memperbaiki sistem pengisian

Click here to load reader

Post on 21-Oct-2015

282 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teknik Otomotif

TRANSCRIPT

  • MODUL

    SISTEM PENGISIAN

    Untuk Sekolah Menengah Kejuruan

    Bidang Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif

    Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif

  • DAFTAR ISI

    Halaman

    SAMPUl

    DAFTAR ISI

    BAB I. PENDAHULUAN

    A. Deskripsi

    B. Tujuan

    C. Petunjuk Penggunaan Modul

    D. Alokasi Waktu

    E. Peralatan Dalam Penggunaan Modul

    BAB II. SISTEM PENGISIAN

    A. Pertemuan I : Prinsip Pembangkitan Tenaga Listrik

    1. Uraian

    2. Prinsip Pembangkitan Tenaga Listrik

    3. Prinsip Alternator

    4. Rangkuman

    5. Latihan

    B. Pertemuan Ke II : Komponen Utama Sistem Pengisian

    1. Alternator

    2. Regulator

    3. IC Regulator

    4. Rangkuman

    5. Latihan

    C. Pertemuan Ke III : Cara Kerja Sistem Pengisian

    1. Alternator yang Menggunakan Regulator

    2. Alternator yang Menggunakan IC Regulator

    3. Rangkuman

    4. Latihan

    BAB III EVALUASI

    A. Test

    B. Kunci Jawaban

  • C. Umpan Balik

    DAFTAR PUSTAKA

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Deskripsi

    Modul ini berjudul SISTEM PENGISIAN yang disusun berlandaskan

    pelatihan yang berbasis KTSP

    Penguasaan materi modul ini akan dapat lebih cepat dikuasai apabila

    siswa sebelumnya telah menyelesaikan materi penunjang yang

    mendasarinya dari buku-buku sebelumnya

    Materi yang akan diberikan dikemas dalam bentuk kegiatan belajar

    baik teori maupun praktek, yang mana pemelajaran teori merupakan

    landasan dasar yang akan menunjang ketrampilan praktek siswa sehingga

    setelah siswa selesai melaksanakan kegiatan pada modul ini diharapkan

    siswa akan menguasai keterampilan tentang Pemeliharaan dan mengatasi

    troble shoting pada sistem pengisian pada kendaraan .

    Setelah siswa menguasai ketrampilan dari modul ini, siswa dapat

    bekerja dibengkel-bengkel spesialis kelistrikan atau bengkel dinamo dan

    tidak tertutup kemungkinan bahwa siswa bisa membuka sebuah usaha

    bengkel sendiri, yang mana peluangnya kedepan sangat luas dan

    menjanjikan.

    B. Tujuan

    1. Tujuan Umum

    a. Peserta dikiat dapat memahami tentang sistem pengisian pada

    kendaraan.

    2. Tujuan Khusus

    a. Peserta diklat dapat mengenal komponen-komponen dari sistem

    pengisisan

    b. Peserta diklat dapat melakukan pembongkaran komponen-

    komponen sistem pengisisan.

    c. Peserta diklat dapat menganalisa kerusakan pada sistem pengisian.

    d. Peserta diklat dapat mengatasi kerusakan pada sistem pengisian.

  • C. Petunjuk Penggunaan Modul

    Untuk mendapatkan hasil belajar secara maksimal dalam

    mempelajari materi dalam modul ini, langkah-langkah yang perlu

    dilakukan antara lain:

    a. Bacalah dan pahamilah secara seksama uraian-uraian materi yang

    ada pada kegiatan belajar.

    b. Bila ada meteri yang kurang jelas atau tidak di mengerti,

    tanyakanlah pada guru yang mengajarkan materi tersebut.

    c. Kerjakanlah setiap tes formatif (soal latihan) untuk mengetahui

    seberapa jauh kemampuan untuk menyerap materi-materi pelajaran

    yang telah di ajarkan.

    d. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek,

    perhatikanlah hal-hal sebagai berikut :

    1) Perhatikan petunjuk keselamatan kerja yang diberikan.

    2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur pratikum) dengan baik.

    3) Sebelum malakukan kegiatan praktek, maka persiakpan lah alat

    dan bahan terlebih dahulu secara cermat.

    4) Pergunakanlah alat dan bahan sesuai dengan pungsinya, untuk

    melakukan kegiatan praktek yang belum jelas, harus meminta

    izin terlebih dahulu pada guru.

    5) Setelah selesai praktek, kembalikan alat dan bahan ketempat

    semula.

    e. Siswa dinyatakan telah dikatakan telah menguasai materi apabila

    bisa menjawab semua soal dengan benar tampamelihat buku atau

    melihat kunci jawaban.

    f. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil, siswa bersama guru dapat

    membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga

    sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya, untuk

    mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat.

    g. Kunsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses

    belajar, saat menemukan kesulitan dalam menjawab soal-soal

    maupun pada saat melakukan praktek, ataupun memerlukan

    sumber belajar yang lain dapat mengkumunikasikannya dengan

  • guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar,

    juga saat melaksanakan modul berikutnya.

