pemanasan global dan hujan asam

Download Pemanasan Global Dan Hujan Asam

Post on 11-Oct-2015

42 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penjelasan Pemanasan global dan hujan asam

TRANSCRIPT

3.a. ISU PEMANASAN GLOBALA. Uraian

Isu Pemanasan Global telah lama menjadi isu Internasional yang hangat, banyak dibahas di semua negara, meskipun sebenarnya belum ada kepastian tentang apakah benar akan terjadi, kapan akan terjadi atau mungkin sudah mulai ada gejala-gejala terjadinya Pemanasan Global. Menghangatnya Isu Pemanasan Global ini timbul karena mempunyai dampak yang sangat besar terhadap kehidupan di dunia, antara lain terjadinya perubahan iklim sedunia, perubahan curah hujan sedunia dan * kenaikan permukaan air laut, (pemanasan Global "sesunggubnya merupakan gejala naiknya suhu di atas permukaan bumJ di seluruh dunia yang disebabkan oleh naiknya intensitas Efek Rumah Kaca (ERK). Oleh karena itu sebelum membahas tentang Pemanasan Global perlu terlebih dahulu mempelajari terjadinya dan dampaknya Efek Rumah Kaca.

Pernahkah Anda mendengar istilah Efek Rumah Kaca? Apakah Efek Rumah Kaca itu, fungsi serta bagaimana cara kerjanya? Efek Rumah Kaca ini biasa dikenal dan dipergunakan pada bidang pertanian, misalnya pertanian sayur mayur dan bunga-bungaan, yaitu dipasangnya alat pemanas di dalam. aimah kaca bila diperlukan. Dengan dipasangnya pemanas dimaksudkan ; untuk menjaga agar suhu di dalam rumah kaca tetap dalam keadaan panas j meskipun di luar suhu dingy}. Dengan demikian petani dapat menananV tanaman sepanjang tahun, baik pada musim panas maupun pada musim dingin. Sebagian sinar matahari yang dapat mencapai bumi yaitu sinar/radiasi dengan panjang gelombang panjang yaitu sinar inframerah dengan panjang gelombang 14.000-24.000 nm menembus masuk ke Rumah Kaca, kemudian dipantulkan oleh benda-benda yang ada dalam Rumah Kaca tetapi ditahan oleh Kaca.

