oleh i. s. kijne - .tetapi terdjadilah tjelaka besar. jang satu mendjadi dua. nenek mojang, jang

Download oleh I. S. KIJNE - .Tetapi terdjadilah tjelaka besar. Jang satu mendjadi dua. Nenek mojang, jang

Post on 18-Mar-2019

224 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

oleh

I. S. KIJNE

PENERBIT PUSTAKA RAKJATHOLLANDIA-B1NNEN

1957

T TETAK AN

LANDSDRUKKERIJ

HoUandia

PENGHARAPAN

Har ga f2.25

KATA PENGHENTAR

Dengan kegembiraan besar buku ini dihentarkan dengan sepatahdua kata. Bag; banjak pembatja isi buku ini sudah tidak asing lagi;dalam karangan-karangan bulanan ,.Triton" telah berturut-turutdimuatnja pada tahun 1957.

Dari pclbagai sudut kami didorong untuk menerbitkannja djugadalam satu buku.

Sudah inilah terbitan jang diharapkan itu. Tentu sekali akan ber~faedah untuk pertjakapan perserikatan-perserikatan, studie-clubdan untuk pendidikan tjara pcrseorangan.

Kiranja karena buku ini kcbudajaan kita dierti lebih dalam lagi sertadidapat pemandangan jang lebih luas berkenaan soal-soal zamanmodern ini.

S. v. d. W.

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

IX

ISINJA

Kata penghentar

Dasar masjarakat

Masjarakat baru

Organisasi

Waktu dan kesempatan

Pembangunan baru didalam kampung

Alasan ekonomis dari hal berdiri sendiri

Persekutuan dan oknum

Ikatan jang tak berubah

Bahaja dan pengharapan

Keterangan arti kata-kata

Halaman

4

7

16

31

41

50

57

65

72

79

84

VASAk MAJAZAlCAl LAMA

Zaman berubah dan banjak orang suka hidupnja berubah sesuaidengan zaman baru.Kedengaran kata: ,,Mari, kita harus mentjapai beberapa hal baru,jang dibawa oleh zaman baru."

Hal apa hendak kamu tjapai?- Hal jang telah banjak disebut: kemadjuan, demokrasi, ekonomi,

kesehatan, kebudajaan jang baru. Baguslah, tetapi memang kita berkesempatan sedikit akan ber-

pikir dan menimbang dahulu. Djangan sampai nanti kita menje-sal, sebab telah kita ubahkan banjak hal dan lagi maksud baiktidak tertjapai. Sebaliknja, barangkali ada banjak jang nanti ru-sak.

^- Apa hendak kita pikirkan? Soal ini: bolehkah kita mengubahkan masjarakat dengan me-

milih beberapa hal jang lama, jang kita ganti sadja dengan haljang baru?

Saja minta saudara-saudari pembatja mengikut saja dalam pertim-bangan karangan ini. Adalah suatu pepatah jang telah tua sekali,jang berbunji: zaman berubah dan kitapun berubah didalamnja. Itu-lah benar sadja, kalau betul-betul kita manusia berubah. Artinja:kalau kita mentjoba mengubahkan masjarakat dan kita sendiri tidakberubah betul, nanti zaman djuga tidak berubah betul.Susunan dan tudjuan masjarakat berakar dalam suatu dasar jangada didalam hati kita masing-masing dan bersama-sama. Masja-rakat hanja mendjadi baru, kalau dasar itu djuga mendjadi baru.Umpamanja kata-kata jang tadi kita dengar itu: kemadjuan, de-mokrasi, ekonomi, kesehatan, kebudajaan jang baru, tidak dapat di-tjapai seperti hal baru, tetapi hanja dapat terbit dan bettumbuh daridasar jang baru.

