laporan pengujian lapangan · pdf filelaporan hasil pengujian lapangan-metode sasw ... inversi...

Click here to load reader

Post on 31-Jan-2018

229 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN HASIL PENGUJIAN LAPANGAN

    JALAN NASIONAL PIYUNGAN GADING JALAN PROPINSI PRAMBANAN PAKEM

    PENGUKURAN NILAI STIFFNESS BAHAN DAN TEBAL LAPISAN PROFIL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SASW (Spectral Analysis of Surface Waves)

    Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., M.Sc.(C.Eng), PE. Sentot Hardwiyono, BE., Ir., M.T. Pakar Bidang Teknik SASW dan NDT Evaluasi Perkerasan

    YOGYAKARTA JULI, 2004

  • - 2 -

    LAPORAN HASIL PENGUJIAN LAPANGAN PENGUKURAN NILAI STIFFNESS BAHAN DAN TEBAL LAPISAN PROFIL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SASW (Spectral Analysis of Surface Waves)

    Penguji/Penganalisis,

    Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., M.Sc.CE., PE.

    Sentot Hardwiyono, Ir., MT.

    Alamat

    Email

    Sri Atmaja P. Rosyidi Sentot Hardwiyono Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl.HOS Cokroaminoto No.17, 55235 Yogyakarta Mobile Phone : +62-(0) 8157 909 887 Fax: +62-274-618166 [email protected]

    Laporan Hasil Pengujian Lapangan-Metode SASW Jalan Nasional Piyungan Gading dan Jalan Propinsi Prambanan-Pakem

  • - 3 -

    ABSTRAK Laporan ini menyajikan penerapan metode spectral-analysis-of-surface-waves (SASW) sebagai metode pengukuran lapangan tanpa merusak (in situ non-destructive testing) untuk mengukur nilai stiffness/kekakuhan bahan lapisan perkerasan dalam unit modulus elastisitas pada setiap kedalaman profilnya. Metode SASW merupakan metode baru yang menggunakan prinsip penyebaran gelombang permukaan sehingga data yang diukur di lapangan merupakan data perambatan gelombang di permukaan perkerasan jalan. Analisis SASW yang dilakukan menggunakan metode perbedaan fase untuk membuat kurva penyebaran kecepatan gelombang Rayleigh dan metode inversi sederhana untuk menentukan profil perkerasan jalan. Pengukuran dilakukan pada ruas Jalan Prambanan-Pakem dan Jalan Piyungan-Gading yang diambil masing-masing secara spot sebanyak 10 titik. Hasil pengukuran menunjukkan terdapat berbagai variasi modulus elastik pada lapisan permukaan aspal, fondasi atas, fondasi bawah dan tanah dasar. Beberapa persamaan korelasi empirik modulus elastisitas juga digunakan untuk menentukan daya dukung tanah dalam nilai CBR dan DCP pada lapisan fondasi dan tanah dasar.

    Laporan Hasil Pengujian Lapangan-Metode SASW Jalan Nasional Piyungan Gading dan Jalan Propinsi Prambanan-Pakem

  • - 4 -

    DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL 1 ABSTRAK 3 DAFTAR ISI 4 BAB I DESKRIPSI METODE SASW 5 BAB II HASIL PENGUJIAN 10

    1. PRAMBANAN PAKEM 12 2. PIYUNGAN GADING 27

    Laporan Hasil Pengujian Lapangan-Metode SASW Jalan Nasional Piyungan Gading dan Jalan Propinsi Prambanan-Pakem

