laporan pbl fix dbd

Download Laporan PBL Fix DBD

Post on 05-Oct-2015

96 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Problem Based Learning Ilmu Kesehatan Masyarakat Modul 1 Skenario I Devmam Berdarah

Kelompok 5Tutor : dr. Farsida, MPHKetua : Fahmi Fil Ardli(2013730141)Sekretaris : Dyoza Cinnamon (2013730139)Anggota : Reza Ahmad Prasetyo(2013730169)Mundri Nur Afsari (2013730155)Virni Tiana Aprellia( 2013730186)`Fania Liahsani(2013730142)Andi Silpia(2011730122)A M F Faidzin(2011730121)Aulia Ariesta Kusuma P(2013730127)Dien Rahmawati(2013730135)Shella Arditha(2013730178)Syifa Febriana(2013730181)Syifa Ramadhani(2013730182)PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2014

KATA PENGANTARAssalamualaikum wr.wb Puji syukur Alhamdulillah, atas berkah Rahmah Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan modul ini. Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas PBL modul I skenario I. Tugas ini ialah hasil diskusi dari semua anggota kelompok 1.Terimakasih kami ucapkan kepada tutor kami yaitu dr. Farsida, MPH yang telah membimbing kelompok kami sehingga dapat melakukan diskusi dengan baik. Juga untuk penulis dan penerbit dari buku yang kami jadikan referensi.Kami menyadari dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini kedepannya.Semoga hasil analisis di laporan ini dapat berguna dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.Wassalamualaikum wr.wb

Jakarta, 5 Januari 2015

Kelompok 1 Sistem IKM

a. Skenario 1 Demam Berdarah

Petugas surveilans Puskesmas Bintang yang terletak di Kabupaten Cakrawala, melaporkan kepada Kepala Puskesmasnya, bahwa dalam 1 minggu terakhir ditemukan 13 kasus suspek Demam Berdarah yang datang ke puskesmas tersebut. Padahal sebelumnya tidak pernah ada kasus seperti itu di wilayah kerja puskesmas tersebut. Usia penderita bervariasi antara 8-15 tahun, dan semuanya berasal dari desa Mawar dan Melati yang letaknya berdekatan. Delapan dari 13 kasus tersebut didiagnosis sebagai suspek DBD berdasarkan adanya riwayat demam tinggi yang terus menerus selama 5 hari, dan hasil uji tourniquette positif. Ke-8 anak ini dirawat di puskesmas untuk observasi. Sedangkan 5 anak dirujuk ke RS Kabupaten atas indikasi adanya : pendarahan spontan (epistaksis, hematemesis, melena) dan syok. Rujukan balik yang diterima dari RS rujukan, memastikan bahwa ke-5 anak tersebut positif DBD. Satu dari ke-5 anak yang dirujuk meninggal setelah 1 hari dirawat di rumah sakit. Empat anak yang lain dirawat sampai sembuh di RS tersebut. Wilayah kerja Puskesmas Bintang meliputi 1 kecamatan dengan 8 desa yang berpenduduk 1530 jiwa.

b. Kata Sulit

Tidak ada

c. Kata Kunci

Puskesmas Bintang Kabupaten Cakrawala Laporan dalam 1 minggu ada 13 kasus suspek demam berdarah Sebelumnya tidak pernah ada kasus tersebut Usia penderita antara 8 15 Berasal dari desa mawar dan melati yang letaknya berdekatan 8 dari 13 didiagnosis sebagai suspek DBD berdasarkan adanya riwayat demam tinggi yang terus menerus selama 5 hari Hasil uji tourniquet positif 5 dari 8 anak dirujuk ke rumah sakit kabupaten atas indikasi adanya : pendarahan spontan dan syok 5 anak tersebut positif demam berdarah 1 dari 5 anak meninggal 4 lainya sembuh Wilayah kerja puskesmas bintang 1 kecamatan dengan 8 desa dan 1530 jiwa

d. Mind MapAsal : 2 desa yang berdekatanTidak ada kasus tersebut sebelumnya13 kasus suspect DBD, 1 minggu

8 orang suspect DBDIndikasi : demam tinggi 5 hari, uji tourniket (+)Observasi di PuskesmasUsia : 8-15 tahun5 orang dirujuk ke RS Kab.Indikasi : perdarahan spontan & syokHasil : 5 orang (+) DBD, 1 meninggal, 4 sembuhWilayah kerja : 8 Desa (1530 jiwa)Laporan petugas surveilans Puskesmas Bintang

e. Pertanyaan

1. Definisi wabah dan kejadian luar biasa, apakah pada scenario termasuk wabah ! dan Jelaskan perbedaan wabah dan kejadian liar biasa, dan cara penentuan wabah !2. Bagaimana cara menentukan penghitungan Attack rate, Case Fatality rate !3. Faktor apa saja yang mempengaruhi munculnya kasus demam berdarah pada scenario !, bagaimana aspek klinis dari demam berdarah !4. Siapakah instalasi terkait dalam menanggulangi kasus pada scenario dan jelaskan masing masing instalasi tersebut !5. Bagaimana program pemerintah dalam mencegah terjadinya kasus pada scenario dan mengurangi angka kematian !6. Sebutkan upaya yang dilakukan puskesmas untuk menggerakan masyarakat dalam mencapai kecamatan sehat !7. Jelaskan Alur pelaporan wabah!8. Jelaskan cara penanggulangan wabah !9. Apakah kriteria rumah sehat ? jelaskan !10. Bagaimana cara melakukan system rujukan ?11. Jelaskan bagaimana cara membuat rencana operasional !12. Bagaimana Indikator keberhasilan?

