makalah bahaya pemanasan global

of 26 /26
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pemanasan global dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim. Perubahan iklim adalah dampak dari pemanasan global yang melibatkan unsur aktivitas manusia dan alamiah. Peristiwa alamiah yang memberi pengaruh positif dan negatif pada pemanasan global adalah letusan gunung berapi, dinamika iklim di atmosfer dan lautan serta pengaruh dari luar bumi seperti gejala kosmis dan ledakan di permukaan matahari. Pemanasan global yang disebabkan oleh manusia merupakan hasil dari perubahan jumlah dan konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer dan juga karena menurunnya daya serap gas-gas rumah kaca yang sudah terdapat di atmosfer bumi. Pada kasus kedua, peristiwa pemanasan global dapat di-mitigasi (dikurangi) dengan menambah daya serap gas-gas rumah kaca di atmosfer. Tanda-tanda utama pemanasan global adalah kenaikan suhu muka bumi, peningkatan muka air laut dan melelehnya lapisan es di daratan muka bumi. Kenaikan suhu muka bumi terjadi di darat dan laut yang juga menyebabkan naiknya suhu udara muka bumi. Salah satu akibat kenaikan suhu muka bumi adalah melelehnya lapisan es di muka bumi. Proses melelehnya lapisan es tersebut akan menyebabkan kenaikan muka air laut. 1

Author: operator-warnet-vast-raha

Post on 22-Jun-2015

226 views

Category:

Design


5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Page 1: Makalah bahaya pemanasan global

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pemanasan global dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim.

Perubahan iklim adalah dampak dari pemanasan global yang melibatkan unsur

aktivitas manusia dan alamiah. Peristiwa alamiah yang memberi pengaruh positif

dan negatif pada pemanasan global adalah letusan gunung berapi, dinamika iklim

di atmosfer dan lautan serta pengaruh dari luar bumi seperti gejala kosmis dan

ledakan di permukaan matahari.

Pemanasan global yang disebabkan oleh manusia merupakan hasil dari

perubahan jumlah dan konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer dan juga

karena menurunnya daya serap gas-gas rumah kaca yang sudah terdapat di

atmosfer bumi. Pada kasus kedua, peristiwa pemanasan global dapat di-mitigasi

(dikurangi) dengan menambah daya serap gas-gas rumah kaca di atmosfer.

Tanda-tanda utama pemanasan global adalah kenaikan suhu muka bumi,

peningkatan muka air laut dan melelehnya lapisan es di daratan muka bumi.

Kenaikan suhu muka bumi terjadi di darat dan laut yang juga menyebabkan

naiknya suhu udara muka bumi. Salah satu akibat kenaikan suhu muka bumi

adalah melelehnya lapisan es di muka bumi. Proses melelehnya lapisan es tersebut

akan menyebabkan kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut disebabkan

oleh dua hal yaitu tambahan volume air di laut akibat aliran lelehan es di daratan

dan akibat pemuaian molekul air oleh peningkatan suhu muka laut. Untuk wilayah

pesisir, ancaman kenaikan muka air laut akibat pemanasan global dapat terjadi

untuk waktu yang sangat lama.

Planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari

tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga

menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang

cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting

beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke

tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan

bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju

pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini

1

Page 2: Makalah bahaya pemanasan global

makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming

(Pemanasan Global).

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir

ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung

dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk

mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global,

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang

disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa

tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam

IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru

yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari

laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian

membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama

yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung

jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor

terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah

kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada

kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga

listrik.

1.2 Tujuan

Dengan terciptanya Pemanasan Global secara alami maka dengan demikian

manusia harus sadar dengan dampak dan resikonya. Jika tidak ditanggulangi

dengan bijak maka beberapa tahun ke dapan manusia akan mengalami dampak

pemanasan global secara nyata. Dengan demikian kita harus makalah ini dibuat

bertujuan, yakni :

- Agar manusia lebih sadar akan kelestarian alam sekitarnya.

- Agar manusia bisa lebih peduli dan saling mengingatkan tentang dampak

dan resiko pemanasan Global.

- Agar manusia lebih hemat dalam menggunakan energi yang semakin

sedikit juga agar mampu beralih ke energi pembaruhan yang positif dan

ramah lingkungan.

