laporan praktek kerja lapang

Download Laporan Praktek Kerja Lapang

Post on 05-Nov-2015

26 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kgjghhfjh

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPada dasarnya, pengolahan produk teh hitam dikategorikan ke dalam dua metode: (1) Orthodox dan (2) CTC (Crushing/Perajangan, Tearing/Penyobekan, dan Curling/Penggulungan). Teh hitam orthodox adalah teh yang diolah melelui proses pelayuan sekitar 16 jam, dilanjutkan dengan penggulungan, fermentasi, pengeringan, sortasi, hingga terbentuk teh jadi. Sementara itu, teh hitam CTC merupakan teh yang diolah melalui perajangan, penyobekan, dan penggulungan daun basah menjadi bubuk kemudian dilanjutkan dengan fermentasi, pengeringan, sortasi, hingga terbentuk teh jadi.Proses penggilingan teh hitam CTC merupakan proses yang terpenting dalam proses produksi teh hitam CTC, karena proses ini yang membedakan teh hitam CTC dengan teh hitam orthodox. Dalam proses penggilingan teh hitam CTC sendiri terdapat dua tahapan proses penggilingan yang terdiri dari gilingan persiapan dan gilingan CTC. Gilingan persiapan bertujuan agar penggilingan CTC lebih efisien, sedangkan gilingan CTC berfungsi untuk melakukan penghancuran daun dengan sempurna sehingga hampir seluruh sel daunnya pecah dan menghasilkan oksidasi enzimatis senyawa polifenol yang lebih banyak.Hasil dari gilingan persiapan akan berpengaruh terhadap output dari hasil gilingan CTC. Dalam hal ini, mesin yang dioperasikan pada saat terjadinya proses penggilingan teh hitam sangat penting pengaruhnya bagi hasil akhir dari penggilingan tersebut serta dampak yang akan terjadi pada proses pengolahan selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan adanya kajian yang dapat memperkirakan tingkat efektivitas kerja dari mesin-mesin yang beroperasi pada statsiun penggilingan sehingga dapat diperoleh hasil penggilingan teh hitam yang baik dan memenuhi syarat untuk mendapatkan perlakuan lanjutan dalam proses pengolahan teh hitam secara CTC.

1.2 MaksudPraktek Kerja Lapang dimaksudkan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas dan dapat dijadikan sebagai masukan kepada PT. Perkebunan Nusantara VIII Perkebunan Ciater apakah mesin gilingan persiapan dan gilingan CTC bekerja efektif.

1

21.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum1. Membekali mahasiswa agar memperoleh pengalaman bekerja pada suatu perusahaan atau lembaga yang memiliki kaitan dengan kajian di bidang Teknik Pertanian baik secara menyeluruh atau sebagian. 2. Menambah pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai rangkaian kegiatan pada perusahaan atau institusi sebagaimana dimaksud di atas. 3. Mahasiswa dapat mengaplikasikan kemampuan pengetahuan/kajian teoritis dengan praktek-praktek nyata di lapangan serta belajar mengambil sikap (menempatkan diri) di dalam bekerja sehubungan dengan keterkaitan berbagai aspek/ bidang dalam institusi. 4. Mahasiswa dapat memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan belajar menganalisisnya untuk menawarkan suatu penyelesaian (solusi) terhadap masalah tersebut.1.3.2 Tujuan KhususMempelajari mengenai mesin penggiling pada produksi teh hitam CTC di PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Perkebunan Ciater.

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan 1.4.1 WaktuKegiatan PKL ini dilaksanakan selama 25 hari kerja, selama periode 1 s.d. 28 Juli 2013.1.4.2 TempatKegiatan PKL ini dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Perkebunan Ciater.

1.5 Deskripsi Kegiatan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat kegiatan Praktek Kerja Lapang ini secara umum di antaranya adalah:1. Konsultasi dan bimbingan dengan dosen pembimbing Praktek Kerja Lapang Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian mengenai tempat Praktek Kerja Lapang dan judul yang akan dipilih.2. Observasi ke PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Perkebunan Ciater.3. 3Konsultasi dengan pembimbing lapangan instansi PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Perkebunan Ciater mengenai judul, rencana kegiatan dan pelaksanaan kegiatan.4. Menetapkan Kajian Mengenai Mesin Penggiling Metode CTC pada Pengolahan Teh Hitam di PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Perkebunan Ciater sebagai judul yang dikaji.5. Pelaksanaan kegiatan PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Perkebunan Ciater.6. Tinjauan pustaka dan studi literatur tentang kajian yang dilaksanakan.

1.6 Metode PenulisanDalam penyusunan laporan ini, penulis menggunakan metode dan beberapa teknik penulisan dengan maksud agar memudahkan di dalam pengumpulan data, sehingga laporan ini dapat tersusun dengan lebih baik dan sesuai dengan situasi dan kondisi. Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini antara lain:1. Metode deskriptif Dalam penyusunan laporan ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam mengargumentasikan dan memaparkan permasalahan secara terperinci sesuai dengan data dan fakta yang ada.2. ObservasiMetode ini dilakukan dengan melaksanakan secara langsung kegiatan di perusahaan/pabrik melalui teori yang kemudian diterapkan dalam bentuk kegiatan atau Praktek Kerja Lapang (PKL).3. InterviewPenulis mengumpulkan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung. Hal ini dilakukan untuk memperoleh suatu informasi yang tepat dan jelas yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan.4. Studi literaturDalam hal ini penulis mengumpulkan data dengan cara mencari serta membaca literatur berupa jurnal penelitian, artikel, maupun e-book di internet serta buku yang ada kaitannya dengan pembahasan masalah.