Dengan demikian udaia di dalam Rumah Kaca suhunya meningkat, lebih tinggi daripada suhu di luar Rumah Kaca. Meningkatnya suhu di dalam Rumah Kaca ini disebut Efek Rumah Kaca (ERK). Efek Rumah Kaca ini dapat terjadi di dalam ruangan rumah dengan jendela-jendela kaca yang lebar yang terkena sinar matahari juga dapat terjadi di dalam mobil dengan jendela tertutup bila diparkir di tempat yang panas.Pernahkah Anda masuk ke dalam mobil yang diparkir di tempat yang panas dengan jendela tertutup? Bagaimana suhu di dalam mobil yang Anda dapat rasakan? Peristiwa Efek Rumah Kaca (ERK) juga bisa terjadi di alam terbuka (di atas permukaan bumi kita ini). Sinar matahari dengan panjang gelombang paling panjang (sinar inframerah) yang memanasi bumi akan dipantulkan oleh benda-benda yang ada di bumi, namun sinar inframerah ini akan diserap oleh gas-gas yang ada di lapisan atmosfer yang terendah yaitu lapisan troposfer. Gas-gas yang ada di lapisan troposfer yang dapat menyerap sinar inframerah ialah uap air, gas COj , Ozon yang jurnlahnya sedikit, debu, asap dan gas-gas lain. Sinar inframerah ini terperangkap dan tersimpan di dalam troposfer di atas permukaan burni. Panas dari sinar matahari (sinar inframerah) yang terperangkap dan tersimpan di dalam lapisan troposfer menyebabkan suhu lapisan troposfer di atas permukaan bumi meningkat dan terjadllah Efek Rumah Kaca. Gas-gas yang ada di atas permukaan bumi di lapisan troposfer yang menyerap panas (sinar inframerah) yang dipantulkan disebut Gas Rumah Kaca (GRK). Makin banyak Gas Rumah Kaca yang terdapat di lapisan troposfer, makin banyak sinar inframerah yang diserap, maka makin tinggi Intensitas Efek Rumah Kaca dan suhu makin tinggi.Gas-gas komponen udara (lapisan atmosfer terendah yaitu lapisan troposfer) dalam keadaan normal yang paling banyak adalah gas nitrogen (78% = 78 x 104 ppm), disusul gasjsksigen. (20% - 20 x 104 ppm), uap air (0,1% - 5%) tergantung pada kelembaban udara, sedangkan gas karbon dioksida yang ada di udara hanya (3,25 % = 3,25 x 104 ppm), Namun banyak hal yang dapat menyebabkan kadar gas karbon dioksida akan meningkat antara lain hasil pembakaran bahan bakar dari fosil yang makin meningkat, asap industri, pembakaran hutan, gunung berapi, buangan/asap mobil, pemapasan manusia/hewan dan tumbuhan. Meningkatnya kegiatan di permukaan bumi yang menghasilkan gas CO2 pada umumnya karena terjadinya reaksi antara unsur karbon dengan oksigen.C (S) + 02 (S) CO2 (g)Karbon ini berasal dari bahan bakar/minyak bumi yang berasal dari fosil, senyawa hidrokarbon (CH2O)n atau dari senyawa-senyawa organik (tumbuhan dan hewan) yang kesemuanya mengandung unsur C. Selain itu senyawa organik pada umumnya mengandung unsur hidrogen dan oksigen. Sehingga kalau mengalami pembakaran akan bereaksi dengan oksigen dengan persamaan reaksi sebagai berikut;(CH2O)n + nOJW > nCO2(g) + nH2O (g)Gas karbon dioksida ini selain dihasilkan dari pembakaran karbon yang berasal dari senyawa organik (CH2O)n seperti bahan bakar dari fosil, juga diperoleh dari hasil pernapasan manusia, hewan dan tumbuhan. Apabila kadar gas CO, di troposfer meningkat akibat dari kegiatan manusia, makin banyak sinar inframerah yang dipantulkan oleh benda-benda dipermukaan bumi ke angkasa yang akan diserap oleh GRK dan terperangkap di lapisan troposfer (lapisan atmosfer paling rendah di atas permukaan bumi) sehingga udara di atas permukaan bumi terasa lebih panas dan disebut Efek Rumah Kaca. Namun sebetulnya gas karbon dioksida yang dihasilkan sebagian digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat CfiH]2O6i oleh karena itu kita tidak perlu sangat khawatir akan terjadi peningkatan suhu, asalkan kadar gas CO2 dapat diusahakan seimbang antara yang dihasilkan dengan yang digunakan tumbuhan untuk proses fotosintesis.klorofll, u.v.nCO2(g) + nH2O(1) (CH2O)n (ag) + nO2tgJGas CO2 dari udara dan air dari dalam tanah dengan bantuan ultraviolet (sinar matahari) oleh tumbuhan berhijau daun (klorofil) akan mengalami proses fotosintesis menghasilkan glukosa C6Hj2O6 , kemudian diubah lagi menjadi karbohidrat lain yang diperlukan (disakarida, atau polisakarida) atau protein.SUMBER 6AS DIOKSIDA

Industrl tumbuhan

CO

tumbuhan senyawa organlk4 laufanGambar 1.1. Sumber gas karbon dioksidaSumber: Kumar De Anil, "Environmental Chemistry", 1978.2. Pemanasan Global;Telah kita ketahui bersama bahwa pada lapisan troposfer (lapisan atmosfer terendah) paling banyak macam gas yang terkandung di dalamnya dibandingkan lapisan atmosfer yang lainnya. Gas-gas tersebut adalah gas karbon dioksida (CO2), uap air (H2O), gas oksigen (O2) dan gas nitrogen (N2) dengan kadar yang berbeda.Tabel 1,1. Keadaan atmosfer

Sumber: Kumar De Anil, "Environmental Chemistry", 1978.LapisanTroposfer Stratosfer Mesosfer Termosfer

