perbaikan bekas luka

Download Perbaikan Bekas Luka

Post on 07-Jan-2016

65 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

word

TRANSCRIPT

PERBAIKAN BEKAS LUKA Nicholas Parkhouse, DM, MCh, FCRS Tania C. S. Cubison, FRCS M. Dalvi Humzah, MBBS, FRCS, MBA

DEFINISIDESKRIPSI BEKAS LUKA DARI SEGI ESTETIKADESKRIPSI BEKAS LUKA DARI SEGI MEDISPENILAIAN MENGENAI BEKAS LUKAALASAN UNTUK PERBAIKAN BEKAS LUKAPENYEBAB BEKAS LUKAEVALUASIPersiapan PrekonsultasiRiwayatPemeriksaanDISKUSI DAN MASALAH PERSETUJUANHasil yang Tidak Memuaskan dari Perbaikan Bekas Luka BedahPersetujuanPENATALAKSANAANTahapanMetode Non-BedahMetode Bedah

Prinsip umum dari bedah plastik yang dideskripsikan oleh banyak penulis termasuk Gillies dan Millard, 1,2 sangat penting untuk perbaikan bekas luka dan banyak konsep yang merujuk pada halaman ini yang dapat diaplikasikan pada area spesialisasi lain. Bagaimanapun juga perawatan pasien secara lengkap dengan masalah bekas luka yang kompleks memerlukan perhatian pada prinsip-prinsip ini yang disertai dengan adanya pertimbangan khusus.Gillies dan Millard1 awalnya menerbitkan 16 prinsip bedah plastik (Tabel 12-1), kemudian diperpanjang menjadi 33 prinsip2 yang akhirnya dipadatkan menjadi beberapa kata oleh Millard untuk menjadi pegangan para ahli bedah plastik yaitu ketahuilah batas normal keindahan yang ideal. Buatlah diagnosis atas apa yang terjadi saat itu; apa saja yang bermasalah, hancur, bergeser atau terdistorsi dan apa saja yang berlebihan. Kemudian, dengan dipandu oleh batas nilai normal yang ada di pikiran anda, gunakan apa yang anda miliki untuk membuat apa yang anda inginkan dan bahkan membuat hal yang lebih baik daripada yang seharusnya, apabila memungkinkan. Hasil yang memuaskan dari pembedahan untuk perbaikan bekas luka mencerminkan kesesuaian antara harapan pasien dengan kenyataan yang dapat dicapai.Perbaikan bekas luka umumnya merupakan permintaan prosedur yang sering dilakukan oleh mayoritas ahli bedah plastik. Pendekatan pasien secara menyeluruh merupakan hal yang penting dalam penyembuhan bekas luka. Tahap preoperatif sangat mempengaruhi keberhasilan sehingga beberapa masalah dalam tahap ini harus diselesaikan secara mendalam. Setiap pasien merupakan satu individu, sehingga tidaklah sesuai untuk memilih suatu operasi standar begitu saja. Penyembuhan bekas luka dapat menjadi proses rumit yang memerlukan penilaian secara teliti, keahlian teknis dan pengetahuan mengenai masalah psikososial yang mendasari apabila ingin mencapai hasil yang memuaskan.

