laporan praktikum

Click here to load reader

Post on 29-Jan-2016

66 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LAPORAN PRAKTIKUM

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUMDASARHORTIKULTURA(AGH 240)OlehKelompok61.Siti Khalimah(A24070038)2.Dede Rosyana B.(A24070074)3.Dita Actaria(A24070095)4.Marahtussholihah(A24070123)5.Istir Syadah(A24070141)6.Merry Gloria M.(A24070162)7.Tuan Guntur(A24070163)8.Mat Asim(A24078001)

Assisten:VickyDEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURAFAKULTAS PERTANIANINSTITUT PERTANIAN BOGOR2009

RINGKASANHortikultura merupakan komoditi yang mencangkup produk buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat. Dalam praktikum dasar hortikultura ini terdapat tiga pokok kegiatan praktikum. Kegiatan pertama adalah pembudidayaan tanaman hortikultura, khususnya tanaman sayuran. Kegiatan yang kedua adalah kegiatan kunjungan nursery danpembuatanmediatanam serta kegiatan yang terakhir adalah kunjungankegreenhouse.Pembudidayaan tanaman sayur dilakukan di lapangan percobaan Cikabayan. Persiapan yang pertama adalah penyiapan benih dan persemaian bibit.Persiapan pra tanam meliputi pengolahan lahan dan persemaian. Komoditas hortikultura yang dibudidayakan adalah kangkung, tomat, caisim, cabe, dan kacang panjang. Selain persiapan pra tanam, terdapat juga pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan meliputi pemupukan, pemangkasan, pengendalian gulma, hama, dan penyakit pengganngu tumbuhan.System budidaya dalam praktikum dasar-dasar hortikultura ini adalah system gilir. Contohnya tanaman kangkung yang ditanam gilir dengan tomat. Selain itu, dalam praktikum ini diamati pertumbuhan fase vegetative, perkembangan fase generative, bobot panen tanaman. Hasil panen rata-rata dari keseluruhan tanaman tidak terlalu baik, karena tanaman terkena serangan hama dan penyakit.Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan ke nursery yang berisi tanaman florikultur dan olerikultur. Hampir keseluruhan tanaman yang berada di nursery adalah tanaman perennial. Tanaman yang diamati meliputi beberapa jenis jeruk, kenanga, beberapa jenis jambu biji, manggis, nangka, srikaya, dan sawo kecik. Dalam praktikum kunjungan ke nursery diamati morfologi tanaman dan cara perbanyakan tanaman serta karakter khusus yang nada dalam tanaman nursery.Greenhouse merupakan media buatan yang digunakan untuk menumbuhkembangkan tanaman budidaya. Dalam greenhouse terdapat system irigasi, ventilasi, dan fertigasi. Greenhouse yang terdapat di Cikabayan belum memenuhi standard pembuatan greenhouse yang ideal. System greenhouse di Cikabayan lebih cocok untuk tanaman melon dan tomat intermediet.

KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat AllahSWTyang telah memberikan rahmat, hidayah, inayah, dan anugerah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan akhir praktikum Dasar-dasar Hortikultura.Laporan ini berisi kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada praktikum mata kuliah Dasar-dasar Hortikultura yang dilaksanakan di Kebun percobaan Cikabayan Bawah IPB. Praktik budidaya yang kami lakukan merupakan praktik budidaya hortikultura dengan tipe budidaya di lapang. Tanaman yang ditanam dalam praktikum adalah tanaman sayuran seperti kangkung, caisim, bayam, tomat, cabai, dan kacang panjang.Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan laporan selanjutnya dan praktikum lapang di masa yang akan datang. Atas perhatian saudara kami sampaikan terima kasih.Bogor, 1 Juni 2009Penulis