2

Page 3: Makalah bahaya pemanasan global

- Lebih sadar untuk menjaga kualitas lingkungan.

- Mengurangi kegiatan yang dapat menyebabkan gas rumah kaca.

3

Page 4: Makalah bahaya pemanasan global

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-

rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi

telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun

terakhir.Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan

bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad

ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas

rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar

ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk

semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat

beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang

dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu

permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C(2.0 hingga 11.5 °F) antara

tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan

skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca pada masa

mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun

sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan

kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu

tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan

besarnya kapasitas kalor lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-

perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas

fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.

Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian,

hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah

pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan, dan bagaimana

4

Page 5: Makalah bahaya pemanasan global

pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari

satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik

dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk

mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi

terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan

negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto,

yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

2.2 Penyebab Pemanasan Global.

Beberapa penyebab utama adalah aktifitas manusia yang menimbulkan

emisi karbon atau polusi udara, diantaranya adalah :

Menggunakan kendaraan motor yang mengeluarkan asap  CO2 menumpuk di

atmosfer bumi sehingga menyebabkan cahaya matahari tidak mampu

menembus bumi.

Asap dari berbagai industri menyebabkan menumpuknya asap mengotori

lapisan ozon sehingga lapisan ozon memantulkan sinar matahari ke kutub

utara, inilah yang menyebabkan semakin banyaknya ombak di laut.

2.3 Proses Terjadinya Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan Global sebetulnya adalah proses alami yang tercipta karena

radiasi matahari yang masuk ke Bumi tertahan di dalamnnya. Hanya saja seiring

perkembangan teknologi dan perkembangan zaman, faktor pertumbuhan manusia,

ekonomi dan kebutuhan manusia harus selalu terpenuhi. Hal tersebut

menyebabkan beberapa teknologi yang dikembangkan manusia sebagai

penymbang utama emisi karbon di Bumi. Kegiatan manusia tersebut menambah

parah dan mempercepat dampak pemanasan global yang terjadi.

Pemanasan Global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata

atmosfer ,laut dan daratan Bumi, radiasi matahari yang tertahan di dalam bumi

disebabkan beberapa faktor yaitu :

5

Page 6: Makalah bahaya pemanasan global

1. Efek rumah kaca (disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida

(CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini

disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu baradan

bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-

tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.)

2. Penggunaan CFC(Chloro Fluoro Carbons ) pada perangkat pendingin

3. Gas CO2 (karbondioksida ) dari kendaraan

Hal – hal  tersebut selain membuat radiasi matahari tertahan di bumi juga

mengakibatkan, hal –hal sebagai berikut :

1. lapisan atsmosfer terkikis sehingga heat dari matahari semakin dapat di

rasakan oleh bumi

2. menyebabkan kenaikan suhu dan di mulailah meleleh es d bumi dan kenaikan

debit air laut, perubahan iklim yang ekstrem, bencana alam dari angin dan air

laut, sungai dll. Atmosfer juga kehilangan kemampuan untuk memantulkan

kembali sinar:

3. Inframerah: menyebabkan panas dapat berakibat pada keadaan di bumi

4. UV (ultraviolaet) ; menyebabkan flek,iritasi kulit, kerusakan pigmen, perih

luka bakar, kangker kulit yang berbahaya untuk mahluk hidup

                  

Proses ini diawali dari cahaya tapak dari matahari sebahagian dikembalikan

keangkasa dan sebagian lagi diserap oleh bumi (yang mana pantulan tersebut

dikembalikan lagi dalam wujud radiasi inframerah).

Radiasi matahari tadi melalui bumi melalui atmosfer,karena semakin banyak

radiasi matahari tadi di lapisan atmosfer bumi,sehingga menyebabkan lubang

ozon. Kebanyakan dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan

memanaskannya. Radiasi inframerah dipancarkan oleh permukaan bumi, Radiasi

inframerah yang dipancarkan kembali oleh bumi diserap oleh CO2 di atmosfer

yang kemudian sebahagian dipancarkan ke angkasa (a) sebahagian lagi

dikembalikan ke atmosfer bumi dan (b) CO2 yang kembali ke atmosfer bumi

itulah yang disebut dengan pemanasan global (global warming).