DEFINISISuatu bekas luka secara teoritis dapat didefinisikan dalam beberapa istilah seperti yang terdapat dalam Kamus Singkat Bahasa Inggris Oxford yaitu bekas dari luka, radang atau terbakar yang menyembuh. Suatu cacat yang tersisa sebagai suatu bekas dari beberapa kondisi sebelumnya atau hasil dari beberapa penyebab tertentu.Seorang pasien mungkin melihat bekas luka lebih sebagai suatu stigma terlihat yang terus mengingatkan pada penyebabnya, menarik perhatian dan menimbulkan kesadaran terhadap diri sendiri. Dalam terminologi etiopatologik medis, suatu bekas luka merupakan suatu penyembuhan luka non-regeneratif (Tabel 12-2). Suatu bekas luka diharapkan dapat membaik secara cepat tanpa adanya kontraksi atau peningkatan dalam lebar atau formasi kolagen secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kekuatannya. Pada pemeriksaan histopatologi, suatu bekas luka telah mengubah arsitektur dermis termasuk sel-sel seperti miofibroblast.Bahkan percobaan penyembuhan tanpa bekas luka dapat menyebabkan adanya kecacatan. Dalam percobaan pada janin hewan, area yang menyembuh mungkin tidak menunjukkan aktivitas fibroblastik yang berkaitan dengan formasi bekas luka yang normal namun mungkin menyebabkan tiadanya deformitas linear pada struktur adneksa kulit normal.TABEL 12-1 PRINSIP-PRINSIP BEDAH PLASTIKBedah plastik merupakan pertentangan konstan antara suplai darah dan keindahan.Observasi merupakan dasar dari diagnosis bedah.Diagnosislah sebelum memberikan penanganan.Buatlah suatu rencana dan suatu pola untuk rencana ini.Buatlah suatu rekaman--sketsa dan foto.Pertolongan hidup--flap atau cangkok kulit.Suatu cara baik yang dapat mempermudah-ketangkasan dan kelemahlembutan.Gantilah apa yang normal pada posisi yang normal dan pertahankanlah tetap disana.Tangani defek utama terlebih dahulupinjamlah dari Peter untuk membayar Paul hanya ketika Peter mampu memberikannya.Berbagai bentuk kehilangan harus digantikan.Lakukan sesuatu yang positifmulai dengan suatu tengara atau dua bagian yang cocok.Jangan biarkan metode-metode rutin membatasimu.Konsultasikan dengan spesialis lain.Kecepatan pada pembedahan terdiri dari tidak melakukan hal yang sama dua kali.Perawatan setelahnya sama pentingnya dengan perencanaannya.Jangan lakukan hari ini apa yang dapat ditunda sampai besok hariketika ragu, maka jangan lakukan.Waktu, walaupun waktu merupakan kritikus paling tajam untuk ahli bedah plastik, namun waktu juga merupakan sekutu terkuatnya.Dari Gillies H, Millard DR: The principles and Art of Plastic Surgery. Boston, Little, Brown, 1957.

