muhammad husain haekal - utsman bin affan 2

Click here to load reader

Post on 14-Sep-2015

293 views

Category:

Documents

40 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Utsman bin Affan

TRANSCRIPT

  • Usman, Dulu dan Sekarang

    Perawakannya

    Ketika dibaiat umur Usman hampir mencapai 70 tahun, berperawakan sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, wajahnya tampan, berkulit cerah dengan warna sawo matang dan terdapat sedikit bekas cacar. Janggutnya lebat dengan tulang-tulang persendian yang besar dan kedua bahunya yang bidang, kepala botak setelah sebelumnya berambut lebat. Giginya dilapisi emas dan cincin di jari kirinya. la selalu mengenakan pakaian yang bagus-bagus dan baju bermutu tinggi, karena dia memang orang kaya, hidupnya serba nyaman.

    Sifat dan perangainya Dia sangat pemalu. Dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa Ra-

    sulullah sallallahu 'alaihi wasallam berkata:

    "Umatku yang benar-benar pemalu adalah Usman." Rasa malunya bertambah pada waktu ia dilihat orang. Salah seorang

    pembantu istrinya bernama Bananah, kalau ia datang membawakan bajunya, ketika ia sedang mandi, ia berkata: "Jangan melihat kepada saya, tidak boleh." Sifat pemalunya itu membuat orang lain juga jadi malu kepadanya. Bersumber dari Aisyah Ummulmukminin disebutkan, bahwa ketika Rasulullah sedang duduk-duduk dan pahanya terbuka, Abu Bakr meminta izin akan masuk diizinkan tanpa mengubah posisinya, ketika Umar datang meminta izin ia juga diizinkan tanpa mengubah po-sisinya. Tetapi ketika Usman meminta izin ia menurunkan pakaiannya. Sesudah mereka pergi Aisyah berkata: "Rasulullah, Anda mengizinkan

    33

    eBook oleh Nurul Huda Kariem MR. [email protected]

    MR. Collection's

    a

  • 34 USMAN BIN AFFAN

    "Aisyah, kita malu bukan kepada seseorang, yang malaikat sendiri pun malu kepadanya," atau ia berkata: "Tidakkah saya malu kepada orang, yang juga malaikat pun malu kepadanya." Dalam sebuah sumber disebut-kan bahwa Aisyah berkata: "Rasulullah, mengapa saya tidak melihat kepedulian Anda kepada Abu Bakr dan Umar seperti kepada Usman?" Dijawab oleh Rasulullah: "Usman orang yang sangat pemalu. Saya kha-watir kalau saya mengizinkannya dalam keadaan begitu ia tidak dapat mengutarakan maksudnya."

    Karena perasaan malu itu Usman takut berbicara. Ibn Sa'd dalam at-Tabaqat mengutip kata-kata salah seorang dari mereka: Dari antara sahabat Rasulullah tak seorang pun yang pernah saya lihat bicaranya lebih sempurna dan lebih baik daripada Usman. Hanya saja ia takut berbicara, dan karena takutnya berbicara ia segan berdialog dan berdebat berpanjang-panjang. Kalau dia sudah mengambil keputusan ia gigih dan tidak mudah menyerah. Karena kemurahan rezeki yang melimpah yang dikaruniakan Allah kepadanya itulah maka ia makin gigih dengan pen-dapatnya. Dia dari keluarga Banu Umayyah, kalangan suku Kuraisy yang terbanyak jumlah orangnya dan yang terkuat. Tetapi keengganannya berbicara yang terbawa oleh perasaan malu itu membuatnya jadi sangat lemah-lembut. Juga kekayaan dan kedudukannya yang tinggi membuat-nya jadi sangat dermawan dan murah hati. Kedermawanan dan kelembut-annya membuat dia disenangi orang. Di samping itu karena percaya diri dan rasa bangga kepada kerabat, oleh mereka ia sangat dihormati dan dihargai.