  • - 5 -

    BAB I DESKRIPSI METODE SASW 1. PENDAHULUAN

    Keunggulan dari metode SASW ini adalah sifat pengujiannya yang tidak memberikan sebarang kerusakan pada struktur, metode ini murah dalam pelaksanaannya dan cepat untuk proses analisis hasilnya. Perkembangan metode SASW meliputi sejumlah pengujian dan riset yang telah dijalankan untuk berbagai jenis infrastruktur dan penggunaan teknik analisis yang diautomasi sepenuhnya. Aplikasinya yang pertama telah dilakukan oleh Nazarian (1984) dan Nazarian & Stokoe (1984) yang menjelaskan penggunaan SASW kepada analisis kekakuan tanah dan struktur timbunan jalan. Dalam studinya, hasil pengukuran SASW telah dibandingkan dengan pengujian lubang silang (cross hole) dan mendapati hasil pengujian SASW memiliki ketepatan yang tinggi. Pengujian yang sama juga telah dilakukan oleh Hiltunen & Woods (1988) yang menghasilkan korelasi yang memuaskan dari kedua metode pengujian. Penggunaan teknik SASW telah didapati berhasil untuk beberapa pengujian lapangan diantaranya studi karateristik fondasi bangunan (Madshus & Westerdhal 1990; Stokoe et al. 1994), pengukuran lapangan nilai kekakuhan tanah (Matthews et al. 1996), penilaian struktur beton (Rix et al. 1990; Cho 2002), pendeteksian lapisan pada struktur motar semen (Cho et al. 2001), penilaian kepadatan suatu struktur tanah timbunan (Kim et al. 2001) dan struktur fondasi (ballast) jalan kereta api (Zagyapan et al. 2002). Haupt (1977), Dravinsky (1983), Curro (1983) dan Gucunski et al. (1996, 2000) telah menunjukkan bahwa gelombang permukaan sangat sensitif kepada anomali (contohnya pengaruh keretakan dan lubang dalam struktur yang tidak homogen) yang terletak di permukaan suatu media. Hasil kajian tersebut menunjukkan potensi penggunaan SASW yang cukup luas untuk penilaian pemeliharaan suatu struktur.

    1.2 PROSES ANALISIS DALAM METODE SASW

    Tahapan analisis data gelombang permukaan dalam metode SASW terbagi dalam 3 proses utama (Nazarian & Stokoe 1984) , yaitu : a. Proses pengambilan data di lapangan, menggunakan penganalisis spektrum

    (spectrum analyzer), sumber gelombang dan sensor (accelerometers), sebagaimana terlihat dalam Gambar 1.1 dan 1.2. Penganalisis spektrum menggunakan unit akuisisi 01dB buatan Perancis dan sensor DJB berkapasitas 20 KHz.

    b. Pembuatan kurva penyebaran kecepatan gelombang Rayleigh melawan frekuensi

    atau panjang gelombang,

    Laporan Hasil Pengujian Lapangan-Metode SASW Jalan Nasional Piyungan Gading dan Jalan Propinsi Prambanan-Pakem

  • - 6 -

    c. Proses inversi untuk mendapatkan profil akhir menggunakan metode inversi sederhana (simple inversion method).

    Gambar 1.1 Spectrum Analyzer Gambar 1.2 Sensor Gelombang 1.3 PROSEDUR PENGAMBILAN DATA DI LAPANGAN

    Prosedur yang digunakan untuk melakukan pengukuran analisis spektrum gelombang permukaan di lapangan adalah mengikut urutan sebagai berikut:

    1. Menentukan satu set jarak sensor (d) yang terdiri dari beberapa ukuran jarak diantara sensor yang berbeda dan pengukuran jarak dari letak sumber gelombang dengan sensor terdekat. Nilai jarak ini kemudiannya dilebarkan secara berganda, biasanya dimulai dengan jarak yang terpendek (Gambar 1.3).

    2. Memilih sebuah sumber gelombang dan sepasang sensor yang tepat untuk setiap

    wilayah frekuensi yang telah ditentukan. Oleh yang demikian, untuk menghasilkan pergerakan gelombang dalam wilayah frekuensi yang diperlukan dalam sesuatu pengukuran, beberapa set berat dan bentuk sumber gelombang perlu digunakan bagi memperolehi isyarat yang baik.

