penggolongan filsafat kelompok 6 fix 1

Download Penggolongan Filsafat Kelompok 6 Fix 1

Post on 26-Sep-2015

269 views

Category:

Documents

37 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

filsafat

TRANSCRIPT

Penggolongan Filsafat

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah FilsafatDosen Pengampu :

Mahrudin, M.Pd

Disusun Oleh :Kelompok VI

Intan Rahmaningtyas (I1C113077)Siti Shafa Salsabila Diar (I1C113079 )Wisnu Bayu Pangestu (I1C113072)Anggi Diono Kusuma (I1C113034)Nuzula Alfina Rahmawati (I1C113015)Ima Halimah (I1C113028)Noormarizqa Puspaningratri (I1C113071 )UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURATFAKULTAS KEDOKTERANPROGRAM STUDI PSIKOLOGIBANJARBARU

2014BAB I

PENDAHULUAN

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu dari kata philos dan Shopia. Philos artinya cinta yang sangat mendalam, dan sophia artinya kearifan atau kebijakan. Jadi arti filsafat secara harfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadapat kearifan atau kebijakan.Filsafat dapat diartikan sebagai suatu pendirian hidup (individu) dan dapat juga disebut pandangan hidup (masyarakat).

Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan / pemikiran manusia memiliki peran yang penting dalam menentukan dan menemukan eksistensinya. Berfilsafat berarti berpikir, tetapi tidak semua berpikir dapat dikategorikan berfilsafat. Berpikir yang dikategorikan berfilsafat adalah apabila berpikir tersebut mengandung tiga ciri yaitu radikan, sistematis, dan universal. Berarti bahwa manusia menugaskan pikirannya untuk bekerja sesuai dengan aturan dan hukum-hukum yang ada, berusaha menyerap semua yang berasal dari alam, baik yang berasal dari dalam dirinya atau di luarnya.

Banyak keuntungan apabila kita belajar mengenai filsafat, yaitu ; Dengan berfilsafat kita lebih menjadi manusia, lebih mendidik dan membangun diri sendiri, dari pelajaran filsafat kita diharapkan menjadi orang yang dapat berpikir sendiri, memberikan dasar-dasar pengetahuan kita, memberikan padangan yang sintesis pula sehingga seluruh pengetahuan kita merupakan kesatuan, hidup kita dipimpin oleh pengetahuan kita. Sebab itu mengetahui kebenaran-kebenaran yang terdasar berarti mengetahui dasar-dasar hidup kita sendiri. Khususnya bagi seorang pendidik, filsafat mempunyai kepentingan istimewa karena filsafat memberikan dasar-dasar dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lainnya mengenai manusia seperti : ilmu mendidik, sosiologi, ilmu jiwa dan sebagainya.

Filsafat juga digolongkan atas banyak bagian serta klasifikasi. Di Dalam makalah ini kami akan membahas bagian bagian tersebut.A. Rumusan Masalah

1. Bagaimana klasifikasi penggolongan filsafat berdasarkan garis besarnya?2. Bagaimana klasifikasi penggolongan filsafat berdasarkan wilayah?

3. Bagaimana klasifikasi penggolongan filsafat berdasarkan latar belakang agama?

4. Apakah perbedaan antara Filsafat Timur dan Filsafat Barat?B. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:1. Untuk mengetahui klasifikasi penggolongan filsafat berdasarkan garis besarnya.

2. Untuk mengetahui klasifikasi penggolongan filsafat berdasarkan wilayah.

3. Untuk mengetahui klasifikasi penggolongan filsafat berdasarkan latar belakang agama.

4. Untuk mengetahui perbedaan antara Filsafat Timur dan Filsafat Barat.C. ManfaatManfaat dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Menambah pengetahuan mengenai Penggolongan filsafat.2. Setelah pengetahuan bertambah, diharapkan ilmu yang telah didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Rumusan Masalah.. 2B. Tujuan.. 2C. Manfaat 2DAFTAR ISI 3BAB II ISI 4

2.1 Klasifikasi Filsafat2.2 Klasifikasi Filsafat Menurut Garis Besar...2.3 Klasifikasi Menurut Wilayah..

2.4 Klasifikasi Filsafat Menurut Latar Belakang Agama..PENUTUPDAFTAR PUSTAKA..BAB IIISI2.1 Klasifikasi Filsafat

Filsafat secara garis besar terbagi atas 3 bidang berdasarkan temanya. Yaitu Aksiologi , Epistomologi dan Ontologi. Kemudian dalam membangun tradisi filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama , menanggapi, dan meneruskan karya-karya pendahulunya sesuai dengan latar belakang budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun. Oleh karena itu, filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang budayanya. Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori besar menurut wilayah dan menurut latar belakang agama. Menurut wilayah bisa dibagi menjadi: Filsafat Barat, Filsafat Timur, dan Filsafat Timur Tengah. Sementara latar belakang agama dibagi menjadi: Filsafat Islam, Filsafat Budha, Filsafat Hindu, dan Filsafat Kristen.2.2 Klasifikasi Filsafat Menurut Garis Besar

