makalah pemanasan global

of 34 /34
MAKALAH PEMANASAN GLOBAL PENGARUH INDUSTRIALISASI TERHADAP BUMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MANUSIA Disusun oleh : Kharisma Ayu H (15/ XI MIA 8) Sukmaningrum L.O (25/XI MIA 8) Waidatin Nur A (29/XI MIA 8) 1

Upload: waidatin-azizah

Post on 16-Jan-2017

377 views

Category:

Education


5 download

TRANSCRIPT

Page 1: Makalah pemanasan global

MAKALAH

PEMANASAN GLOBAL

PENGARUH INDUSTRIALISASI TERHADAP

BUMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP

KESEHATAN MANUSIA

Disusun oleh :

Kharisma Ayu H (15/ XI MIA 8)

Sukmaningrum L.O (25/XI MIA 8)

Waidatin Nur A (29/XI MIA 8)

Widya Kurniati N (30/XI MIA 8)

TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SMA NEGERI 1 SRAGEN

1

Page 2: Makalah pemanasan global

DAFTAR ISI

I. BAB I Pendahuluan

1. Latar belakang ................................................................... 3

2. Rumusan masalah............................................................... 4

3. Tujuan................................................................................. 4

4. Manfaat penulisan ............................................................. 4

II. BAB II Permasalahan

1. Industri pemanasan global ................................................. 6

2. Mekanisme Pemanasan Global .......................................... 7

............................................................................................

3. Dampak Pemanasan Global ............................................... 7

III. BAB III Pemecahan Masalah

1. Solusi Peminimalan ...........................................................12

IV. BAB IV Penutup

1. Kesimpulan ........................................................................ 16

2. Saran .................................................................................. 16

3. Daftar pustaka ................................................................... 17

V. Lampiran ......................................................................... 18

2

Page 3: Makalah pemanasan global

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Di zaman yang serba modern ini, banyak dijumpai industri – industri yang

bergerak dalam berbagai bidang. Industri tersebut bergerak dalam skala besar maupun

kecil yang menampung banyak karyawan dengan latar belakang ekonomi yang berbeda.

Mayoritas dari mereka memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Sehingga,

dengan adanya industri tersebut dapat menjadi penopang ekonomi bagi mereka yang

membutuhkan.

Banyak negara maju dan negara berkembang yang menjadikan industri sebagai

penyangga ekonomi terbesar bagi rakyatnya. Karena, industri memiliki pengaruh yang

sangat besar terhadap perekonomian dunia yang selalu mengalami siklus. Contohnya

adalah Indonesia, yang menjadikan pula industri sebagai penopang ekonomi bagi rakyat

yang menganggur dan miskin. Dengan adanya industri yang semakin besar, maka akan

menyerap tenaga kerja yang banyak pula, sehingga pengangguran dan kemiskinan lambat

laun akan berkurang, serta akan membuat negara, seperti Indonesia menjadi negara

industri dengan ikon rakyatnya makmur dan sejahtera tanpa pengangguran dan

kemiskinan.

Selain menolong keadaaan, industri mempunyai kontribusi yang besar dalam

pemanasan global. Industri merupakan pemasok emisi gas rumah kaca terbesar, selain

kendaraan bermotor dan gas pembakaran lainnya (Industri menjadi salah satu penyebab

terjadinya pemanasan global). Mengapa industri mempunyai kontribusi besar dalam

pemanasan global?

Seperti keadaan sekarang, kegiatan industri didominasi oleh pabrik – pabrik besar

yang berproduksi setiap hari dengan sisa hasil pembakaran bahan bakar fosil berupa gas

CO2 yang menimbulkan dampak besar terhadap perubahan iklim.

Menurut para peneliti, pembakaran bahan bakar fosil pada industri telah melepas

CO2 dalam jumlah yang besar ke atmosfer. Akibatnya, emisi karbon yang dihasilkan

3

Page 4: Makalah pemanasan global

tetap akan terus berdampak pada atmosfer bumi selama berabad – abad ke depan.

Tuduhan bahwa industri adalah penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca tidak

terbantahkan lagi.

Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah kelompok peneliti

yang konsen meneliti dan mengamati tentang berbagai hal yang berkaitan dengan

perubahan iklim mengatakan bahwa pemanasan global yang terus meningkat ini akan

menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan di muka bumi, terutama

kelangsungan hidup manusia.

Sesuai dengan ilustrasi keadaan seperti yang telah dipaparkan di atas, makalah ini

diberi judul “Pengaruh Industrialisasi Terhadap Bumi dan Dampaknya Terhadap

Kesehatan Manusia”.

2. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari penulisan makalah ini, sebagai berikut :

Bagaimana pengaruh industrialisasi terhadap pemanasan global (perubahan iklim)?

Bagaimana dampak adanya pemanasan global terhadap kesehatan manusia?

Bagaimana solusi dalam meminimalkan pemanasan global?

3. Tujuan PenulisanAdapun tujuan penulisan dari makalah ini, sebagai berikut :

Untuk mengetahui pengaruh industri terhadap pemanasan global (perubahan iklim)

Untuk mengetahui dampak pemanasan global terhadap kesehatan manusia

Untuk mengetahui solusi dalam meminimalisir pemanasan global

4. Manfaat Penulisan Penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis maupun praktis.

a. Manfaat teoritis

Hasil penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu

pengetahuan yang berkaitan dengan pemanasan global.

