama penyimpanan dan menetralkan asam sehingga tidak merusak. Melekat erat pada permukaan logam dan membentuk lapisan pelindung, yang menyebabkan air tidak dapat menempel dan mencegah karat.

d) Penambahan Angkat Kekentalan

Membantu oli memberkan perlingkungan pelumasan yang tinggi pada suhu rendah maupun tinggi. Minyak pelumas dapat yang mengandung additive menambah tingkat kekentalannya bila dibandingkan dengan minyak pelumas tingkat tunggal (single grade oils)

Minyak yang encer dapat membentuk star lebih mudah pada suhu rendah, tetapi menjadi terlalu encer pada suhu tinggi. Minyak Kental memberi perlindungan yang baik pada suhu tinggi tapi pelumasan menjadi tidak baik/cocok pada suhu rendah.

Bahan tambah viscosity index improver memberikan sifat yang menguntungkan pada minyak encer maupun kental

e) Additive Penurun Titik Beku

Mencegah kristal lilin (wax crystals) dari pembekuan pada saat cuaca dingin dan pembentukan gumpalan. Kristal lilin cenderung untuk membeku pada cuaca dingin dan mempengaruhi aliran minyak dan menyebabkan kesulitan pelumasan.

f) Additive untuk tekanan tinggi

Menjamin pelumasan dimana terdapat perlwanan terhadap tekanan tinggi pada sambungan, dengan toleransi yang sangat kecil atau antara permukaan logam satu dengan yang lain.

g) Additive dengan deterjen pembersih

Membantu menjaga permukaan logam tetap bersih dan mencegah pembentukan lapisan. Partikel jelaga dan oli atau bahan bakar yang tercampur kedalam minyak pelumas. Partikel tersebut begitu kecilnya sehingga dapat melewati filter. Pengetapan secara teratur akan berguna untuk pembuangan kotoran yang ada. Oli yang hotam memberikan fakta bahwa oli juga membantu membersihkan motor dengan membawa partikel hasil pembakaran dalam oli daripada membiarkannya dalam bagian motor sebagai kotoran.

h) Additive pencegah busa

Membantu mencegah timbulnya gelombang udara yang berakibat menghalangi pelumasan. Mencegah oli dari tibulnya busa pada motor yang mempunyai kecepatan dan putaran tinggi

5.Klasifikasi Minyak Pelumas

a. Klasifikasi minyak pelumas untuk motor bensin

Kualitas oli mesin diklasifikasikan sesuai dengan standar American Petroleum Institute (API.

Klasifikasi API biasanya tercantum pada masing-masing kemasan oli mesin, untuk menambahkan tingkatan SAE sehingga pemilihan akan lebih mudah bila dilihat dari perbandingan kondisi pengoperasian kendaraan.

Di bawah ini perlihatkan klasifikasi dari oli mesin

Klasifikasi APIPENGGUNAAN DAN KUALITAS OLI

SAMinyak murni tanpa bahan tambah (Additive)

SBDigunakan untuk mesin operasi ringan yang mengandung sedikit jumlah anti oxidant

SCOli yang mengandung detergent dispersent, anti oxidant.

SDDigunakan untuk mesin operasi dengan temperatur tinggi atau kondisi lainnya yang mengandung detergent-dispersent, resisting agent, antioxident

SEDigunakan untuk mesin sedang dengan kandungan lebih banyak dari detergent dispersent, resisting agent, anti oxidant dan lain-lain.

SFTingkat olinya tinggi dengan pemakaian resistance dan daya tahan paling baik

a. Klasifikasi minyak pelumas untuk Motor Diesel

Mesin diesel mempunyai tekanan kompresi yang sangat tinggi membutuhkan tenaga yang besar untuk menggerakkan komponen-komponennya.

Oleh karena itu oli mesin pada mesin diesel harus dapat membentuk lapisan oli yang lebih kuat.

Bahan bakar diesel mengandung sulfur yang ber-reaksi menjadi asam belerang akibat pembakaran.

Oli mesin harus mempunyai kekuatan untuk menetralisir asam ini dengan baik dan tenaga deterjent-dispersent yang baik untuk mencegah timbulnya jelaga di dalam mesin.

Klasifikasi APIPENGGUNAAN DAN KUALITAS OLI

CADigunakan untuk mesin diesel operasi beban ringan yang mengandung detergent dispersent, anti oxidant, dll

CBDigunakan untuk mesin diesel operasi beban sedang dengan bahan bakar kualitas rendah. Yang mengandung detergent dispersent, anti oxidant, dll

CCMengandung sejumlah besar detergent dispersent, anti oxidant, dll. Dapat digunakan dalam mesin diesel turbo charged dan dapat juga dalam mesin bensin dengan pelayanan kondisi mesin operasi temperatur sedang.

CDDigunakan untuk mesin diesel turbo charged dengan kandungan sulfur solar kecil. Sedangkan kandungan detergent-dispersent dalam jumlah besar.

a. Minyak Pelumas untuk roda gigi

Oli roda gigi adalah untuk melumasi transmisi manual, differential dan steering gear.

Gesekan disertai tenaga interaksi phisik antara obj\yek, dan gesekan selalu mengakibatkan keausan. Permukaan gigi adalah subyek gesekan akibat keausan. Permukaan gigi adalah subyek gesekan akibat slip dan gesekan akibat putaran.

Besarnya beban permukaan gigi, permukaan yang kasar, dan kecepatan meluncur menghasilkan gesekan yang besar dan bertambahnya panas yang ditimbulkan.