    Di zaman jahiliah dan di masa Islam ia adalah saudagar pakaian. Karena kejujuran dan sifat-sifatnya yang sudah disebutkan tadi menye-babkan perdagangannya maju dan banyak mendatangkan keuntungan. Di samping itu, sifat-sifat pemalu yang sudah dibawanya sejak kecil dan di masa remajanya ia selamat tak sampai tergelincir bersama gejolak anak-anak muda. Tak pernah terdengar bahwa dia suka berbangga-bangga atau suka mencumbu perempuan. Secara keseluruhan sumber-sumber menunjuk-kan bahwa dia berhati lembut, sangat dipengaruhi oleh perasaannya yang halus. Karena sifat lemah-lembut dan perasaannya yang halus itu ia selalu berusaha tidak menyakiti hati orang atau melakukan kekerasan.

    Abu Bakr dan Umar masuk dengan keadaan Anda tetap begitu, tetapi sesudah Usman yang meminta izin Anda menurunkan pakaian Anda." Kata Rasulullah kepada Aisyah:

  • 2. USMAN, DULU DAN SEKARANG 35

    Tahun lahir dan sebabnya ia masuk Islam Usman dilahirkan pada tahun keenam tahun Gajah. Ia lebih muda

    dari Nabi enam tahun. Di masa anak-anak dan masa remajanya, ia hidup boros, seperti orang-orang Kuraisy umumnya, terutama Banu Umayyah. Sesudah Rasulullah diutus Allah ia termasuk yang mula-mula dalam Islam. Sebab-sebabnya ia masuk Islam para sejarawan menyebutkan beberapa sumber, yang sebagian dapat kita catat di sini.

    Dalam Sirat Sayyidina Muhammad Rasulillah Ibn Hisyam menyebut-kan: "Sesudah Abu Bakr masuk Islam orang-orang dari masyarakatnya sendiri yang dipercayainya dan yang suka mengunjunginya dan duduk-duduk dengan dia, diajaknya beriman kepada Allah dan kepada Islam. Maka yang sudah masuk Islam karena ajakannya itu adalah Usman bin Affan dan tujuh orang lagi yang lain, yang sudah kami sebutkan. Oleh Abu Bakr mereka yang sudah memenuhi seruannya itu diajaknya me-nemui Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam lalu mereka menyatakan masuk Islam dan melakukan salat." Ibn Sa'd mengatakan dalam at-Tabaqat: "Usman bin Affan dan Talhah bin Ubaidillah pergi mengikuti Zubair bin Awwam, dan masuk menemui Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam. Ia menawarkan Islam kepada kedua mereka dan membacakan beberapa ayat Qur'an serta memberitahukan kepada mereka tentang ketentuan-ketentuan Islam dengan menjanjikan kemuliaan Allah bagi me-reka. Keduanya kemudian beriman dan percaya. Kata Usman: "Rasulullah, saya baru kembali dari Syam. Sesudah kami sampai di Mu'an dan Zarqa' kami seperti orang yang sedang tidur, terdengar ada suara memanggil-manggil kami: Hai orang-orang yang sedang tidur, bergegaslah bangun, Ahmad sudah di Mekah. Maka kami datang dan kami mendengar tentang dia. Usman masuk Islam sudah sejak lama, sebelum Rasulullah (saw) da-tang ke Darul Arqam." Dalam al-Bidayah wan Nihayah Ibn Kasir me-ngatakan: "Usman radiallahu 'anhu. sudah sejak lama masuk Islam melalui Abu Bakr as-Siddiq."

    Cerita Ibn Asakir Masuk Islamnya itu aneh, seperti disebutkan oleh al-Hafiz bin Asakir.

    Ringkasnya, bahwa sesudah dia mendapat berita bahwa Rasulullah (saw) menikahkan putrinya Ruqayyah yang cantik dengan sepupunya, Utbah bin Abi Lahab, ia menyesal mengapa bukan dia yang mengawininya. Dengan perasaan sedih ia menemui keluarganya, dan di tempat itu ia ber-temu dengan bibinya Sa'diyah binti Kuraiz, seorang dukun. Ia memberi-kan berita gembira bahwa dia akan menikah dengan Ruqayyah. "Saya heran dia membawa berita gembira mengenai perempuan yang sudah

