laporan pkt biokimia

Download laporan PKT biokimia

Post on 27-Dec-2015

32 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PRAKTIKUM KIMIA TERPADULABORATORIUM BIOKIMIA

ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI BEBERAPA TANAMAN SERTA UJI AKTIVITAS SENYAWA METABOLIT SEKUNDERNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN ANTIKOLESTEROL

Disusun Oleh :1. Ferdiansyah A.R. NIM. 240301111300362. Rosihan Azwar NIM. 240301111300483. Qisthy Hanifati H. NIM. 240301111300664. Idi Auliya Rahman NIM. 24030111140094

JURUSAN KIMIAFAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKAUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2014BAB IPENDAHULUAN

I.1 Latar BelakangMikroba endofit adalah mikroba yang hidup dalam jaringan tanaman. Mikroba ini hidup di antara sel tumbuhan dan bersimbiosis mutualisme dengan inangnya (Kumala, dkk, 2006). Strobel dan Daisy (2003) dan Radji (2005) menyatakan bahwa beberapa tanaman yang memproduksi senyawa bioaktif juga berasosiasi dengan mikroba endofit, dimana akan memproduksi senyawa serupa dengan tanaman inangnya. Dari sekitar 300.000 jenis tanaman di muka bumi ini, masing-masing tanaman mengandung satu atau lebih mikroorganisme endofit yang terdiri dari fungi dan bakteri (Strobe dan Daisy, 2003). Bakteri endofit merupakan bakteri saprofitik yang dapat diperoleh dari tanaman dan dapat berperan sebagai penghasil beragam senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif yang dihasilkan dapat berfungsi antara lain sebagai antibiotik, inhibitor enzim, dan senyawa bioaktif lainnya (Lestari, 2006).

I.2 Tujuan Penelitian1. Menumbuhkan bakteri endofit pada media agar miring. 2. Mendapatkan isolat bakteri endofit yang bersimbiosis dengan :a. bawang bombayb. daun sirsak c. daun salam

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

II.1.Bawang BombayBawang bombay atau allium cepa sering digunakan dalam masakan. Teksturnya renyah manis dan menambah wangi serta kelezatan masakan. Seperti banyak bahan makanan lainnya, bawang bombay juga diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan dengan pembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan yang berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu atau monokotil) Sub Kelas: Liliidae Ordo: Liliales Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan) Genus: Allium Spesies: Allium cepa L.

Khasiat bawang bombai sangat banyak, yaitu antioksidan alami, mampu menekan efek sinogenik dari senyawa radikal bebas. Bawang bombai juga dipakai secara umum untuk menyembuhkan berbagai penyakit pencernakan, flu, kembung, mual,maag, disentri, dan membunuh cacing dalam perut. Sifat senyawa bawang bombai bersifat hipolipidemik, yaitu dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Mengkonsumsi satu suing bawang bombai dapat meningkatkan kadar kolesterol 'baik' sebesar 30%.Manfaat lainnya, dapat menyembuhkan penyakit radang hati, radang sendi, radang tonsil, radang pada tenggorokan, serta radang telinga. Menurut penelitian yang dilakukan Dr.Victor Gurewich dari Tufts University, Massachusetts - AS, mengungkapkan bahwa mengkonsumsi satu buah bawang bombay terutama jenis putih & kuning setiap hari dapat menekan kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan jumlah HDL (Kolesterol Baik) hingga 30%. Menurut National Center Institute - USA, orang yang banyak menyantap bawang bombay memiliki resiko terkena kanker perut lebih rendah 50% dibanding yang tidak. II.1.1 Kandungan Kimia Bawang Bombay

II.2.Daun SirsakKingdom : PlantaeDivisi : SpermatophytaSub Divisi : AngiospermaeKelas : DicotiledonaeOrdo : MagnolialesFamili : Annonaceae Genus : AnnonaSpecies : Annona muricata L. Sirsak merupakan tanaman dengan tinggi pohon sekitar 8 meter. Batang coklat berkayu, bulat, bercabang. Mempunyai daun bebentuk telur atau lanset, ujung runcing, tepi rata, pangkal meruncing, pertulangan menyirip, panjang tangkai 5 mm, hijau kekuningan. (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991).Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, minyak esensial, reticuline, loreximine, coclaurine, annomurine, higenamine. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak. Biji bersifat racun dan dapat digunakan sebagai insektisida alami, seperti juga biji srikaya. Daun sirsak bermanfaat menghambat sel kanker dengan menginduksi apoptosis, antidiare, analgetik, anti disentri, anti asma, anthelmitic, dilatasi pembuluh darah, menstimulasi pencernaan, mengurangi depresi (McLaughlin, 2008).

II.3.Daun SalamKerajaan: PlantaeDivisi: magnoliophytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: MyrtalesFamili: MyrtaceaeGenus: SyzygiumSpesies: SyzygiumpolianthumDaun salam digunakan terutama sebagai rempah pengharum masakan di sejumlah negeri diAsia Tenggara, baik untuk masakan daging,ikan,sayurmayur, maupunnasi. Daun ini dicampurkan dalam keadaan utuh, kering ataupun segar, dan turut dimasak hingga makanan tersebut matang. Rempah ini memberikan aroma herba yang khas namun tidak keras. Di pasardan di dapur, salam kerap dipasangkan dengan laosalias lengkuas.Kayunya berwarna coklat jingga kemerahan dan berkualitas menengah. Kayu yang tergolong ke dalam kayu kelat (nama perdagangan) ini dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Kulit batang salam mengandung tanin, kerap dimanfaatkan sebagai ubar (untuk mewarnai dan mengawetkan) jala, bahan anyaman dari bambu dan lain-lain. Kulit batang dan daun salam biasa digunakan sebagai bahan ramuan tradisional untuk menyembuhkan sakit perut. Buah salam dimakan orang juga, meski hanya anak-anak yang menyukainya.

