pendekatan filsafat terhadap dakwah

Download Pendekatan Filsafat Terhadap Dakwah

Post on 02-Feb-2016

222 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Just share

TRANSCRIPT

  • Jurnal l tmu l l . rkwah

    Art ike l

    Topik Kita : Dakwah Di Tengah Lautan DilemaM. Syarbani Haira

    Pendekatan Filsafat Terhadap DakwahZainal Fikri

    Falsafah Dakwah dan KomunikasiKamrani Buseri

    Dakwah dan Pemberdayaan Umat :Telaah Kritis dan Falsafi

    Zurkani JahjaPembaharuan Pemahaman Ajaran Agama

    Melalui DakwahMukhyar Sani

    Dakwah dan Pemberdayaan Umat di Era GlobalisasiM. Asywadie Syukur

    Problematika Dakwah dalam Pemberdavaan UmatHusin Naparin

    Dakwah Nabi Periode MekkahSyarifuddin

    Pemberdayaan Potensi Dakwah di Era Otonomi DaerahArmiah

    Kaderisasi Dalam Organisasi DakwahZulfa Jamalie

    EAKULTAS DAKWAHIAIN ANTASARI BANJARMASIN

  • Jumnl Alharlhnrah Misi Perdana Tatun 2OO2 - 5

    PENDEI(ATAI{ FtrSAFATTERHADAP DAICWAFI

    oreh : Zainal Fikrit

    ABSTRACT

    This article analysis philosophical aprroaches to the studyof dalffah. The writer identifies three main positionsdealing with the relationship between philosopy anddalnilah. These three positions are: (1) philosophy as thehandmaid of dalnvah; (2) philosophy as the analytic study ofdalsrah; and (3) the philosophy of science as a secondaryreflection on the study of dakwah- As the handmaid,philosophy de-fenses religious convictions. Its program is todemonstrate rationally the existence of God. And thephilosophy of science rrutinizes the nature of dalnrrahstudies. Philosophy, as the analytic study, aims to analyseand clariff the nature and function of dakwah.

    Xey wordr: apologetics, secondarv reflection,and analvtical studv

    A. Pendabuluan

    Pendekatan filsafat terhadap studi dakwah dapat diketahuidengan cara menemukan tempat dan orang-orang yangmenggunakan filsafat dalam dakwah. Pengetahuan tentang orang-onang yang melakukan pendekatan ini dan mengetahui tempatmereka bisa ditemukan akan memberi kita petunjuk dalammematnmi apa yang sedang mereka lakukan. Kita dapatmenemukan orang-orang yang menggunakan pendekatan filsafatterhadap dalcwah di jurusan-jurusan dalavah, jurusan-jurusanstudi agama, jurusan-jurusan teologi dan filsafat Islam, mimbar-mimbar keagamaan, buku-buku hlsafat buku-buku dakwah,buku-buku per-bandingan agama. Jadi, tampalmya pendekatan-pendekatan filsafat tidak mempunyai tempat yang tunggal; danadanya fakta bahwa pendekatan-pendekatan filsa-fat itu diper-

    ' hinal Filai, dosn tetap Fatillta-s htlotnh IAIN Antasari Banjarmosirame nyele saikan pndidikan program pscasaqano ( 52)

    LAIN Sunan Kalijaga, YqEaknna.

  • Jwnal Alhdhnah Edisi Muta Tatann 2OO2 - 6

    gunakan dalam berbagai konteks yang berbeda membrikankontribusi terhadap perbedaan pendekatan-

    Konteks yang berbeda" sekali lagi, akan bermuara pada tidakadanya jawaban yang tunggal yang akan terwujud atau tjdak adakesepakatan yang dapat dicapai. Situasi ini menuntut kita untukmenerima kenyataan bahwa kita sedang membahas suatu wilayaftminat yang luas dan secara alamiah akan beraldbat pada ketjdah-sepakatan atau bahkan perselisihan.