Untuk alasan tersebut, oli roda gigi diperlukan dengan memenuhi kondisi berikut :

Oli roda gigi harus mempunyai tingkat kekentalan yang tinggi sangat efektif untuk mencegah kerusakan pada roda gigi dan bantalan, bunyi, dan kebocoran oli. Bagaimanapun kekentalan mempunyai efek pada saat start mesin, dan feeling perpindahan tuas transmisi manual saat temperatur masih rendah.

b. Gemuk (Grease)

Gemuk adalah minyak pelumas setengah padat atau pelumas padat yang terbuat dari minyak pelumas cair, yang mempunyai bahan tambah pengental. Ada dua tipe utama dari bahan pengental. Metalik soap dan non soap, yang paling banyak digunakan yaitu jenis metalik soap.

Gemuk digunakan untuk melumasi beberapa komponenseperti chasis dan bantalan roda, juga pada rem dan komponen listrik.

e.Minyak Pelumas untuk transmisi Otomatis Power Steering dan Rem

Beberapa tipe minyak pelumas yang digunakan pada kendaraan, minyak transmisi automatic, power steering dan minyak rem. Minyak ini mempunyai penggunaan yang sangat luas termasuk tenaga transmisi, hydraulik control dan pelumas.

1)Minyak pelumas untuk transmisi Otomatis

Automatic Transmission Fluida (ATF), minyak pelumas yang adalah berkualitas tinggi, dengan bermacam-macam bahan tambah.

ATF ditekan oleh pompa oli dan di kirim ke torque conventer, yang digunakan untuk memindahkan tenaga putar mesin dan momen ke transmisi

Aktivitas tekanan ATF dikontrol oleh katup hydrolik melalui transmisi ke shift gear dan melumasi komponen-komponen yang berputar dari transmisi, seperti planetary gear, clutch, bearing dan shaft.

2) Minyak Power Steering

Power steering direncanakan/di disain untuk meringankan pengendaraan yang melelahkan dan mengurangi reaksi dari kemudi. Minyak power steering harus mempunyai sifat minyak hydraulik dengan baik dan sebagai pelumas untuk silinder maupun power steering.

3) Minyak rem

Diperlukan untuk menjamin kondisi kerja kendaraan dalam waktu yang lama. Tetapi yang utama dari system rem diantaranya harus dapat dipercaya.

Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi yang sebagian besar terdiri dari alkohol susunan kimia dan ester.

C.LATIHAN

1. Dua buah benda yang bergerak selalu mengalami gesekan, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan

2. Pelumasan yang tidak normal mengakibatkan mesin

a. ..

b. ..

c. ..

d. ...

3. Gesekan merupakan

4. Sebutkan fungsi minyak pelumas pada engine

a. ..

b. ..

c. ..

d. ...

5. Yang dimaksud dengan viskositas yaitu .

6. Mengkur viskositas minyak pelumas menggunakan

7. Sebutkan 5 macam additive yang dicampur dengan minyak pelumas

a. ..

b. ..

c. ..

d. ...

e. .

8. Sebutkan viskositas minyak pelumas yang pakai pada

a. Engine

b. Transmisi manual

c. Transmisi Otomatis

d. Differensial

D.RANGKUMAN

1. Engine yang tidak dilumasi atau pelumasannya tidak normal akan menyebabkan mesin cepat rusak.

2. Dua buah benda yang bergesekan akan menimbulkan panas, bahkan dapat melelehkan permukaan yang tidak rata, sehingga menjadi satu (lengket). Untuk mencegah itu diperukan pelumasan.

3. Fungsi pelumasan pada mesin/Engine

a. sebagai pelumas

b. seabgai perapat

c. sebagai pendingin

d. sebagai pembersih

e. Peredam suara

4. Nilai viskositas makin tinggi minyak pelumas makin kental dan nilai viskositas makin rendah minyak pelumas makin encer.

5. Viskositas minyak yaitu ukuran kemampuan terhadap laju aliran minyak

6. Bahan tambah (additive) yang dicampurkan dengan minyak pelumasan yaitu

Additive Anti korosi

Additive pencegah oksidasi

Additive anti karat

Penambah angka kekentalan

Additive penurun titik beku

Additive untuk tekanan tinggi

Additive dengan deterjen pembersih

Additive pencegah busa

7. Klasifikasi minyak pelumas

Minyak pelumas untuk motor bensin

Minyak pelumas untuk motor diesel

Minyak pelumas untuk transmisi

Minyak pelumas untuk Otomatis

Minyak pelumas untuk power steering

E.TES 1

1.Sebutkan fungsi minyak pelumasa. .

b. .

c. .

d. .

e. .

2.Sebutkan additive yang dicampur kedalam minyak pelumas

a. .

b. .

c. .

d. .

e. .

f. .

g. .

h. .

3.Jelaskan apa yang dimaksud dengan viscometer

4.Kejadian apa yang akan dialami oleh mesin, apabila pelumasan tidak normal.

a. .

b. .

c. .

d. .

5.Apa yang dimaksud dengan minyak pelumas multi grade.

6.Sebutkan urutan kekentaralan minyak pelumas menurut Society of Automotive Engineering ..

7.Sebutkan klasifikasi minyak pelumas menurut American Petroleum Institute (API)

a. .

b. .

c. .

d. .

e. .

8.Sedangkan klasifikasi minyak pelumas untuk motor bensin dan motor diesel menurut API yaitu

F. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Materi yang sedang Anda pelajari merupakan pengetahuan pendukung terhadap kompetensi Memperbaiki kerusakan motor otomotif. Berdasarkan kriteria tingkat penguasaan kompetensi :

Kompetensi Utama

: 90% - 100%

Kompetensi Pendukung: 75% - 90%

Kompetensi Pelengkap: 60% - 75%

Maka stadnar minimal nilai yang ditetapkan untuk penguasaan materi ini adalah 75.

Bandingkan hasil jawaban tes Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir bahan ajar ini, kemudian ukurlah hasil penguasaan yang telah dicapai menggunakan rumus berikut :

( Jawaban benar

Tingkat penguasan =

x 100%

( Soal

Jika hasil yang diperoleh telah mencapai 75% atau lebih, maka Anda telah menguasai materi yang dipelajari dan berhak melanjutkan pembelajaran berikutnya dengan persetujuan guru pembimbing. Namun jikahasil yang diperoleh belum mencapai 75%, Anda masih harus mengulangi atau mempelajari kembali bahan ajar ini.