f. Jawaban Pertanyaan

Nama: Mundri Nur AfsariNIM: 20137301551. A. Definisi wabah dan KLB ! Termasuk ke dalam manakah kasus pada scenario di atas!B. perbedaan wabah dan KLB dan penentuan wabah !A. DefinisiKejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis dalam kurun waktu dan daerah tertentu (Kep. Dirjen PPM&PLP No.451-I/PD.03.04/1991Kejadian Luar Biasa (KLB) merupakan salah satu istilah yang sering digunakan dalam epidemiologi. Istilah ini juga tidak jauh dari istilah wabah yang sring kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Kedua istilah ini sering digunakan akan tetapi sering kali kita tidak mengetahui apa arti kedua kata tersebut.Menurut UU : 4 Tahun 1984, kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.

Wabah:berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Menteri menetapkan dan, mencabut daerah tertentu dalam wilayah Indonesia yang terjangkit wabah sebagai daerah wabahKasus pada scenario di atas termasuk ke dalam wabah.

B . Perbedaan definisi antara Wabah dan KLB :Wabah harus mencakup: Jumlah kasus yang besar. Daerah yang luas Waktu yang lebih lama. Dampak yang timbulkan lebih berat.

Kriteria KLB

KLB meliputi hal yang sangat luas seperti sampaikan pada bagian sebelumnya, maka untuk mempermudah penetapan diagnosis KLB, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Dirjen PPM&PLP No. 451-I/PD.03.04/1999 tentang Pedoman Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB telah menetapkan criteria kerja KLB yaitu : Timbulnya suatu penyakit/menular yang sebelumnya tidak ada/tidak dikenal. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun) Peningkatan kejadian penyakit/kematian, 2 kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun). Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya. Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibanding dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya. Case Fatality Rate dari suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukan kenaikan 50% atau lebih, dibanding dengan CFR dari periode sebelumnya. Propotional Rate (PR) penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu/tahun sebelumnya. Beberapa penyakit khusus : Kholera, DHF/DSS, (a)Setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya (pada daerah endemis). (b)Terdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode 4 minggu sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang bersangkutan.

1. Penentuan adanya wabahUntuk menentukan apakah situasi yang dihadapi adalah wabah atau tidak, maka perlu diusahakan melakukan perbandingan keadaan jumlah kasus sebelumnya untuk melihat apakah terjadi kenaikan frekuensi yang istimewa atau tidak.1. Uraian keadaan wabahBila keadaan dinyatakan wabah harus dilakukan penguraian keadaan wabah bedasarkan tiga unsur utama yaitu waktu, tempat dan orang.

1. Gambaran wabah berdasarkan waktuKurva EpidemiAdalah gambar perjalanan suatu letusan, berupa histogram dari jumlah kasus berdasarkan waktu timbulnya gejala pertama. Untuk membuatnya dibutuhkan informasi tentang waktu timbulnya gejala pertama. Misalnya, tanggal timbulnya gejala pertama, jam timbulnya gejala pertama, untuk masa inkubasi sangat pendekManfaat kurva epidemic Mendapatkan Informasi tentang perjalanan wabah dan kemungkinan kelanjutan Bila penyakit dan masa inkubasi diketahui, dapat memperkirakan kapan pemaparan terjadi dengan memusatkan penyelidikan pada periode tersebut. Kesimpulan pola kejadian -- apakah bersumber tunggal, ditularkan dari orang ke orang, atau campuran keduanyaPerjalanan Wabah kurve menanjak: jumlah kasus terus bertambah, wabah sedang memuncak, akan ada kasus-kasus baru Puncak kurve sudah dilalui: kasus yang terjadi semakin berkurang, wabah akan segera berakhir.Mencari Periode pemaparan Pada point source epidemic -- penyakit dan masa inkubasi diketahui, kurve epidemic dapat digunakan untuk mencari periode pemaparan -- penting menanyakan sumber letusan

1. Gambaran wabah berdasarkan tempat Memberikan informasi tentang luasnya wialyah yang terserang Menggambarkan pengelompokkan atau pola lain ke arah penyebabBerupa: Spot map atau area mapSpot map: peta sederhana yang berguna untuk menggambarkan tempat para penderita tinggal, bekerja, atau kemungkinan terpapar Area map: menunjukkan insidens atau distribusi kejadian pada wilayah dengan kode/ arsiran Mencantumkan angka serangan (rate) untuk masing-masing wilayah

1. Gambaran wabah berdasarkan orang UmurUmur merupakan salah satu faktor yang menentukan penyakit, karena mempengaruhi: Daya tahan tubuh Pengalaman kontak dengan penyakit Lingkungan pergaulan yang memungk