4

Page 5: Makalah pemanasan global

b. Manfaat praktis

Hasil penulisan ini dapat dijadikan pedoman maupun masukan dalam menangani

isu pemanasan global.

Hasil penulisan ini dapat dijadikan himbauan, masukan, dan kesadaran kepada

masyarakat akan pentingnya menjaga bumi dan lingkungannya dari berbagai

dampak yang ditimbulkan akibat adanya pemanasan global.

5

Page 6: Makalah pemanasan global

BAB II

PERMASALAHAN

Industri dan Pemanasan Global

Dewasa ini dunia sedang marak membicarakan isu perubahan iklim yang terjadi di

bumi.Perubahan iklim di dunia sejalan dengan pemanasan global yang terjadi akibat aktifitas

manusia di seluruh dunia.Aktifitas manusia yang dimaksud adalah kegiatan industri yang

merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global. Mengapa? Karena kegiatan industri

merupakan salah satu pemasok gas karbon dioksida sisa hasil pembakaran ke udara yang terbesar

dan lambat laun akan merusak lapisan ozon yang merupakan selimut pelindung bumi dari

paparan sinar UV.

Pemanasan global adalah kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh

peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas rumah kaca yang

menyelimuti bumi dan memerangkap panas sehingga penyebabkan terjadi kenaikan suhu bumi

dan menimbulkan berbagai macam dampak terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup di

bumi.

Pemanasan global merupakan salah satu krisis yang sedang dihadapi dunia.Fenomena

dimana suhu bumi secara bertahap memanas hingga mencapai titik yang mengganggu

keseimbangan global. Pemanasan global seiiring dengan perubahan iklim tentunya. Pemanasan

global dapat menjadikan kutub es di utara dan selatan mencair dan meningkatkan volume air

laut. Hal ini bisa membanjiri garis pantai dunia dan menurunkan salinitas atau besarnya kadar

garam lautan. Hal ini bisa mengganggu arus laut yang mengatur suhu di seluruh dunia, yang

menyebabkan perubahan drastis pada iklim setempat (perubahan iklim).

Adanya perubahan iklim terus menerus, akan membuat kelangsungan hidup manusia di

muka bumi menjadi terganggu.

6

Page 7: Makalah pemanasan global

Mekanisme Pemanasan Global oleh Gas Rumah Kaca.

Gas rumah kaca (CO¿¿2 ,C 0 , N2O)¿ yang dihasilkan oleh sisa pembakaran industri akan

memberikan efek seperti rumah kaca, dimana di dalam ruangan kaca lebih panas dibandingkan

dengan luar ruangan, hal ini dikarenakan panas yang masuk keruangan secara radiasi terjebak

oleh lapisan kaca.

1. Mula-mula energy sinar matahari diradiasikan ke bumi, sinar matahari yang

diradiasikan berupa sinar energy tinggi (UV), sinar tampak (VIS), energy rendah (IR).

Radiasi sinar tersebut kemudian akan sampai kebumi dan sebagian akan dipantulkan

(Sinar energy rendah), sebagian lagi akan diserap (Sinar energy tinggi dan sinar

tampak).

2. Bumi memilki lapisan pelindung yang dinamakan atmosfer, bagian terpenting dari

artmosfer guna melindungi dari radiasi UV adalah O3 (Ozone), sinar energi tinggi

akan diubah menjadi sinar dengan panjang gelombang lebih panjang yaitu berupa

Infra Red.

3. Sinar matahari tampak dan infrared akan mencapai permukaan bumi, kemudian

sebagian diserap, sebagian lagi dipantulkan, radiasi sinar IR lebih banyak dipantulkan

dari pada sinar Vissible.

4. Radiasi sinar IR yang dipantulkan akan kembali ke Atmosfer, akibat dari akumulasi

CO2 dan gas rumah kaca lainnya, radiasi sinar IR ini terjebak, karena lapisan gas

rumah kaca memiliki sifat tidak dapat ditembus oleh radiasi sinar gelombang panjang

(IR).

5. Akibatnya radiasi sinar IR akan terjebak di troposfer yang kemudian mengakibatkan

akumulasi energy panas, akumulasi energy panas inilah yang menyebabkan suhu

permukaan bumi terus naik. Yang kemudian dinamakan Global Warming.

Dampak Pemanasan Global terhadap Kesehatan ManusiaSaat pemanasan global terjadi dan iklim di bumi menjadi lebih panas, para ilmuwan

memprediksi akan banyak orang meninggal karena gelombang panas seperti yang terjadi

pada musim panas Eropa pada tahun 2003 yang lalu, dimana tercatat sekitar 35.000 orang

meninggal dunia. Selain itu, iklim yang panas ini membuat wabah penyakit yang biasa

ditemukan di daerah tropis semakin meluas dan kemungkinan dapat berpindah tempat ke

7

Page 8: Makalah pemanasan global

daerah yang dulunya dingin dan subtropis seperti Eropa dan Amerika. Pemanasan global

dengan segala kompleksitas permasalahannya telah diuraikan dengan jelas.

Namun, secara spesifik akibat pemanasan global tersebut dapat diidentifikasi dampak

langsung terhadap kesehatan manusia secara umum, yaitu :

1. Sesuai teori Blum (1974), bahwa di antara keempat faktor yang mempengaruhi

derajat / status kesehatan individu maupun masyarakat, maka faktor lingkungan

memberikan kontribusi terbesar terhadap terjadinya penyakit pada manusia.