6

Page 7: Makalah bahaya pemanasan global

Sejak kira-kira tigapuluh tahun yang lalu, para ilmuwan sudah memberi

peringatan pada dunia berkenaan dengan akibat buruk yang ditimbulkan

oleh Global Warmingatau Pemanasan Global, yang merupakan ancaman paling

serius bagi umat manusia setelah perang dingin

Gambar 1. Model Proses Terciptanya Pemanasan Global (Global Warming)

Proses terjadinya  pemanasan global dan gambarnya

1. Gas rumah kaca memerangkap panas.

2. Energi matahari diserap dan dipantulkan oleh atmosfer bumi.

3. Permukaan bumi meresap dan meradisaikan energi matahari yang diserap

ke luar angkasa.

4. Gas rumah kaca menyerap panas yang diradiasikan melalui atmosfer.

5. Gas meradiasikan kembali panas ke segala arah sebagian besar tetap di

atas.

6. Lebih banyak gas artinya lebih banyak panas yang terperangkap di

atmosfer.

7. Otomatis suhu akan meningkat.

8. Terjadilah Pemanasan Global (Global Warming).

7

Page 8: Makalah bahaya pemanasan global

CO2 (Karbon dioksida) sejauh ini adalah gas rumah kaca yang dibuat

manusia.namun, sesungguhnya metana & dinitrogen oksida lebih berpotensi &

kosentrasinya juga meningkat. Molekul demi molekul, dinitrogen oksida

menangkap panas 200 kali lipat dari pada CO2.

2.4 Proses Yang Terjadi Di Atmosfer Bumi

2.4.1 Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian

besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya

tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi

panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian

panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud

radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas

tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah

kaca antara lain uap air,karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi

perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan

kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut

akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga

mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan

semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas

yang terperangkap di bawahnya.

Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada

di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu

rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)

dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C

sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya,

apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan

pemanasan global.

8

Page 9: Makalah bahaya pemanasan global

2.4.2 Efek umpan balik

Penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan

balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus

pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan

pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer.

Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus

berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu

kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih

besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini

meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembapan relatif udara hampir

konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat) Umpan

balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang

panjang di atmosfer.

Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian

saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra

merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya

bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi

infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek

netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa

detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini

sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil

bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model

iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan

Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada

peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif

(menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan

Pandangan IPCC ke Empat.

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan

cahaya (albedo) oleh es. Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat

kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan

melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan

9

Page 10: Makalah bahaya pemanasan global

maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila

dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi

Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi

es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah

beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap

pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga

menimbulkan umpan balik positif.

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia

menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona

mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhandiatom daripada fitoplankton yang

merupakan penyerap karbon yang rendah.

2.4.3 Variasi Matahari

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan

kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi

dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan

akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan

memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.

Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun

1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama

pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek

pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.)

Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi

mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun

1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.

Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari

mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuwan dari Duke

University memperkirakan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap

45-50% peningkatan suhu rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar

25-35% antara tahun 1980 dan 2000.] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa

10

Page 11: Makalah bahaya pemanasan global

model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat perkiraan berlebihan

terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari;

mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan

aerosol sulfat juga telah dipandang remeh. Walaupun demikian, mereka

menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap

pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada

dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.

Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuwan dari Amerika

Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya

peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini.

Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat

"keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk

berkontribusi terhadap pemansan global. Sebuah penelitian oleh Lockwood dan

Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan

variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari

maupun variasi dalam sinar kosmis.

2.5 Dampak Pemanasan Global

Sejak kira-kira tigapuluh tahun yang lalu, para ilmuwan sudah memberi

peringatan pada dunia berkenaan dengan akibat buruk yang ditimbulkan

oleh Global Warmingatau Pemanasan Global, yang merupakan ancaman paling

serius bagi umat manusia setelah perang dingin.

Akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh Pemanasan Global, glacier di

enam benua mulai mencair, lautan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan,

demikian juga lapisan es di Greenland, juga gletser di puncak-puncak gunung

mulai mencair, ini mengakibatkan naiknya permukaan laut, badai yang

menghancurkan muncul silih berganti, banjir dan longsor semakin sering

terjadi, kekeringan yang melanda pertanian bermunculan di mana-mana,

menyebabkan persediaan makanan dan air minum di dunia semakin menipis.

