mas qonita fix

Click here to load reader

Post on 13-Feb-2016

8 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

anak

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya referat pada kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Anak ini. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing kami, yaitu dr.Effendi, SpA atas bimbingan dan waktu yang telah diberikan kepada kami.

Referat dengan judul Meconium Aspiration Syndrome ini membahas mengenai sindroma klinis akibat aspirasi mekonium pada bayi yang lahir dengan air ketuban yang terkontaminasi dengan mekonium. Terdapat peningkatan mortalitas dan morbiditas pada neonatus yang lahir dengan aspirasi mekonium ini, yang sebenarnya kematian dapat dicegah dengan penanganan yang tepat.Tatalaksana pada aspirasi mekonium telah berkembang secara progresif dengan dikemukakannya patofisiologi yang mendasari terjadinya aspirasi mekonium tersebut.Oleh sebab itu, melalui referat ini kami mencoba membahas secara singkat mengenai gejala dan tanda aspirasi mekonium pada neonatus, serta penanganannya.

Namun demikian, kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam referat ini. Oleh karena itu, kami mohon maaf atas segala kekurangan yang ada dan semoga referat ini dapat membantu berbagai pihak yang turut membaca.

Atas perhatiannya,kami ucapkan terima kasih.

Jombang, 21 Januari 2014

PenyusunDAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................................................................... iiDAFTAR ISI..................................................................................................................................iiiDAFTAR GAMBAR...iv

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................................. 2

2.1. Meconium-stained Amniotic Fluid danMeconium Aspiration Syndrome....................2

2.2. Epidemiologi Meconium Aspiration Syndrome............................................................3

2.3. Patofisiologi Meconium Aspiration Syndrome.............................................................3

2.4. Manifestasi Meconium Aspiration Syndrome ..............................................................6

2.5. Diagnosis Meconium Aspiration Syndrome .................................................................7

2.5.1. Laboratorium .................................................................................................7

2.5.2. Radiologi ......................................................................................................7

2.5.3. Ekokardiografi ..............................................................................................9

2.6. Tatalaksana Meconium Aspiration Syndrome ..............................................................9

2.6.1. Tatalaksana di Ruang Bersalin......................................................................9

2.6.1.1. Pemantauan Janin Intrapartum.9

2.6.1.2. Pemantauan di Ruang Bersalin Saat Intrapartum: Suction Orofaring dan Nasofaring Sebelum Lahirnya Bahu Bayi92.6.1.3. Tatalaksana di Ruang Bersalin Setelah Bayi Lahir: Intubasi dan SuctionEndotrakeal.9

2.6.2. Tatalaksana di NICU........................................................................11

2.6.2.1. Temuan Radiografi.....11

2.6.2.2. Dukungan Pernafasan.12

2.6.2.2.1. Terapi Oksigen12

2.6.2.2.2. Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)..12

2.6.2.2.3. Intubasi12

2.6.3. Terapi Tambahan Pada Kasus Berat...............................13

2.6.4. Surfaktan.. .............................................................14

2.6.5. Steroid ........................................................................................................14

2.6.6 Antibiotik ....................................................................................................15

2.7. Prognosis ...................................................................................................................15BAB III Laporan Kasus16

BAB IV Kesimpulan .............................................................................................................24DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 25DAFTAR GAMBARGambar 2.1. Patofisiologi Meconium Aspiration Syndrome...4

