laporan praktikum

Click here to load reader

Post on 14-Jul-2015

112 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUMHUMAN FACTOR

Disusun oleh : Kelompok Densus 991. Darussalam

(0806458800) (0806337756) (0806459021)

2. Gabriela Sabaktani Pardede (0806337623) 3. Lukat Nur Halim 4. Roberton Siahaan

5. Ruth Palupi Widya Handari (0806337983)

DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIABAB I CHOICE REACTION TIME

I.1 Dasar Teori Pengambilan keputusan sebenarnya adalah inti dari proses informasi, dimana manusia mengevaluasi alternatif dan memilih respon yang tepat. Salah satu teori klasik mengenai teori keputusan dengan metode yang rasional adalah perhitungan dari nilai ekspektasi yang diperoleh dari jumlah perkalian dengan probabilitas dari tiap-tiap alternatif: E = PiVi E = Expected value Pi = Probabilitas dari kemunculan situasi ke-i Vi = Value dari kemunculan situasi ke-i Pengambilan keputusan ini juga dipengaruhi oleh ingatan manusia terhadap stimuli yang diberikan. Sistem ingatan (memori) manusia secara konseptual terbagi atas tiga bagian, yaitu: Sensory storage, dimana ingatan ini bersifat sangat sementara dan mungkin hanya akan

diingat sampai orang tersebut selesai memberikan respon atas sebuah stimuli. Short term memory atau lebih dikenal sebagai working memory, dimana terjadi proses

penyimpan data atas stimuli yang diberikan. Long term memory, dimana dilakukan pengingatan kembali atas ingatan yang telah

tersimpan sebelumnya. Working memory adalah langkah awal dari long term memory. Informasi pada subsistem sensory memory harus melalui fase working memory terlebih dahulu dan tersimpan dalam ingatan sebelum menjadi long term memory. Proses ini termasuk long term memory dan bukan merupakan short term memory karena menggunakan ingatan praktikan mengenai bentuk angka untuk memberikan respon atas stimuli yang diberikan.

I.1.1 Long Term Memory Informasi yang diperoleh dari working memory diubah menjadi long term memory dengan mengubahnya menjadi kode, yaitu dengan memberikan arti tertentu pada informasi 2

yang diberikan dan menghubungkannya dengan informasi yang sudah lebih dahulu tersimpan dalam long term memory. Untuk memanggil kembali informasi yang sudah tersimpan, informasi yang ada harus dianalisis, dibandingkan, dan dihubungkan dengan pengetahuan yang lalu. Pemanggilan kembali informasi ini sering menjadi bagian tersulit dari penggunaan informasi yang tersimpan pada long term memory. Penggunaan mnemonics untuk mengorganisir informasi membuat pemanggilan data menjadi lebih mudah. Mnemonics yaitu menghubungkan informasi yang diperoleh dengan sesuatu yang lebih mudah diingat seperti kata tertentu atau gambar maupun suara. Ketika manusia mendapatkan stimuli dan telah menyelesaikan fase pemanggilan kembali informasi, maka orang tersebut akan memberikan respon atas stimuli tersebut. Antara saat stimuli diberikan hingga respon selesai dikerjakan ada tenggang waktu yang berbeda-beda tergantung pada orang yang menerima stimuli dan jenis stimuli yang diberikan. Tenggang waktu inilah yang kemudian dipelajari dan dikenal sebagai response time.

I.1.2 Response Time Dalam berbagai situasi, manusia diharuskan membuat respon terhadap beberapa stimuli yang mereka terima dari lingkungan. Pada saat tertentu, kecepatan reaksi orang tersebut menjadi sangat penting dalam memberikan respon. Waktu pemberian respon secara umum terbagi menjadi dua bagian, yaitu waktu reaksi dan waktu gerakan. Waktu reaksi adalah waktu sejak stimuli mulai diberikan sampai awal terjadinya respon. Sedangkan waktu sejak awal respon hingga respon tersebut selesai dilakukan dinamakan waktu gerakan (movement time). Dalam beberapa situasi, kedua waktu ini sulit dipisahkan. Waktu respon terbagi menjadi dua macam, yaitu, simple reaction time dan choice reaction time. Simple reaction time adalah waktu untuk memulai respon ketika hanya satu stimuli yang muncul, dan respon yang diharapkan selalu sama. Sedangkan choice reaction time akan kami bahas lebih lanjut pada sub bab berikut ini.