G.KUNCI JAWABAN LATIHAN 1

1.Minyak pelumas

2.a. Bagian yang bergesekan cepat aus

b.Timbul panas yang berlebihan

c.Tenaga mesin kurang

d.Umur pemakaian mesin lebih pendek

3.Gesekan merupakan hambatan terhadap gerakan dua buah benda yang saling bersentuhan.

4.a.sebagai pelumas

b.sebagai pendingin

c.sebagai perapat

d.sehagai pembersih

5.Viskositas yaitu kemampuan terhadap laju aliran minyak

6.Viscometer

7.a.Additive anti korosi

b.Additive pencegah oksidasi

c.Additive penambah kekentalan

d.Additive penurunan titik beku

e.Additive dengan deterjen pembersih.

8.a.Engine (SAE 20 50)

b.Transmisi Manual (SAE 90)

c.Transmisi Otomatis(ATF)

d.Differensial(SAE 90)

KEGIATAN BELAJAR 2.

SISTEM PELUMASAN PADA MESIN

A.TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN

Diberikan modul dan buku sumber pada akhir kegiatan belajar, siswa dapat :

1. Menjelaskan jenis-jenis pelumasan pada mesin

2. Menjelaskan jenis dan cara kerja pompa minyak pelumas

3. Menjelaskan cara kerja regulator tekanan minyak pelumas

4. Menjelaskan jenis saringan (filter) dan sistem penyaringan minyak pelumas pada mesin

5. Menjelaskan cara kerja penunjuk (indicator) minyak pelumas

6. Menjelaskan jenis-jenis PCV pada mesin

B.MATERI PEMBELAJARAN (TEORI)

1.Jenis-Jenis Pelumasan

Sistem pelumasan pada mesin dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sistem percik (ciprat), sistem tekanan dan sistem campuran tekanan dengan percik.

Sistem pelumasan yang dipergunakan pada mesin tergantung pada ukuran dan perencanaan mesin itu sendiri.

a. Pelumasan Sistem Percik

Sistem percik memberikan minyak ke bagian-bagian yang bergerak dengan memasang penyiduk di bawah batang torak. Penyiduk minyak ini, dapat langsung menyiduk dari tempat alur minyak dan ditaburkan ke dalam mesin.

Disamping sebagai penyembur minyak, penyiduk pada bagian ujungnya berlubang, yang tembus ke dalam bantalan batang torak, sehingga minyak pelumas dapat melumasi antara bantalan dengan poros engkol. Ada kalanya pada sistem percik ini dilengkapi dengan sebuah pompa yang berfungsi sebagai penyuplai minyak pelumas ke panci cipratan yang terletak di bawah poros engkol.

Gambar 4. Pelumasan sistem percik cipratan pada mesin

yang lebih dari satu silinder

Pada saat batang torak berputar, penyiduk yang terdapat pada batang torak akan tercelup ke panci percik dan menghasilkan percikan yang akan dicipratkan ke bagian-bagian yang bergerak didekatnya.

Bagian atas dari silinder, torak dan pena torak akan terlumasi oleh kabut minyak pelumas dari percikan minyak pelumas itu sendiri.

Pada pelumasan sistem percik, tinggi permukaan minyak pelumas harus tepat dan harus memakai minyak pelumas yang sesuai, supaya dapat memercik dengan baik.

Sistem percik yang tidak dilengkapi dengan pompa suplai hanya dipergunakan pada mesin-mesin kecil, yaitu satu silinder.

Gambar 5. Sistem pelumasan percik untuk mesin satu silinder

b.Sistem pelumasan tekanan penuh

Sistem pelumasan tekanan penuh, dimana minyak pelumas di isap dari karter, selanjutnya ditekan melalui saluran khusus ke poros engkol dan poros bubungan. Poros engkol dilubangi agar minyak pelumas dapat masuk dan mengalir ke poros tempat batang orak berputar. Pada mesin-mesin tertentu, batang torak dilubangi sampai ke busing pena torak, sehingga minyak pelumas dapat naik ke atas untuk melumasi pena torak. Melalui semburan minyak pelumas dari lubang yang terdapat pada batang tork, dapat membantu pelumasan pada dinding silinder.

Roda gigi timing, penumbuk katup, lengan penggerak katup, juga mendapat pelumasan. Pada sistem pelumasan tekanan penuh, seluruh bantalan dilayani oleh pompa minyak pelumas.

Gambar 6. Sistem pelumasan tekanan penuh

c.Sistem pelumasan campuran percik dan tekan

Sistem pelumasan campuran percik dan tekan, dilengkapi dengan penyiduk dan kantong minyak. Pompa akan menekan minyak pelumas langsung pada saluran utama di blok mesin kemudian ditekan melalui saluran ke bantalan utama, bantalan batang torak, poros bubungan, penumbuk katup dan mekanik katup bagian atas.

Selain disalurkan ke bantalan-batnalan, minyak pelumas terkadang disalurkan ke saluran pipa kecil, untuk mengisi kantong minyak pelumas.

Saat minyak pelumas diciduk untuk melumasi mesin bagian dalam, sebagian masuk ke saluran bantalan batang torak .

Minyak pelumas yang keluar dari bantalan-bantalan terpercikan oleh putaran poros engkol, sehingga menghasilkan kabut yang dipergunakan untuk melumasi dinding silinder bagian atas, torak dan pena-pena torak. Tekanan minyak pelumas dalam sitem ini biasanya diatur oleh katup pembatas tekanan minyak pelumas.