Penyakit tropis menyebar, malaria, demam dengue, demam kuning menyebar

ke daerah yang sebelumnya tidak pernah dijangkiti, dan bukan hanya itu,

11

Page 12: Makalah bahaya pemanasan global

penyakit ini diketahui menjadi semakin ganas. Belum lagi meningkatnya

jumlah manusia yang terserang penyakit seperti kanker kulit, kolera dan

sebagainya yang belakangan ini semakin mewabah, dan mencakup daerah

yang semakin luas.

Pemanasan laut menyebabkan rusaknya karang dan matinya kehidupan di

situ. Diperkirakan dalam waktu 50 tahun ke depan, seluruh karang laut di

dunia ini akan musnah akibat pemanasan laut dan polusi akibat kegiatan

manusia.

Kerugian lain yang segera akan terjadi adalah semakin berkurangnya

keanekaragaman hayati dan punahnya beberapa spesies satwa karena

perubahan musim, siklus kehidupan, waktu migrasi, berkurangnya daerah

jelajah serta berkurangnya persediaan makanan mereka.

Selain itu peristiwa yang paling dominan muncul dari efek pemanasan

global adalah semakin banyaknya air laut, semakin besarnya ombak sehingga

menimbulkan tsunami. Berikut ini adalah pemaparan kenapa itu bisa terjadi.

2.6 Gejala Alam Yang Terjadi Akibat Pemanasan Global

Pemanasan Global tidak hanya meningkatkan suhu bumi saja, selain dari

pada itu ada dampak lain yang terjadi, yaitu banyaknya timbul gejala-gejala alam

yang bisa merugikan dan mengancam nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya

di permukaan bumi, diantaranya :

1. Tsunami.

Pantulan cahaya matahari dari atmosfer ke kutub utara menyebabkan

mencairnya salju menjadi air laut, oleh karena itu jika pemanasan terus-

terusan maka besar kemungkinan tsunami terjadi karena ombak semakin

besar dari cairan es tersebut.

2. Suhu Meningkat.

Meningkatnya suhu atmosfer menjadikan bumi semakin panas dan tidak

nyaman untuk ditempati. Suhu bumi meningkat dapat menyebabkan beberapa

gejala alam seperti gunung meletus, bergeraknya lempeng endogen sehingga

menyebabkan terjadinya pergeseran permukaan bumi (gempa).

3. Hujan Asam.

12

Page 13: Makalah bahaya pemanasan global

Hujan yang dapat menghancurkan bangunan-bangunan. Disebabkan karena

menumpuknya gas belerang di lapisan ozon.

2.7 Menanggulangi Pemanasan Global.

Dengan meningkatnya suhu rata-rata bumi akan bisa menyebabkan

perubahan suhu yang sangat ekstrem masih ditambah lagi dengan kemungkinan es

di kutub utara dan selatan akan mencair. Jika seandainya es kutub utara dan

selatan mencair bisa di tebak negara manakah yang akan pertama kali tenggelam?

Indonesia negara kepulauan seperti ini sangat rentan untuk mudah tenggelam.

Terlebih Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau kecil yang sangat

mungkin untuk tenggelam. Tidak hanya itu perubahan cuaca yang ekstrem kadang

juga menimbulkan berbagai macam penyakit baru yang sebelumnya belum pernah

ada di muka bumi. Bagaimana cara mengatasi pemanasan global (global

warming):

1. Jangan menebang pohon sembarangan.

Pohon merupakan penghasil gas O2 (oksigen) terbesar di dunia. setiap hari

kita bernafas membutuhkan Oksigen,dan pohon-pohonlah yang setiap harinya

menyediakan oksigen untuk kita. Semakin sdikit pohon akan menyebabkan

gas CO2 (karbon dioksida) bisa dengan leluasa berkeliaran dan akhirnya

membuat bumi semakin panas. Terlepas dari itu kita bernafas menggunakan

oksigen tanpa adanya oksigen mungkin kita tidak akan bisa hidup sampai

sekarang.