Perubahan cuaca dan iklim dunia akibat pemanasan global secara langsung dapat

mempengaruhi kondisi lingkungan tempat manusia tinggal. Curah hujan yang tinggi

bisa menstimulasi pertumbuhan vektor yang tak terkendali beberapa penyakit infeksi

menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria. Saat ini, 45%

penduduk dunia tinggal di daerah yang rawan terhadap nyamuk pembawa penyakit

malaria dan persentase ini akan semakin meningkat menjadi 60% jika suhu

meningkat.

Berdasarkan data epidemiologis Depkes RI Tahun 2005, semua daerah di wilayah

Indonesia saat ini sudah termasuk daerah endemis DBD dan Incidence Rate paling

tinggi berada di daerah perkotaan seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan

kota besar lainnya di Indonesia.

Malaria ini menjadi endemik di 106 negara dan mengancam sebagian besar populasi

penduduk dunia, terutama di negara berkembang seperti Asia dan Afrika. Hal yang

paling mengkhawatirkan dari malaria ini karena parasit ini sudah resisten (tidak

mempan lagi) disembuhkan dengan berbagai macam obat dan sangat sulit

dikendalikan penyebarannya. Di Indonesia, penyakit malaria ini sering mewabah di

Sumatera dan Papua yang menjadi sangat rawan terhadap endemic malaria. Saat suhu

rata-rata di Sumatera dan Papua naik di antara 25−27o C, suhu tersebut merupakan

suhu ideal bagi perkembangan vektor malaria, dalam hal ini nyamuk Anopheles

betina.

Wabah demam berdarah juga akan melanda di seluruh dunia saat iklim menjadi lebih

hangat, terutama di Amerika dan di wilayah subtropis lainnya. Saat curah hujan mulai

meningkat dan semua daerah di seluruh belahan bumi ini menjadi lebih hangat,

penyebaran penyakit demam berdarah akan semakin meluas. Menurut

8

Page 9: Makalah pemanasan global

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, 3.5 milyar orang pada

tahun 2085 berisiko terkena demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk

Aedesaegepty. Di Indonesia penyakit ini terbukti telah memakan korban yang tidak

kenal usia yang kerap terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba.

2. Meningkatnya suhu bumi akan semakin meningkatnya risiko terjadinya kematian

akibat stress panas (heatstroke) pada manusia, seperti yang dapat kita saksikan saat

musim haji di Saudi Arabia yang kebetulan bersamaan dengan terjadinya musim

panas dan wilayah benua Afrika.

3. Meningkatnya suhu bumi akan semakin meningkatkan insidensi penyakit-penyakit

alergi (hipersensitivitas) karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan,

sporamold, dan serbuk sari tanaman. Padahal penyakit alergi merupakan penyakit

yang sangat sulit untuk disembuhkan sehingga dapat meningkatkan biaya kesehatan

dan perawatan kesehatan masyarakat akibat penyakit tersebut.

4. Meningkatnya insidensi penyakit – penyakit tropikal khas lainnya seperti demam

kuning (yellow fever), encephalitis, dan meningitis. Penyakit-penyakit tersebut sangat

rawan terjadi pada usia anak-anak sehingga secara langsung pemanasan global

merupakan ancaman nyata bagi kesehatan anak-anak usia balita.

5. Selain penyakit – penyakit yang telah disebutkan di atas, banyak ilmuwan

memprediksikan akan muncul berbagai penyakit baru yang tidak diketahui

sebelumnya dan belum ada obatnya seperti SARS, aviant influenza (flu burung),

aviant malaria, berbagai macam flu yang mematikan, atau bahkan Ebola.

Jika berbagai wabah penyakit ini muncul secara mendadak seperti yang terjadi pada

tahun 1918 saat influenza muncul di dunia, sekitar 40 juta orang meninggal. Dengan

demikian sebagian populasi penduduk dunia terancam punah, apalagi di era

globalisasi ini dimana orang bisa berpindah / migrasi dari satu negara ke negara

lainnya tanpa mengenal ruang dan waktu, maka penyebaran

berbagai wabah penyakit akan semakin sulit untuk dikendalikan.

Selain paparan di atas, National Institutes of Health (NIH) telah mempelajari dampak

iklim global terhadap kesehatan manusia dalam sebuah perspektif kesehatan manusia tentang

perubahan iklim. Dalam perspektif tersebut NIH menguraikan kategori konsekuensi dari

perubahan iklim bagi kesehatan manusia.

9

Page 10: Makalah pemanasan global

Beberapa penyakit yang ditimbulkan dari efek pemanasan global ini adalah asma dan

penyakit pernapasan, kanker, penyakit kardiovaskular dan stroke, penyakit bawaan makanan dan

gizi, efek perkembangan manusia, kesehatan mental dan gangguan yang berhubungan dengan

stres, penyakit saraf, vectorborne dan penyakit zoonosis (infeksi yang ditularkan antara hewan

vertebrata dan manusia atau sebaliknya), penyakit yang ditularkan melalui air, dan morbiditas

terkait cuaca.

Penyakit – penyakit tersebut kini rawan menjadi penyebab kematian umat manusia di

muka bumi selain kematian akibat bencana alam.

