laporan praktikum

Click here to load reader

Post on 26-Nov-2015

115 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Mikrobiologi

TRANSCRIPT

PENGENALAN ALAT DAN TEKNIK KESELAMATAN KERJADANPEMBUATAN MEDIA, TEKNIK ASEPTIK, STERILISASI DAN DESINFEKSI

RABU, 24 APRIL 2013

LAPORAN PRAKTIKUMMIKROBIOLOGI FARMASI

Oleh

Khurmatul Walidah Tahta Alfina 122210101009Aisma Mirdhia H 122210101014Arjun Nurfawaidi 122210101017Gati Dwi Sulityaningrum 122210101021Ninda Sukmaningrum 122210101026

BAGIAN BIOLOGI FARMASIFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS JEMBER2013

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada saat sekarang ini alat merupakan salah satu pendukung dari pada keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan berlangsungnya praktikum, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan. Selain itu tata tertib juga sangat berpengaruh dalam lancarnya dan juga keberhasilan praktikum yang dilakukan. Pengenalan alat-alat laboratorium dan juga mengetahui tata tertib juga penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisasi sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang. Selain itu, bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian harus dalam kondisi steril. Untuk mencapainya, maka diperlukan teknik sterilisasi. Dimana sterilisasi ialah proses-proses untuk menjadikan peralatan dan bahan-bahan bebas dari semua bentuk kehidupan. Tujuan utamanya adalah supaya sebelum digunakan untuk praktikum terlebih dahulu dimatikan dulu mikroorganisme, karena kita ketahui bahwa alat-alat laboratorium mikrobiologi itu ada bakterinya atau miroorganisme yang hidup atau yang menempel, maka dari itu perlu dilakukan proses sterilisasi ataupun desinfeksi.Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan serta fungsi dan prinsip kerja setiap alat laboratorium mikrobiologi. Dan juga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam praktikum yang dilakukan, untuk itu perlu halnya untuk mengetahui bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan kemungkinan terjadi dan juga cuci tangan aseptis yang benar agar tubuh kita steril dari mikroba (bakteri) yang menempel pada tubuh kita saat praktikum. Selanjutnya praktikum ini juga dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang cara pembuatan medium dan juga cara menstrilisasikan medium tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.2.1 Pengenalan Alat dan Teknik Keselamatan Kerja

1.2.1.1 Apa saja tata tertib yang harus diperhatikan dalam melakukan praktikum mikrobiologi?1.2.1.2 Bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan?1.2.1.3 Apa saja alat-alat yang dibutuhkan dalam melakukan praktikum mikrobiologi serta apa kegunaannya?1.2.1.4 Bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar?

1.2.2 Pembuatan Media, Teknik Aseptik, Sterilisasi Dandesinfeksi

1.2.2.1 Apa saja jenis-jenis medium yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba serta bagaimana proses pembuatannya?1.2.2.2 Bagaimanakah cara melakukan proses sterilisasi dan desinfeksi?

1.3 TUJUAN

1.3.1 Pengenalan Alat dan Teknik Keselamatan Kerja

1.3.1.1 Mahasiswa mengenal dan melaksanakan dengan baik tata tertib laboratorium mikrobiologi1.3.1.2 Mahasiswa mengenal dan dapat melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan1.3.1.3 Mahasiswa dapat mengenal dan menggunakan alat-alat yang dibutuhkan dalam mikrobiologibeserta kegunaannya1.3.1.4 Mahasiswa mampu mencuci tangan dengan baik dan benar

1.3.2 Pembuatan Media, Teknik Aseptik, Sterilisasi Dandesinfeksi

1.3.2.1 Mahasiswa mengenal jenis-jenis medium dan proses pembuatannya1.3.2.2 Mahasiswa memahami proses sterilisasi dan desinfeksi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tata Tertib Laboratorium MikrobiologiAgar diri kita terlindungi dan bahan yang kita pakai tidak tercemar maka hal-hal yang penting untuk kita patuhi yaitu meletakkan tas dan barang-barang lain yang tidak diperlukan pada tempat yang tersedia. Benda-benda tersebut jangan diletakkan di atas meja laboratorium. memakai jas laboratorium selama bekerja di laboratorium. Menyeka meja laboratorium dengan desinfektan sebelum dan sesudah kegiatan praktikum. Mencuci tangan menggunakan sabun dan cairan antiseptik sebelum dan sesudah kegiatan laboratorium. Tidak merokok, makan, dan minum di laboratorium. Menjauhkan tangan dari mulut, hidung, dan telinga selama bekerja di laboratorium. Memperlakukan semua organisme yang ditangani sebagai pathogen. Membiakan mikroorganisme apapun tidak boleh dibawa keluar dari laboratorium. Apabila biakan mikroorganisme tumpah atau tercecer ke lantai atau meja maka segera tuangkan desinfektan ke atasnya dan bersihkan. Semua biakan yang tidak terpakai lagi dan akan dibuang maka harus diletakkan di tempat khusus. Menghubungi petugas laboratorium atau dosen jika terkontaminasi atau terluka. Sampah yang terkontaminasi harus dibuang di tempat yang disediakan. Lup inokulasi atau jarum inokulasi disterilkan dengan cara memijarkan seluruh panjang kawat sebelum dan sesudah setiap penggunaan. Setelah kegiatan selesai, alat-alat praktikum segera dibersihkan sesuai ketentuan di laboratoriumPersiapan dan dokumentasi penting untuk mencapai tujuan praktikum, untuk itu hal-hal berikut penting untuk diperhatikan adalah praktikan harus membaca dan memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bekerja di laboratorium. Praktikan wajib memahami tujuan dilaksanakannya setiap kegiatan praktikum. Hasil-hasil pengamatan baik berupa catatan, gambar, sketsa, dan foto selama praktikum harus didokumentasikan pada logbook dengan tepat, jelas, dan ringkas.