    Sebagai onang yang tertarik dengan pendekatan filsafatterhadap studi dalrwah, menurut Anda, apa yang And4 pembaca,rdang lakukan? Anda terlibat dalam a.l,rtivitas atau sejumlah aldi-vitas apa? (Jika Anda mau, sebelum membaca, berhentilah sejenakuntuk memikirkan tentang ini- Tulislah jawaban anda (di atasselembff kertas.) Jann'aban terhadap pertanyaan ini menunjukkanpentingnya konteks dimana seseorrng melakukan pendekatanfilsafat dalam studi dal$'ah.

    Misalnya, jika Anda adalah mahasiswa da.lrwah, pendekatanfilsafat terhadap sttrdi dakwah yang akan diambil akan terfokuspada persoalan-persoalan koherensi dan konsistensi di scputarkonsep tentang T\rhan', dan berkenaan dengan landasan yangmendukung keyakinan keagamaan, dan justilikasi klaim-klaimkeagamaan yang menyata.kan suahr malma tentang pribadi-pribadi, dunia dan Tuhan; dan atau terfokus pada kajian tentanghakikaE kedudukan dan fungsi dakcxah- Jika Anda adalahmahasisrva dalam prognam studi perbandingan agama, pendekatanfilsafat terhadap dalrcxatr lebih terfokus pada kerangka filosofispluralisme agama dan implikasinya terhadap orientasi dalflxah.Filsafat dalam studi agama lreligious studias) lebih menekankanpada pengungkapan dan pemahaman fenomena agama daripadamenegaskan bukti dan mengevaluasi kebenaran yang diklaimagama. Jika Anda adalah mahasisrva pada program teologi danfilsafat Islam, pendekatan filsafat terhadadap dalrwah mungkinbersifat investigatif dan eksploratif, terfokus pada bagaimana ide-ide dan konsep-konsep dalam sejarah {ilsafat Islam memungkinkankita mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap doktrin ataupemahaman yang akurat terhadap pandangan para filosof muslimtentang dakwah.

    Jadi ada dua hal yang muncul. Pertam4 kita tidak mungkindapat berbicara tcntang pendekatan filsafat yang tunggal terhadap

  • Jumal Alhdtnrvh Mi.si krdano Tatatn 2OO2 - 7

    dalnvah : kanena terdapat banyak pendekatan filsafat, dan kitaharus hati-hati mengidentifikasi socara tepat, pada peruruliaan,pendekatan apa yang diambil. Kedua" pendekatan yang dianbilakan terganhrng pada konteks di mana seseorang sedang bekerja.Konteks itu pada tahap yang luas akan menentukan apa yangdipahami seseorang mengenai apa yang dia sendiri lakukan. Danpenting untuk diingat bahwa siapa saja yang menggunakanpendekatan filsafat terhadap studi dalcwah harus sadar akartkonteks, dan hasil apa yang ingin dicapai.

    Sekarang, kita sampai pada inti permasalahan; apakattpendekatan filsafat terhadap studi dalnuah? Dan apa yang harusdilalekan dakq/ah terhadap filsafat? Para mahasiswa dakwatrmungkin mempertanyakan relevansi nlsafat bagr studi mereka.Dalam stiap hal, hubungan antara konteks-konteks di atas dalamkeadaan paling baik pun akan bcrsifat implisit dan kabur, dandalam keadaan yang paling buruk akan membuat sebagian orangmerasa agak curiga dan menolak proyek lilsafat dalam studidalcrn'ah.

    B. Filrafat rebagat Pembantu Dakeah

    Bagaimanakah hubungan filsafat dan dalswah? Filsafatseringkali digunakan oleh para juru dakwah sebagai alat unhrkmembela keyakinan agama sendiri. Istilah yang tepat untuk ak-tivitas membela keyakinan keagamaan secara filosofis, meminjamistilah John Hick, adalah "apologetika".t Apologetika adalah bagiandari teolog yang membela dan mempertahankan agama dariserangan yang datang baik dari dalam maupun dari luar.z Dalamartian ini, Iilsafat dakwah adalah bagian dari teologi. Teologibertugas meneliti, memperkuat dan mengajarkan kepercayaansuatu komunitas agama, dan juga mengobarkan semangat dan me-nyebarkan kepercayaan tersebule Ke dalam internal umat, teologibersifat apologis dan ke luar bersifat propagandistik.

