laporan praktek

Download laporan praktek

Post on 26-Sep-2015

40 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Praktek Kesehatan Masyarakat

TRANSCRIPT

65

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangBahan-bahan berbahaya merupakan bahan-bahan yang selama pembuatannya, pengolahannya, pengangkutannya, penyimpanan dan penggunannya mungkin menimbulkan atau membebaskan debu-debu, kabut, uap-uap, gas-gas, serat atau radiasi mengion yang mungkin menimbulkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, mati lemas, keracunan, dan bahaya-bahaya lain dalam jumlah yang meungkinkan gangguan kesehatan orang yang bersangkutan dengannya atau menyebabkan kerusakan kepada barang-barang atau harta kekayaan. (Sumamur, 1997)Sedangkan bahan-bahan beracun merupakan bahan kimia yang dalam jumlah yang relatife kecil berbahaya bagi kesehatan bahkan juga jiwa manusia. Bahan-bahan demikian dipergunakan, diolah dan dipakai dalam serta dihasilkan oleh pekerjaan. Keselamatan kerjanya sangat penting. Bahan beracun mungkin terdapat dalam bentuk padat, cairan, gas, uap, kabut, awan dan asap. Keracunan terjadi sebagai akibat penghirupan melalui pernafasan, pencernaan melalui makan dan minum, dan peresapan melalui kulit. Organ-organ yang dikenai tergantung dari jenis racun, jalan masuk kedalam tubuh, sifat kimiawi bahan-bahan dan faktor-faktor tenaga kerjanya. Selain itu, suatu bahan mungkin memiliki bahaya yang jamak sehingga mungkin akan tergolong lebih dari satu. Misalkan benzene mungkin mengakibatkan intoksikasi jika uapnya dihirup dan pada waktu yang bersamaan cairan tersebut akan menjadi sebab kebakaran dan uapnya mengakibatkan peledakan. Maka mungkin saja benzene sewaktu-waktu dikelompokkan sebagai bahan toksik atau sebagai cairan yang mudah terbakar. (Sumamur, 1997)Saat ini seperti kita ketahui bersama bahwa dunia telah memiliki jutaan jenis bahan kimia dan selalu bertambah setiap harinya. Banyaknya jumlah dan jenis bahan kimia yang beredar di dunia saat ini tentu memiliki risiko bahaya yang memerlukan penanganan dan perlakuan khusus oleh penggunanya. Keberadaan Material safety Data Sheet (MSDS) di dunia tidak terlepas dari adanya unsur resiko dan kebahayaan dari bahan kimia yang digunakan baik terhadap manusia maupun bagi lingkungan sekitarnya. Banyaknya jenis bahan kimia yang juga memiliki jenis dan sifat bahaya yang berbeda-beda telah membuat dunia secara Internasional dan regional memandatkan untuk selalu menyediakan lembaran Material safety Data Sheet (MSDS) sebelum suatu bahan kimia diperjual-belikan. Hal ini menjadi esensial sifatnya karena Material safety Data Sheet (MSDS) adalah sumber informasi yang menjadi bahan untuk Komunikasi Bahaya baik oleh Perusahaan atau oleh konsumen / end user yang akan mempergunakan bahan tersebut. MSDS berisikan informasi penting dari unsur / senyawaaan / campuran bahan kimia yang digunakan.Format MSDS, beserta penandaan atau labelling-nya dikenal dengan nama Global Harmonized System (GHS), merupakan suatu pendekatan umum dan logis yang terharmonisasi secara global untuk mendefinisikan dan mengklasifikasikan bahaya bahan kimia serta mengkomunikasikan informasi tersebut pada label dan Lembar Data Keselamatan Bahan/LDKB (Material Safety Data Sheet). Penerapan GHS dalam sektor industri kimia akan mempermudah jalur perdagangan internasional dan menghilangkan berbagai kesulitan yang terjadi saat ini. Sementara dalam skala nasional, Indonesia memerlukan perubahan terkait dengan Format MSDS beserta klasifikasi dan simbol didalamnya. Perubahan ini tentunya memerlukan kerja sama antar Departemen seperti Depnakertrans, Deperindag, DepLH, DepKes, dll. Perubahan terutama dalam hal peraturan yang terkait dengan adopsi MSDS di Indonesia memerlukan pembahasan antar Departemen dimana diperlukan penyamaan visi dan misi dalam membantu target implementasi GHS secara menyeluruh pada tahun 2008.Informasi yang disediakan oleh MSDS akan digunakan untuk mengembangkan perlindungan yang sesuai bagi pekerja atau konsumen dan tindakan yang diperlukan untuk melindungi lingkungan hidup. Seringkali kita jumpai kejadian penggunaan bahan kimia tanpa disertai pengetahuan mengenai bahan tersebut, akibatnya adalah banyak terjadi kasus-kasus merugikan yang disebabkan kecerobohan semacam ini.

B. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran penyediaan dan penggunaan MSDS pada bahan berbahaya dan beracun akibat kerja di PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.2. Tujuan KhususTujuan khusus dalam praktik kesehatan masyarakat untuk:a. Mengidentifikasi masalah penyediaan dan pengguanaan MSDS di PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.b. Menentukkan prioritas masalah dalam penyediaan dan penggunaan MSDS di PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.c. Mengetahui penyebab masalah dalam penyediaan dan pengguanaan MSDS di PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.d. Memberikan alternative pemecahan masalah penyediaan dan penggunaan MSDS di PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.