1. Aksiologi

Aspek aksiologi merupakan aspek yang membahas tentang untuk apa ilmu itu digunakan. Menurut Bramel, dalam aspek aksiologi ini ada Moral conduct, estetic expresion, dan sosioprolitical. Setiap ilmu bisa untuk mengatasi suatu masalah sosial golongan ilmu.Namun, salah satu tanggung jawab seorang ilmuan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang menemuannya, sehingga tidak ada penyalahgunaan dengan hasil penemuan tersebut. Dan moral adalah hal yang paling susah dipahami ketika sudah mulai banyak orang yang meminta permintaan, moral adalah sebuah tuntutan. Yang terdiri dari :

1. Hedonisme : sesuatu dianggap baik jika mengandung kenikmatan bagi

manusia (hedon)

2. Vitalisme : baik buruknya ditentukan oleh ada tidaknya kekuatan hidup

yang dikandung obyek-obyek yang dinilai, manusia yang kuat, ulet, cerdas

adalah manusia yang baik

3. Utilitarisme : Yang baik adalah yang berguna, jumlah kenikmatan- jumlah

penderitaan = nilai perbuatan

4. Pragmatisma : Yang baik adalah yang berguna secara praktis dalam

kehidupan, ukuran kebenaran suatu teori ialah kegunaan praktis teori itu,

bukan dilihat secara teoritis

2. Epistemologi

Aspek epistemologi merupakan aspek yang membahas tentang pengetahuan filsafat. Aspek ini membahas bagaimana cara kita mencari pengetahuan dan seperti apa pengetahuan tersebut.

Pengetahuan adalah jarum sejarah yang selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Semakin banyak ilmu yang kita pahami, semakin banyak khasanah kita. Dan pengetahuan inilah yang menjadi batasan-batasan kita dalam menelaah suatu ilmu.Hal ini yang mengakibatkan ilmu zaman dahulu dan zaman sekarang berbeda. Misalnya, ditinjau dari segi ilmu teknologi. Teknologi zaman dahulu dan zaman sekarang sangat berbeda jauh. Maka ilmu untuk menyikapi fenomena ini juga akan ikut berkembang dan semakin bertambah.

Cara memperoleh pengetahuan logika dengan cara membentuk pengetahuan itu sendiri terdiri atas :

1. Empirisme (John Locke 1632-1704)

2. Rasionalisme (Rene Decartes 1596 1650)

3. Positivisme (August Compte, 1798 1857)

4. Intusionisme (Hendri Bergson, 1859 1941)

Hasilnya : 1. sains, 2. Filsafat Logika, 3. Latihan rasa (intuisi)

Dalam aspek epistemologi ini juga terdapat beberapa logika, yaitu: analogi, silogisme, premis mayor, dan premis minor.

Analogi, analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain.

Silogisme, silogisme adalah penarikan kesimpulan konklusi secara deduktif tidak langsung, yang konklusinya ditarik dari premis yang disediakan sekaligus.

Premis Mayor, premis mayor bersifat umum yang berisi tentang pengetahuan, kebenaran, dan kepastian.

Premis Minor, premis minor bersifat spesifik yang berisi sebuah struktur berpikir dan dalil-dalilnya.

Contohnya, premis mayor : semua orang akhirnya akan mati.

premis minor : Hasan adalah orang3. Ontologi

Ontologi (dari Yunani, genitive: "menjadi" (partisip netral dari: "menjadi")dan-,-logia: ilmu, penelitian, teori) adalah studi filosofis tentang hakikat ini, eksistensi atau kenyataan seperti itu, serta menjadi kategori dasar dan hubungan mereka.

Tradisional terdaftar sebagai bagian dari cabang utama filsafat yang dikenal sebagai metafisika, ontologi berkaitan dengan pertanyaan mengenai apa yang ada entitas atau dapat dikatakan ada, dan bagaimana badan tersebut dapat dikelompokkan, terkait di dalam hirarki, dan dibagi menurut persamaan dan perbedaan .

Ikhtisar Ontologi, dalam filsafat analitik, menyangkut menentukan apakah beberapa kategori yang sangat penting dan bertanya dalam apa arti item dalam kategori tersebut dapat dikatakan "menjadi". Ini adalah penyelidikan berada di begitu banyak seperti sedang, atau menjadi makhluk sejauh mereka ada-dan tidak sejauh, misalnya, fakta-fakta tertentu yang diperoleh tentang mereka atau properti tertentu yang berhubungan dengan mereka.

Untuk Aristoteles ada empat dimensi ontologis yang berbeda:

1. menurut berbagai kategori atau cara menangani yang sedang seperti itu

2. menurut kebenaran atau kesalahan (misalnya emas palsu, uang palsu)

3. apakah itu ada dalam dan dari dirinya sendiri atau hanya 'datang bersama' oleh kecelakaan

4. sesuai dengan potensinya, gerakan (energi) atau jadi kehadiran (Buku Metafisika Theta).Menurut Suriasumantri (1985),

Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau, dengan kata lain suatu pengkajian mengenai teori tentang ada. Telaah ontologis akan menjawab pertanyaan-pertanyaan :

a) apakah obyek ilmu yang akan ditelaah,

b) bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut, dan

c) bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia

(seperti berpikir, merasa, dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan.

2.3 . Klasifikasi Menurut Wilayah

A. Filsafat Barat

Filsafat Baratadalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka.Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat orangYunanikuno.

Tokoh utama filsafat Barat antara lainPlato,Thomas Aquinas,Rne Descartes,Immanuel Kant,Georg Hegel,Arthur Schopenhauer,Karl