Dari sumber yang berbeda yaitu myhealthnewsdaily yang dikutip dari

http://sains.kompas.com/ disebutkan bahwa efek dari pemanasan global salah satunya adalah

perubahan iklim. Ternyata, perubahan iklim selain berdampak buruk pada lingkungan, juga

berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut sejumlah dampak buruk perubahan iklim terhadap

kesehatan :

1. Buruk untuk jantung

Pemanasan global membuat suhu udara bertambah panas, sehingga dapat

menyebabkan penambahan polusi. Kenaikan tingkat polusi ini yang berefek buruk

pada jantung. Selain itu, penelitian juga membuktikan suhu yang lebih tinggi dan

kerusakan ozon dapat membuat kesehatan jantung memburuk. Hal ini dikaitkan suhu

udara yang tinggi dengan penurunan denyut jantung. Denyut jantung yang rendah

dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Para peneliti juga mengatakan suhu

yang lebih tinggi dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap racun.

2. Lebih mudah terkena alergi

Studi menunjukkan alergi meningkat di negara-negara maju, termasuk Amerika

Serikat, yang kemudian dikaitkan dengan meningkatnya kadar karbon dioksida dan

suhu yang lebih panas. Alergi yang dimaksudkan dapat merupakan reaksi terhadap

serbuk bunga (pollen) yang diproduksi lebih banyak karena suhu yang bertambah

panas. Namun sebuah studi juga mengatakan sensitivitas terhadap serbuk bunga juga

meningkat. Perubahan iklim juga menambah panjang musim berbunga sehingga

berakibat lebih buruk terhadap alergi.

10

Page 11: Makalah pemanasan global

3. Peristiwa alam ekstrim

Pemanasan global dapat meningkatkan terjadinya peristiwa alam ekstrim, seperti

banjir dan badai besar, tsunami sehingga memperbanyak angka kematian. Selain itu

dengan semakin meningkatnya peristiwa alam ektrim, maka semakin banyak

masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Hal ini membuat daya tahan tubuh

biasanya melemah dan mudah terkena penyakit.

4. Kekeringan

Perubahan iklim membuat musim kemarau lebih panas dan kering sehingga

kekeringan lebih banyak terjadi. Padahal air salah satu unsur yang penting untuk

menunjang kesehatan. Dengan berkurangnya air, maka terjadi gangguan kesehatan.

Air juga berguna untuk pertanian yang menghasilkan pangan. Karena kekeringan,

pangan sulit diproduksi dan menyebabkan kesehatan terganggu.

5. Pertumbuhan bakteri

Pemanasan global juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri berbahaya di laut.

Debu dari tanah yang tertiup ke laut meningkatkan kadar besi ke laut dan membuat

bakteri berkembang biak semakin subur. Sebuah studi di American Association untuk

Advancement of Science mengatakan debu memicu pertumbuhan vibrio, yaitu bakteri

laut yang menyebabkan gastroenteritis dan penyakit menular pada manusia.

6. Penyebaran penyakit

Peningkatan panas dan curah hujan yang diakibatkan perubahan iklim membuat

penyakit lebih mudah untuk menyebar. Terutama penyakit yang disebabkan oleh

bakteri yang bertumbuhannya dipengaruhi cuaca dan suhu udara. Seperti malaria,

kemungkinannya lebih tersebar ke daerah-daerah baru dipicu oleh suhu udara yang

meningkat. Curah hujan juga diduga sebagai faktor yang menyebabkan penyakit yang

ditularkan melalui air mudah menyebar. Terutama penyakit yang dibawa oleh

serangga.

11

Page 12: Makalah pemanasan global

BAB III

PEMECAHAN MASALAH

Solusi dalam Meminimalkan Pemanasan GlobalTelah kita ketahui bahwa pemanasan global sangat berdampak pada kelangsungan hidup

manusia, salah satanya dari segi kesehatan. Dampak yang ditimbulkan pun tidak tanggung –

tanggung seperti yang dijelaskan di atas. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan langkah – langkah

pasti agar dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global.

Pemanasan global dapat diminimalkan dengan cara perilaku kita sehari – hari. Selain itu,

keberhasilan solusi pemanasan global tidak terlepas dari peraturan dan regulasi yang ditetapkan

oleh pemerintah dalam mengurangi dampak pemanasan global.

Berikut ini langkah – langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari dalam

mengurangi dampak pemanasan global.

1. Konservasi lingkungan, dengan melakukan penanaman pohon dan penghijauan di

lahan – lahan kritis. Tumbuhan hijau memiliki peran dalam proses fotosintesis, dalam

proses ini tumbuhan memerlukan karbondioksida dan menghasilkan oksigen.

Akumulsi gas – gas karbon di atmosfer dapat dikurangi.

2. Menggunakan energi yang bersumber dari energi alternatif, guna mengurangi

penggunaan energi bahan bakar fosil. Emisi gas karbon yang terakumulasi ke

atmosfer banyak dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Kita mengenal bahwa

paling banyak mesin kendaraan dan industri digerakkan oleh mesin yang

menggunakan bahan bakar fosil. Karena itu, diupayakan sumber energi lain yang

aman dari emisi gas – gas ini, misalnya energi matahari, air, angin, bioenergi, energi

geothermal.