Gambar 7. Sistem pelumasan percik dan tekan

2.Pompa Minyak Pelumas

Pompa minyak pelumas yang digunakan pada mesin, ada empat macam, yaitu pompa roda gigi, pompa rotari, pompa baling-baling dan pompa plunyer.

a. Pompa roda gigi

Pompa ini mempunyai dua buah roda gigi lurus, yang digunakan sebagai pengisap dan penekan minyak pelumas.

Kedua roda gigi berada dalam rumah-rumah yang kompak.

Roda gigi yang digerakkan mempunyai poros pendek, sedangkan roda gigi penggerak, terpasang pada poros panjang, yang di putar oleh roda gigi spiral yang terdapat pada poros bubungan.

Gambar 8. Pompa roda gigi

Pada saat roda gigi berputar, minyak pelumas akan terperangkap di antara gigi-gigi dan rumahnya. Minyak pelumas yang terperangkap, di bawa oleh gigi-gigi ke saluran pengeluaran. Ketika gigi-gigi yang membawa pelumas saling berkaitan kembali, gigi-gigi tersebut akan merapat dan mencegah minyak pelumas kembali ke saluran masuk.

Setiap roda gigi berputar, celah antara gigi-gigi dan rumahnya membawa minyak pelumas ke saluran pengeluaran, makin cepat putaran mesin makin cepat pula putaran roda gigi, sehingga minyak pelumas yang dipompakan makin banyak. Untuk mencegah tekanan yang berlebihan, khususnya pada putaran tinggi, pada saluran pengeluaran dipasang katup pembatas tekanan minyak pelumas.

Gambar 9. Komponen-kompen pompa roda gigi

b. Pompa minyak Rotari

Pompa minyak rotari, mempunyai rotor dalam dan rotor luar yang berada di dalam rumah-rumah pompa. Rotor luar mempunyai lubang yang berbentuk bintang dengan ujung bulat. Rotor dalam berbentuk silang dengan ujung-ujungnya bulat dan sesuai dengan lubang bintang dari rotor luar.

Poros rotor dalam diputar oleh poros bubungan. Rotor dalam dipasang di luar pusat, sehingga apabila ia berputar ujung yang bundar berjalan berkeliling di dalam rotor luar yang berbentuk bintang. Hal ini menyebabkan rotor luar juga turut berputar. Apabila rotor dalam berjalan mengitari rotor luar, celah rotor luar membawa minyak dari saluran masuk berkeliling sampai lurus dengan lubang pengeluaran. Selanjutnya minyak ditekan ke luar, ketika ujung-ujung rotor dalam dan rotor luar bertemu. Minyak pelumas dari saluran pengeluaran pompa ditekan ke saluran minyak pelumas yang ada pada blok motor.

Gambar 10. Pompa minyak pelumas rotari

c. Pompa minyak pelumas baling-baling

Pompa minyak pelumas ini mempunyai rumah-rumah yang berbentuk bulat dan sebuah rotor bulat, yang ditempatkan di dalamnya, tetapi tidak sepusat.

Pada ujung rotor dipasang dua baling-baling atau lebih yang pada bagian tengahnya memakai pegas. Baling-baling tersebut duduk rapat pada dinding rumah pompa.

Apabila rotor berputar, baling-baling berputar dan memabwa minyak pelumas serta penekannya keluar pompa melalui saluran pengeluaran. Hal ini bisa terjadi karena antara rotor dengan rumah-rumahnya, dipasang tidak satu pusat.

Disamping itu baling-baling bisa mengkerut atau mengembang, mengikuti dinding rumah pompa, karena bagian tengah baling-baling memakai pegas.

Gambar 11. Pompa minyak pelumas baling-baling

d. Pompa minyak pelumas plunyer

Pompa minyak pelumas jenis plunyer banyak dipakai pada mesin berselinder satu, yang bertujuan agar tinggi minyak pelumas pada panci minyak selalu terpelihara.

Pompa minyak plunyer mempunyai sebuah silinder, plunyer dan katup. Plunyer biasanya digerakkan oleh kem pada poros bubungan. Pada saat plunyer bebas dari tekanan kem, plunyer tertekan ke atas oleh tekanan pegas spiral yang ada di bawah plunyer. Sehinga didalam ruangan pompa terjadi vacuum, katup pemasukan terbuka dan katup pengeluaran tertutup. Pada saat kem menekan plunyer, didalam ruangan pompa ada tekanan, sehingga katup pengeluaran terbuka dan katup masuk tertutup.

Minyak pelumas mengalir dari ruangan pompa ke luar melalui saluran pengeluaran. Proses ini berulang terus, sehingga menghasilkan aliran minyak pelumas yang tetap kedalam saluran minyak pelumas pada blok mesin.

Konstruksi pompa minyak pelumas jenis plunyer dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 12. Pompa minyak pelumas jenis plunyer

3.Katup Pembatas Tekanan Minyak Pelumas

Apabila putaran mesin makin tinggi, minyak pelumas yang di pompakan makin banyak. Pada saat mesin mencapai putaran tinggi, volume minyak pelumas yang dipompakan melebihi yang diperlukan, sehingga tekanan minyak pada saluran minyak naik. Untuk membatasi supaya tekanan minyak pada saluran utama dalam blok motor tidak melebihi batas, maka dipasang katup pembatas tekanan (pressure regulating valve).

Apabila tekanan minyak melebihi batas ( 2,5 kg/cm2, minyak mendorong plunyer yang ditahan oleh tekanan pegas, dan minyak pelumas akan masuk kembali ke panci minyak. Dengan adanya katup pembatas tekanan, tekanan minyak pelumas yang ada pada saluran utama atau saluran-saluran yang lain pada blok motor, tekanannya konstan, baik pada putaran rendah maupun putaran tinggi.

Gambar 13. Katup pembatas tekanan minyak pelumas

4.Saringan Minyak Pelumas Dan Sistem Penyaringan

Pencemaran minyak pelumas akan menurunkan umur mesin. untuk mengatasi hal ini, saringan minyak pelumas dirancang supaya dapat memenuhi kebutuhan mesin.