7

Kata beberapa orang: Memang, kita sudah tahu: hal baru itu adarahasianja. Kita hanja dapat mentjapainja, kalau kita tahu kuntjirahasia itu. Dan kuntji itulah: pengadjaran. Memang, dasar peru-bahan itulah: kepintaran akan mengerti akal baru, bahasa baru, ilmubaru dengan membatja dan berhitung.Betulkah, saudara-saudari?Betulkah pengadjaran itu memberi kuntji kepada rahasia gaib darizaman baru itu?Tidak betul. Tentulah, dalam pengadjaran itu ada banjak hal jangdapat ditjapai, tetapi perlulah suatu hal jang djauh lebih dalam.Dasar itu lain sekali dari kuntji. Baru kalau dasar mulai berubah,nanti pengadjaran mulai berbuah betul. Ini baangkali suatu kali-mat jang hendak dihafalkan dan berulang-ulang dipikirkan: Peng-adiaran berbuah sesudah dasar berubah.Satu hal hendak saja mengemukakan lagi; -perlu sekali perubahan-perubahan diselidiki baik-baik, sebab zaman ini berubah lekas, te-tapi adalah suatu bahaja besar, jakni dikota perubahan itu berkem-bang tjepat dan disertai perubahan dasar djuga, tetaoi didusunperlahan-lahan dan barangkali tanpa perubahan dasar. Nanti dian-tara kota dan dusun akan mendjadi suatu djurang jang lebar dandalam, kalau kita semua tidak hati-hati betul.Sudah tjukup pandjang pendahuluan ini. Marilah, sekarang kita masuk sedalam-dalamnja kedalam masjarakat lama itu akan meme-riksa dasarnja dahulu. Tidak berguna bertjakap-tjakap dari per-ubahan, kalau jang lama belum diperiksa.

Bukan di Nieuw-Guinea sadja, tetapi dimana-mana, dimuka bumiterdapat dasar masjarakat lama. Tidak ada dua belah bumi, timurdan barat jang berlawanan, hanja manusia sama sadja, dan adajang mau berubah dan ;d

Tetapi terdjadilah tjelaka besar. Jang satu mendjadi dua. Nenekmojang, jang tahu rahasia persatuan, pergi kedunia lain jang gaib.Lantas mendjadi dua dunia: dunia orang mati jang gaib dan duniasebelah ini jang hidup, dan didunia sebelah ini kitapun semua ber-tjerai-berai, mendjadi banjak penduaan.Ja, saudara-saudari, didunia gaib itu tersembunji rahasia kesem-purnaan. Tetapi tjelaka, dunia gaib itu djuga terbelah dua. Disanaada disebelah jang baik kehmpahan semuanja jang hidup sem-purna dan kekajaan harta jang kekal, dan disebelah djahat adarahasia kekosongan dan kesia-siaan dan kedjahatan belaka: arwah-arwah djahat atau setan-setan, suangi-suangi, pontianak dan lain-lain. Disebelah jang baik itu ada nenek-mojang jang tidak sesat,meskipun mereka itu gaib bagi kami manusia biasa. Sebab itu atjapkali nenek-mojang kami didunia gaib itu bersamar dengan rupabinatang. Binatang itu kami hormati.Ada djuga orang jang bcrkata, bahwa lebih dahulu dari purbakalalagi, segala sesuatu terbit dari kegaiban, sebagai burung dari telur,tetapi tidak perlu kita menentukan sekarang siapa jang benar: orangjang miengatakan bahwa nenek mojang baru kemudian menjem-bunjikan dirinja dalam rupa sematjam binatang, atau orang jangpertjaja bahwa pada permulaan sekali nenek mojang itu mendjelmadari binatang asli itu.Sekarang saja tjeriterakan tiga hal:1. Baigaimana kami berlaku tentang dunia gaib itu?2. Bagaimana kami berlaku didunia ini, dalam masjarakat?3. Baigaimana harap kami tentang persatuan jang mesti datanc

kembali?

1. Bagaimana kami berlaku tentang dunia gaib itu?Didalam dunia gaib itu adalah rahasia hidup dan rahasia kekekalan,djadi kami mempunjai banjak tjeritera dari nenek-mojang jang su-dah pergi kesana, tetapi tersembunji bagi kami. Disana mereka hi-dup dalam negerinja sendiri. Tetapi ada djuga jang sesat ataudjahat, jang masuk kedalam dunia kekosongan itu. Djadi lain ad?dalam dunia kelimpahan dan lain ada dalam dunia kekosongan.Dalam tjeritera-tjeritera kami ada orang jang turun atau berdja-lan kedalam dunia gaib itu akan mentjari rahasia hidup kekal ataurahasia kekajaan atau kekekalan jang hidup. Atau mereka itu ber-perang dengan segala kedjahatan kekosongan itu.

