modul praktikum elektro pneumatik · pdf filepenulisan modul praktikum ini walaupun sudah...

Click here to load reader

Post on 07-Jun-2019

279 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Modul PraktikumModul PraktikumELEKTRO PNEUMATIKELEKTRO PNEUMATIK

Laboratorium Otomasi IndustriJurusan Teknik Elektro

Politeknik Negeri Manado2018

Oleh Team :Yoice R. Putung

Sukandar Sawidin

LEMBAR PENGESAHAN

MODUL PRAKTIKUM

ELEKTRO PNEUMATIK

Di susun Oleh :Yoice R. Putung, SST., MT

NIP. 1967 1013 200312 2 001Sukandar Sawidin, ST.,MT

NIP. 19641006 199203 1 005

Ketua Jurusan Teknik Elektro, Koordinator Program StudiD-IV Teknik Listrik,

Fanny J. Doringin, ST.,MT Johan F. Makal, SST., MTNIP.196704301992031003 NIP. 19640526 199803 1 001

iii

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan

Modul Praktikum Elektro Pneumatik.

Dimana penulisan ini tidak lain untuk menambah pengetahuan menganalisa,

sekaligus sebagai sumbangsi bahan bacaan Praktikum pada Politeknik Negeri Manado.

Penyusunan Modul Praktikum ini sebagai kebutuhan Mahasiswa dan Rekan-rekan

Dosen maupun Instruktur Politeknik Negeri Manado khususnya Jurusan Elektro untuk

menambah wawasan tentang Praktek Elektro Pneumatik.

Penulisan Modul Praktikum ini walaupun sudah diupayakan secara maksimal

namun tetap tidak terlepas dari kekurangan disana-sini, oleh karena itu saran dan kritik

yang sifatnya membangun sangat diharapkan dari para pembaca dan pemakai buku ini

demi untuk kesempurnaan isi dari Modul Praktikum ini.

Akhirnya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang

telah banyak meluangkan waktu dan pikirannya dalam penyusunan buku ini. Akhir kata

semoga Modul Praktikum ini berfanfaat bagi yang membutuhkannya.

Manado, Desember 2018

PENULIS,

TEAM LAB. OTOMASI INDUSTRI

iv

DAFTAR ISI

Hal.

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

ii

iii

DAFTAR ISI iv

PENGANTAR SISTEM PNEUMATIK1. Aplikasi Penggunaan Pneumatik 12. Diagram Alir dan Tata Letak Komponen 3

Topik I Kontrol Single Acting Cylinder dengan 3/2 WAYValve Single Solenoid

6

Topik

Topik

TopikTopik

Topik

Topik

TopikTopikTopik

Topik

Topik

Topik

Topik

II

III

IVV

VI

VII

VIIIIXX

XI

XII

XIII

XIV

Kontrol Double Acting Cylinder dengan 5/2 WAY ValveSingle SolenoidKontrol Double Acting Cylinder dengan 5/2 WAY ValveSingle Solenoid Hubungan Seri dan ParalelKontrol Latching Circuit pada Double Acting CylinderKontrol Dengan Limit Switch Dengan Double ActingCylinderKontrol Double Acting Cylinder Maju Mundur SecaraContinue Dengan Limit SwitchKontrol Double Acting Cylinder Maju Mundur SecaraContinue Dengan Proximity SwitchKontrol Double Acting Cylinder Dengan TimerKontrol Single Acting Cylinder Dengan CounterKontrol 2 Buah Double Acting Cylinder Dengan 5/2 WAYValve Single Solenoid (4 Step A+ A- B+ B-)Kontrol 2 Buah Double Acting Cylinder Dengan 5/2 WAYValve Double Solenoid (4 Step A+ B+ B- A-)Kontrol Auto dan Semi Auto 2 Buah Double ActingCylinder Dengan 5/2 WAY Valve Single dan DoubleSolenoid (4 Step A+ A- B+ B-)Kontrol Auto dan Semi Auto 2 Double Acting CylinderDengan 5/2 WAY Valve Double Solenoid denganmenggunakan Sensor Proximity dan Limit Switch(4 Step A+ B+ B- A-)Kontrol Auto dan Semi Auto 2 Double Acting CylinderDengan 5/2 WAY Valve Double Solenoid denganmenggunakan Counter, Timer dan Limit Switch(4 Step A+ B+ A- B-)

DAFTAR PUSTAKA

13

20

26

30

35

414549

53

59

65

71

77

83

1

PENGANTAR SISTEM PNEUMATIK

Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu pneuma yang

berarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik

penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun

tekanan di bawah 1 atmosfer (vacum). Sehingga pneumatik merupakan ilmu

yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa). Jaman

dahulu kebanyakan orang sering menggunakan udara bertekanan untuk

berbagai keperluan yang masih terbatas, antara lain menambah tekanan

udara ban mobil/motor, melepaskan ban mobil dari peleknya, membersihkan

kotoran, dan sejenisnya. Sekarang, sistem pneumatik memiliki apliaksi

yang luas karena udara pneumatik bersih dan mudah didapat. Banyak industri

yang menggunakan sistem pneumatik dalam proses produksi seperti industri

makanan, industri obat-obatan, industri pengepakan barang maupun industri yang

lain. Belajar pneumatik sangat bermanfaat mengingat hampir semua industri

sekarang memanfaatkan sistem pneumatik.

