laporan i sc ( batu)

Download Laporan i Sc ( Batu)

Post on 03-Dec-2015

231 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SILAKAN

TRANSCRIPT

LAPORAN KERJA BATU AINAL

LAPORANKERJA BATU

Disusun Oleh :1. ANDRE SAZALI

2. ANGGA ANUGRAH

3. ARLAN M AKBAR4. AWAN SATRIADI

5. CHRISTI SECONDARY

6. FASHA QORI BARDAH

7. GEA GLADIOLYTA

8. IRVINDHA SELLA NH

9. KIKI MARIZA

10. MARINA NOVITA

11. MEITA NOVITASARIKELAS : 1 S CPOLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

PALEMBANG

2010 2011BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Pengenalan Konstruksi Batu

Konstruksi Batu ialah sejenis konstruksi yang sebagian besar terdapat dalam konstruksi bangunan gedung, jembatan dan lain lainnya.

Yang dimaksud dengan konstruksi batu disini adalah pekerjaan yang meliputi, pasangan pondasi batu kali, pasangan ubin bata, super bata, batako, pasangan ubin lantai, ubin dinding dan plesteran dinding.

Teknik serta aturan aturan dari setiap pekerjaan tersebut diatas yaitu sebagai berikut :

Faktor Kerja

Dalam pekerjaan konstruksi batu ini tenaga pekerja adalah merupakan faktor yang memegang peranan penting, terutama kalau kita membicarakan tentang kekuatan konstruksi. Sebab yang dikatakan memasang batu tidaklah hanya menyusun batu sedimikian saja, tetapi ada aturan dan teknik tertentu.

Tenaga tenaga pekerjaan dalam pelaksanaan pasangan batu ini ada yang disebut tukang dan ada pula yang disebut pembantu ( kenek ).Faktor yang mutlak diketahui oleh seorang tukang batu atau pembantunya dalam pemasangan batu adalah :

1. Bagaimana mencampur dan mengaduk mortar yang baik.

2. Mengetahui daya hisap 1 cm permukaan bata, agar dia dapat menentukan keenceran mortar dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk merendam bata sebelum pemasangan.

3. Hal hal yang mempengaruhi kekuatan ikatan antara mortar dan batu sesudah atau selesai pemasangannya.

4. Bagaimana mengukur kedataran dan ketegakan pasangan batu.

5. Bagaimana macam ikatan yang dalam pasangan.

6. perawatan pasangan selesai pemasangan batu.

7. Teknik pemasangan yang baik dan benar

8. Bagaimana untuk meningkatkan produktifitas dalam pemasangan batu.

1.2. Dasar Praktek Kerja Batu

Yang menjadi dasar Praktek Kerja Batu adalah kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman yang merupakan kebutuhan yang paling penting dan diharapkan terpenuhi, selain itu juga kita dapat memenuhi berbagai kebutuhan terhadap berbagai macam bangunan umum yang bersumber pada kerja batu.1.3. Tujuan

1. Mengetahui masalah mengenai mortar.Mortar adalah campuran bahan perekat dengan pasir dengan perbandingan tertentu sesuai dengan kebutuhan ditambah air. Mortar yang berada pada pasangan batu disebut siar, siar terbagi 2 ( dua) yaitu siar tegak dan siar datar.

2. Mengetahui daya hisap batu.

Hal ini dikarenakan batu bata mempunyai banyak jenis sedangkan tidak satupun yang mempunyai standar, selain itu untuk menjaga supaya air mortar tidak dihisap oleh batu bata secara drastis sebab dapat mengurangi kekuatan pasangan batu bata tersebut. Maka untuk menghindari hal itu sebelum dipergunakan, batu bata harus disiram atau direndam.

3. Hal hal yang mempengaruhi daya ikat antara batu bata dengan mortar, antara lain :

a. Pengeringan terlalu cepat pada proses pemplesteran ( Pengeringan Mortar ).b. Kadar Lumpur pada pasir.c. Proses penyimpanan pasir.d. Semen yang telah terjadi hidrasi atau telah mongering.4. Bagaimana menimbang ketegakkan dan kedataran pasangan.