I.1.3 Choice Reaction Time Choice reaction time adalah waktu yang diperlukan ketika satu dari beberapa stimuli muncul dan setiap macamnya mengharapkan respon yang berbeda. Secara umum, semakin banyak stimuli yang mungkin muncul dan semakin banyak respon yang diharapkan, maka semakin panjang pula waktu respon yang diperlukan. Waktu respon yang dihasilkan biasanya 3

akan membentuk non-linear, tetapi dengan Hick-Hyman Law maka nilai tersebut akan diubah menjadi bentuk linear: RT = a + bH RT H a b = Response Time (sec) = jumlah informasi (bits); H = log2 n; n = jumlah stimuli = intercept = slope, information processing rate Konsekuensi dari sistem hubungan logaritma ini adalah dengan menggandakan jumlah alternatif, maka CRT akan meningkat secara konstan. Hal ini dibuktikan pada beberapa penelitian bahwa CRT meningkat sekitar 150 ms untuk setiap penggandaan jumlah alternatif. Bila ditinjau lebih lanjut, CRT adalah fungsi probabilitas dari kemunculan stimuli ketika probabilitas untuk sebuah stimuli semakin besar, maka probabilitas untuk stimuli lainnya akan menurun. Hal ini mengakibatkan peningkatan CRT. Jika stimuli yang muncul adalah stimuli dengan probabilitas tinggi, maka CRTnya akan semakin singkat, sementara jika yang muncul adalah stimuli dengan probabilitas rendah, maka CRTnya akan semakin panjang. Jika stimuli yang diharapkan tidak muncul, maka orang tersebut harus mengingat kembali respon yang harus dilakukan berdasarkan ingatannya. Selain hal-hal tersebut, masih terdapat hal-hal lain yang harus diperhatikan seperti: 1. Kesesuaian antara stimuli dan respon yang diharapkan Yang dimaksud di sini adalah tingkat dimana hubungan antara stimuli dan respon sesuai dengan pemikiran manusia. Semakin tinggi tingkat kesesuaiannya, semakin sedikit proses pengolahan informasi yang harus dilakukan. Hal ini akan memberikan hasil pembacaan yang lebih cepat, waktu respon yang lebih baik, kesalahan yang lebih sedikit, dan penurunan beban mental kerja (mental workload). Kesesuaian ini meliputi: Kesesuaian kode atau simbol dengan persepsi manusia sehingga mudah dibaca dan dipahami, Kesesuaian antara pergerakan display dan sistem kontrol dengan respon yang diinginkan, 4

Kesesuaian pengaturan posisi panel kontrol dengan posisi stimuli yang diberikan. Semakin rendah kesesuaiannya, semakin besar efek yang ditimbulkan bila dilakukan

penambahan jumlah alternatif yang mungkin akan muncul. Nyatanya, dengan tingkat kesesuaian respon yang tinggi, perbedaan waktu respon untuk percobaan dengan 2 sampai 10 alternatif stimuli dapat diabaikan.