Di daerah tropis yang kaya akan energi matahari diharapkan muncul teknologi yang

mampu menggunakan energi ini, misalnya dengan mobil tenaga surya, listrik tenaga

surya. Sekarang ini sedang dikembangkan bioenergy, antara lain biji tanaman jarak

(Jathropa sp.) yang menghasilkan minyak.

3. Daur ulang dan efisiensi energi. Penggunaan minyak tanah untuk menyalakan

kompor di rumah, menghasilkan asap dan jelaga yang mengandung karbon. Karena

12

Page 13: Makalah pemanasan global

itu sebaiknya diganti dengan gas. Biogas menjadi hal yang baik dan perlu

dikembangkan, misalnya dari sampah organik.

4. Upaya pendidikan kepada masyarakat luas dengan memberikan pemahaman dan

penerapan atas prinsip-prinsip sebagai berikut:

a. Dimensi manusia

Manusia berperan sebagai pengguna, perusak, dan pelestari alam. Manusia harus

diberi kesadaran akan pentingnya alam bagi kehidupannya. Alam memiliki

keterbatasan dibanding kemampuan manusia dalam mengeksploatasi alam.

Manusia memanfaatkan alam guna memperoleh sumber makanan dan kebutuhan

sosial lainnya, tetapi disadari atau tidak tindakannya dapat berakibat kerusakan

factor – factor ekologis. Karena itu manusia harus menyadari bahwa ia dan

perilakunya adalah bagian dari alam dan lingkungan yang saling mempengaruhi.

b. Penegakan hukum dan keteladanan

Pelanggaran atas tindakan manusia yang merusak lingkungan harus mendapat

ganjaran. Penegakan hukum lingkungan menjadi bagian yang penting guna

menjaga kelestarian lingkungan, dan memberi efek jera bagi yang melanggar.

Penegakan hukum tidak memandang strata sosial masyarakat. Selain itu adalah

panutan dan ketokohan seseorang memegang peranan penting. Mereka yang

memiliki pemahaman yang lebih baik (berpendidikan) terhadap lingkungan hidup

hendaknya berperan memberi contoh dan sikap lingkungan yang baik pula kepada

masyarakat. Misalnya, kita masih menemukan kasus peran beberapa aparat

pemerintah dibalik kerusakan hutan, baik dengan memberikan modal maupun

perlindungan bagi perambah hutan.

c. Keterpaduan

Seluruh elemen masyarakat harus mendukung upaya pelestarian lingkungan dan

sumber daya alam serta penegakan hukumnya. Upaya ini harus dilakukan secara

komprehensif dan lintas sektor. Misalnya, untuk mengatasi emisi gas gas rumah

kaca akibat peningkatan jumlah kendaraan di Kota Jakarta, harus di atas secara

bersama dengan daerah sekitar seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Karena pekerja yang menggunakan kendaraan bermotor setiap hari masuk ke

Kota Jakarta bermukim di empat kota tersebut. Demikian halnya mengatasi banjir

13

Page 14: Makalah pemanasan global

di Kota Gorontalo, misalnya, tidak dapat diatasi dengan perbaikan fasilitas

lingkungan dan membina kesadaran penduduk kota, tetapi secara menyeluruh

dengan masyarakat di wilayah lain (hulu dan DAS) yang memberi kontribusi

terhadap bencana banjir. Masyarakat dan pemerintah daerah terdekat seperti

Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo turut bertanggung jawab

dalam upaya penanggulangan banjir di Kota Gorontalo. Secara geografis, terdapat

daerah aliran sungai dimana dua sungai besar yang melewati dan bermuara di kota

ini. Karena itu bencana alam dan kerusakan lingkungan tidak dapat dipilah

menurut wilayah administratif semata, tetapi bersifat area geografis – ekologis.

d. Mengubah pola pikir dan sikap

Faktor – faktor lingkungan fisik, mahluk hidup lain dan manusia memiliki peran

masing – masing dalam lingkungan hidup. Manusia sebagai mahluk yang diberi

kemampuan logika harus mampu memandang kepentingan hidupnya terkait

dengan kehidupan mahluk hidup lain beserta kejadian proses-proses alam. Sikap

dan perilaku manusia terhadap alam cepat atau lambat memberi berdampak pada

lingkungan hidupnya. Peduli terhadap lingkungan pada dasarnya merupakan sikap

dan perilaku bawaan manusia. Akan tetapi munculnya ketidak pedulian manusia

adalah pikiran atau persepsi yang berbeda-beda ketika manusia berhadapan

dengan masalah lingkungan. Manusia harus memandang bahwa dirinya adalah

bagian dari unsur ekosistem dan lingkungannya. Naluri untuk mempertahankan

hidup akan memberi motivasi bagi manusia untuk melestarikan ekosistem dan

lingkungannya.

e. Etika lingkungan

Kecintaan dan kearifan kita terhadap lingkungan menjadi filosofi kita tentang

lingkungan hidup. Apa pun pemahaman kita tentang lingkungan hidup dan

sumber daya, kita harus bersikap dan berperilaku arif dalam kehidupan. Dalam

wujud budaya tradisional, kearifan lokal melahirkan etika dan norma kehidupan

masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungannya. Selama

masyarakat masih menghormati budaya tradisional yang memiliki etika dan nilai

moral terhadap lingkungan alamnya, maka konservasi sumber daya alam dan

lingkungan menjadi hal yang mutlak. Dalam kehidupan masyarakat demikian,

14

Page 15: Makalah pemanasan global

etika lingkungan tidak tampak secara teoretik tetapi menjadi pola hidup dan

budaya yang dipelihara oleh setiap generasi. Etika lingkungan akan berdaya guna

jika muncul dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

15

Page 16: Makalah pemanasan global

BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan Pertumbuhan industri yang semakin pesat di zaman modern ini memiliki dampak

positif maupun negatif dalam kehidupan manusia. Dampak positif diantaranya dapat

menolong keadaan. Artinya, industri yang digadang – gadang sebagai sektor penopang

perekonomian terbesar dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang terjadi di

suatu negara, Indonesia salah satunya.