Gambar 2.2. Fenomena Ball-valve..5

BAB IPENDAHULUAN

Meconium-stained amniotic fluid (MSAF) terjadi pada 13% dari seluruh kelahiran hidup, dimana insidensi MSAF biasanya terjadi pada neonatus dengan usia gestasi 37 minggu atau lebih, terutama pada neonatus yang post-matur dan neonatus dengan kecil masa kehamilan. Sekitar 5-10% dari nonatus dengan MSAF mengalami Meconium Aspiration Syndrome (MAS).Insidens dan tingkat keparahan MAS ditentukan oleh pendekatan obstetrik dan neonatal pada bayi yang lahir dengan MSAF. Terjadinya MAS meningkatkan mortalitas dan morbiditas pada neonatus.Saat ini telah terdapat perkembangan mengenai MAS dan tata lakasana yang berkaitan dengan patofisiologi yang mendasarinya.Tata laksana ini mencakup tatalaksana MAS intrapartum dan tatalaksana setelah bayi lahir. Perkembangan ini diharapkan dapat meningkatkan survival ratepada neonatus dengan MAS, terutama pada negara berkembang, dimana MAS masih merupakan salah satu masalah utama.1,2MAS dapat mengancam jiwa, dan sering berkomplikasi gagal napas, kebocoran udara paru, dan persistent pulmonary hypertension of the newborn (PPHN). Pendekatan pada pencegahan MAS telah berubah dengan berjalannya waktu, dengan kolaborasi antara dokter spesialis kandungan dan spesialis pediatrik dalam membentuk pondasi perawatan bayi. Penggunaan surfaktan dan NO telah menunjukkan penurunan mortalitas dan morbiditas bayi dengan MAS.1Pendekatan dalam mencegah MAS telah berkembang dalam 30 tahun terakhir. Pada akhir tahun 1970, semua bayi yang lahir dengan MSAF, menjalani pengisapan saluran napas atas sebelum lahir bahu bayi dan lalu menjalani intubasi trakeal dan pengisapan endotrakeal di kamar bersalin. Sekarang, pengisapan saluran napas atas tidak lagi direkomendasikan, dan hanya bayi yang kondisinya sangat buruk yang diintubasi untuk pengisapan endotrakeal. Saat ini, insidensi dan mortalitas telah menurun secara signifikan karena adanya perbaikan pada managemen obstetrik intrapartum dan resusitasi postnatal bayi yang lahir dengan MSAF. MAS dinilai bukan sebagai penyebab tunggal dari gangguan postnatal yang dapat dicegah dengan pengisapan trakea rutin di ruang bersalin, namun sebagai gangguan multifaktorial yang kompleks dengan faktor antenatal dan juga intrapartum.1BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Meconium-stained Amniotic Fluid dan Meconium Aspiration SyndromeMekonium merupakan akumulasi debris yang steril, kental, tidak berbau, dan berwarna hitam-hijau, yang berasal dari usus janin sejak usia kehamilan 10-16 minggu atau sekitar usia kehamilan tiga bulan. Komponen utama dari mekonium adalah air (sekitar 72-80%), sel-sel yang berasal dari saluran cerna dan kulit, musin dari gastrointestinal, rambut lanugo, lemak dari verniks kaseosa, cairan amnion, sekresi intestinal, blood-group-specific-glycoproteins, empedu, dan metabolit dari obat. Selain itu, mekonium juga mengandung zat-zat proinflamasi seperti tumor necrosis factors- (TNF-), interleukin-1 (IL-1), IL-6, dan IL-8.3,4Normalnya, proses defekasi pada janin berkurang pada usia kehamilan 16 minggu dan menghilang pada usia kehamilan 20 minggu, dimana ini berhubungan dengan proses inervasi dari persarafan anus. Hingga usia kehamilan 34 minggu, pasase mekonium berangsur-angsur kembali lebih aktif, dan mencapai normal saat 24-48 jam setelah lahir.5 Hal inilah yang menyebabkan mekonium pada cairan amnion jarang didapati sebelum usia kehamilan 34 minggu dan lebih banyak didapati pada usai kehamilan cukup bulan serta port-matur (mencapai sekitar 30%). Pasase mekonium ini bergantung pada peristaltik usus, relaksasi dari sfingter anus, dan usia kehamilan, dimana pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu, mekonium biasanya belum mencapai kolon desending dan anus.Keadaan didapatinya mekonium pada cairan amnion disebut sebagai meconium-stained amniotic fluid (MSAF).6,7Disebut sebagai aspirasi mekonium apabila ditemukan adanya mekonium di bawah pita suara.Meconium Aspiration Syndrome (MAS) didefinisikan sebagai suatu gangguan nafas pada bayi yang baru lahir denganMSAF tanpa disertai penyebab distress nafas lainnya.3,5,8Literatur lain, mendefinisikan MAS sebagai gangguan nafas pada 4 jam pertama settelah bayi lahir, dimana adanya peningkatan kebutuhan oksigen, serta ditandai dengan gambaran MAS pada pemeriksaan radiografi thoraks.9 Mekonium dapat teraspirasi ketika terjadi fetal gasping atau nafas dalam yang terstimulasi oleh hipoksia dan hiperkapnia. Aspirasi mekonium sebelum dan saat proses kelahiran dapat membuat obstruksi jalan nafas, mengganggu pertukaran gas, dan menyebabkan severe respiratory distress.22.2. Epidemiologi Meconium Aspiration SyndromeInsidensi MSAF bervariasi dari 8% sampai 20% dari seluruh kelahiran.3 Insidensi MSAF pada bayi preterm sangat rendah. Kebanyakan bayi dengan MSAF berusia 37 minggu atau lebih, dan hampir seluruh bayi dengan MSAF adalah bayi postmatur dan kecil usia kehamilan. Sekitar 5-10% dari nonatus dengan MSAF mengalami MAS.MSAF berhubungan dengan meningkatnya risiko kelainan respiratori dan hampir 50% membutuhkan ventilasi mekanis.3,42.3. Patofisiologi Meconium Aspiration Syndrome

MAS terjadi karena aspirasi mekonium pada waktu janin menarik napas intrauterin atau pada saat bayi bernapas saat lahir. Hipoksia akibat stres janin dapat menstimulasi aktivitas kolon, yang menyebabkan pasase mekonium dan juga menstimulasi gerakan