Minyak pelumas akan menjadi kotor dan tercemar oleh debu, arang pembakaran dan uap minyak pelumas itu sendiri. Apabila kotoran ini dibiarkan dalam minyak pelumas, mesin akan cepat rusak. Oleh karena itu mesin dilengkapi dengan saringan minyak, hal ini untuk mengurangi kotoran yang membahayakan mesin.

Bahan yang dipergunakan untuk menyaring kotoran dalam minyak pelumas antara lain: kain kasa, fiber, logam, katun dan kertas. Untuk kendaraan biasanya menggunakan kertas, namun untuk kendaraan berat yang sangat cepat menimbulkan kotoran dalam minyak pelumas , kadang-kadang menggunakan saringan dari logam.

Penggantian saringan minyak pelumas tergantung dari pada beban kendaraan, jenis minyak pelumas yang dipakai dan kualitas saringan itu sendiri. Pada umumnya saringan minyak pelumas perlu diganti antara 7000 km sampai dengan 10.000 km. Ada saringan yang dibuat dalam kotak, apabila saringannya sudah kotor, maka saringan ini diganti satu unit. Bahan saringan untuk jenis ini biasanya kainkasa dan dikenal dengan saringan jenis dept. Sedangkan saringan yang terbuat dari kertas, di kenal dengan nama saringan surface. Kedua jenis saringan ini dapat dilihat pada Gambar dibawah.

Gambar 14. Jenis saringan minyak pelumas

Sistem penyaringan minyak pelumas ada tiga macam, yaitu : bypass, arus penuh (full flow) dan parallel (shunt).

a.Sistem Penyaringan Bypas

Pada system penyaringan bypas, terdapat dua aliran minyak pelumas yang terpisah, yang satu menuju bantalan-bantalan dan yang satu lagi ke saringan minyak pelumas.

Pada sistem bypas, minyak pelumas yang telah disaring dialirkan kembali ke ruang engkol. Dengan demikian sistem ini kadang-kadang disebut juga dengan Partial Flow yaitu sistem yang hanya menyaring sebagian minyak pelumas pada saat yang sama. Konstruksi dari sistem penyaringan bypas dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Tekanan minyak pelumas yang dialirkan melalui saluran bypass, dikontrol secara ketat oleh katup pembatas tekanan. Tetapi bagaimanapun juga, apabila saluran ini tersumbat maka jumlah minyak pelumas yang melalui saringan akan menurun, dan hal ini akan mengurangi jumlah minyak pelumas yang disaring.Dua aliran minyak pelumas yang saluran utamanya menjadi sati, dimana tekanan minyak pelumas pada bantalan-bantalan akan tetap konstan, tanpa dipengaruhi oleh kondisi saringan. Hal ini berarti saringan minyak pelumas harus diganti secara periodik, untuk menjaga supaya kondisi minyak pelumas tidak cepat kotor.

Gambar 15. Sistem penyaringan bypas

b.Sistem penyaringan Paralel (shunt)

Sistem penyaringan minyak pelumas jenis parallel, merupakan variasi dari system bypass. Dalam hal ini, hanya terdapat satu saluran minyak pelumas dari pompa yang mengalir ke saringan. Tetapi didalam rumah saringan ada dua saluran, sebagian minyak pelumas mengalir melalui saringan, sedangkan sebagian lagi dialirkan langsung ke bantalan.

Pada dasarnya, jumlah minyak pelumas yang disaring lebih banyak dari pada minyak pelumas yang dialirkan langsung ke bantalan-bantalan.

Tetapi apabila saringan tersumbat, semakin sedikit minyak pelumas yang disaring mencapai bantalan, sampai pada akhirnya tidak ada minyak pelumas yang disaring. Hal ini akan menyebabkan minyak pelumas yang dipakai oleh mesin tidak disaring dahulu, sehingga minyak pelumas cepat kotor. Oleh karena itu penggantian saringan minyak pelumas harus secara periodik. Sistem penyaringan minyak pelumas jenis parallel dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Gambar 16 Sistem penyaringan jenis parallel

c.Sistem penyaringan aliran penuh (Full Flow)

Pada sistem penyaringan aliran penuh, hanya terdapat satu saluran minyak pelumas yang mengalir dari pompa ke saringan minyak pelumas, kemudian ke bantalan-bantalan.

Katup pembebas terdapat di dalam saringan. Apabila saringan tersumbat, tekanan minyak pelumas akan naik sehingga katup pembebas terbuka. Dengan demikian minyak pelumas yang mengalir menuju ke bantalan-bantalan tidak disaring, karena minyak pelumas mengalir melalui katup pembebas. Hal ini diperlukan agar bantalan tetap mendapat pelumasan bila saringan tidak berfungsi.

Sistem penyaringan minyak pelumas aliran penuh dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Gambar 17. Sistem penyaringan aliran penuh.

5. Penunjuk Tekanan Minyak Pelumas

Penunjukkan tekanan minyak pelumas dalam sistem pelumasan ada dua macam, yaitu : secara mekanik dan yang menggunakan arus listrik. Penujukkan tekanan minyak pelumas secara mekanik, yaitu yang memakai pita burdon, tetapi tipe ini sekarang jarang dipakai. Sedangkan yang memakai arus listrik dibagi lagi menjadi tiga macam, yaitu : kumparan elektronmagnetik, kumparan pemanas dan jenis kontak tekanan (pressure switch type). Dari ketiga jenis penunjukkan tekanan minyak pelumas, yang paling banyak dipergunakan yaitu jenis kontak tekanan.

Pada penunjukkan tekanan minyak pelumas jenis kontak tekanan, apabila tekanan minyak turun di bawah batas, lampu menyala, demikian pula pada saat kunci kontak di On kan, tetapi mesin belum hidup, lampu menyala. Pada saat mesin hidup dan tekanan minyak pelumas di dalam saluran minyak (oli galeri) lebih dari 0,5 kg/cm2 lampu indikator mati.