Sehingga, untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan secara besar –

besaran, berarti industri akan semakin ditingkatkan. Padahal dalam satu industri saja

mempunyai kontribusi besar dalam meningkatkan pemanasan global. Apalagi industri

yang semakin digalakkan lagi, menjadikan bumi sebagai sasaran tepat objek pemanasan

global.

Adanya pemanasan global berdampak pada kelangsungan hidup manusia, salah

satunya dari segi kesehatan. Dampak yang ditimbulkan sangat drastis. Pasalnya, dampak

tersebut menyerang siapa saja, sampai akhirnya menimbulkan kematian. Tentunya hal itu

akan berpengaruh terhadap SDM yang semakin menipis.

Dampak besar adanya pemanasan global dapat diminimalkan dengan langkah

nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya, menanam pohon di

lokasi yang tandus, tidak berlebihan dalam menggunakan bahan bakar, mendaur ulang

barang bekas serta efisiensi energi, dan yang paling penting penanaman kesadaran

pentingnya menjaga lingkungan.

2. Saran Dengan upaya meminimalkan dampak pemanasan global yang diterapkan dalam

kehidupan sehari – hari, akan menjadikan dampak tidak terlalu berarti dalam

kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Dimulai dengan langkah kecil tapi pasti,

akan membuahkan hasil yang akan mengurangi dampak pemanasan global, terutama dari

aspek kesehatan manusia.

16

Page 17: Makalah pemanasan global

Daftar Pustaka 1. http://www.kompasiana.com/fajrisatriahidayat/pengaruh-pertumbuhan-industri-dan-

solusi-energi-terbarukan-dalam-mengatasi-perubahaniklim_552fd2506ea834d1408b463a

2. https://budimanp20.wordpress.com/2012/08/07/karya-ilmiah-menyingkap-kebenaran-

pemanasan-global-global-warming/

3. http://1health.id/id/article/category/sehat-a-z/dampak-pemanasan-global-terhadap-

kesehatan.html

4. http://pustakadigitalindonesia.blogspot.co.id/2013/02/6-efek-buruk-pemanasan-global-

bagi.html

5. http://health.kompas.com/read/2015/12/21/090100323/

Dahsyatnya.Efek.Pemanasan.Global.terhadap.Kesehatan?page=all

6. http://setkab.go.id/teknologi-industri-dan-pemanasan-global/

17

Page 18: Makalah pemanasan global

LAMPIRAN

Dikutip dari KOMPAS

KOMPAS.com - Perubahan iklim membawa pengaruh besar terhadap kesehatan manusia,

kehidupan sosial, dan lingkungan tempat tinggal kita. Manusia terancam kekurangan air bersih,

sumber-sumber makanan, dan tempat tinggal yang layak huni. Demikian kata Organisasi

Kesehatan Dunia (WHO) di dalam rilisnya.

Antara tahun 2030 - 2050, perubahan iklim diduga akan menyebabkan kenaikan angka kematian

sebesar 220 ribu jiwa per tahun akibat malanutrisi, diare, dan udara panas.

Pemanasan global

Selama lebih dari 50 tahun, aktivitas manusia, terutama pembakaran fosil, seperti batu bara dan

minyak bumi, telah melepas sejumlah besar karbon dioksida dan emisi gas lainnya. Gas-gas ini

kemudian terperangkap di bawah lapisan atmosfer dan menyebabkan pemanasan global.

Dalam 130 tahun terakhir, dunia telah menghangat sekitar 0,85 derajat C. Tiga dekade terakhir

ini atau terhitung sejak 1850, bumi menjadi lebih panas dari sebelumnya.

Akibatnya, lapisan es bumi mencair, permukaan laut naik, dan pola presipitasi berubah. Alhasil,

peristiwa cuaca ekstrem menjadi lebih intens dan sering.

18

Page 19: Makalah pemanasan global

Dampak pemanasan global terhadap kesehatan

Meski pemanasan global memberi beberapa keuntungan lokal, seperti lebih sedikit kematian

akibat cuaca dingin dan peningkatan produksi makanan di beberapa tempat, secara keseluruhan

efek kesehatan akibat perubahan iklim cenderung sangat negatif.

Perubahan iklim memengaruhi determinan sosial dan lingkungan kesehatan, kita semua

kekurangan udara dan air minum yang bersih, tidak cukup produksi pangan mengakibatkan

banyak kelaparan dan harga melambung tinggi, serta semakin sedikit lingkungan hidup yang

layak untuk ditinggali.

Pada akhirnya, semua ini memicu timbulnya beragam penyakit, mulai dari malanutrisi, sakit

kulit, hingga gangguan napas, menurunnya tingkat kesuburan, hingga kelainan perkembangan

otak pada bayi.

