makalah pengayaan jurnal pengendalian hama makalah pengayaan jurnal pengendalian hama penggerek buah

Download MAKALAH PENGAYAAN JURNAL PENGENDALIAN HAMA makalah pengayaan jurnal pengendalian hama penggerek buah

Post on 07-Dec-2020

3 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • MAKALAH PENGAYAAN JURNAL

    PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO

    DENGAN PESTISIDA NABATI, AGENS HAYATI (Beauvaria

    basssiana), DAN FEROMON SEKS

    OLEH:

    BABY IVORY CH SIREGAR

    (01.4.3.16.0382)

    JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

    POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN (POLBANGTAN) MEDAN

    KEMENTERIAN PERTANIAN

    2019

  • i

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah swt atas limpahan rahmat dan

    karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul

    Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao Dengan Pestisida Nabati, Agens Hayati

    (Beauvaria Basssiana), Dan Feromon Seks. Makalah ini berisi pengendalian hama

    penggerek buah kakao tanpa menggunakan pestisida sintetik.

    Penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak DR. Iman Arman,SP, MM

    selaku dosen pengampu dan ibu Yenny Laura Butarbutar, SP, MP selaku asisten

    dosen mata kuliah Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian yang telah banyak

    memberikan ilmu, keterampilan, dan wawasan selama proses pembelajaran.

    Penulis pun menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini masih

    terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis

    mengharapkan adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang akan penulis

    buat di masa mendatang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran

    yang membangun.

    Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami oleh para pembaca. Penulis

    mohon maaf jika terdapat kata – kata yang kurang berkenan.

    Medan, Maret 2019

    Penulis

  • ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

    DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

    DAFTAR TABEL..................................................................................................... iii

    I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang ............................................................................................ 1

    B. Tujuan .......................................................................................................... 2

    C. Manfaat ........................................................................................................ 3

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    A. Hama Penggerek Buah Kakao ..................................................................... 4

    B. Pestisida Nabati ............................................................................................ 5

    C. Agen Hayati (Beauvaria basssiana) ............................................................ 6

    D. Feromon Seks............................................................................................... 9

    III. HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao dengan Pestisida Nabati ....... 11

    B. Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao dengan Beauvaria bassiana .... 14

    C. Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao dengan Feromon Seks .................... 20

    IV. KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan .................................................................................................... 24

    B. Saran ............................................................................................................... 25

    DAFTAR PUSTAKA

  • iii

    DAFTAR TABEL

    No Judul Halaman

    1. Rata-rata persentase buah yang terserang hama PBK ( % ) .......................... 11

    2. Rata-rata intensitas kerusakan pada biji kakao (%) ...................................... 13

    3. Rata-rata intensitas kerusakan pada biji kakao (%) ...................................... 17

    4. Pengaruh konsentrasi B.bassiana terhadap presentase penurunanan buah

    terserang penggerek buah kakao pada berbagai interval waktu aplikasi ...... 18

    5. Pengaruh konsentrasi B.bassiana terhadap presentase penurunan intensitas

    serangan penggerek buah kakao pada berbagai interval waktu aplikasi ....... 19

    6. Pengaruh konsentrasi B.bassiana terhadap selisih presentase penurunan berat

    biji buah kakao pada berbagai interval waktu aplikasi ................................. 20

    7. Pengamatan tangkapan serangga PBK .......................................................... 21

    8. Kategori serangan kerusakan buah panen pertama ....................................... 22

    9. Kategori serangan kerusakan buah panen kedua........................................... 23

  • 1

    I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Kakao (Theobromma cacao L.) merupakan salah satu tanaman komoditas

    perkebunan yang peranannya cukup penting bagi Indonesia. Kakao berasal dari

    daerah hutan hujan tropis di Amerika Selatan. Di Indonesia, kakao merupakan salah

    satu komoditas ekspor yang mampu memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan

    devisa Indonesia. Indonesia sendiri merupakan produsen utama kakao dunia. Lahan

    kakao tersebar di berbagai wilayah. Menurut Direktorat Jenderal Perkebunan (2015),

    data statistik perkebunan Indonesia komoditas kakao tahun 2014 menunjukan jumlah

    luas areal kakao sebesar 1.722.437 Ha dengan jumlah produksi kakao sebesar

    728.414 ton.

