perawat dan keperawatan kelp 3

Download Perawat Dan Keperawatan Kelp 3

Post on 08-Aug-2015

24 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERAWAT DAN KEPERAWATAN

Kelompok 3

SEJARAH PERAWAT DAN KEPERAWATAN Zaman Purba Perkembangan keperawatan pada zaman purba juga dipengaruhi oleh agama dan kepercayaan. Manusia zaman prasejarah menganut kepercayaan "animisme". Mereka beranggapan bahwa orang menderita sakit disebabkan karena kemasukan arwah-arwah (roh-roh).

Zaman Permulaan Masehi Zaman ini dipengaruhi oleh perkembangan dan penyebaran dua agama besar, yakni islam dan Kristen. Kristen mengenalkan keperawatan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh biarawati, sedangkan islam mengenalkan ilmu pengetahuan yang sngat maju dalam bidang pengobatan dan perawatan yang dilandasi oleh kasih sayang.

Zaman Pertengahan Pada zaman ini, terjadi perang salib. yang membawa banyak derita bagi rakyat: korban luka dan terbunuh, kelaparan, berbagai penyakit, dan lain-lain. Untuk mengatasi kondisi tersebut, mulai didirikan sejumlah rumah sakit guna memberti pertolongan dan perawatan pun terus mengalami kemajuan, mulai dikenal konsep P3K, keberadaan perawat mulai dibutuhkan dalam ketentraman dan timbul peluang kerja bagi perawat dibidang sosial.

Zaman Baru (Renaisans) Pada zaman ini muncul, muncul seorang tokoh keperawatan yang bernama Florence Nightingale. Ia dikenali dengan nama The Lady With The Lamp dalam bahasa Inggris yang berarti Sang Wanita dengan Lampu. Ia mengembangkan suatu model praktik asuhan keperawatan yang menyatakan bahawa kondisi sakit seseorang disebabkan oleh factor lingkungan, karenanya praktik keperawatan ditekankan pada perubahan lingkungan yang memberi pengaruh pada kesehatan.

Zaman ModernKiprah Florence Nightingale dalam keperawatan rupanya berpengaruh besar pada perkembangan keperawatan di era berikutnya. Di Inggris, terjadi kemajuan yang pesat dalam bidang keperawatan. Diantaranya adalah pembangunan sekolah-sekolah perawat dan pendirian perhimpunan perawat nasional Inggris (British Nurse Association) oleh Erenwick pada tahun 1887. Kemudian, pada 1 Juli 1899, Erenwick juga mendirikan sebuah lembaga yang disebut International Council Of Nurses (ICN).

Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia Zaman VOC (1602-1799) Untuk kepentingan usaha perdagangan tentara Belanda, pada 1799 didirikan Binnen Hospital di Batavia (sekarang Jakarta). Setelah VOC bubar, didirikan sejumlah usaha dalam bidang kesehatan. Zaman Penjajahan Belanda I (1799-1811) Tidak ada usaha kesehatan yang menonjol pada masa ini. Secara umum, pemerintah hanya melanjutkan apa yang telah dirintis oleh pendahulunya (VOC).

Zaman Penjajahan Inggris (1811-1816) Pada masa ini, mulai berkembang sebentuk usaha kesehatan yang dipelopori oleh Raffles. Usaha ini meliputi kegiatan vaksinasi cacar secara missal, perbaikan perawatan kesehatan jiwa, dan perawatan bagi para tahanan. Zaman Penjajahan Belanda II (1816-1942) Setelah pemerintahan diserahkan kembali kepada Belanda, usaha kesehatan di Indonesia semakin maju. Pada masa ini, pemerintah berhasil meluncurkan undangundang kesehatan yang disusun oleh Prof. Dr. Reinwardt. Selain itu, pada tahun 1819, Residen V Pabst mendirikan sebuah rumah sakit Stadsverband dan berkedudukan di Glodok.