1. Latihan Semakin sering pekerjaan tersebut dilakukan (menerima stimuli dan memberikan respon), semakin kecil efek dari penambahan jumlah alternatifnya. Berdasarkan data, setelah melakukan pekerjaan kesatu juta terlihat bahwa penambahan alternatif tidak lagi berpengaruh (perlu diperhatikan bahwa hal ini memakan waktu 11 hari tanpa berhenti menerima stimuli dan memberikan respon). 2. Peringatan CRT dapat dikurangi dengan memberikan peringatan sebelum stimuli muncul. Peringatan ini hanya untuk menandai stimuli akan muncul dan bukan stimuli mana yang akan muncul. Tapi efek dari usaha ini tergantung pada jeda waktu antara peringatan dan munculnya stimuli. Tapi pada percobaan yang pernah dilakukan oleh para ahli, diperoleh data bahwa dengan adanya peringatan ini, waktu respon semakin meningkat, tetapi menurunkan jumlah terjadinya kesalahan. 3. Jenis gerakan Semakin rumit gerakan yang harus dilakukan sebagai respon, semakin panjang pula waktu respon yang diperlukan. 4. Lebih dari satu stimuli Ketika dua stimuli memerlukan respon yang berbeda dan stimuli kedua muncul sebelum respon pertama selesai dilakukan, maka respon untuk stimuli kedua akan tertunda. Penundaan ini akan semakin panjang ketika respon pertama terdiri atas beberapa alternatif. Waktu respon untuk stimuli kedua akan lebih mendekati normal ketika stimuli kedua diberikan setelah respon pertama selesai dilakukan. Waktu respon untuk stimuli pertama secara umum tidak terpengaruh oleh waktu kemunculan stimuli kedua.

5

I.2 Pembahasan Soal I.2.1 Soal 1 Membuat analisis pengaruh jumlah stimuli/ pilihan dikaitkan dengan response time menggunakan hipotesis ANOVA. Penyelesaian Untuk mengetahui apakah ada pengaruh jumlah stimuli terhadap reaction time kami menggunakan Minitab dengan fungsi Stat ANOVA. Ada 3 level stimuli yang diberikan, yaitu 2 (4-5), 4 (3-6) dan 8(1-8) dengan masing-masing praktikan melakukan percobaan sebanyak 10 kali dan percobaan lanjutan sebanyak 60 kali. Berikut data praktikum yang diperoleh.Tabel 1.1 Pengaruh jumlah stimuli terhadap reaction time Jumlah stimuli 2 0,7188 0,5781 0,4688 0,5156 0,7031 0,7031 0,5000 0,5781 0,6875 0,5781 0,5625 0,4844 0,5000 0,5781 0,3906 0,5158 0,4844 0,5469 0,4844 0,5781 0,5156 0,5000 0,4844 0,5313 0,6250 0,5938 0,5313 0,5000 0,5156 0,6563 0,4844 Jumlah stimuli 4 0,8594 0,6875 0,6406 0,8438 1,0313 0,6406 0,8281 0,8281 0,7969 0,5781 0,7344 0,7969 0,8750 0,6406 0,5781 0,5313 0,5000 0,7344 0,8281 0,7031 0,4531 0,8281 0,9688 0,9375 0,8438 0,8281 0,5313 0,7969 0,7656 0,7344 0,7188 Jumlah stimuli 8 1,2500 0,7813 1,0938 1,1875 0,6875 1,2188 0,7969 1,0313 0,9688 0,9531 0,7656 1,0156 1,0625 0,9844 0,8906 1,0781 0,7813 0,9531 1,0156 0,9844 0,9688 1,0156 0,8750 0,9844 0,9531 0,7188 1,0156 1,0000 0,7500 0,9219 0,9219

0,4688 0,4688 0,4531 0,5000 0,5625 0,5000 0,4688 0,5469 0,4375 0,5313 0,6563 0,6094 0,4219 0,5781 0,6094 0,6875 0,4688 0,4844 0,5156 0,6094 0,5625 0,5313 0,7188 0,4688 0,5625 0,6563 0,5469 0,5313 0,5625

0,7969 0,9531 0,9375 0,6406 0,7969 0,9688 0,5938 0,7969 0,9063 0,8594 0,6406 0,7813 0,5938 0,9375 0,8594 0,6094 0,6875 0,6875 0,8125 0,8281 0,6250 0,6250 0,8281 0,6719 0,7656 0,7813 0,5781 0,7344 0,7344

1,0156 0,7969 0,8281 0,8750 0,6563 0,7813 1,2031 0,9063 0,9844 0,8750 0,8594 0,7813 1,0781 0,7813 0,9375 1,0469 0,7344 0,9531 0,8594 0,8750 0,8906 0,9844 0,8438 0,8740 0,750

View more