    D. Alokasi Waktu

    Merupaka keseluruhan dari mata pelajaran yang terdiri dari beberapa

    pokok pembahasan yang kemudian dijadikan fase/fase atau penetapan

    yang kemudian dikelompokan untuk menjadi suatu patokan yang akan kita

    ajarkan kepada siswa yang terdiri dari sup pokok bahasan, materi yang

    akan diajarkan dan pembahasan materi, kemudian baru bisa menentukan

    berapa waktu yang diperlukan untuk membahas suatu pokok

    basan,dimana sistem pengisisan ini terdiri terdiri dari tiga kali pertemuan,

    dimana satu kali pertemuan terdir dari 2 x 45 menit.

    E. Peralatan Dalam Penggunaan Modul

    Dalam pelaksanaan sistim modul maka beberapa perlengkapan harus

    di siapkan dalam menunjang terlaksananya sistem pemelajaran baik dalam

    konteks pemelajaran teori maupun praktek agar tujuan dapat tercapai

    seoptimal mungkin.

    Adapun perangkat tesebut adalah sebagai berikut :

    Wall chart

    Whait board

    Boad marker

    OHV

    Buku

    pena

    Perangkat tersebut semestinya harus ada dalam menunjang proses belajar

    mengajar sehingga apa yang di capai dalam modul dapat terlaksanan

    sesuai yang diharapkan.

  • BAB II

    SISTEM PENGISIAN

    A. Pertemuan I : Prinsip Pembangkitan Kelistrikan

    1. Uraian

    .Fungsi baterai pada automobile adalah untuk mensuplai kebutuhan

    listrik pada komponen-kompenen listrik pada mobil tersebut seperti motor

    stater, lampu-lampu besar dan penghapus kaca. Namun demikian

    kapasitas baterei sangatlah terbatas, sehingga tidak akan dapat mensuplai

    tenaga listrik secara terus menerus. Dengan demikian, baterei harus selalu

    terisi penuh agar dapat mensuplai kebutuhan listrik setiap waktu yang

    diperlukan oleh tiap-tiap komponen listrik. Untuk itu pada mobil diperlukan

    sistem pengisian yang akan memproduksi listrik agar baterei selalu terisi

    penuh.

    Sistem pengisian (charging system) akan memproduksi listrik untuk

    mengisi kembali baterei dan mensuplai kelistrikan ke komponen yang

    memerlukannya pada saat motor hidup.

    Sebagian besar mobil dilengkapi dengan alternator yang menghasilkan

    arus bolak-balik yang lebih baik dari pada dinamo yang menghasilkan arus

    searah dalam hal tenaga listrik yang dihasilkan maupun daya tahannya.

    Mobil yang menggunakan arus searah (direct current), arus bolak-

    balik yang dihasilkan alternator harus disearahkan menjadi arus searah

    sebelum dikeluarkan.

    2. Prinsip Pembangkitan Tenaga Listrik

    a. Induksi Elektro Magnet

    Garis gaya magnet dipotong oleh pengantar listrik yang bergerak

    diantara medan magnet, akan timbul gaya gerak listrik (tegangan

    induksi) pada penghantar dan arus akan mengalir apabila penghantar

    tersebut merupakan bagian dari sirkuit lengkap,

  • Gambar 1. Pengkukuran arus yang kecil dengan galvano

    meter

    Seperti ditunjukan pada gambar, jarum galvano meter (ammeter

    yang dapat mengukur arus yang sangat kecil), akan bergerak karena

    gaya gerak listrik yang dihasilkan pada saat pengantar digerakkan

    maju-mundur diantara katup utara dan katup selatan magnet. Dari aksi

    ini dapat disimpulkan :

    1) Jarum galvano meter akan bergerak jika pengahantar atau magnet

    digerakkan

    2) Arah gerakan jarum akan berfariasi mengikuti arah gerrkan

    penghantar atau magnet

    3) Basar gerakan jaum akan semakin besar sebanding dengan

    kecepatan gerakan

    4) Jarum tidak akan bergerak jika gerakan dihentikan

    Bila dengan beberapa cara, penga tar dilewatkan melaqlaui garis

    gaya magnet, maka dalam pengantar akakn terbangikit gaya gerak

    listrik. Phenomena ini disebut dengan induksi elektromagnet.

    Generator menghasilkan gaya gerak listrik dengan cara induksi elektro

    magnet dan mengubahnya menjadi tenaga listrik (tegangan arus)

  • b. Arah Gerak Gaya Listrik

    Arah gaya gerak listrik yang dibangkitkan dalam penghantar

    diantaa medan magnet bervariasi mengikuti perubahan arah garis gaya

    megnet dan gerakan penghatar. Apabila penghanta digerakkan (denan

    arah sepertiyang ditunjukan oleh tanda panah besar poda gambar

    dibawah) diantara kutup magnet utara dan selatan, maka gaya gerak

    listrik akan menalir dari kanan ke kiri (aah garis gaya magnet dari kutup

    utara ke kutup selatan).

    Arah gais gaya magne dapat dipahami dengan mengunakan

    Hukum Tangan Kanan Fleming (Flemings Right-Hand Rute)

    Gambar 2. Hukum tangan kanan fleming

    Hukum Tangan Kanan Fleming

    Dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah tangan kanan dibuka

    dengan sudut yang tepat satu sama lain, maka telunjuk akan

    menunjukan gais gaya magnet, ibu jari menunjukan arah gerakan

    penghantar dan jari tengah menunjukan arah gaya gerak listrik

    c. Besarnya Garis Gaya Magnet

    Besarnya gaya gerak listrik yang dibangkitkan pada saat

    penghantar memotong (melewati) garis ga