Suhu ekstrem

Suhu panas yang ekstrem berkontribusi langsung terhadap tingkat kematian akibat penyakit

jantung dan pernapasan khususnya di kalangan orang tua, demikian kata WHO. Saat kejadian

gelombang panas tahun 2003 di Eropa, misalnya, dilaporkan ada lebih dari 70.000 orang tewas.

Temperatur yang tinggi juga meningkatkan kadar ozon dan polutan lain di udara yang

memperburuk penyakit jantung dan pernapasan.

Serbuk sari (polen) dan alergen udara juga meningkat di cuaca panas yang ekstrem. Hal ini

dapat memicu asma, yang memengaruhi sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Peningkatan

suhu yang sedang berlangsung diduga kuat akan semakin meningkatkan beban kesehatan ini.

Bencana alam dan variabel curah hujan

Secara global, jumlah bencana alam yang berhubungan dengan cuaca dilaporkan naik hingga tiga

kali lipat sejak tahun 1960-an. Setiap tahun, bencana ini mengakibatkan lebih dari 60.000

kematian, terutama di negara-negara berkembang.

Naiknya permukaan laut dan kejadian cuaca ekstrim akan semakin menghancurkan tempat

tinggal kita, fasilitas medis dan layanan penting lainnya.

Lebih dari separuh populasi dunia hidup di wilayah yang hanya berjarak 60 km dari laut.

Mereka akan terpaksa pindah, dan pada gilirannya, risiko berbagai efek kesehatan akan semakin

tinggi, termasuk gangguan mental dan penyakit menular.

Naiknya variabel curah hujan, air hujan dan air tanah yang mengandung asam akibat polusi,

secara langsung memengaruhi suplai air bersih di seluruh dunia.

19

Page 20: Makalah pemanasan global

Kurangnya air bersih terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit diare, yang membunuh sekitar

760.000 anak-anak berusia di bawah usia 5 tahun, setiap tahun. Dalam kasus ekstrim, kelangkaan

air menyebabkan kekeringan dan kelaparan.

Pada akhir abad ke-21, perubahan iklim cenderung meningkatkan frekuensi dan intensitas

kekeringan dalam skala regional dan global.

Frekuensi dan intensitas banjir juga meningkat, begitupun dengan curah hujan yang ekstrim.

Banjir mencemari persediaan air tawar, meningkatkan risiko penyakit yang terbawa air, dan

menciptakan tempat berkembang biak bagi serangga pembawa penyakit seperti nyamuk dan

tikus.

Banjir juga menyebabkan luka-luka fisik dan mental yang tidak terhitung, rumah-rumah rusak,

mengganggu pasokan medis, makanan dan pelayanan kesehatan.

Meningkatnya suhu dan variabel curah hujan, cenderung menurunkan produksi makanan pokok

di banyak daerah. Hal ini akan meningkatkan prevalensi gizi buruk, yang sampai saat ini

menyebabkan 3,1 juta kematian setiap tahun.

Pola infeksi

Kondisi iklim sangat memengaruhi tingkat penyebaran penyakit dan memperpanjang musim

penularan penyakit. Misalnya, perubahan iklim diproyeksikan akan secara signifikan

memperluas wilayah hidup siput penyebab penyakit schistosomiasis di Cina.

Penyebaran penyakit malaria juga sangat dipengaruhi oleh iklim. Ditularkan melalui nyamuk

Anopheles, setiap tahunnya malaria membunuh sekitar 600 ribu orang, terutama di Afrika.

Nyamuk Aedes penyebab demam berdarah juga sangat sensitif terhadap cuaca. Studi ilmiah

membuktikan, penyebaran penyakit malaria semakin meluas akibat perubahan iklim yang terjadi

sekarang ini.

Mengukur efek kesehatan

Mengukur efek kesehatan dari perubahan iklim, tidak bisa menghasilkan angka yang pasti tapi

kita bisa memperkirakannya.

Namun demikian, menurut WHO, dengan mempertimbangkan hanya sebagian dari dampak

kesehatan yang mungkin terjadi, dan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan

serta kemajuan teknologi kesehatan, dapat disimpulkan bahwa perubahan iklim akan

20

Page 21: Makalah pemanasan global

menyebabkan kenaikan angka kematian yaitu sekitar 250.000 jiwa akan hilang pertahun antara

tahun 2030-2050, dengan perincian:

- 38.000 karena gelombang panas dan ini lebih banyak terjadi pada orang tua.

- 48.000 karena diare.

- 60.000 karena malaria.

- 95.000 kematian anak – anak karena malnutrisi.

21

Page 22: Makalah pemanasan global

SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA

Bumi kita semakin panas. Dampak pemanasan global yang dahsyat akibat ulah manusia sedang

kita rasakan sekarang. Oleh karena itu, kita harus melakukan sesuatu untuk meminimalkan

dampak itu. Sekarang juga! Karena kalau tidak atau terlambat melakukannya, kehidupan

manusia akan terancam kehancuran.

Para industrialis hendaknya menyadari bahwa dalam era pasar dan kesadaran lingkungan global

sekarang ini, teknologi dan produk yang ramah lingkungan adalah suatu keniscayaan. Produk

dan teknologi yang merusak lingkungan lambat laun akan ditinggalkan.