9

. . . pcrhubungan dengan dunia gaib okh orang mati jang kami kenalPatung karwar atau Korwar Biak.

Dan selalu kami perlu mendapat hidup baru^lan untung baru dankekajaan baru dari sana. Dari sana harta kami mendapat harganja.Disitupun ada rahasia fengkorak dan rahasia budak jang harus kamitangkap. Disitulah rahasia obat-obat jang memberi untung dan dju-ga rahasia obat-obat djahat jang member'i tjelaka. Kami mau tetapberhubungan djuga dengan dunia gaib itu oleh. orang mati jang kamikenal, jang kami beri diam dalam patung djiwa; atau oleh roh jangdatang kepada kami dalam mimpi dan chajal.

10

Kami ingin mengetahui rahasia itu dan memperoleh kuasa gaib itu.Tetapi selalu kami takut, sebab dunia itu terbelah dua: untung lim-pah disertai tjelaka belaka. Djadi kami mesti takut dan dengan hati-hati memberi hormat kepada dunia gaib itu dan tidak boleh meng-hina dia. Dan tidak boleh kami pertjaja akan kepintaran dan ke-pandaian kami sendiri sadja, sebab kepada kepandaian kami selaluharus kami tambahkan perhubungan dengan rahasia dunia gaib itudan selalu kami harus mentjari ketentuan atau ramalan denganmawi atau memenksa ketika. Begitulah harus diperiksa, entah kamidapat untung atau tjelaka, dan djuga siapa salah dan siapa tidakbersalah,Tak boleh kami lepas dari dunia gaib itu, sebab apa boleh buat?Didunia kita ini kami orang jang tak sempurna, setengah manusia

Kemenangan atas kuasa penduaan; ular naga jang diaahkan oleh pahla--*an purba.Ular" naga Roponggai; kemenangan atasnja mcndjadi dasar masjarakat

Waropcn; dipulau Ron ulac naga itu bernama Wokui-Wosei

11

sadja dan terbelah-belah. Mana bisa kami mendapat kehidupansempurna, kalau kami lepas dari dunia gaib jang mempunjai rahasiaitu?

2. Bagaimana kami berlaku didunia ini, dalam masjarakat?Didunia ini kami mendirikan masjarakat kami. Dengan sedikit ke-hidupan dan kekekalan jang kami tjapai itu, seboleh-bolehnja kamimembuat suatu persatuan sementara dan kami mengikat kedua belahsekuat-kuatnja supaja djangan terurai dan terbelah lagi. Kami ter-lalu takut bahwa' kedua belah terurai, sehingga kami mendjaga su-paja keduanja selalu setimbang betul. Selalu ada dua pihak, jangterhormat atau malu, jang kebaikannja atau keburukannja bergan-tung pada hal siapa jang lebih dan siapa jang kurang, tetapi kamiselalu mentjari kesetimbangan dan harap akan persatuan achir.Bagaimana mulanja?

Pada purbakala dunia gaib itu adalah sebagai ular naga besar jangdengan kuasa penduaannja hendak menelan habis kami semua. Kamisemua seolah-olah masuk kedalam kegelapan malam belaka danditelan oleh air bah besar. Tetapi mudjurlah tinggallah seorangperempuan sebagai bintang siang dan anaknja (atau dua oranganak) mendjadi pahlawan jang sebagai matahari muda mengangkatperang dengan ular naga kebinasaan itu. Pahlawan muda itu me-nang dan ular naga itu ditentukan akan menjadi dasar masjarakatkami dan mendjadi tempat dunia kami jang aman dan tetap sedikit.Isi ular itulah kehidupan kami dan kulit ular itulah harta kekekalankami Pahlawan purba itu jang mendirikan masjarakat, di

Recommended

View more >