Diagram lampu indicator tekanan minyak pelumas dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Minyak pelumas masuk saluran 6 dan mengangkat diagpragma 5. Kontak 4 membuka, sehingga arus listrik dari batere ke lampu indikator 3 terputus dan lampu mati.

Gambar 18. Diagram lampu indicator tekanan minyak pelumas

Apabila tekanan minyak pelumas turun, pegas 1 akan mendorong titik kontak untuk menutup dan lampu menyala. Demikianlah cara kerja lampu indikator pada sistem penunjukkan tekanan minyak pelumas.

6.Ventilasi Ruang Engkol

Uap gas karter perlu dibuang keluar melalui isapan sistem ventilasi ruang karter. Sistem pentilasi ruang karter yang tersumbat atau tidak bekerja dengan baik akan mempercepat minyak pelumas jadi kotor, air dan asam akan memperpendek umum perawatan mesin.

Pentilasi ruang engkol dibagi menjai empat jenis, yaitu :

Positif crank case ventilation (PCV) tertutup

Positif crank case ventilation ((PCV) terbuka

Road draft

Manual

Gambar 19. Sistem pentilasi ruang engkol jenis road draft

Beberapa tahun yang lalu kendaraan dilengkapi dengan sistem pernapasan ruang karter. Ketepatan kendaraan di tambah lagi dengan putaran kipas air pendingin, menyebabkan aliran udara yang melewati ujung pipa ventilasi bawah akan menyebabkan vakum dan menarik udara bersih melalui tutup atas mesin masuk kedalam rumah karter dan kembali keluar bersama uap karter melalui pipa bawah.

Pernapasan yang melalui tutup tempat mengisi minyak pelumas, berisikan saringan yang dilumasi dengan minyak, yang akan menyaring udara masuk ke dalam ruang karter.

Pada kendaraan yang menggunakan sistem ini, setiap kali mengganti minyak pelumas, tutup pernapasan ini dicuci dalam larutan pembersih, dikeringkan dan diberi minyak kembali.

Saringan diujung bawah pipa pentilasi juga perlu dibersihkan dan diberi minyak pelumas lagi.

C.LATIHAN 2

1.Sistem pelumasan pada mesin di bagi menjadi tiga macam yaitu :

a. .

b. .

c. .

2.Pompa minyak pelumas pada mesin di bagi dalam beberapa jenis, sebutkan empat jenis pompa minyak pelumas.

a. .

b. .

c. .

d. .

3.Untuk membatasi tekanan minyak pelumas pada mesin, sistem pelumasan dilengkapi dengan

4.Sebutkan dua jenis bahan saringan minyak pelumas

a. .

b. .

5.Saringan minyak pelumas yang banyak digunakan pada kendaran dewasa ini yaitu jenis .

6.Penunjuk tekanan minyak pelumas yang banyak dipakai pada kendaraan sekarang yaitu jenis

7.Sebutkan empat jenis pentilasi ruang engkol pada motor bensin 4 tak

a. .

b. .

c. .

d. .

8.Apa akibatnya apabila pentilasi ruang engkol tersumbat .

D.RANGKUMAN

1.Sistem pelumasan pada mesin di bagi menjadi tiga macam

a. Sistem percik

b. Sistem tekan

c. Sistem campuran percik dan tekan

2.Pompa minyak pelumas yang banyak digunakan pada mesin ada empat jenis yaitu :

a. Pompa roda gigi

b. Pompa rotari

c. Pompa plunyer

d. Pompa baling-baling

3.Sistem penyaringan minyak pelumas pada mesin, ada beberapa jenis diantaranya :

a. Sistem penyaringan bypas

b.Sistem Full flow

c.Sistem parallel (shunt)

4.Penunjuk tekanan minyak pelumas ada dua jenis yaitu sistem mekanik dan sistem elektrik. Sistem elektrik di bagi lagi menjadi tiga yaitu :

a.Kumparan elektromagnetik

b.Kumparan pemanas (bimetal)

c.Jenis kontak tekanan (pressure switch type)

5.Untuk mengatur tekanan minyak pelumas pada mesin, supaya tekanan minyak pelumas pada mesin konstan baik pada putaran rendah maupun putaran tinggi, pada system pelumasan di lengkapi dengan Pressure Regulating Valve).

6.Sistem ventilasi (pernapasan) pada mesin ada empat jenis, yaitu

a.Positif crank case ventilasi terbuka

b.Positif crank case ventilasi tertutup

c.Road draft

d.Manual

E. TES 2

Pilihlah jawaban yang paling benar menurut Anda, dengan memberi tanda silang (x) pada lembar jawaban.

1.Sistem pelumasan percik umumnya digunakan pada mesin

a.Mesin-mesin kecil satu silinder

b.Sepeda Motor

c.Kendaraan penumpang

d.Kendaraan berat

2.Pada sistem pelumasan tekanan penuh

a.Tidak dilengkapi dengan pompa minyak pelumas

b.Dilengkapi dengan pompa minyak pelumas

c.Dilengkapi dan tidak dilengkapi sama saja

d.Tidak dilengkapi dengan Pressure regulating valve

3.Pada pompa minyak pelumas jenis roda gigi, pompa dilengkapi dengan :

a.Dua buah roda gigi lurus

b.Pressure regulating valve

c.Poros penggerak dan poros yang digerakkan

d.a, b dan c benar

4.Pompa minyak pelumas jenis rotari di lengkapi dengan rotor luar dan rotor dalam, rotor luar mempunyai lubang berbentuk :

a.Eksentrik

b.Bintang dengan ujung eksentrik

c.Bintang dengan ujung bulat

d.Silang dengan ujung bulat

5.Pressure regulating valve pada sistem pelumasan berfungsi sebagai

a. Saluran by pass

b.Pembatas tekanan minyak pelumas

c.Pembantu pada saat mesin dingin

d.Pembantu pada saat mesin distarter

6.Pada sepeda motor umumnya menggunakan sistem pentilasi :

a.PCV tertutup

b.PCV terbuka

c.Road draft

d.Manual

Essay

1.Sebutkan tiga jenis sistem penyaringan minyak pelumas pada mesin :

2.Sebutkan tiga jenis penunjuk tekanan minyak pelumas yang menggunakan arus listrik .

