pembuatan peta tematik kawasan pe 2018-07-25آ  koordinat geografis ditentukan oleh perpotongan dua...

Download PEMBUATAN PETA TEMATIK KAWASAN PE 2018-07-25آ  Koordinat geografis ditentukan oleh perpotongan dua garis

Post on 27-Feb-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN AKHIR

    PEMBUATAN PETA TEMATIK KAWASAN PETERNAKAN

    Kerja Sama

    Antara

    Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat

    Dengan

    Koperasi Pegawai Negeri Departemen Pertambangan Dan Energi

    Provinsi Nusa Tenggara Barat

    Mataram, 2012

  • i

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan taufiq-Nya, sehingga laporan Pembuatan Peta Tematik Kawasan Peternakan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Laporan ini merupakan salah satu yang harus disusun sesuai dengan perjanjian kerja sama antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dengan Koperasi Pegawai Negeri Departemen Pertambangan dan Energi Provinsi NTB.

    Dalam laporan ini menyajikan peta kawasan peternakan di Provinsi NTB dan peta kawasan peternakan di masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi NTB.

    Dengan telah selesainya laporan ini, tim menyampaikan terima kasih kepada: 1. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB yang telah

    memberikan kepercayaan kepada Koperasi Pegawai Negeri Departemen Pertambangan dan Energi Provinsi NTB untuk membuat Peta Tematik Kawasan Peternakan di Provinsi NTB.

    2. Sekretaris dan Sub Bagian Program dan Pelaporan beserta jajarannya pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB yang telah memberikan data dan informasi yang diperlukan.

    Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB sebagai pihak yang berwenang dalam pengelolaan kegiatan ini.

    Mataram, Desember 2012

    Ketua Tim

  • ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR..................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................. ii DAFTAR TABEL .......................................................................................... iii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1

    1.1. Latar Belakang ............................................................. 1 1.2. Tujaun Penelitian.......................................................... 2 1.3. Manfaat Peneitian ........................................................ 2

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................... 3 2.1. Definisi Peta Tematik.................................................... 3 2.2. Jenis-Jenis Peta ........................................................... 5 2.3. Penginderaan Jauh ...................................................... 6 2.4. Landsat ETM+.............................................................. 7

    BAB III BAHAN DAN METODE ......................................................... 11 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian ........................................ 11 3.2. Bahan dan Alat............................................................. 11 3.3. Metode Penelitian......................................................... 11

    BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN .............................. 17

    BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................. 21 5.1. Seleksi Data Citra Landsat ETM+................................. 21 5.2. Data Populasi Ternak dan Penempatannya pada Peta 37

    BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.................................................. 44 6.1. Kesimpulan ................................................................. 44 6.2. Saran ........................................................................... 44

  • iii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1. Karakteristik Landsat ETM+........................................................................ 10

    Tabel 2. Data dan Peta yang digunakan dalam Penelitian...................................... 11

    Tabel 3. Peralatan yang digunakan dalam Penelitian.............................................. 11

    Tabel 4. Nilai OIF Daerah Penelitian......................................................................... 22

    Tabel 5. Populasi Kota Mataram Tahun 2011 .......................................................... 37

    Tabel 6. Populasi Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011........................................ 38

    Tabel 7. Populasi Kabupaten Lombok Utara Tahun 2011 ....................................... 38

    Tabel 8. Populasi Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2011.................................... 38

    Tabel 9. Populasi Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011....................................... 39

    Tabel 10. Populasi Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2011.................................. 40

    Tabel 11. Populasi Kabupaten Sumbawa Tahun 2011............................................ 40

    Tabel 12. Populasi Kabupaten Dompu Tahun 2011................................................. 41

    Tabel 13. Populasi Kabupaten Bima Tahun 2011.................................................... 41

    Tabel 13. Populasi Kota Bima Tahun 2011............................................................... 42

    Tabel 14. Target dan Realisasi Populasi Ternak Tahun 2009-2013............... 42

  • iv

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Peta Daerah Penelitian .................................................................. 19

    Gambar 2. Peta Curah Hujan pada Daerah Penelitian ............................................ 20

