perbaikan laporan teoritis dm kep. keluarga ii

Download Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

Post on 26-Feb-2018

229 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    1/44

    LAPORAN PRAKTEK KEPERAWATAN KELUARGA

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

    PADA KELUARGA Ny.N DENGAN MASALAH KESEHATAN DIABETES

    MELITUS

    DI DESA PAGANG DALAM KECAMATAN NANGGALO SITEBA PADANG

    OLEH :

    Kelompok: II

    1. ATINI WIDIA

    2. II !UNIARTI

    ". HERDINAWATI

    #. KARTA WI!A$A

    PRODI: KEPERAWATAN %II A

    STIKe& ALIAH PADANG

    2'1()2'1*

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    2/44

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan hidayah-Nya

    hingga akhirnya kami dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul Asuhan

    Keperaatan Keluarga Pada Keluarga Ny!N dengan masalah kesehatan diabetes melitus

    di puskesmas Nanggalo "iteba Padang# ini kami tulis untuk memenuhi salah satu tugas

    pada mata kuliah Keperaatan Keluarga#!

    Pada kesempatan ini kami ingin mengu$apkan terima kasih kepada dosen

    pembimbing yang telah memberikan kesempatan, aktu, dan pikirian dalam

    memberikan bimbingan demi kesempurnaan %aporan ini!

    Karena proses penulisan %aporan ini jauh dari kata sempurna, maka kami

    membuka diri untuk menerima berbagai masukan dan kritik demi perbaikan dimassa

    yang akan datang! Akhir kata, kami berharap %aporan ini bisa memberikan man&aat bagi

    kita semua

    Padang, '( )esember *('+

    Kelompok

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    3/44

    DATAR ISI

    KATA PENGANTAR

    DATAR ISI

    BAB I PENDAHULUAN

    A! %atar elakang

    ! .umusan Masalah

    /! Tujuan

    BAB II LAPORAN TEORITIS

    A! Konsep "troke

    ! Konsep Asuhan Keperaatan Keluarga

    BAB III LAPORAN KASUS

    BAB I% PENUTUP

    A! Kesimpulan

    ! "aran

    DATAR PUSTAKA

    BAB I

    PENDAHULUAN

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    4/44

    A. L+,+- Bel+k+/

    )iabetes atau yang sering disebut dengan )iabetes Mellitus merupakan penyakit

    kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya produksi insulin,0at yang dihasilkan

    oleh kelenjar pankreas!isa pula karena adanya gangguan pada &ungsi insulin,meskipun

    jumlahnya normal!

    "eseorang dikatakan menderita )iabetes jika kadar glukosa dalam darahnya di

    atas '*(mg1dl 2dalam kondisi berpuasa3 dan di atas *((mg1dl 2dua jam setelah

    makan3!Tanda utama lain seseorang menderita )iabetes adalah air seninya mengandung

    gula!Karena itu,penyakit ini di sebut juga ken$ing manis atau penyakit gula!Penderita

    )iabetes disebut )iabetesi!

    Ma$am ma$am diabetes ada dua yaitu diabetes tipe ' dan diabetes tipe *! Pada

    tipe ' ialah diabetes yang tergantung pada insulin 2))M3, sedangkan pada diabetes

    tipe * ialah diabetes yang tidak tergantung pada insulin 2N))M3!

    Menurut data 456,ndonesia menempati urutan keempat jumlah penderita

    )iabetes terbesar di )unia!Pada tahun *((( terdapat sekitar +,7 juta penduduk

    ndonesia yang mengidap )iabetes !8umlah penderita )iabetes di derah perkotaan

    ndonesia pada tahun *((9 adalah :,* juta orang,sedangkan di pedesaan +,+ juta

    orang!)iperkirakan,' dari : orang di 8akarta mengidap )iabetes!Tingginya jumlah

    penderita di daerah perkotaan antara lain disebabkan gaya hidup,2dr Prapti utami,*((;3!

    Kami memilih tema tentang diabetes ini, karena penyakit )iabetes sudah tidak

    asing lagi dalam lingkungan kita, terutama pada lanjut usia, sehingga kami membuat

    laporan ini agar para masyarakat mengetahui baha )iabetes sangat bahaya serta agar

    tingkat )iabetes di ndonesia berkurang!

    B. R0m0&+ M+&+l+

    '! agaimana konsep teoritis dari )iabetes Melitus)M3!

    ". E,3olo/3

    '3 )iabetes tipe =

    a! ?aktor genetik

    Penderita diabetes tidak mearisi diabetes tipe itu sendiri, tetapi

    mearisi suatu suatu predisposisi atau ke$enderungan genetik ke arah

    terjadinya )M tipe ! Ke$enderungan genetik ini ditemukan pada

    [email protected] yang memiliki tipe antigen 5%A!

    b! ?aktor-&aktor imunologiAdanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana

    antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan $ara bereaksi

    terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai

    jaringan asing! Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau %angerhans dan

    insulin endogen!

    *3 )iabetes tipe =

    Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan

    sekresi insulin pada diabetes tipe masih belum diketahui! ?aktor genetik

    memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin!