Selain itu, sebenarnya masyarakat industri memiliki kepentingan ekonomi untuk mencegah

dampak negatif pemanasan global yang lebih luas terhadap ekonomi global. Karena, seperti yang

disebutkan dalam Laporan Stern (2007), perubahan iklim akibat pemanasan global bisa

menurunkan konsumsi per kapita global 20%. Ini artinya daya beli dan permintaan masyarakat

global terhadap produk-produk industri dan perdagangan akan menurun. Oleh karenanya, kita

berharap para teknolog industri terus menciptakan teknologi baru yang dapat menyelamatkan

manusia, lingkungan, dan ekonomi global dari kehancuran.

Dampak pemanasan global

Pemanasan global dapat berdampak luas terhadap kehidupan manusia. Di antara dampak itu

adalah mencairnya es di kutub utara dan selatan, dan karena itu, meningginya permukaan laut

global. Selain itu, terjadi perubahan dalam jumlah dan pola curah hujan yang dapat

menyebabkan banjir dan kekeringan. Akibat yang lain adalah perubahan cuaca yang ekstrem,

kepunahan spesies tertentu, perubahan pola pertanian, dan peningkatan jenis vektor pembawa

penyakit.

Efek negatif lainnya adalah kelangkaan air di belahan bumi tertentu, dan sebaliknya, kenaikan

curah hujan yang ekstrem di belahan bumi lainnya. Temperatur yang panas juga berakibat buruk

pada kesehatan (McMichael AJ et al. 2006). Selain itu, perubahan cuaca akibat pemanasan global

akan berdampak pada meningkatnya kematian, pengungsian penduduk, dan kerugian ekonomi

yang signifikan. Dampak tersebut akan semakin parah di bagian dunia yang kepadatan

penduduknya tinggi (IPCC Report 2007).

Pemanasan global juga berdampak buruk terhadap ekonomi dan keamanan global. Dalam

Laporan Stern yang terkenal disebutkan bahwa perubahan iklim yang ekstrem akibat pemanasan

22

Page 23: Makalah pemanasan global

global dapat menurunkan produk domestik bruto global 1%, dan dalam skenario terburuk,

konsumsi per kapita global dapat turun 20% (The Stern Review 2006). Sedangkan dampak

terhadap keamanan internasional di antaranya adalah meningkatnya kompetisi antarnegara

terhadap sumber daya alam, migrasi masal, perubahan wilayah negara akibat kenaikan

permukaan laut, dan konflik bersenjata, bahkan potensi konflik senjata nuklir.

Ramah lingkungan

Melihat dampak pemanasan global yang sangat buruk terhadap kemanusiaan dan lingkungan,

sudah saatnya kita menciptakan dan menggunakan teknologi yang ramah terhadap lingkungan.

Data menunjukkan, pemanasan global terus meningkat sejak dimulainya revolusi industri pada

tahun 1850-an. Hal ini membuktikan bahwa ada korelasi positif antara teknologi yang digunakan

oleh manusia dan peningkatan gas rumah kaca antropogenik di atmosfer. Oleh karena itu, perlu

terus diciptakan dan digunakan teknologi yang efisien yang dapat meminimalkan pengeluaran

gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2).

Teknologi tersebut harus mampu mengurangi sebesar mungkin efek negatif aktivitas manusia

terhadap kehidupan manusia, lingkungan, dan sumber daya alam. Demi kelangsungan hidup

manusia, perlu terus diciptakan teknologi industri yang memungkinkan penggunaan sumber daya

alam dan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).

Di lain pihak, kita harus terus mengupayakan penemuan dan penggunaan energi alternatif yang

ramah lingkungan. Sudah saatnya kita meninggalkan atau setidaknya mengurangi penggunaan

bahan bakar karbon, seperti minyak, bensin, dan batu bara. Peningkatan gas rumah kaca dan

segala dampak negatifnya sangat bergantung pada penggunaan bahan bakar karbon ini. Oleh

karena itu, penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan seperti energi sinar matahari,

gelombang laut, udara, air, dan biofuel harus terus dikampanyekan.

Akan tetapi, penggunaan energi alternatif tersebut tentunya juga harus menguntungkan secara

ekonomis. Di sinilah pentingnya inovasi teknologi yang dapat memanfaatkan sumber energi

secara efisien.

Namun demikian, penciptaan dan pemanfaatan teknologi industri yang efisien dan ramah

lingkungan tidak akan optimal tanpa peran pemerintah. Dengan berbagai instrumen

kebijakannya, pemerintah harus terus mendorong diciptakan dan dimanfaatkannya teknologi itu.

Selain itu, pemerintah sebaiknya memberikan insentif ekonomis yang memadai bagi penemu,

pemroduksi, dan pengguna teknologi dan produk teknologi yang ramah lingkungan. Insentif

23

Page 24: Makalah pemanasan global

tersebut, misalnya, memberikan potongan pajak bagi pengguna teknologi dan produk yang

ramah lingkungan. Sistem insentif lainnya, contohnya, memberikan peringkat dan sertifikasi bagi

pemanfaat teknologi, bahan baku, energi, dan produk teknologi yang ramah lingkungan.

Sebaliknya, pemerintah juga dapat menerapkan sistem disinsentif ekonomi, misalnya melalui

pajak lingkungan atau pajak karbon bagi pengguna teknologi, produk, dan energi yang merusak

lingkungan.

Oleh : Roby Arya Brata*)

*) Penulis, seorang Climate Leader peserta pelatihan Al Gore’s Climate Reality Project,

Melbourne 25 – 27 Juni 2014.

24