    Gambar 3. Citra Landsat ETM+ Wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa Path/Row 116/66, 115/66, 114/66............................................... 21

    Gambar 4. Hasil Mosaiking Variasi Komposit RGB dari Fusi 542 pada Daerah Penelitian ................................................................................... 22

    Gambar 5. Penajaman Spektral Komposit RGB 542 untuk Penutup/ Penggunaan Lahan di NTB (September 2012). ............................................................. 24

    Gambar 6. Kenampaan Tiga Dimensi Provinsi Nusa Tenggara Barat.............. 25

    Gambar 7. Fusi Multispasial Brovey dengan Variasi Penajaman di Daerah Penelitian....................................................................................... 27

    Gambar 8. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan Kabupaten Bima............. 28

    Gambar 9. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan Kota Bima....................... 29

    Gambar 10. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kab. Dompu.............. 30

    Gambar 11. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kab. Sumbawa ......... 31

    Gambar 12. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kab. Sumbawa Barat 32

    Gambar 12. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kab. Lombok Timur .. 33

    Gambar 13. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kab. Lombok Tengah 34

    Gambar 14. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kab. Lombok Barat ... 35

    Gambar 15. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kab. Lombok Utara... 36

    Gambar 16. Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Kota Mataram ........... 37

    Gambar 17. Data Pupulasi Ternak pada Peta Tematik Pengusahaan Peternakan di Provinsi NTB............................................................................ 43

  • 1

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang Pembangunan peternakan saat ini focus pada pencapaian swasembada

    daging sapi/kerbau sebagai program utama kementrian pertanian dengan rentang

    waktu 2010-2014. Berbagai factor pendukung yang telah tersedia mulau dari

    sumberdaya alam, yaitu ternak, pakan, lahan, sumberdaya manusia, Iptek social

    budaya.

    Dalam manajemen budidaya ternak, pakan merupakan kebutuhan tertinggi

    yaitu 60-70 % dari seluruh biaya produksi, mengingat tingginya biaya tersebut, maka

    perlu ada penyediaan baik dari segi kuantitas maupun kualitas, tidak terkecuali bagi

    ternak ruinansia. Dimana pakan diperlukan berupa hijauan makanan ternak,

    kebutuhan pokok konsumsi hijauan makan ternak setiap hari 10 % dari bobot badan

    ternak.

    Peningkatan produksi ternak khususnya ternak ruminansia akan berhasil

    dengan baik jika tersedia pakan hijauan sebagai sumber pakan dapat dipenuhi

    secara kualitas dan kuantitas tersedia secara kontinyu. Hijauan makanan ternak

    bersumber dari padang rumput alam atau dengan melakukan penanaman hijauan

    makan ternak. Jenis dan hijauan dipengaruhi oleh kondisi ekologi, iklim, dan sumber

    air tanah/mata air di suatu daerah.

    Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang masih tersedia

    kawasan padang pengembalaan terutama di Pulau Sumbawa. Masyarakat Samawa

    (suku Sumbawa) menyebut kawasan pengembalaanya dengan Lar, sedangkan

    Mbojo (suku Bima dan Dompu) menyebutnya dengan istilah So.

    Adanya peningkatan kebutuhan dan persaingan dalam penggunaan lahan

    baik untuk kepentingan produksi pertanian maupun untuk kepentingan lainnya,

    diperlukan adanya penataan dan perencanaan penggunaan lahan guna

    menghindari permasalahan berkaitan dengan penggunaan lahan yang kurang

    sesuai. Beberapa pemasalahan yang dapat timbul diantaranya adalah (1) alih

    fungsi lahan pertanian menjadi lahan permukiman atau industri, (2) rusaknya

    unsur hara tanah akibat pengolahan tanah konvensional, (3) adanya

    penambangan tanpa izin, (4) penggunaan pupuk kimia atau buatan, (5) penggunaan

    pestisida dan bahan kimia lainnya terhadap tanah secara berlebihan, (6) pola tanam

    yang tidak berkelanjutan (non sustainable), (7) penjarahan hutan, (8) eksploitasi