BAB IIPROSES PRODUKSI TEH HITAM CTC DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII (PERSERO) PERKEBUNAN CIATER

2.1 Jenis KegiatanJenis kegiatan yang dilakukan adalah mempelajari dan mengetahui melalui observasi dan wawancara mengenai proses pengolahan teh hitam CTC di PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Perkebunan Ciater (selanjutnya ditulis Perkebunan Ciater), khususnya melakukan perbandingan penggunaan mesin gilingan persiapan dan gilingan CTC.

2.2 Alat dan Bahan KegiatanAdapun alat dan bahan yang digunakan selama Praktek Kerja Lapang di Perkebunan Ciater adalah sebagai berikut:2.2.1 Alat 1. Mesin gilingan persiapan (Rotorvane 15) 2. Mesin gilingan CTC 3. Meteran 4. Termometer bola kering dan bola basah2.2.2 Bahan 1. Daun teh

2.3 Tahapan ProsesPengolahan pucuk daun teh merupakan proses mengubah komposisi kimia pucuk daun teh segar menjadi hasil olahan yang dapat memunculkan sifat-sifat yang dikehendaki pada air seduhannya, yaitu warna, rasa dan aroma. Kriteria ini dapat dicapai dengan bahan mentah dan cara pengolahan yang baik yaitu sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan didukung oleh kondisi peralatan dan mesin yang baik.

4Pengolahan teh hitam di pabrik Perkebunan Ciater menggunakan dua sistem, yaitu CTC (Crushing, Tearing, Curling) dan Orthodoks. Namun yang dibahas hanyalah proses CTC, khususnya dalam proses penggilingan yang meliputi gilingan persiapan dan gilingan CTC. Hal ini dikarenakan proses pengolahan teh hitam CTC masih terbilang baru digunakan di Perkebunan Ciater sehingga diperlukan suatu kajian mengenai efektivitas penggunaan mesin penggiling sebagai bahan masukan kepada Perkebunan Ciater.

5Secara umum, proses pengolahan teh hitam CTC dapat digambarkan pada bagan alir berikut:

Pengangkutan dan Penerimaan Bahan BakuPelayuanPenggilinganOksidasi EnzimatisPengeringanSortasiPengepakanPenyimpananPengangkutanAnalisa petik dan pucukPengujian MC basahPengujian kontaminasiAnalisa petik min 60%Analisa pucuk min 70%Bebas kontaminasiPengujian kerataan layuanPengujian MC basahPengujian densitasPemeriksaan suhu bubukGreen Dhool TastingPemeriksaan suhu bubukPengujian MC keringTea tasting seri pengeringanPengujian MC teh jadiPengujian densitasTea tasting (scoring)Pengujian MC pengepakanPengujian densitasTea tasting (scoring)Pemeriksaan ketinggian palletPemeriksaan kelengkapan kemasanPemeriksaan: SPA, TTP, PPT, BA pengangkutanMC layu 68-71% bbKerataan layuan min 90%Densitas sesuai standarSuhu maks 35 CWarna air coloury dan Liquor Strength not bitterSuhu akhir oksidasi enzimatis 26-28 CMC kering 2,0-3,5% bbTidak ada cacat dalam rasaMC teh jadi eksport maks 4% bbMC teh jadi lokal maks 6% bbDensitas sesuai standarTidak ada cacat dalam rasaKenampakan sesuai standarMC pengepakan maks 5% bbDensitas sesuai standarTidak ada cacat dalam rasaKenampakan sesuai standar

Gambar 1. Bagan Alir Proses Pengolahan Teh Hitam CTCSumber: SOP PTP. Nusantara VIII

62.3.1 Pengangkutan dan Penerimaan Bahan Baku Pucuka. Pengangkutan Bahan Baku PucukPucuk teh yang telah ditimbang di los pucuk kemudian diangkut ke pabrik. Pengangkutan pucuk di Perkebunan Ciater dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pukul 10.00 dan 13.00. Pengangkutan dilakukan dengan truk yang diberi penutup, agar pucuk terhindar dari sinar matahari. Kapasitas truk yaitu 2,5 ton atau sekitar 100 waring sack. Isi pucuk tiap waring sack/kontainer maksimal 25 kg dan tidak dijejal, dengan ukuran keliling waring sack/kontainer 126-140 cm dan tinggi 100 cm dalam keadaan sudah diikat. Diusahakan pengangkutan dengan truk tidak menyebabkan pucuk tergencet karena pucuk ketika tiba di pabrik harus dalam keadaan utuh, segar/tidak nyeupan dengan persentase rusak/gencet maksimal 5%. Kapasitas truk disesuaikan dengan ukuran luas bak truk di masing-masing kebun, maksimal 7 (tujuh) waring sack/kontainer per m2. Namun kenyataannya, masih terjadi pengangkutan dengan muatan truk berlebih. Hal ini seharusnya tidak diijinkan dan dilakukan penanganan agar pucuk teh tidak rusak selama pengangkutan.b. Penerimaan Bahan Baku PucukSetelah sampai di pabrik, pucuk ditimbang ulang dan dilakukan pemeriksaan berdasarkan Surat Perintah (SP). Penimbangan dilakukan di tempat penimbangan truk (statsiun timbangan). Setelah dari kebun dan membawa pucuk segar, truk beserta isinya ditimbang. Kemudian truk menuju ke ruang pelayuan untuk menurunkan pucuk segar dari truk. Setelah pucuk segar diturunkan, truk kosong ditimbang lagi di tempat penimbangan. Pada saat penimbangan berlangsung, penumpang dan barang lainnya yang tidak berkaitan dengan penimbangan pucuk tidak dibenarkan untuk