    Produksi kakao di Indonesia diharapkan terus meningkat. Namun, dalam

    budidayanya banyak faktor yang dapat menghambat produksi kakao salah satunya

    ialah permasalahan serangan organisme pengganggu tanaman. Permasalahan utama

    pada tanaman kakao salah satunya ialah hama penggerek buah kakao

    (Conopomorpha cramerella). C.cramerella merupakan salah satu penyebab utama

    penurunan produksi dan mutu biji kakao Indonesia, bahkan di seluruh negara

    penghasil kakao. Kerusakan yang ditimbulkannya buah menjadi tidak berkembang,

    berubah warna menjadi kuning kecoklatan, dan akhirnya biji saling melekat di

    dalamnya mengakibatkan penurunan jumlah dan mutu hasil. Serangan hama tersebut

    mengakibatkan penurunan produktivitas biji kakao karena mutu biji kakao kurang

    baik mencapai 90%, sekitar 60.000 ton per tahun (Anshary, 2009).

    PBK ini sangat sulit dikendalikan karena larva masuk kedalam buah kakao buah

    kakao dan merusak plasenta dalam buah sehingga biji kakao menjadi hampa dan

    mengeras. Menurut Posada et al (2010) hama PBK C.cramerella Selain menyerang

    tanaman kakao, juga menyerang tanaman rambutan (Nephelium lappaceum), pulasan

    (Nephelium mutabile), kasai (Potemia pinnata),cola(Cola nitida, C. acuminate), dan

    namnam (Cynometracauliflora). Upaya penanggulangan akibat serangan serangga C.

    cramerella telah banyak dilakukan, seperti penggunaan pestisida (Saenong 2007).

  • 2

    Perkebunan di Indonesia telah berupaya melakukan tindakan pengendalian

    penggerek buah kakao. Tindakan yang telah dilakukan oleh perkebunan ialah

    menggunakan insektisida sintetik sebagai upaya pengendalian hama penggerek buah

    kakao. Namun, penggunaan insektisida sintetik secara terus-menerus dalam jangka

    waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada lahan dan terjadinya resistensi

    hama. Hama yang telah resisten terhadap insektisida sintetik akan lebih tahan

    terhadap petisida sehingga menyebabkan terjadinya peledakan populasi hama.

    Pemerintah pun telah memberikan peraturan untuk meminimalkan penggunaan

    insektisida sintetik sintesis di masyarakat melalui Peraturan Menteri Pertanian No.

    24/Pemertan/SR. 140/4/2011 pada tanggal 8 april 2011 tentang larangan penggunaan

    42 jenis pestisida jenis bahan aktif pestisida sintesis termasuk dieldrin, endosulfan,

    dan klordan (Ditjen Prasarana dan Sarana Pertaian, 2012).

    Penggunaan pestisida organik sintetik tersebut telah terbukti menimbulkan

    berbagai dampak negatif seperti : resistensi, resurgensi, terbunuhnya musuh alami

    (agen pengendali hayati) dan pencemaran lingkungan. Adanya residu pestisida pada

    produk pertanian termasuk biji kakao akan menyebabkan keracunan pada manusia

    dan hewan piaraan dan terjadinya bahaya lain dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini

    antara lain yang mendorong para ahli untuk kembali kepada pemanfaatan pestisida

    nabati (Saxena, 1982).

    Pengendalian penggerek buah kakao juga dapat menggunakan agens hayati. Agens

    hayati tersebut telah banyak dilaporkan efektif mengendalikan serangga hama pada

    beberapa tingkat perkembangan serangga mulai dari telur, larva, pupa, hingga imago

    (Trizelia dkk., 2007). Selain itu, pemanfaatan agens hayati tidak memberikan dampak

    buruk bagi lingkungan dan tidak menyebabkan resistensi terhadap serangga hama.

    Namun, pemberian agens hayati tersebut harus tepat dosis dan tepat waktu agar di

    dapat hasil yang baik untuk pengendalian hama penggerek buah kakao. Agens hayati

    telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengatasi permasalahan gangguan

    tanaman akibat serangan organisme pengganggu tanaman. Hal tersebut berkaitan

    dengan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan dampak negatif

    penggunaan bahan aktif berbahaya di lingkungan. Tindakan pengendalian organisme

  • 2

    pengganggu tanaman secara hayati berkem