muhammad ridwan

Click here to load reader

Post on 15-Jan-2016

91 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Muhammad Ridwan. Tata Cara Shalat menurut sunnah Rasul. - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

  • Muhammad Ridwan

    Tata Cara Shalat menurut sunnah Rasul

  • Segala puji bagi ALLAH, Tuhan semesta alam, Yang Maha Suci lagi Maha Agung. Hanya kepada-NYA kita menyembah dan kepada-NYA pula kita memohon belas kasihan. Salam dan shalawat senantiasa kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam, Nabi kita sebaik-baik manusia sebagai pemimpin.Berbagai macam ragam cara shalat yang diajarkan oleh para ulama, kyai, dai, ustadz dan muallim. Namun masih saja banyak perbedaan satu dengan lainnya. Bahkan perbedaan itu membawa perselisihan umat. Padahal sumber utama yang mengajarkan shalat itu hanya satu orang, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Jadi seharusnya yang menjadi panutan itu adalah Rasulullah, bukannya ulama/kyai/ustadz/dai. Jadi marilah kita bersatu dalam sunnah Rasul.Insya ALLAH, presentasi ini menjelaskan tata cara setiap gerakan zahir dalam shalat sesuai sunnah yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.Semoga dengan shalat yang benar maka ALLAH akan membuka hijab tabir antara kita dengan-NYA, sehingga segala doa yang terpanjat akan sampai ke hadapan ALLAH Penguasa Langit dan Bumi, dan DIA berkenan mengabulkan doa kita karena DIA Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

  • Tata Cara Shalat

  • Urutan gerakan zahir dalam shalat:Niat, berdiri Takbiratul ihrambersedekapMembaca iftitahMembaca taawudz dan fatihahMembaca surah/ayat QuranRukuItidalSujud ke-1Duduk dua sujudSujud ke-2Duduk istirahat sebelum bangkit berdiriMelanjutkan ke rakaat berikutnya (dimulai dari membaca fatihah hingga sujud ke-2)Duduk tahiyat awwal dan membaca doaDuduk tahiyat akhir dan membaca doaMengucapkan salam

  • Berniat untuk mengerjakan shalat fardhu/sunat, kemudian berdiri tegak menghadap kiblat. Niat cukup dalam hati saja, Atau diucapkan (untuk Menguatkan Hati). Pandangan mata hanya diarahkan ke tempat sujud agar dapat shalat dengan khusyu.

  • Rasulullah SAW bersabda: Pekerjaan-pekerjaan itu tidak lain hanyalah dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang diniatkannya. [Bukhari & Muslim]An Nawawi mengatakan didalam Raudhatu th Thalibin Al Maktab Al Islami, bahwa niat adalah maksud (keinginan). Orang shalat hendaklah menghadirkan didalam ingatannya akan shalat itu sendiri beserta kewajiban-kewajiban (rukun) dalam shalat. Kemudian memaksudkan pengetahuan dan ingatan itu secara sengaja dan menghubungkannya dengan awal takbir. Kemudian mereka berpendapat bahwa niat itu sudah cukup dalam hati saja. Lafadz ushalli tidak ada satupun dalil yang mengajarkannya, tidak pernah Rasulullah memulai shalatnya dengan mengucap sebarang kata, selain takbir.

    DALIL TENTANG NIAT

  • Takbiratul ihram dengan cara mengangkat kedua tangan setinggi bahu/pundak secara bersamaan sambil membaca takbir ALLAHU AKBAR

    dimana jari-jari tangan dirapatkan dan telapak tangan diarahkan ke kiblatAllah Maha Besar

  • Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Aku melihat Rasulullah SAW mengangkat kedua tangan hingga sejajar pundak ketika memulai salat, sebelum rukuk dan ketika bangun dari rukuk. Beliau tidak mengangkatnya di antara dua sujud. [Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal, Malik & Ad Darami]