Ketinggian (km)0- 1111 -5050-8585 -500

Suhu (C)15 sampai - 56 -56 sampai -2 -2 sampai 92 92 sampai 1200

Kandungan bahan kliniaN2, O2, CO2 , H2OO2\ NO+ O,+, O+ , NO+

\Di lapisan troposfer selain gas C02, uap air (H20), O2 dan N2 juga terdapat gas ozon (O3) meskipun jumlahnya sedikit sekali. Gas karbon dioksida, uap air dan ozon meskipun jumlahnya sedikit yang ada di lapisan troposfer ini mempunyai kemampuan menyerap sinar inframerah. Sinar inframerah ini terperangkap dan tersimpan di lapisan troposfer, hal ini menyebabkan suhu di atas permukaan bumi meningkat. Sejauh ini terjadinya peningkatan suhu permukaan bumi, para pakar memperkirakan karena pengaruh meningkatnya kadar gas CO2, meningkatnya Intensitas Rumah Kaca di lapisan troposfer yang mempunyai kemampuan menyerap sinar inframerah.

bumi50 km

11kmGambar 1.2Sinar inframerah dan Efek Rumah Kaca -' Sumber: Gymer Roger G, "Chemistry in the Natural World", 1977.

Atas dasar perkiraan penyebab meningkatnya suhu ini, maka banyak penelitian dilakukan terhadap hubungan antara peningkatan kadar gas CO2 dengan peningkatan suhu di permukaan bumi.Pemantauan terhadap kadar gas karbon dioksida (CO2) di dalam troposfer telah dilakukan di Gunung Mauna Lau di Hawaii sejak tahun 1958. Tempat ini dipilih karena tidak adanya tumbuhan, sehingga hasil gas C02 tidak terpengaruh oleh aktivitas fotosintesis tumbuhan setempat Hasil pemantauan ini menunjukkan adanya kenaikan kadar CO2 yang terus-menerus. Dengan meningkatnya kadar gas CO2 ini dikhawatirkan makin banyak sinar inframerah yang diserap oleh gas CO2, sehingga Intensitas Efek Rumah Kaca akan naik. Dan meningkatnya Intensitas Efek Rumah Kaca ini diperkirakan akan menyebabkan suhu di atas permukaan bumi akan meningkaj^-menjadi lebih tinggi daripada suhu yang kita rasakan sekarang. Peningkatan suhu yang disebabkan oleh peningkatan Intensitas Efek Rumah Kaca yang terjadi di seluruh permukaan bumi ini disebut Pemanasan Global. Peningkatan suhu yang dapat mengurangi kenyarnanan hidup yang kita kenal sebagai Pemanasan Global ini sangat dirisaukan oleh semua bangsadi muka bumi. Namun di lain pihak seorang t^pakar bernama (Arrhenius memandang terjadinya pemanasan global ini darPsegi positifnya yaitu kenaikan suhu di muka bumi ini menyebabkan bumi terhindar dari terjadinya zaman es lagi di kemudian hari.Berapa kenaikan suhu, apakah benar akan terjadi, kapan akan terjadi ataukah mungkin sudah terjadi masih menjad( perdebatan sengit para pakar di seluruh dunia. Ini berarti terjadinya PemanasarT Global masih merupakan ketidakpastian. Meskipun menu rut hasil pemantauan sejak tahun 1058 kadar karbon dioksida terus menerus meningkat, namun menurut data sejarah suhu permukaan bumi menunjukkan tidak selalu naik. Suhu pada periode tahun 1900 sampai tahun 1940 menunjukkan ada peningkatan, tetapi antara periode tahun 1940 sampai tahun 1970 suhu menu run, kemudian dari tahun 1970 suhu naik lagi dan dalam tahun-tahun terakhir ini suhu bumi terasakan makin panas. Apabila benar bahwa kenaikan suhu di atas permukaan bumi dipengaruhi oleh kanaikan kadar gas CO2, diperkirakan dalam abad 21 kadar gas CO2 akan meningkat secara besar-besaran akibat banyaknya industri. Dengan kecendemngan peningkatan kadar gas CO2 yang demikian ini Anda dapat membayangkan bagaimana keadaan suhu di permukaan bumi kita ini.Pakar lain berpendapat ba