Pneumatik bekerja dengan memanfaatkan udara yang dmampatkan

(compressed air). Udara yang dimampatkan akan didistribusikan pada sistem yang

ada sehingga kapasitas sistem terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan udara yang

dimampatkan kita memerlukan Compressor (pembangkit udara bertekanan).

Komponen pneumatik beroperasi pada tekanan 8 sampai dengan 10 bar, tetapi

dalam praktek dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 sampai dengan 6 bar untuk

penggunaan yang ekonomis.

1. Aplikasi Penggunaan Pneumatik

Penggunaan udara bertekanan sebenarnya masih dapat dikembangkan

untuk berbagai keperluan proses produksi, misalnya untuk melakukan gerakan

mekanik yang selama ini dilakukan oleh tenaga manusia, seperti

menggeser, mendorong, mengangkat, menekan, dan lain sebagainya.

Gerakan mekanik tersebut dapat dilakukan juga oleh komponen pneumatik,

2

seperti silinder pneumatik, motor pneumatik, robot pneumatik translasi, rotasi

maupun gabungan keduanya. Perpaduan dari gerakan mekanik oleh

aktuator pneumatik dapat dipadu menjadi gerakan mekanik untuk keperluan

proses produksi yang terus menerus (continue), dan flexibel.

Pemakaian pneumatik dibidang produksi telah mengalami kemajuan

yang pesat, terutama pada proses perakitan (manufacturing), elektronika, obat-

obatan, makanan, kimia dan lainnya. Pemilihan penggunaan udara bertekanan

(pneumatik) sebagai sistim kontrol dalam proses otomasinya, karena

pneumatik mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mudah diperoleh,

bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak, mudah didistribusikan

melalui saluran (selang) yang kecil, aman dari bahaya ledakan dan hubungan

singkat, dapat dibebani lebih, tidak peka terhadap perubahan suhu dan

sebagainya.

Udara yang digunakan dalam pneumatik sangat mudah didapat/diperoleh di

sekitar kita. Udara dapat diperoleh dimana saja kita berada, serta tersedia

dalam jumlah banyak. Selain itu udara yang terdapat di sekitar kita

cenderung bersih dari kotoran dan zat kimia yang merugikan. Udara juga dapat

dibebani lebih tanpa menimbulkan bahaya yang fatal. Karena tahan

terhadap perubahan suhu, maka penumatik banyak digunakan pula pada

industri pengolahan logam dan sejenisnya.

Secara umum udara yang dihisap oleh kompressor, akan disimpan dalam

suatu tabung penampung. Sebelum digunakan udara dari kompressor diolah

agar menjadi kering, dan mengandung sedikit pelumas. Setelah melalui

regulator udara dapat digunakan menggerakkan katub penggerak (aktuator),

baik berupa silinder/stang torak yang bergerak translasi, maupun motor

pneumatik yang bergerak rotasi. Gerakan bolak balik (translasi), dan berputar

(rotasi) pada aktuator selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan gerakan

yang selama ini dilakukan oleh manusia atau peralatan lain.

Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam

hal penanganan material sbb:

3

a. Pencekraman benda kerjab. Penggeseran benda kerjac. Pengaturan arah benda kerja

Penerapan pneumatik secara umum :

a. Pengemasan (packaging)b. Makanan (feeding)c. Pengukuran (metering)d. Pengaturan buka dan tutup (door or chute control)e. Pemindahan material (transfer of materials)f. Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts)g. Pemilahan bahan (sorting of parts)h. Pengusunan benda kerja (stacking of components)i. Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of componens)

2. Diagram Alir dan Tata Letak Komponen

Diagram rangkaian harus digambar dengan tata cara penggambaran yang

benar. Karena hal ini akan memudahkan seseorang untuk membaca rangkaian,

sehingga mempermudah pada saat merangkai atau mencari kesalahan pada

sistem kendali pnumatik. Tata letak komponen diagram rangkaian harus

disesuaikan dengan diagram alir dari mata rantai kendali yaitu sebuah sinyal

harus mulai mengalir dari bawah menuju ke atas dari gambar rangkaian.

Yang dimaksud diagram skematik adalah diagram rangkaian yang digambar

tanpa mempertimbangkan lokasi tiap elemen kendali yang digunakan. Dalam

diagram ini yang lebih dipentingkan adalah fungsi atau logika kendalinya.

Dalam sistem kendali pnumatik dianjurkan bahwa semua silinder dan katup

kontrol arah digambarkan secara horisontal dengan silinder bergerak dari kiri ke

kanan, sehingga rangkaian lebih mudah dimengerti.

Diagram alir mata rantai kendali pnumatik dan elemen-elemennya

digambarkan sebagai berikut :

4

Gambar 1. Diagram Alir sistem Kendali Pnumatik

Pada sistem pengontrolan elektropneumatik