C. Manfaat Praktik Kesehatan Masyarakat1. Bagi PT. Caprifarmindo Lab.a. Memberikan masukan atau saran mengenai permasalahan yang masih ada dalam penyediaan dan penggunaan MSDS di PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.b. Dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan bermanfaat antara PT. Caprifarmindo Lab. Dengan Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi.2. Bagi program studi kesehatan masyrakatc. Sebagai sarana untuk membina kerjasama dengan PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.a. Sebagai tempat untuk menambah ilmu serta wawasan bagi mahasiswa Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi.

3. Bagi mahasiswaa. Menambah wawasan dan proses pembelajaran, serta dapat membandingkan teori dengan kenyataan sebenarnya atau dalam pengaplikasiannya.b. Membantu mahasiswa untuk mengetahui, mengenali, memahami, mengerti cara penyediaan dan pengguanaan MSDS

D. Waktu praktik kesehatan masyarakatKegiatan praktik kesehatan masyarakat dilaksanakan selama 20 hari, mulai tanggal 19 Januari sampai dengan 19 Februari 2015 dan berlangsung selama 5 minggu. Waktu hari kerja yaitu dari hari senin sampai dengan jumat.

E. Ruang lingkup praktik kesehatan masyarakatRuang lingkup praktik kesehatan masyarakat disini hanya membatasi mulai dari; mengidentifikasi, mengenali, memahami, cara pengenalan serta mengetahui penyediaan dan penggunaan MSDS di PT. Caprifarmindo Vet-Vaccine Plant 3.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Bahan Berbahaya dan BeracunBahan-bahan berbahaya adalah bahan-bahan yang selama pembuatannya, pengolahannya, pengangkutannya, penyimpanan dan penggunannya mungkin menimbulkan atau membebaskan debu-debu, kabut, uap-uap, gas-gas, serat atau radiasi mengion yang mungkin menimbulkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, mati lemas, keracunan, dan bahaya-bahaya lain dalam jumlah yang memungkinkan gangguan kesehatan orang yang bersangkutan dengannya atau menyebabkan kerusakan kepada barang-barang atau harta kekayaan (Sumamur, 1997).Sedangkan bahan-bahan beracun adalah bahan kimia yang dalam jumlah relatif kecil berbahaya bagi kesehatan bahkan juga jiwa manusia. Bahan beracun mungkin terdapat dalam bentuk padat, cairan, gas, uap, kabut, awan dan asap. Keracunan terjadi sebagai akibat penghirupan melalui pernafasan, pencernaan melalui makanan dan minum, dan peresapan melalui kulit (Sumamur, 1997).Bahan kimia merupakan semua materi dalam bentuk cairan, padat atau gas, berupa unsur atau senyawa dalam bentuk tunggal atau campuran dan mempunyai sifat khusus. Bahaya merupakan kapasitas yang melekat dari suatu bahan atau campuran yang menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan, keselamatan, dan keamanan lingkungan. Pernyataan bahaya dimaksudkan untuk tiap kategori dan kelas bahaya yang menguraikan sifat dasar bahaya suatu bahan kimia dan jika perlu termasuk tingkat bahayanya. Sedangkan dalam pernyataan kehati-hatian berisi suatu frasa yang menguraikan tindakan yang dianjurkan untuk dilakukan dalam rangka mengurangi atau mencegah timbulnya resiko.Peraturan Pemerintah No. 74 Th. 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengertian B3 (Pasal1)Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat dengan B3 adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya (Peraturan Pemerintah No. 74 Th. 2001).Pasal 5 Ayat 1, B3 dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. mudah meledak (explosive)2. pengoksidasi (oxidizing)3. sangat mudah sekali menyala (extremely flammable)4. sangat mudah menyala (highly flammable)5. mudah menyala (flammable)6. amat sangat beracun (extremely toxic)7. sangat beracun (highly toxic)8. beracun (moderately toxic)9. berbahaya (harmful)10. korosif (corrosive)11. bersifat iritasi (irritant)12. berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)13. karsinogenik (carcinogenic14. teratogenik (teratogenic)15. mutagenik (mutagenicBerdasarkan karakteristik B3 diatas, maka dikatakan dalam Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2001 Pasal 15 Ayat 1: Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan label serta dilengkapi dengan Lembar Data Keselamatan Bahan/LDKB (Material Safety Data Sheet).

B. Material Safety Data Sheet (MSDS)/LDKBLembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet/MSDS) yang selanjutnya disingkat LDKB merupakan lembar petunjuk yang berisi informasi bahan kimia meliputi sifat fisika, kimia, jenis bahaya yang ditimbulkan, cara penanganan, tindakan khusus dalam keadaan darurat dan informasi lain yang diperlukan (Peraturan Menteri Perindustrian RI No.87 Tahun 2009).Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.Kep 187 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja pasal 2 menjelaskan bahwa, pengusaha atau pengurus yang menggunakan, menyimpan, memakai, produksi dan mengangkut, bahan kimia berbahaya ditempat kerja wajib mengendalikan bahan kimia berbahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.Kep 187 Tahun 1999).Pengendalian bahan kim