DAFTAR ISI

PENDAHULUANLatar BelakangIndonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya tersebut akan sia-sia apabila tidak dimanfaatkan secara potensial. Sumber daya potensial tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga berasal dari sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dibutuhkan tidak harus berkuantitas besar, tetapi juga harus memiliki kualitas tinggi.Oleh karena itu, apabila kedua sumber daya potensial ini digabungkan maka akan dapat mengembangkan pertanian Indonesia.Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian. Pertanian mensuplai bahan pangan, bahan baku industry, dan tekstil. Peran pertanian dalam mensuplai bahan pangan sangat besar. Dalam suplai bahan pangan ini, komoditas hortikultura berperan relatif besar.Hortikultura merupakan kegiatan budidaya tanaman dalam skala yang lebih padat modal, padat tenaga kerja, dan lebih intensif,karena mutu hasil merupakan tujuan akhir dari suatu budidaya tanaman.Walaupun begitu, budidaya hortikultura akan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Komoditas hortikultura mencakup komoditas buah, sayur, tanaman hias, dan tanaman obat.Produk hortikultura mempunyai karakteristik yang berbeda dari produk agronomi. Komoditas hortikultura dimanfaatkan dalam keadaan masih hidup atau masih segar, perisibel, dan mempunyai kandungan air yang tinggi. Contoh komoditas hortikultura seperti sawi, kangkung, tomat, cabai, jambu, dan sebagainya.Dalam budidaya hortikultura, karakteristik tanaman harus diketahui. Contohnya tomat tidak cocok pada tempat yang tergenang air, sawi tidak cocok pada tanah yang terlalu sering ditanami. Hal ini diperlukan agar didapatkan produk akhir yang optimal. Selain itu dalam budidaya hortikultura juga harus diperhitungkan jenis varietas yang cocok dan unit lapang yang akan di berikan.Untuk menunjang pemahaman tentang hortikultura maka diadakan praktikum dasar-dasar hortikultura. Paraktikum dasar-dasar hortikultura inimemepelajari tentang cara budidaya tanaman hortikultura, karakteristik tanaman, OPT, dan manajemen pengolahan budidaya hortikultura. Walaupun tidak semua komoditas hortikultura dipelajari.Mahasiswa dituntut bekerja dengan rajin, terampil, tangkas, dan dapat kerjasama kelompok dengan baik.Setiap mahasiswa dituntut untuk terlibat langsung dalam setiap tahap atau proses kegiatan mulai dari persemaian sampai panen dan pasca panen.TujuanTujuan praktikum dasar-dasar hortikultura ini adalah untuk mengetahui dan mengaplikasikan cara budidaya tanaman hortikultura, mengetahui karakteristik tanaman hortikultura. Selain itu, praktikum ini juga bertujuan untuk mengetahui manajemen pengolahan budiadaya hortikulura.Adapunkompetensiyang ingin dicapaipadapraktikum Dasar-dasar Hortikulturaini diharapkanmahasiswa mampu:Mahasiswa dapat mempraktekkan persiapan lahan untuk tanaman hortikulturaMahasiswa dapat mempraktekkan PersemaianMahasiswa dapat mempraktekkan penanaman dengan berbagai sistem tanamMahasiswa dapat mempraktekkan Pemeliharaan tanamanMahasiswa dapat mengetahuibudidaya tanamanbudidaya dengan hidroponikMahasiswa dapat mempraktekkan pemanenan tanamanMahasiswa dapat mempraktekan pasca panenBAB IBUDIDAYA TANAMAN DI LAPANGTinjauan PustakaKangkung(Ipomoea reptans)Kangkung merupakan sayuran yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kangkung adalah tanaman tahunan akuatik atau semi akuatik yang ditemukan di wilalah tropika dan sub tropika. Tanaman yang mudah ditanam, produktif dan bergizi tinggi ini. Kangkungbiasanya diproduksi setiap tahun.KangkungmasukdalamdivisioSpermatophyta, subdivisioAngiospermae, kelasDicutyledoneae, familyConvolvulaceae, genusIpomoea. Spesies kangkung meliputiIpomoea aquatica Forks(kangkung air),Ipomoea reptans Poir(kangkung darat),kangkung hutan atau kangkung pagar (Ipomoeae fistulose Mart ex. (hoisy)), rinsik bumi (I. quamoqlit), danI. Triloba L.yang tumbuhnya liar di hutan-hutan.Ada dua tipe kangkung yang diusahakan, yaitu(1)Forma daun sempit, langsing dan dengan ujung meruncing,bunga putih ,sertabatang hijau, yang disebut kangkung darat (ching quat) yang dapat tumbuh baik ditanah lembab maupun lingkungan semiakuatik. Kangkung darat banyak tumbuh dilahan kering atau tegalan. Warnanya hijau pucat keputih-putihan. Warna bunga putih polos. Bunga ini dipelihara untuk menghasilkan benih baru.Pada umumnya kangkung darat lebih toleran terhadap cuaca dingin. (2)Forma daun lebar berbentuk mata anak panah, bunga merah jambu, danbatang putih, yang dikenal sebagai kangkung air (pak quat), yang dapat di budidayakan di lingkungan tergenang.Kangkung air pada umumnya lebih disukai oleh masyarakat.Budidaya kangkung air, tanaman diperbanyak dengan stek batangdanbenih jarang di gunakan.Panjangbatang yang digunakan untuk stek berukuran kurang lebihtiga puluh sentimeter. Namun, panjang tersebut tidak mutlak, yang terpenting adalahharus memilikipaling sedikitlimaruasdan memiliki panjang yang seragam. Kangkung yang akan dijadikan bahan stekdiambil dari pertanaman yang sudah ada atau pembibitan bahan perbanyakanyang terbebas dari hama dan penyakit.Hal ini dilakukan karena hama dan penyakit dapat menular dan dan dapat merusak hasil tanaman.Stek ini dibenamkan hingga separuh panjangnya, sedalam 3-4cm, kedalam tanah macak macak dengan jarak tanam30 x 50 cm.Satu lubang berisi satu stek.Setelah penanaman, lahan dibanjiri. Air harus mengalir, dan ketinggiannya harus diatur, awalnya3-5 cm dan ditingkatkan sesuai dengan tinggi tanaman hingga sekitar 15-20 cm.Budidaya setengah tergenang (semiakutik) juga dilakukan pada bedengan yang ditinggikan yang berjarak sekitarsatu meter. Pada sistem poduksi ini, biasa digunakan setek, bibit yang berakar, atau benih sebar langsung untuk perbanyakan. Setelah tanam, parit dibanjiri untuk menghasilkan dan menjaga tingkat kelembaban tinggi pada bedengan.Batang tanamankangkungberbentuk bulat panjang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbaceus) dan berpori. Tanaman kangkung tumbuh merambat atau menjalar denganpercabangannya banyak.Tanamankangkungcepat memberikan hasil dalam 4-6 minggu sejak dari benih.Kangkung dapat dipanen optimal 8-10 kali per musim.Tanaman ini dapat tumbuh optimal di daerah tropik dataran rendah dengan kondisi temperatur yang tinggi dan tetap serta penyinaran matahari yang rendah. Rata-rata suhu pertumbuhan optimal adalah20oC-32oC dengan kelembaban lebih dari 60%. Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggikurang lebih2000 m dpl dan diutamakan lokasi lahannya t

View more