II.4.Bakteri Endofit Mikroba endofitik adalah mikroba yang hidup dalam jaringan tanaman. Mikroba ini hidup di antara sel tumbuhan dan bersimbiosis mutualisme dengan inangnya (Kumala dkk, 2006) . Mikroba endofit hidup di dalam jaringan tanaman pada periode tertentu dan mampu hidup dengan membentuk koloni dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan inangnya. Beberapa tanaman yang memproduksi senyawa bioaktif juga berasosiasi dengan mikroba endofit yang memiliki kemampuan memproduksi senyawa bioaktif yang sama. Dari sekitar 300.000 jenis tanaman di muka bumi ini, masing-masing tanaman mengandung satu atau lebih mikroorganisme endofit yang terdiri dari fungi dan bakteri (Strobel dan Daisy, 2003). Bakteri endofit merupakan bakteri yang hidup pada jaringan tanaman tanpa merusak jaringan tanaman tersebut. Bakteri endofit dapat diisolasi dari permukaan jaringan tanaman yang steril atau diekstraksi dari jaringan tanaman bagian dalam. Bakteri endofit gram positif dan gram negatif telah banyak diisolasi dari beberapa jaringan tanaman. Endofit masuk ke dalam jaringan tanaman terutama melalui akar dan bagian tanaman lain yang terpapar udara luar seperti bunga, batang, dan kotiledon dapat juga dilalui. Secara khusus, bakteri masuk ke jaringan melalui jaringan yang berkecambah, akar, stomata, maupun jaringan yang rusak (Zinniel dkk., 2002). Pada penelitian yang dilakukan oleh Irawan (2009), sebanyak 46 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi dari tanaman temulawak, brotowali, ciplukan dan jambu biji. Beberapa isolat bakteri endofit ini memiliki kemampuan beragam sebagai penghasil inhibitor -glukosidase.

II.5Anti BakteriAntibakteri adalah senyawa yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri yang bersifat merugikan. Pengendalian pertumbuhan mikroorganisme bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit dan infeksi, membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi, dan mencegah pembusukan serta perusakan bahan oleh mikroorganisme (Sulistyo, 1971). Antimikrobia meliputi golongan antibakteri, antimikotik, dan antiviral (Ganiswara, 1995).Mekanisme penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri oleh senyawa antibakteri dapat berupa perusakan dinding sel dengan cara menghambat pembentukannya atau mengubahnya setelah selesai terbentuk, perubahan permeabilitas membran sitoplasma sehingga menyebabkan keluarnya bahan makanan dari dalam sel, perubahan molekul protein dan asam nukleat, penghambatan kerja enzim, dan penghambatan sintesis asam nukleat dan protein. Di bidang farmasi, bahan antibakteri dikenal dengan nama antibiotik, yaitu suatu substansi kimia yang dihasilkan oleh mikroba dan dapat menghambat pertumbuhan mikroba lain. Senyawa antibakteri dapat bekerja secara bakteriostatik, bakteriosidal, dan bakteriolitik (Pelczar dan Chan, 1988). Menurut Madigan dkk. (2000), berdasarkan sifat toksisitas selektifnya, senyawa antimikrobia mempunyai 3 macam efek terhadap pertumbuhan mikrobia yaitu: 1. Bakteriostatik memberikan efek dengan cara menghambat pertumbuhan tetapi tidak membunuh. Senyawa bakterostatik seringkali menghambat sintesis protein atau mengikat ribosom. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan antimikrobia padakultur mikrobia yang berada pada fase logaritmik. Setelah penambahan zatantimikrobia pada fase logaritmik didapatkan jumlah sel total maupun jumlah selhidup adalah tetap.2. Bakteriosidal memberikan efek dengan cara membunuh sel tetapi tidak terjadi lisis sel atau pecah sel. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan antimikrobia padakultur mikrobia yang berada pada fase logaritmik. Setelah penambahan zatantimikrobia pada fase logaritmik didapatkan jumlah sel total tetap sedangkanjumlah sel hidup menurun.3. Bakteriolitik menyebabkan sel menjadi lisis atau pecah sel sehingga jumlah selberkurang atau terjadi kekeruhan setelah penambahan antimikrobia. Hal iniditunjukkan dengan penambahan antimikrobia pada kultur mikrobia yang beradapada fase logaritmik. Setelah penambahan zat antimikrobia pada fase logaritmik,jumlah sel total maupun jumlah sel hidup menurun.Mekanisme penghambatan antibakteri dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu menghambat sintesis dinding sel mikrobia, merusak keutuhan dinding selmikrobia, menghambat sintesis protein sel mikrobia, menghambat sintesis asamnukleat, dan merusak asam nukleat sel mikrobia (Sulistyo, 1971).

BAB IIIMETODE PENELITIAN

Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu preparasi dan sterilisasi sampel dilanjutkan