mikrobiologi farmasi (fermentasi alkohol)

Download Mikrobiologi farmasi (fermentasi alkohol)

Post on 06-Jul-2015

256 views

Category:

Health & Medicine

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

microbiology pharmacy

TRANSCRIPT

  • 1. MIKROBIOLOGI FARMASIValentina Girsang 131501127Nurul Anisha Hakim 131501128Seri Pati 131501129Syari Widia Alfiah 131501130Lucky Honesty Z 131501131Nanda Nur Nisa 131501132Kelas 2AFarmasi S-1 2013

2. FERMENTASI ALKOHOLApa itu FermentasiAPA ITU ALKOHOLCARA PEMBUATANALKOHOLANALISIS PEMBUATANALKOHOLKEGUNAAN ALKOHOL DIBIDANG FARMASI 3. Fermentasi adalah proses produksi energidalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpaoksigen). Fermentasi adalah perubahan kimia dalambahan pangan yang disebabkan oleh enzim.Enzim yang berperan dapat dihasilkan olehmikroorganisme atau enzim yang telah adadalam bahan pangan. 4. Etanol atau etil alkohol yang di pasaran lebihdikenal sebagai alkohol merupakan senyawaorganik dengan rumus kimia C2H5OH. Dalamkondisi kamar, etanol berwujud cairan yangtidak berwarna, mudah menguap, mudahterbakar, mudah larut dalam air dan tembuscahaya. Etanol adalah senyawa organik golongan alkoholprimer. Sifat fisik dan kimia etanol bergantungpada gugus hidroksil. 5. Diperoleh dari:karbohidrat (pati) : ubi kayu, ubi jalar, jagung,sorgum, beras, ganyong dan sagu yang kemudiandipopulerkan dengan nama Bioethanol.tanaman atau buah yang mengandung gula: tebu,nira, buah mangga, nenas, pepaya, anggur,lengkeng,dll.Berserat (selulosa) : sampah organik dan jerami padipun saat ini telah menjadi salah satu alternatifpenghasil ethanol. 6. Proses fermentasi ini dimulai dengan bahanGlukosa yang berasal dari pati yang kemudian diLisis dalam Glikolisis di sitoplasma Hasil pemecahan terbentuk 2,2,2 ( 2 piruvat,2NADH , 2ATP) Proses berpindah ke mitocondriajika di tempat itu banyak Oksigen , namun karenaSacharomyces cerevisae , ini tidak perlu oksigendalam respirasinya maka Asam Piruvat akan di ubahmenjadi Asetal dehide yang kemudian dijadikanEtanol . 7. KARAKTERISTIK FERMENTASI ALKOHOL berjalan anaerobmenghasilkan 2 ATP , 2 CO2 , 2 Asetaldehid yangkemudian jadi 2 Etanol proses tanpa oksigenNADH harusnya dikirim ke mitocondria untuk diberikanke oksigen jadi H2O namun karena tak ada oksigenNADH berikatan ion H+ nya oleh asetal dehid menjadiEtanol 8. Ragi yang dapat digunakan dalam prosesfermentasi etanol adalah Saccharomycescerivisiae, Saccharomyces uvarum (tadinyaSaccharomyces carlsbergensis), Candida utilis,Saccharomyces anamensis, Schizosccharomycespombe 9. PEMBUATAN ALKOHOL Persiapan Bahan BakuBahan baku untuk produksi ethanol bisadidapatkan dari berbagai tanaman, baik yangsecara langsung menghasilkan gula sederhanasemisal Tebu (sugarcane), gandum manis (sweetsorghum) atau yang menghasilkan tepungseperti jagung (corn), singkong (cassava) dangandum (grain sorghum). 10. Liquifikasi dan SakarifikasiProses hidrolisis, yakni proses konversi pati menjadiglukosa. Hidrolisis secara kimiawi dan fisik akanmemutus rantai polimer secara acak, sedangkanhidrolisis enzimatis akan memutus rantai polimer secaraspesifik pada percabangan tertentu.Menggunakan Enzym Alfa Amylase melalui prosespemanasan (pemasakan) pada suhu900C(hidrolisis). 11. Sedangkan proses Sakarifikasi (pemecahan gulakompleks menjadi gula sederhana) melibatkantahapan sebagai berikut : Pendinginan bubur sampai mencapai suhuoptimum Enzym Glukosa Amylase bekerja. Pengaturan pH optimum enzim. Penambahan Enzym Glukosa Amilase secara tepatdan mempertahankan pH serta temperatur padasuhu 600C 12. bubur sup 13. FermentasiPada tahap ini, tepung telah telah berubah menjadigula sederhana (glukosa dan sebagian fruktosa)dengan kadar gula berkisar antara 5 hingga 12 %.Tahapan selanjutnya adalah mencampurkan ragi(yeast) pada cairan bahan baku tersebut danmendiamkannya dalam wadah tertutup (fermentor)pada kisaran suhu optimum 27 s/d 32 0C selama kurunwaktu 5 hingga 7 hari (fermentasi secara anaerob).Selama proses fermentasi akan menghasilkan cairanetanol/alkohol dan CO2. 