    Dalam kerangka apologetika juru dakwah menggunakanfilsafat untuk kepentingan teologis. Karena teologi menuntutloyalitas dan komitmen penganutnya untuk meyakini kebenaranajaran-ajaran agamanya dan membela secara rasional keyakinan-nya dari serangan pihak luar serta berusaha untuk menyebar-kannya. Di sini da'i bertindak sebagai "akbor" yang menghayati dan

  • Jumal Alhadtnrah Edist furdarn Talun 2OO2 - 8

    tertibat dengan keyakinan keagamaannya dan filsafat menjadibagian dari dakwah.

    Sebagai bagian dari dakwah, Iilsafat berfungsi sebagaipembantu dakwah (philosophy as the tnnd-mnid of da'unl\.+ Jurudakq/ah menggunakan refleksi falsafati untuk menunjukkanrasionalitas agama dan kepercayaan kepada T\rhan, membahassifat-sifat T\rhan, bulirti-buktj adanya Tuhan dan keesaan-Nya,hubungan akal dan wahyu.

    Syekh Ali Machfoedz dalam Hidagatul Mursgidin, ketika mem-bahas tujuan dakwah, menyatakan bahwa salah satu tujuandakwah adalah "menolak faham atheisme dengan mengimbangicana mereka bekerja".s Sebagian besar faham atheisme dibangundengan kerangka keda filsafal Filsafat menjadi pisau bermata dua-Pada satu sisi filsafat digunakan kaum atheis untuk membantahadanya Tuhan dan di sisi lainnya filsafat dapat dipatcai oleh jurudakwah untuk membuktikan adanva Tuhan.

    Persoalan theisme dalam ;"." filsafat, khususnya filsafatagama, adalah paradigma lama. Sekarang, menurut Gary E.Kessler, filsafat agama sedang dalam psoses transisi paradigmatik,yaitu peralihan dari fokus kajian tentang isu-isu theisme menujufokus yang lebih luas yang memasukkan kajian tentang diversitasagama-agama dunia.o

    Dari perspektif teologis, secara umum terdapat tiga tipologirespons terhadap diversitas agama, yaitu: eksklusivisme, inklusi-visme dan pluralisme. Seorang penganut agama, yang bersikap ek-sklusif, memandang bahwa hanya agamanya saja yang benar danagama lain sesat dan salah. Penganut agama, yang bersikapinklusif, memandang bahwa keselamatan bukan monopoli ag ma-nya. Penganut agama lain, yang secara implisit berbuat benarmenurut agammya, akan mendapatkan keselamatan juga- Sedang-kan, orang yang bersikap pluralis memanclzrng semua agama benardan sama"'z

    Dalam dunia Islam, menurut Alwi Shihab,e tipologi atau kate-gori di atas, secara garis besar, dapat diterapkan untuk memotretsikap beragama umat Islam. Kelompok Muslim eksklusif meyakinibahwa agama Islam adalah agama

    -vang paling benar dan egamaselain Islam saiah dan palsu. Pandangan mereka berdasarkan ayat-

  • Jumal Alhdhnnh Edbi Mou Talun 2OO2 - 9

    ayat Qur'an, antara lain (QS. Ali 'Imran 3:58): "Banangsiapa yangtidak menganut agama lslam, maka ia tidak akan diterina danakan tergolong kelompok yang merugi", dan (QS. Ali 'lmran 3:19):'Scsungguhnya ogettta yang diterima Allah adalah Islam". Kelom-pok inklusif menekankan pentingnya ayat-ayat (QS. Al-Aaqrah2:62 dan Al-Ma'idah 5:69): "Sesungguhnya orang-orang mu'min,orang-onang Yahudi, oftrng-onang l.{asnani dan orang-orang Sabiin,esiapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman ke@aAlliah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerimapahala dari Tuhan mereka" tidak ada kekhaqratiran terhadapmereka, dan tidak pula mereka bersedih hati". Sedangkan,kelompok pluralis menggaris-banahi ayat (QS. Al-Ma'