3.Jelaskan cara kerja penunjuk tekanan minyak pelumas jenis kontak tekanan ?

F. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Materi yang sedang Anda pelajari merupakan pengetahuan pendukung terhadap Memperbaiki Kerusakan Motor Otomotif. Berdasarkan kriteria tingkat pengusaan materi :

Kompetensi Utama

: 90% - 100%

Kompetensi Pendukung: 75% - 90%

Kompetensi Pelengkap: 60% - 75%

Maka standar minimal nilai yang ditetapkan untuk penguasaan materi ini adalah 75.

Bandingkan hasil jawaban tes Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir bahan ajar ini, kemudian ukurlah hasil penguasaan yang telah dicapai menggunakan rumus berikut :

( Jawaban benar

Tingkat penguasan =

x 100%

( Soal

Jika hasil yang diperoleh telah mencapai 75% atau lebih, maka Anda telah menguasai materi yang dipelajari dan berhak melanjutkan pembelajaran berikutnya dengan persetujuan guru pembimbing. Namun jikahasil yang diperoleh belum mencapai 75%, Anda masih harus mengulangi atau mempelajari kembali bahan ajar ini.

G.KUNCI JAWABAN LATIHAN

1.a. Sistem percik

b.Sistem tekan

c.Kombinasi percik dan tekan

2.a.Roda gigi

b.Rotari

c.Plunyer

d.Baling-baling

3.Pembatas tekanan (pressure regulating valve)

4.Bahan saringan

a.Kain kasa

b.Kertas

5.Saringan penuh (full flow)

6.Jenis kontak tekanan (pressure switch type)

7.a.PCV tertutup

b.PCV terbuka

c.Road draft

d.Manual

8.Akibatnya yaitu :

a.Minyak pelumas cepat kotor

b.Minyak pelumas cepat encer

c.Perawatan mesin lebih sering

KEGIATAN BELAJAR 4.

PERBAIKAN SISTEM PELUMASAN (PRAKTIK)

A.TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN

Diberikan modul dan mesin yang lengkap dengan sistem pelumasannya, pada akhir kegiatan belajar siswa dapat

1. Membongkar pompa minyak pelumas

2. Mengidentifikasi nama-nama komponen pada sistem pelumasan

3. Memeriksa komponen-komponen pompa minyak pelumas

4. Memperbaiki pompa minyak pelumas

5. Memasang/merakit pompa minyak pelumas

B.MATERI PEMBELAJARAN

Melepas, membongkar, membersihkan, memperbaiki dan merakit kembali pompa minyak pelumas

1.Alat dan Bahan yang diperlukan

Alat

a. Kunci-kunci sesuai dengan kebutuhan

b. Feeler gauge

c. Straigh edge

d. Alat-alat pembersih

Bahan

a. Mesin yang lengkap dengan sistem pelumasannya

b. Cairan pembersih

c. Kain lap

2.Keselamatan Kerja

a. Pergunakan kunci-kunci sesuai dengan fungsinya

b. Melepas, membongkar dan merakit pompa minyak pelumas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP)

c. Membersihkan oli yang tercecer di lantai dengan kain lap

3.Langkah Kerja

a. Lepaskan pompa oli dari engine dengan menggunakan kunci yang sesuai

Gambar 20. Melepas pompa dari engine

b. Periksa saringan (oli strainer) secara visual, bersihkan jika kotor dan ganti jika rusak.

Gambar 21. Memeriksa strainer

c. Bongkar pompa oli jenis rotor, dengan menggunakan kunci yang sesuai.

d. Identifikasi nama-nama bagian pompa oli.

Gambar 22. Pompa oli jenis rotor

e. Periksa kerataan pompa dengan menggunakan feeler gauge dan straight edge. Jika ketidakrataannya mencapai 0.10 mm ratakan permukaan rotor luar dan rotor dalam atau ganti pompa satu unit.

Gambar 23. Memeriksa celah ujung rotor

f. Periksa celah antara badan pompa dengan rotor luar dengan menggunakan feeler gauge. Jika celahnya sudah mencapai 0.30 mm, ganti pompa satu unit.

Gambar 24. Memeriksa celah antara badan pompa dengan rotor luar

g. Periksa celah antara rotor luar dan rotor dalam, dengan feeler gauge celah maksimum yang diijinkan 0,25 mm.

Gambar 25. Memeriksa celah antara rotor luar dan rotor dalam

1. LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK

NoKomponenSub KomponenKriteriaPencapaianKet.

Unjuk KerjaYaTidak

1.

2.Persiapan

Alat

Bahan

Pelaksanaan Memperbaiki oli

Alat-alat tangan dan alat-alat khusus

Mesin yang lengkap dengan sistem pelumasannya

Membongkar pompa oli

Memeriksa komponen-komponen pompa oli

Kesesuaian dan kondisi alat tangan di periksa sesuai dengan SOP

Kesesuaian dan kondisi alatalat ukur diperiksa sesuai dengan SOP

Pompa oli dan kelengkapannya dilepas dari mesin sesuai dengan SOP

Pompa oli dan kelengkapannya dibersihkan sesuai dengan SOP

Pompa oli dibongkar sesuai dengan SOP

Komponen pompa oli dibersihkan sesuai dengan SOP

Komponen-komponen pompa oli diperiksa secara visual

Komponen-komponen pompa oli di identifikasi sesuai dengan buku manual

NoKomponenSub KomponenKriteriaPencapaianKet.