    Dari Salim bin Abdullah bin Umar, katanya: Apabila Rasulullah SAW berdiri hendak shalat, maka diangkatnya kedua tangannya hingga setentang dengan kedua bahunya sambil membaca takbir. Apabila beliau hendak ruku dilakukannya pula seperti itu, begitu pula ketika bangkit dari ruku. Tetapi beliau tidak melakukannya ketika mengangkat kepala dari sujud. [Muslim]

    Rasulullah shallallahu alaihi wassalam memulai shalat dengan kata-kata Allahu akbar (ALLAH Maha Besar). [Muslim & Ibnu Majah]

    Rasulullah mengeraskan suaranya dengan takbir sehingga terdengar oleh orang-orang yang berada di belakangnya. [Ahmad & Hakim, dishahihkan olehnya dan disepakati oleh Adz Dzahabi]

    DALIL TENTANG TATA CARA TAKBIRATUL IHRAM

  • DALIL TENTANG BACAAN TAKBIRATUL IHRAMRasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya tidak lah sempurna shalat salah seorang diantara manusia, sehingga ia berwudu dan meletakkan wudhu pada tempatnya, lalu berkata Allahu Akbar. [Thabrani, dengan isnad yang shahih]

    Rasulullah SAW bersabda: Kunci shalat itu adalah suci, pembukanya adalah takbir dan penutupnya adalah salam. [Abu Dawud, Tirmizi dan dishahihkan olehnya dan disepakati oleh Adz Dzahabi]

    Diriwayatkan bahwa: Beliau SAW mengangkat keduatangannya sambil meluruskan jari-jemarinya, tidak merenggangkannya dan tidak pula menggenggamnya. [Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah, Tamam, Al Hakim dan disahihkan olehnya dan disepakati oleh Adz Dzahabi]

  • Setelah bertakbiratul ihram kemudian meletakkan tangan di dada dengan telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri (sedekap).

  • DALIL TENTANG BERSEDEKAPDari Wail bin Hujr katanya dia melihat Nabi SAW mengangkat kedua tangan pada permulaan shalat setentang dengan kedua telinganya sambil membaca takbir. Kemudian dilipatkannya bajunya lalu diletakkannya tangan kanan diatas tangan kiri. Ketika beliau hendak ruku dikeluarkannya kedua tangannya dari lipatan bajunya, kemudian diangkatnya sambil membaca takbir, lalu beliau ruku. Ketika beliau membaca samiAllahu liman hamidah diangkatnya pula kedua tangannya. Ketika sujud, beliau sujud antara kedua telapak tangannya. [Muslim]

    Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya kami sekalian para Nabi telah diperintahkan untuk menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahur, dan untuk meletakkan tangan-tangan kanan kami di atas tangan-tangan kiri kami pada waktu shalat. [Ibnu Hibban dan Adh Dhiya, dengan sanad yang shahih]

    Beliau melarang untuk meletakkan tangan di atas lambung (perut) di dalam shalat. [Bukhari & Muslim]

  • Setelah bersedekap kemudian Membaca Doa Iftitah.Ada banyak bacaan iftitah yang diajarkan oleh Rasulullah, boleh memilih salah satunya saja, atau menggabungkannya (jika shalat sendirian/sunat).

  • DALIL TENTANG BACAAN IFTITAHDari Ibnu Umar bin Khattab katanya: Ketika kami sedang shalat bersama-sama Rasulullah SAW, tiba-tiba ada seorang laki-laki dalam jamaah membaca:

    ALLAH maha besar sebesar-besarnya, pujian yang tak terhenti bagi ALLAH, maha suci ALLAH sepanjang pagi dan petangMaka bertanya Rasulullah SAW: Siapa yang membaca kalimat itu tadi? Jawab laki-laki itu: Saya, wahai Rasulullah! Sabda Rasulullah SAW: Aku kagum dengan kalimat itu, karenanya dibukakan segala pintu langit.Kata Ibnu Umar: Aku tidak pernah lupa membacanya sejak kudengar Rasulullah SAW membacanya.[HR. Muslim]

  • 5.Setelah membaca doa Iftitah kemudian membaca taawudz (berlindung daripada syetan) kemudian melanjutkannya dengan membaca Surah Al Fatihah.