2. Jangan memakai kendaraan Pribadi.

Banyaknya pemakaian kendaraan pribadi akan menyebabkan borosnya

penggunaan bahan bakar. Kita semua tau bahwa setiap kendaraan berbahan

bakar minyak akan mengeluarkan gas pembuangan berupa CO2 dan CO, gas-

gas ini bila dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan efek gas rumah kaca

yang akhirnya membuat terjadinya global warming semakin parah. Selama

anda masih bisa untuk menggunakan kendaraan umum gunakanlah kendaraan

umum, hanya gunakan kendaraan pribadi saat anda memang benar-benar

membutuhkannya.

13

Page 14: Makalah bahaya pemanasan global

3. Beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan

berbahan bakar alami dan ramah lingkungan.

Kendaraan dengan bahan bakar yang ramah lingkungan misalnya adalah

kendaraan dengan bahan bakar listrik. Listrik selain harganya lebih murah

ternyata juga lebih ramah terhadap lingkungan jika dibanding dengan bahan

bakar minyak. Dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik anda

tak perlu lagi risau saat harga BBM (Bahan bakar Minyak) naik.

4. Mematikan lampu di siang hari.

Saat bepergian ke daerah PLN saya sering sekali melihat sebuah poster

dengan tulisan "Kunang-kunang aja kalau siang matiin lampu". Masa kita

mau kalah sama kunang-kunang? Matikan lampu disaat siang hari, meskipun

anda sanggup untuk membayar tagihan listriknya namun kepedulian akan

lingkungan juga sangatlah penting.

5. Menggunakan lampu hemat energi

lampu hemat energi sangat beragam jenisnya, ada lampu energi dengan

bentuk XL seperti Philip. Akhir-akhir ini muncul lagi lampu hemat energi

terbarukan yang pembuatannya berasal dari gabungan lampu LED (Light

Emiting Diode). Lampu hemat energi sejenis LED akan mampu menghemat

energi bahkan lebih dari 60% sehingga kebutuhan energi dalam negeri akan

bisa tercukupi. Selain itu penggunaan energi yang berlebihan juga akan

menimbulkan terjadinya pemanasan global. Sekarang kita bayangkan, di

Indonesia masih banyak pembangkit listrik tenaga batubara. Jika kita

menggunakan energi secara boros tentu saja pembakaran batubara akan

semakin banyak, namun jika kita bisa berhemat maka pembakaran batubara

bisa di hemat pula. Pembakaran batubara ternyata juga menyumbangkan gas

penyebab Global warming yang sangat besar.

6. Melakukan Reboisasi (penanaman kembali hutan gundul).

Banyak tindakan yang telah dilakukan manusia seperti merusak hutan hanya

untuk mencari keuntungan sesaat. Tanpa disadari hutan yang fungsinya

sangatlah fital bagi manusia setiap harinya terus dirusak oleh sebagian

manusia yang tidak bertanggung jawab. Solusinya adalah dengan menegaskan

14

Page 15: Makalah bahaya pemanasan global

perundangan tentang perhutanan dan melakukan Reboisasi terhadap hutan

yang sudah gundul. Selain aksi dari penebangan hutan secara liar hutan

gundul juga bisa disebabkan karena kebakaran dan tanah longsor. Selain bisa

mencegah terjadinya Global Warming hutan juga bisa mencegah terjadinya

banjir, tanah longsor dan akan menjadikan suhu menjadi sejuk dan segar.

7. Tanamanlah Pohon di area perkarangan rumah.

Manfaatkanlah pekarangan tersebut untuk menanam berbagai macam

tanaman. Anda tak harus menanam pohon jati atau mahoni, anda bisa

menanam tanaman hias atau tanaman lain yang memiliki daun hijau serta

memiliki potensi untuk bisa menghasilkan oksigen. Bayangkan jika semua

masyarakat melakukan hal yang serupa maka kebutuhan akan oksigen akan

sedikit demi sedikit terpenuhi.

8. Membangun rumah dengan fentilasi yang cukup.

Rumah merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, dengan rumah kita

bisa hidup dengan tenang dan damai. Saat membangun rumah harap

perhatikan fentilasi dan tata cahaya yang tepat. Jangan sampai anda malam

hari harus menyalakan AC karena alasan panas dan fentilasi yang kurang.

Saat siang hari pula desainlah rumah anda agar bisa terang tanpa harus

menghidupkan lampu dan desain pula agar sejuk tanpa harus menghidupkan

AC atau kipas angin.