    3. Mengukur dan menentukan garis tengah imajiner dalam susunan sensor.

    Seterusnya dua sensor dengan spesifikasi yang sama, diletakkan dalam satu garis lurus di atas permukaan lapisan yang telah diukur mengikut konfigurasi titik tengah sensor (Gambar 1.4). Sensor juga harus terlekat secara baik agar dapat mendeteksi pergerakan gelombang dengan jelas dan tidak terdapat gangguan pada perpindahan fase akibat reaksi yang berbeda dari sensor. Seterusnya penganalisis spektrum diatur untuk menunjukkan operasi spektrum tenaga, fungsi perpindahan atau spektrum tenaga silang dan fungsi koheren.

    Laporan Hasil Pengujian Lapangan-Metode SASW Jalan Nasional Piyungan Gading dan Jalan Propinsi Prambanan-Pakem

  • - 7 -

    Gambar 1.3 Penentuan letak sensor dan sumber gelombang dalam pengukuran

    Gambar 1.4 Konfigurasi Titik Tengah Sensor dalam pengukuran

    4. Menghasilkan gelombang dari sumber gelombang pada permukaan media yang memberikan reaksi menegak pada kedua sensor. Penghasilan dan perekaman gelombang dilakukan secara berulang kali untuk memperoleh sinyal rata-rata dalam domain frekuensi.

    5. Mengubah kedudukan sensor yang disesuaikan dengan jarak pengesan dan

    sensor yang telah ditetapkan pada tahap pertama. Kemudian tahap dua hingga enam di atas diulangi sehingga pengujian dilakukan bagi semua jarak pengesan. Dalam kajian SASW ke atas profil turapan, penggunaan konfigurasi pengukuran profil depan (forward profile measurement) saja dapat dijalankan bagi keseluruhan jarak sensor. Ini karena profil perkerasan memiliki tebal lapisan yang teratur dan seragam secara horisontal serta tidak memiliki lapisan miring (dip slope). Oleh itu pengukuran profil kebalikan (reverse profile measurement) dapat diabaikan.

    1.4 CARA ANALISIS DAN PENAFSIRAN DATA

    Tahapan cara analisis dan penafsiran data dijelaskan dalam diagram di bawah ini :

    Laporan Hasil Pengujian Lapangan-Metode SASW Jalan Nasional Piyungan Gading dan Jalan Propinsi Prambanan-Pakem

  • - 8 -

    Mulai

    Data Analog Gelombang

    Analisis FFT

    Analisis Spektrum

    Data Beda Fase

    Analisis 1

    Perhitungan Kecepatan dan Panjang Gelombang Rayleigh

    Kurva Penyebaran Kecepatan Gelombang Rayleigh Lapangan

    Analisis 2

    Proses Fitting/Penyesuaian Kurva Model Lapangan

    Dengan Inversi Sederhana

    Hitung Tingkat Kesalahan Fitting

    Cek Hasil Akhir

    Profil Model dapat digunakan

    Hasil Akhir

    selesai

    Analisis 3

    Proses Iterasi

    Gambar 1.5 Bagan alir analisis SASW

    Laporan Hasil Pengujian Lapangan-Metode SASW Jalan Nasional Piyungan Gading dan Jalan Propinsi Prambanan-Pakem

  • - 9 -

    Analisis 1

    Dalam tahapan ini data digital gelombang ditransformasikan kepada domain frekuensi menggunakan metode FFT (Fast Fourier Transform). Untuk memperlancar kegiatan transformasi ini software Mathlab atau dBFA 32 akan digunakan sebagai perangkat lunak pengautomatik analisis data. Setelah dianalisis dalam domain frekuensi, data gelombang ditampilkan dalam fungsi spektrum tenaga auto (auto power), fungsi perpindahan (transfer function) dan fungsi koheren (coherence function). Dari spektrum koheren akan diperoleh wilayah frekuensi yang menunjukkan sinyal yang baik, sehingga proses penyaringan (filtering) dan penentuan rentang frekuensi reaksi gelombang dilaksanakan dalam tahap ini. Apabil