  • Sebelum memulai bacaan dalam shalat, Nabi SAW mengucapkan:

    Aku berlindung kepada ALLAH dari setan yang terkutuk, dari kesombongannya dan sihirnya serta godaannya. [Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Baihaqi]

    ------

    Dari Ubadah bin Shamit ra: Bahwa Nabi SAW bersabda: Tidak sah shalatnya orang yang tidak membaca surat Al Fatihah. [Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed & Ad Darami]DALIL TENTANG KEWAJIBAN MEMBACA AL FATIHAH

  • 6.Setelah membaca Surah Al Fatihah kemudian Membaca salah satu Ayat atau Surah dari Al Quran

  • DALIL TENTANG MEMBACA AYATDari Abu Hurairah katanya Rasulullah SAW bersabda : Tidak sempurna shalat, melainkan dengan membaca bacaan (ayat). kata Abu Hurairah, Karena itu apa yang dibacanya (Nabi SAW) nyaring, kami baca pula nyaring kepadamu. Dan apa yang dibacanya perlahan, kami baca pula perlahan kepadamu.[HR. Muslim]

    Dari Atha katanya Abu Hurairah berujar: Dalam setiap shalat Rasulullah SAW selalu membaca bacaan (ayat). Karena itu bacaan yang dinyaringkannya kepada kami, kami nyaringkan pula, dan bacaan yang perlahan-lahan dibacanya kami perlahankan pula kepadamu.Lalu seorang laki-laki bertanya, Bagaimana kalau tidak kutambah lagi bacaanku selain membaca Al Fatihah?Jawabnya (Abu Hurairah), Jika anda tambah lebih baik, jika tidak maka Al Fatihah sudah cukup.[HR. Muslim]

  • 7.Setelah selesai membaca ayat kemudian bertakbir sambil mengangkat kedua tangan seperti ketika bertakbiratul ihram dengan membaca kalimat takbir ALLAHU AKBAR

  • DALIL TENTANG TAKBIR RUKUHadis tentang takbir ruku adalah hadis shahih muttafaq alaih, sehingga seluruh Mazhab mengganggapnya termasuk rukun shalat, jika terlupa membacanya, maka membatalkan shalatnya, dan ia harus mengulang shalatnya.

    Dari Abu Qilaabah, bahwa ia melihat Malik bin Huwairits ketika ia shalat, ia bertakbir lalu mengangkat kedua tangannya. Ketika ingin rukuk, ia mengangkat kedua tangannya. Ketika mengangkat kepala dari rukuk, ia mengangkat kedua tangannya. Ia (Malik) bercerita bahwa Rasulullah SAW dahulu berbuat seperti itu.[HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal & Ad Darami]

  • 8.Setelah selesai membaca takbir, kemudian RUKUK dengan cara membungkukkan badan dengan posisi tangan diletakkan di atas lutut, dan punggung rata atau lurus, kemudian membaca tasbih RUKUK sebanyak 3 kali.Maha Suci Tuhan yang Maha Agung

  • TATA CARA RUKUKDari Aisyah katanya : Rasulullah SAW memulai salat beliau dengan takbir. Sesudah itu beliau baca surat Al Fatihah. Apabila beliau Ruku kepalanya tidak mendongak dan tidak pula menunduk, tetapi pertengahan (sehingga kepala beliau kelihatan rata dengan punggung). Apabila beliau bangkit dari Ruku beliau tidak sujud sebelum beliau berdiri lurus terlebih dahulu. Apabila beliau mengangkat kepala dari sujud (pertama), beliau tidak sujud (kedua) sebelum duduknya antara dua sujud itu tepat benar (sempurna) lebih dahulu. Tiap-tiap selesai dua rakaat, beliau membaca tahiyat sambil duduk menghimpit kaki kiri dan menegakkan kaki