Zaman Penjajahan Jepang (1942-1945) Pada zaman ini dunia keperawatan Indonesia mengalami kemunduran. Wabah penyakit menyebar dimana-mana akibat minimnya suplai obat-obatan. Tidak hanya itu, kita bahkan terpaksa menggunakan daun pisang dan dan pelepah batang pisang sebagai ganti balutan yang persediaannya sangat tipis. Zaman Kemerdekaan Sampai Sekarang Pada awal kemerdekaan banyak ditemui kekurangan dalam dunia keperawatan, namun keadaan ini mulai berubah dengan mulai didirikannya sejumlah institusi pendidikan keperawatan sampai ke jenjang perguruan tinggi.

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT Pemberi Perawatan Perawat membantu klien mendapatkan kembali kesehatannya melalui proses penyembuhan. Pembuat Keputusan Klinis Sebelum mengambil tindakan keperawatan, baik dalam pengkajian kondisi klien, pemberian keperawatan, dan mengevaluasi hasil, perawat menyusun rencana tindakan dengan menetapkan pendekatan terbaik bagi tiap klien.

Pelindung dan Advokat Klien Perawat membantu mempertahankan lingkungan yang aman bagi klien dan mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan melindungi klien dari kemungkinan efek yang tidak diinginkan dari suatu tindakan diagnostik atau pengobatan. Perawat melindungi hak klien sebagai manusia dan secara hukum, serta membantu klien dalam menyatakan hak-haknya bila dibutuhkan. Manajer Kasus Perawat mengkoordinasi aktivitas tim kesehatan lain, misal ahli gizi dan ahli terapi fisik, ketika mengatur kelompok yang memberikan perawatan kepada klien.

Rehabilitator Perawat membantu klien mengatasi gangguan fisik dan emosi yang mengubah kepribadian mereka. Pemberi Kenyamanan Peran perawat adalah merawat klien sebagai seorang manusia, merupakan ran tradisional dan historis dala keperawatan dan telah berkembang sebagai sesuatu peran yang penting dimana perawat melakukan peran baru. .Komunikator Peran sebagai komunikator merupaka pusat dari seluruh peran perawat lainnya.

Penyuluh Perawat menjelaskan pada klien konsep dan data-data tentang kesehatan, mendemonstrasikan prosedur seperti aktivitas perawatan diri, menilai apakah klien memahami hal-hal yang dijelaskan dan mengevaluasi kemajuan dalam pembelajaran. Peran Karier Sejumlah peran dan fungsi dibebankan pada perawat di berbagai lingkungan kerja. Berkarier, merupakan kebalikan dari semuanya, dimana perawat ditempatkan di posisi jabatan tertentu.

TUGAS PERAWAT Ada beberapa tugas perawat yang sangat penting yaitu bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concern) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya.

Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak, seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. No. 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan, maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini.

Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : Hak berserikat dan berkumpul Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. Hak mendapat upah yang layak Hak bekerja dilingkungan yang baik Hak terhadap pengembangan profesional Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan

Kewajiban Perawat Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya Menghormati hak-hak pasien Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian lebih baik, bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada

Memberikan kesempatan pada Pasien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan

Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja

TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan peran tertentu dari perawat. Tanggung jawab perawat secara umum : Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan, prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut.

Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan member informasi yang biasanya diberikan oleh dokter. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat.

Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. Tanggung gugat dalam setiap proses keperawatan adalah sebagai berikut: Tahap pengkajian Tahap diagnosa keperawatan Tahap perencanaan Tahap implementasi Tahap evaluasi

KODE ETIK PERAWAT INDONESIA Kode etik perawat Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat 2. Tanggung jawab terhadap tugas 3.Tanggungjawab terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya 4. Tanggungjawab terhadap profesi keperawatan 5. Tanggungjawab terhadap pemerintah, bangsa dan Negara

Kode etik perawat yang berlaku saat ini berfungsi sebagai landasan bagi status profesional dengan cara sebagai berikut: Kode etik perawat menunjukkan perawat diharuskan memahami dan menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada perawat oleh masyarakat Kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berpe

Recommended

View more >