YaTidak

Merakit komponen pompa oli

Kerataan permukaan tutup pompa oli diperiksa dengan menggunakan straight dan feeler gauge sesuai dengan SOP

Celah ujung rotor diperiksa dengan mengunakan straight edge dan feeler gauge sesuai dengan SOP

Celah antara badan pompa dan rotor luar diperiksa dengan menggunakan feeler gauge dan straight edge sesuai dengan SOP

Celah antara rotor luar dan rotor diperiksa sesuai dengan SOP

Hasil pemeriksaan komponen-komponen pompa oli disimpulkan sesuai dengan buku manual

Komponen-komponen pompa oli dirakit sesuai dengan SOP

Pompa oli dipasangkan kembali pada mesin sesuai dengan SOP

NOKOMPONENSUB KOMPONENKRITERIAPENCAPAIANKET.

YATIDAK

Sikap Kerja

Keselama-tan kerja

Waktu

Hasil

Bekerja dengan hati-hati dan teratur sesuai dengan Standar Operasional Prosedur

Alat-alat tangan dan alat-alat ukur digunakan sesuai fungsinya

Memperbaiki pompa oli jenis rotari

Alat-alat tangan dan alat-alat ukur digunakan sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan SOP

Bekerja dengan teliti dan hati-hati

Setelah selesai bekerja alat-alat tangan, alat-alat ukur dan training objek di bersihkan serta disimpan pada tempat yang telah ditentukan

Selama melaksanakan bongkar pasang dan pemeriksaan komponen pompa oli menggunakan peralatan yang sesuai dengan SOP

Waktu yang diijinkan tidak dilampaui

Pompa oli jenis rotary di bongkar, diperiksa dan dirakit kembali sesuai dengan SOP

C.LATIHAN

1.Bongkar pompa oli jenis roda gigi, identifikasi komponen-komponennya, periksa dan simpulkan hasil pemeriksaan, kemudian rakit kembali pompa oli tersebut.

D.UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Materi yang sedang Anda Pelajari merupakan sub kompetensi Memperbaiki Kerusakan Motor Otomotif. Berdasarkan kriteria tingkat penguasaan kompetensi, maka standar penilaiannya seperti yang ditetapkan dalam kriteria lembar penilaian.

Ukurlah hasil latihan Anda sesuai dengan criteria yang telah ditetapkan. Jika masing-masing sub komponen telah mencapai kriteria, Anda dinyatakan berhasil dan berhak mempelajari bahan ajar berikutnya. Tetapi jika masih ada sub komponen yang belum mencapai kriteria, Anda harus mengulang kembali mempelajari sub komponen tersebut hingga berhasil.

PERISTILAHAN/GLOSSARY

NONAMA ISTILAH/GLOSSARIARTINYA

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Abrasive

Oil Film

SAE

Sample

Viscometer

Multi Grade Oil

Additives

Diaprahma

Full Flow

Shunt

By pass

PCV

Oli

Bahan penggosok yang membuat permukaan cepat aus

Lapisan oli yang tipis antara poros dan bantalan

Society of Automotive Engineer

Contoh

Alat untuk menguji kekentalan minyak pelumas

Minyak pelumas serba guna

Bahan tambah

Membran

Aliran penuh

Paralel

Saluran pintas

Positif Crank case Ventilation (pentilasi ruang engkol)

Minyak pelumas

KUNCI JAWABAN TES I

1.a.Sebagai pelumas

b.Sebagai perapat

c.Sebagai pendinginan

d.Sebagai pembersih

e.Sebagai peredam

2.a.Additive anti korosi

b.Additive Pencegah oksidasi

c.Additive Anti karat

d.Additive Penambah kekentalan

e.Additive Penurun titik beku

f.Additive Untuk tekanan tinggi

g.Additive Detergen pembersih

h.Additive Pencegah busa

3.Viscometer alat untuk menguji kekentalan minyak pelumas

4.a.Bagian yang bergesekan cepat aus

b.Timbul panas yang berlebihan

c.Tenaga mesin kurang

d.Umur mesin lebih pendek

5.Multi grade yaitu minyak pelumas serba guna

6.SAE 10, SAE 20, SAE 40, SAE 90, SAE 120, SAE 140, dst

7.a.Minyak pelumas untuk motor bensin

b.Minyak pelumas untuk motor diesel

c.Minyak pelumas untuk roda gigi

d.Grease

e.Minyak pelumas untuk transmisi otomatis, power steering dan minyak rem

8.a.Motor bensin SA, SB, SE, SD, SE dan SF

b.Motor diesel CA, CB, CC dan CD

KUNCI JAWABAN TES 2

Pilihan Ganda

1.a

2.b

3.d

4.c

5.b

6.d

Essay

1.a.Sistem by pass

b.Sistem Full flow

c.Sistem Paralel (shunt)

2.a.Elektromagnetik

b.Pemanas (bimetal)

c.Jenis kontak tekanan (pressure switch type)

3.Pada saat mesin dihidupkan, tekanan minyak naik dan menekan diafragma pada sending unit, sehingga titik kontak terputus, arus listrik dari batere ysng menuju ke batere juga terputus, sehingga lampu mati. Apabila tekanan minyak pelumas kurang dari 0,5 kg/cm2, titik kontak membubung lagi, sehingga lampu indikator menyala.

Jadi lampu indikator mati apabila tekanan minyak pelumas pada saluran oli di dalam mesin kurang dari 0,5 kg/cm2.

DAFTAR PUSTAKA

1.New Step I Training Manual, PT. Toyota Astra Motor.

2.Step 2, Engine Group, PT. Toyota Astra Motor.

3.Martin W. Stockel, Autoservice and Repair South Holland Illinois, 1984.

4.Martin W. Stockel, Fundamentals, Souts Holland Illinois, 1984.

PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN

MERAWAT KOMPONEN SISTEM PELUMASAN

1