Global warming yang saat ini terjadi bukan terjadi begitu saja. Semua ini

ada alasannya dan kitalah yang seharusnya mencari apa alasan dari Global

warming, bagaimana cara menghentikannya dan bagaimana cara mencegahnya

agar tidak lagi terulang di masa depan. Manusia telah menyebabkan jumlah

karbondioksida meningkat, padahal dari hari-kehari jumlah pepohonan yang

mampu menyerap karbon dioksida semakin berkurang. Ibaratnya kita menambah

jumlah karbondioksida namun kita mengurangi bahan yang bisa menghilangkan

karbondioksida. Mulailah dari sekarang atau tidak pernah sama sekali, tanam

pepohonan disekitar rumah anda dan hematlah energi selagi anda bisa berhemat

karena tiba kalanya energi itu mahal dan tidak bisa di hemat.

BAB III

15

Page 16: Makalah bahaya pemanasan global

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pemanasan Global (Global Warming) adalah sebuah proses alami yang

terjadi di dalam permukaan Bumi. Pemanasan Global menyebabkan suhu

dipermukaan bumi meningkat dan menjadi hangat sehingga manusia atau

makhluk hidup di dalamnya bisa bertahan hidup dengan suhu yang hangat di

dalamnya. Tapi perkembangan zaman, perkembangan Ilmu Teknologi dan

kebutuhan manusia menuntut manusia untuk hidup lebih maju lagi. karena dari

hal tersebut kegiatan-kegiatan manusia menyebabkan pencemaran dan kerusakan

alam.

Pemanasan Global yang terjadi akibat radiasi matahari yang tertahan akibat

Gas rumah kaca yang tercipta oleh sebab aktifitas manusia semakin menambah

parah dampak Pemanasan Global yang terjadi. Efek samping dari aktifitas

manusia menambah banyak gas-gas yang bersifat sebagai penahan Radiasi

matahari untuk keluar dari permukaan bumi. Gas-gas rumah kaca tersebut

menahan radiasi dan sedikit demi sedikit membuat Ozon sebagai pelindung bumi

di lapisan Troposper terkikis.

Jika terus dibiarkan makan, bukan hanya radiasi matahari saja yang tidak

bisa keluar melainkan radiasi matahari yang masuk ke dalam bumi akan semakin

besar efeknya karena Ozon yan gmelindungi Bumi dari hal tersebut maupun

benda-benda langit lainnya akan kehilangan fungsinya. Selain hal tersebut, banyak

fenomena di Bumi yang dipicu dari Pemanasan Global, Seperti Kebakaran Huta,

Mencairnya es dikutub, Tsunami dan berbagai bencana alam yang terjadi.

Bahaya Pemanasan Global tidak dirasakan dalam jangka pendek, melainkan

akan terjadi dan akan terasa dalam jangka panjang. Sehingga jika seluruh dunia

tidak tanggap dan mengerti akan gejala alam ini akan membuat bumi kehilangan

keseimbangannya dalam 20 sampai 30 tahun ke depan.

3.2 Saran

16

Page 17: Makalah bahaya pemanasan global

Manusia sebagai Khalifah di Bumi seharusnya bertugas untuk menjaga

kelestarian alam di permukaaan Bumi. Bumi yang memiliki banyak potensi alam

dan segala jenis Sumber Daya Alam yang tersedia selayaknya harus

dipertahankan keadaannya. Memanfaatkan yang ada dibumi namun juga perlu

dilestarikan sehingga tidak akan habis untuk jangka waktu yang sangat lama.

Penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mencari sumber

energi alternatif baru yang ramah lingkungan adalah salah satu cara untuk

mempertahankan kelestarian aman. Memperhitungkan efek dari segala aktifitas

manusia sebagai salah satu masalah pokok utama penambah parah efek pemansan

Global juga adalah salah satu cara agar manusia lebih sadar dan berhati-hati dalam

melakukan tindakannya. Selain itu tetap mempertahankan tanaman yang ada atau

menanam tanaman atau pepohonan sebagai penyerap emisi karbon yang

merupakan gas rumah kaca terbanyak di lapisan udara bumi merupakan upaya

untuk meminimalisasi Pemanasan Global.

17