14. Hasil dari fermentasi berupa cairan mengandungalkohol/ethanol berkadar rendah antara 7 hingga 10 %(biasa disebut cairan Beer). Pada kadar ethanol max 10% ragi menjadi tidak aktif lagi,karena kelebihan alkoholakan beakibat racun bagi ragi itu sendiri dan mematikanaktifitasnya. 15. Distilasi ( Penyulingan )Dilakukan untuk memisahkan alkohol dalam cairan beerhasil fermentasi. Dalam proses distilasi, pada suhu 780C(setara dengan titik didih alkohol) ethanol akan menguaplebih dulu ketimbang air yang bertitik didih 950C. Uapethanol dalam distillator akan dialirkan kebagiankondensor sehingga terkondensasi menjadi cairanethanol. Selain operator, untuk mendapatkan hasilpenyulingan ethanol yang optimal dibutuhkanpemahaman tentang teknik fermentasi dan peralatandistillator yang berkualitas. 16. Penyulingan ethanol dapat dilakukan dengan 2(dua) cara :1. Penyulingan menggunakan teknik dan distillatortradisional (konvensional). Dengan cara ini kadarethanol yang dihasilkan hanya berkisar antaraantara 20 s/d 30 %.2. Penyulingan menggunakan teknik dan distillatormodel kolom reflux (bertingkat). Dengan cara dandistillator ini kadar ethanol yang dihasilkanmampu mencapai 90-95 % melalui 2 (dua) tahappenyulingan. 17. PHSUHUNUTRIENOKSIGEN 18. PHFermentasi membutuhkan waktusekitar 50 jam. pH optimal untukpertumbuhan ialah berkisar antara 4,0sampai 4,5. Pada pH 3,0 atau lebihrendah lagi fermentasi alkohol akanberjalan dengan lambat.Untuk menghasilkan yield etanol 90%dari nilai gula teoritis. Hasil akhir etanolsekitar 10 - 16 % v/v 19. NutrienNutrien yang dibutuhkan digolongkanmenjadi dua yaitu nutrien makro dannutrien mikro. Nutrien makro meliputiunsur C, N, P, K. Unsur C didapat darisubstrat yang mengandung karbohidrat,unsur N didapat dari penambahan urea,sedang unsur P dan K dari pupuk NPK.Unsur mikro meliputi vitamin danmineral -mineral lain yang disebut traceelement seperti Ca, Mg, Na, S, Cl, Fe,Mn, Cu, Co, Bo, Zn, Mo, dan Al. 20. TemperaturTemperatur optimal untuk yeast berkisar antara25-30o C dan temperatur maksimal antara 35-47o C. Beberapa jenis yeast dapat hidup pada 11suhu 00 C. Temperatur selama fermentasi perlumendapatkan perhatian, karena di sampingtemperatur mempunyai efek yang langsungterhadap pertumbuhan yeast jugamempengaruhi komposisi produk akhir.Selama proses fermentasi akan terjadipembebasan panas sehingga akan lebih baikapabila pada tangki fermentasi dilengkapidengan unit pendingin 21. OksigenBerdasarkan kemampuannya untukmempergunakan oksigen bebas, MO dapatdiklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:1. aerob, apabila pertumbuhannya memerlukanoksigen2. Anaerob, apabila pertumbuhannya tanpaoksigen3. fakultatif, apabila dapat tumbuh dengan baikpada keadaan ada oksigen bebas maupun tidakada oksigen bebas.Yeast dari kultur yang memakai aerob akanmenghasilkan alkohol dalam jumlah yang lebihbesar dibandingkan yeast tanpa aerasi. 22. Bahan bakukosmetikPelarut OrganikObat-obatan 23. DAFTAR PUSTAKAWahyudi. 1997. Produksi Alkohol Oleh Saccharomycesellipsoideus dengan Tetes Tebu (Molase) BahanBaku Utama. Bogor.Jutono et al. 1972. Dasar-Dasar Mikrobiologi (UntukPerguruan Tinggi). Jogjakarta: Gadjah MadaUniversity Press.Fardias, Srikandi. 1988. Fisiologi Fermentasi. Bogor:Lembaga Sumber Daya Informasi-IPB.Volk, Wesley A. 1993. Mikrobiologi Dasar. edisi ke-5.Jakarta: Erlangga.www.Chem-Is-Try.Org