  • 36 USMAN BIN AFFAN

    bersuamikan laki-laki lain," kata Usman. "Lalu kata saya, 'Apa kata Bibi?" Dia menjawab: "Usman, Anda akan mendapat kehormatan, akan menjadi orang penting. Dia seorang nabi yang membawa bukti, diutus dengan sebenarnya sebagai orang yang saleh, ia akan mendapat wahyu, yang dapat membedakan yang hak dengan yang batil. Ikutlah dia, Anda tak akan tertipu oleh berhala." Kata Usman: "Anda mengatakan suatu masalah yang tak pernah terjadi di negeri kita." Perempuan itu berkata lagi: "Muhammad bin Abdullah, utusan Allah, dengan membawa wahyu dari Allah, mengajak orang beribadah hanya kepada Allah." Seterusnya kata perempuan itu lagi: "Pelitanya adalah pelita, agama kemenangan, perkaranya berjaya, sasarannya jitu, seluruh negeri ini tunduk kepada-nya, tak ada gunanya berteriak, jika terjadi pembantaian dan panah sudah direntang."1 Kata Usman: "Aku pergi sambil berpikir-pikir dan ketika bertemu dengan Abu Bakr kuberitahukan. "Celaka Anda ini, Usman. Anda adalah orang yang tegas. Anda sudah tahu benar mana yang hak dan mana yang batil. Apa gunanya berhala-berhala yang disembah kaummu itu. Bukankah itu hanya batu, tidak mendengar, tidak melihat, tidak mengganggu, juga tidak bermanfaat." "Memang, memang begitu," kata Usman. Kemudian kata Abu Bakr: "Bibimu sudah meyakinkan Anda. Rasulullah itu Muhammad bin Abdullah, diutus oleh Allah kepada hamba-Nya dengan membawa sebuah ajaran. Bersediakah Anda men-datanginya?" Kemudian kami bertemu dengan Rasulullah, dan dia ber-kata: "Usman, penuhilah seruan Allah, saya utusan Allah kepada Anda dan kepada segenap hamba-Nya." Ia berkata: "Setelah saya mendengar kata-kata Rasulullah (saw), itu, saya tak dapat menguasai diri. Saya menerima Islam dan saya membaca kalimat syahadat bahwa tiada tuhan selain Allah Yang Mahatunggal, tiada bersekutu. Tak lama sesudah itu saya menikah dengan Ruqayyah putri Rasulullah (saw). Sementara itu ia berkata:

    Pasangan terbaik yang pernah dilihat orang Ruqayyah dan suaminya, Usman

    Menikah dengan Ruqayyah Beginilah cerita-cerita tentang Usman masuk Islam. Terserah kepada

    kita percaya atau tidak. Boleh saja kita mengatakan sumber Ibn Kasir itu kebanyakan dibuat-buat. Waktu itu berita tentang Muhammad belum ter-

    1 Kata-kata perempuan itu bersajak dan nadanya seperti membacakan mantra. Pnj.

  • 2. USMAN, DULU DAN SEKARANG 37

    sebar luas di kalangan Kuraisy, dan ajakannya itu dibicarakan orang masih dengan malu-malu. Saya tidak tahu, adakah tertariknya Usman kepada Ruqayyah itu ada pengaruhnya dalam keislamannya. Ketika itu umur Ruqayyah belum mencapai 20 tahun kendati ia bukan putri Ra-sulullah yang tertua, sementara umur Usman ketika itu sudah hampir 40 tahun, dan di zaman jahiliah ia sudah pernah menikah dan mendapat julukan Abu Umar.

    Dari Ruqayyah ia mendapat seorang anak laki-laki dan diberi nama Abdullah dan dia pun mendapat julukan demikian. Julukan ini terus melekat kendati anak itu sudah meninggal dalam usia enam tahun. Barangkali Ibn Kasir mendasarkan sumber itu dari al-Hafiz bin Asakir yang dikutip oleh Ibn Asakir dari orang lain, sebab sesuai dengan yang sudah diketahuinya tentang sifat Usman yang sangat perasa itu. Atas pengertian inilah di sini kita memperkuatnya kendati masih kita ragukan sebelum kita memasti-kan bahwa karena sebab-sebab tertentu cerita itu dibuat orang kemudian.

    Mengapa Usman cepat-cepat hijrah ke Abisinia? Usman masuk Islam dan menikah deng