DESKRIPSI BEKAS LUKA DARI SEGI ESTETIKASuatu bekas luka sering disebut-sebut sebagai bagian dari deskripsi individu dan detail mengenai bekas luka sering diminta dalam paspor sebagai fitur identifikasi. Adanya bekas luka yang terlihat seharusnya tidak perlu menjadi masalah; bekas luka perjuangan biasanya disandang dengan rasa bangga seperti pada kasus-kasus dalam sejarah dan literatur yang sangat beragam seperti Shakespeare, Lawrence Sterne dan Harry Potter. Umbilikus merupakan suatu bekas luka khusus yang dapat menyebabkan gangguan signifikan pada pasien apabila tidak ada atau berbentuk tidak biasa.Bagaimanapun juga, banyak bekas luka yang membawa kesan mengancam, kejam dan menyeramkan yang menyiratkan keterlibatan pada suatu perkelahian atau perilaku kekerasan. Hal ini khususnya terjadi pada remaja muda dan pria dewasa dengan bekas luka linear pada wajah. Telinga yang mencolok mungkin menyebabkan pelabelan yang tidak diharapkan dan penggunaan umum julukan seperti scarface (si wajah bopeng). Hal ini dapat mengganggu dan dapat menjadi indikasi untuk dilakukan perbaikan pada pasien yang muda.Branding telah dilakukan dalam banyak budaya dan waktu-waktu bersejarah untuk mengidentifikasi individu, khususnya budak atau tawanan; bagaimanapun juga, hal ini cukup menarik bahwa praktik ini sekarang telah diperkenalkan sebagai bentuk modern dari seni tubuh yang mirip dengan tato. Prevalensi kecenderungan terjadinya keloid pada beberapa kelompok ras membentuk bagian dari budaya suku mereka, contohnya, keloid-keloid penghias dahi pada Raja Shilluk dari Sudan Utara dan bekas luka dada pada suku Nuba.6Proses persepsi visual sangatlah penting dalam proses bagaimana sebuah bekas luka dirasakan. Contohnya, ketika suatu wajah dilihat, mata seseorang bergerak dari titik-titik spesifik dalam pergerakan tak menentu. Titik-titik ini cenderung berada di sekitar sudut maupun penghubung dari fitur wajah yang spesifik dan pergerakan-pergerakan ini memberikan informasi mengenai hubungan bentuk dan spasial. Perubahan tidak terduga dari apa yang dianggap sebagai fitur wajah yang normal secara sigap dianggap sebagai suatu isyarat visual. Oleh karena itu, suatu bekas luka yang baik merupakan suatu hal yang dianggap seperti lipatan wajah yang normal atau garis kontur.7 Estetika dan penerimaan bekas luka pada wajah berhubungan dengan zona-zona anatomis. Bekas luka di atas garis intratemporal biasanya tidak terlalu mengganggu dibandingkan dengan yang terletak di bawah garis ini. Hal ini berhubungan dengan konsep bahwa suatu titik pada segitiga sentral wajah mungkin dianggap sebagai tahi lalat, sedangkan lesi yang serupa pada daerah lainnya dianggap sebagai suatu cacat.Suatu kesadaran akan perbedaan yang penting ini sangatlah utama dalam praktik perbaikan bekas luka. Sebagai contoh adalah kasus dimana seorang pria muda dengan bekas luka jerawat; meskipun terdapat kemungkinan adanya hasil pembedahan yang baik dari prosedur eksisi, bekas luka wajah yang dihasilkannya walaupun masih dalam batas kosmetik yang wajar, mungkin dapat dilihat sebagai tanda kekerasan atau mengurangi kesempatan dalam pencarian pekerjaan di masa yang akan datang.TABEL 12-2 ETIOLOGI BEKAS LUKAPembedahanLaserasiTerbakar Luka kronikJerawatSteroid

DESKRIPSI BEKAS LUKA DARI SEGI MEDISBekas luka sebenarnya dapat dideskripsikan dalam terminologi medis sebagai matur atau imatur dan proses pembentukan jaringan parut sebagai normal atau abnormal. Proses pembentukan jaringan parut yang normal merupakan hasil akhir dari proses penyembuhan luksa dan dibentuk dari kolagen yang telah dirombak setelah inflamasi dan proliferasi telah mereda. Bekas luka yang normal berbentuk datar, relatif sempit dan sedikit lebih pucat daripada kulit sekitarnya. Apabila proses ini berlangsung abnormal, baik disebabkan oleh faktor-faktor lokal maupun kecenderungan genetik, suatu bekas luka yang buruk dapat terjadi.Semua bekas luka baru meninggi dari sekitarnya, kemerahan dan gatal. Bekas luka hipertrofi merupakan suatu lesi kemerahan lebih tinggi yang berada di luar batas-batas bekas luka yang sesungguhnya. Sulit untuk menentukan seberapa lama waktu yang diperlukan bekas luka untuk menjadi matur dan menentukan apakah bekas luka tersebut hipertrofi atau imatur.8 Bekas luka keloid seperti bekas luka hipertrofi berwarna kemerahan dan gatal, tapi bekas luka ini bersifat seperti tumor hiperplastik jaringan ikat yang menyebar dalam dermis dan jaringan subkutan yang berdekatan. Fibroblast pada keloid memanifestasikan tiadanya umpan balik yang normal dalam pengaturan produksi matriks ekstraseluler. Umur juga memainkan peran; pada dewasa muda dan anak-anak lebih sering terjadi. Keloid pada masa kanak-kanak mungkin mengalami perubahan cepat ketika pubertas, dan anak-anak yang sekarang memiliki bekas luka hipertrofi dan keloid mungkin tidak akan memilikinya lagi di masa yang akan mendatang.Hipertrofik dan keloid merupakan istilah yang digunakan secara longgar bahkan oleh para ahli bedah plastik, namun sebenarnya tedapat beberapa perbedaan yang penting