    ?aktor-&aktor resiko =

    a! sia 2resistensi insulin $enderung meningkat pada usia diatas 7+ tahun3

    b! 6besitas

    $! .iayat keluarga

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    7/44

    #. P+,o53&3olo/3 ) p+,6+y& 7&0m4e-

    )e&isiensi nsulin

    >lukagon meningkat penurunan pemakaian

    glukosa oleh sel

    >lukoneogenesis penurunan pemakaian

    glukosa oleh sel

    %emak Protein gly$osuria

    Ketogenesis N osmoti$ diuresis

    Ketonomia Nitrogen urine

    dehidrasi

    Penurunan p5 hemokonsentrasi

    Kekurang

    an

    volume

    Mual

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    8/44

    Asidosis trombosis

    - Koma aterosklorosis- Kematian

    [email protected] [email protected]

    8antung serebral ekstremitas .etina

    (. T+8+ 8+ Ge+l+

    Keluhan umum pasien )M seperti poluria, poli&agia pada )M umumnya

    tidak ada! "ebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat

    komplikasi degenerati& kronik pada pembuluh darah dan sara&! Pada )M lansia

    terdapat perubahan pato&isiologi akibat proses menua, sehingga gambaran

    klinisnya [email protected] dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi

    yang luas! Keluhan yang sering mun$ul adalah adanya gangguan penglihatan

    karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot 2neuropati

    peri&er3 dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan la0im!

    Menurut "upartondo, gejala-gejala akibat )M pada usia lanjut yang

    sering ditemukan =

    '! Katarak

    *! >laukoma

    9! .etinopati

    B! >atal seluruh badan

    +! Pruritus @[email protected]

    7! n&eksi bakteri kulit

    C! n&eksi jamur dikulit

    :! )ermatopati

    ;! Neuropati peri&er

    '(! Neuropati @iseral''! Amiotropi

    '*! lkus neurotropik

    '9! Penyakit ginjal

    'B! Penyakit pembuluh darah peri&er

    '+! Penyakit koroner

    '7! Penyakit pembuluh darah otak

    'C! 5ipertensi

    6smotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal

    yang tinggi, dan dapat mun$ul keuhan nokturia disertai gangguan tidur, atau

    Resti ggn

    nutrisi

    kurang dari

    ginjal

    Nyeri akut

    Ggn integritas

    Resiko

    Ggn Gagal

    NefropatRetinoMiokard gangreStrok

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    9/44

    bahkan inkontinensia urin! Perasaan haus pada pasien )M lansia kurang

    dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi! Karena

    itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pada stadium lanjut!

    Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat

    pada pasien )M usia lanjut dapat berubah tiba-tiba, apabila pasien mengalami

    in&eksi akut! )e&isiensi insulin yang terjadinya bersi&at relati& sekarang menjadi

    absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas [email protected] dan

    dehidrasi, kesadaran menurun dengan hiperglikemia! >ejala yang biasa trjadi

    pada hipoglikemia seperti lapar, menguap, dan berkeringat banyak umumnya

    tidak ada pada )M usia lanjut! iasanya tapak bermani&estasi sebagai sakit

    kepala dan kebingungan mendadak!

    Pada usia lanjut reaksi @egetati& dapat menghilang, sedangkan gejala

    kebingungan dan koma yang bmerupakan gangguan metabolisme serebral

    tampak lebih jelas!

    *. Peme-3k&++ pe0+/1. >lukosa darah seaktu

    2. Kadar glukosa darah puasa

    ". Tes toleransi glukosa

    Kadar darah seaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis )M

    2mg1dl3!

    ukan )M elum pasti

    )M

    )M

    Kadar glukosa darah seaktu

    Plasma @ena

    )arah kapiler

    Kadar glukosa darah puasa

    Plasma @ena

    )arah kapiler

    D '((D :(

    D ''(

    D ;(

    '(( *((:( *((

    ''( '*(

    ;( - ''(

    F*((

    F*((

    F'*7

    F''(

    Kriteria diagnostik 456 untuk diabetes mellitus sedikitnya * kali pemeriksaan =

  • 7/25/2019 Perbaikan Laporan Teoritis Dm Kep. Keluarga II

    10/44

    '! >lukosa plasma seaktu F *(( mg1dl 2'',' mmol1%3

    *! >lukosa plasma puasa F 'B( mg1dl 2C,: mmol1%3

    9! >lukosa plasma dari sampel yang diambil * jam kemudian sesudah

    mengkonsumsi C+ gr karbohidrat 2 * jam post prndial 2pp3 F *(( mg1dl

    9. Pe+,+l+k&+++

    Tujuan uam terapi diabetes mellitus adalah men$oba menormalkan

    [email protected] insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi

    komplikasi @askuler serta neuropati! Tujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes

    mellitus adalah men$apai kadar glukosa darah normal!

    Ada + komponen dalam penatalaksanaan diabetes =

    '! )iet*! %atihan

    9! Pemantauan

    B! Terapi 2jika diperlukan3

    +! Pendidikan kesehatan

    B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

    Menurut ?riedman 2*('(3, Proses keperaatan merupakan pusat bagi semua

    tindakan keperaatan, yang dapat diapl