2.2. Tindakan dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di LaboratoriumTindakan dan pertolongan pertama pada kecelakaan di laboratorium, antara lain menggunakan alat pemadam kebakaran api jika terjadi kebakaran. Kebakaran yang disebabkan cairan organik yang hidrofobik mungkin tidak dapat dipadamkan dengan air saluran ledeng. Pada kejadian ini dapat digunakan pasir kering untuk memadamkan apinya. Kain yang tebal (basah) dapat digunakan segera untuk menutup api agar tidak membesar. Cara yang baik jika (baju) kita sendiri terbakar atau terkena api adalah dengan bergulingguling di lantai untuk memadamkan api tersebut. Jika orang lain terkena api maka dibantu dengan menyelubunginya dengan handuk, karung dan sebagainya untuk memadamkan api tersebut. Apabila terjadi luka bakar besar maka secepatnya dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Luka bakar kecil bisa diberi air dingin dahulu untuk kemudian diberi salep untuk luka bakar. Jika terkena asam atau basa pada kulit, basuh dengan air sebanyak-banyaknya. Jika perlu, penetralan asam tersebut dapat menggunakan larutan amonia 5%, sedangkan penetralan basa bisa memakai asam borat 4% atau larutan asam asetat. Apabila mata terkena asam maka segera dicuci dengan air sebanyak-banyaknya, kemudian dapat dinetralkan dengan larutan natrium bikarbonat 5% memakai pencuci mata. Setelah itu mata ditetesi dengan "mineral oil". Jika mata terkena basa, secepatnya dibasuh dengan air sebanyak-banyaknya, kemudian dinetralkan dengan asam borat 4%. Setelah itu mata ditetesi dengan "mineral oil". Luka yang disebabkan benda tajam dibersihkan terlebih dahulu dengan cairan "rifanol". Setelah kering diberi antiseptik untuk luka.

2.3. Pengenalan Alat dan PenggunaannyaDalam mikrobiologi, peralatan laboratorium merupakan unsur penting yang harus ada. Peralatan yang ada dalam laboratorium pun haruslah steril agar dapat menunjang pekerjaan yang berhubungan dengan mikroorganisme dan hal tersebut merupakan syarat mutlak. Artinya, pada bahan atau peralatan yang akan digunakan harus bebeas dari mikroorganisme yang tidak diingikan yang dapat merusak media atau koloni suatu mikroorganisme yang diinginkan. Adapun peralatan yang umumnya digunakan di dalam laboratorium mikrobiologi antara lain : Media yaitu; cair, semi solid, solid (agak miring (siant), agak tegak (deep), pada cawan(plate)) dan peralatan yaitu; autoklaf, tabung kultur, cawan petri, jarum inokulasi, pipet, waterbath, inkubator, dan lemari pendingin.Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan, dan antibiotik.

2.4. Cuci Tangan AseptikPada akhir tahun 1990an dan awal abad ke 21, diperkenalkan cairan alkohol untuk mencuci tangan (juga dikenal sebagai cairan pencuci tangan, antiseptik, atau sanitasi tangan) dan menjadi populer. Banyak dari cairan ini berasal dari kandungan alkohol atau etanol yang dicampurkan bersama dengan kandungan pengental seperti karbomer, gliserin, dan menjadikannya serupa jelly, cairan, atau busa untuk memudahkan penggunaan dan menghindari perasaan kering karena penggunaan alkohol. Cairan ini mulai populer digunakan karena penggunaannya yang mudah, praktis karena tidak membutuhkan air dan sabun.Penggunaan cairan sanitasi tangan berbentuk jel dan berbahan dasar alkohol dalam sebuah penelitian di Amerika pada 292 keluarga di Boston menunjukkan bahwa cairan ini mengurangi kasus diare di rumah hingga 59 persen. Dr. Thomas J. Sandora, seorang dokter di Divisi Penyakit Menular pada RS Anak-anak Boston (Division of Infectious Diseases

View more