5. Bagaimana ikatan yang baik.

a. Pasangan satu bata

b. Pasangan setengah batu

c. Ikatan Kepala ( Header Bond )

d. Ikatan Flemish

e. Ikatan Inggris

f. Ikatan Dutch ( ikatan Jerman )

6. Pemasangan Konstruksi yang baik dan benar dengan cara memaksimalkan alat.7. Perawatan pasangan.8. Meningkatkan produktifitas kerja1.4. Bahan bahan yang dipakai

Untuk pekerjaan pasangan batu, bahan bahan yang selalu digunakan adalah :

1. Batu kali

2. Batu merah

3. Super bata

4. Batako local

5. Batako press

6. Ubin PC7. Ubin porselen

8. Semen

9. Kapur

10. Pasir

11. Teras

12. Air

Sebaiknya untuk setiap jenis bahan ini diketahui juga bagaimana cara pembuatannya, dimana didapatkan, bagaimana penimbunannya dilapangan (proyek) dan sebagainya.

1. Batu kali

Batu kali adalah merupakan batu alam yang didapatkan dari dasar sungai. Biasanya batu kali dari tempat pengambilan dibawa dengan truk ke proyek yang memerlukan.

Kegunaannya adalah untuk pasangan pondasi, lantai pemikul dan lain lainnya. Batu kali yang baik dapat diperiksa dengan visual saja dilapangan yaitu yang pori porinya tidak terlalu banyak dan kelihatan keras tidak keropos.

2. Bata merah

Bata merah adalah suatu unsur bangunan yang terbuat dari tanah liat dengan atau tanpa bahan tambahan seperti serbuk gergaji, sekam padi atau pasir. Tanah liat ini dicetak berbentuk balok balok, lalu dibakar dengan temperatur 1050 ( C untuk mengeraskannya, sehingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.

Ukuran standarnya untuk Indonesia adalah :

a. 52 mm x 115 mm x 240 mm.

b. 50 mm x 110 mm x 230 mm.

Penimbunan dilapangan harus diberi lantai dengan jarak 30 cm dari permukaan tanah. Bata disusun berdiri arah lebarnya dan disusun berselang seling empat buah empat buah. Ketinggian penyusunan max 2 m ini untuk memudahkan dalam pengambilan. Diatasnya ditutup dengan kain terpal atau plastik agar air hujan tidak terserap oleh bata merah.

3. Super bata

Super bata adalah bahan bangunan yang bentuk dan kegunaannya sama dengan bata merah. Super bata juga terbuat dari tanah liat dan dicampur dengan pasir halus. Pembuatannya melalui proses mekanis, oleh karenanya super bata mempunyai permukaan halus dengan ukuran yang sama. Biasanya bata ini dibuat tidak penuh, tapi berlobang sehingga dapat menghemat bahan baku dan menghasilkan ikatan yang kuat dengan mortar. Karena Super bata mempunyai permukaan yang halus, maka pada pemakaiannya kita tidak memerlukan plesteran lagi. Dan juga karena bentuknya yang bervariasi, maka dapat dibuat pemasangannya yang artisrik.

Ukuran ukurannya dapat dilihat pada tabel berikut ini :TYPEUKURAN

B 1

B 4

C 7,8,9,10

D 6

D 7

Klinkers5 x 11 x 24 cm

7 x 11 x 24 cm

12 x 11 x 24 cm

5 x 2,5 x 24 cm

7 x 3 x 24 cm

5 x 5 24 cm

4. Batu cetak

Batu cetak adalah suatu bahan bangunan yang diproduksi oleh masyarakat kita, terbuat dari trus dan kapur dengan perbandingan 5 : 1. Banyak keuntungan yang dapat kita ambil dari pemakaian batu cetak ini, umpamanya untuk pemasangan 1 m2 dinding lebih sedikit jumlah batu yang diperlukan, dan juga mengurangi keperluan mortar sampai 30 50 %. Berat pasangan jauh lebih ringan dari konstruksi bata merah bias 50 % lebih ringan, sehingga tidak diperlukan lagi pondasi yang tidak terlalu dalam. Disebabkan oleh bentuk batu cetakan yang beraneka macam, sehingga menarik, dan karena itu pula, dinding tidak usah diplester karena ini sudah cukup menarik. Komposisi mortar untuk pemasangan batu cetak ini harus sama dengan komposisi bahan batu cetak itu sendiri, sehingga dapat menghasilkan ikatan yang baik antara mortar dan batu cetak.Type dan bentuk batu cetak : TYPEUKURANDIGUNAKAN PADA

A

B

C

D

E

F20 x 20 x 40 cm

20 x 20 x 40 cm

10 x 20 x 40 cm

10 x 20 x 40 cm

10 x 20 x 40 cm

8 x 20 x 40 cmDinding pemikul dengan tebal 20 cm.

Dinding, sebagai penutup pada sudut sudut dan pertemuan pertemuan.

Dinding pengisi atau pemisah.

Dinding pengisi atau pemisah.

Dinding dalam ruangan.

Sebagai dinding pengisi.

5. Batako press Batako press ini terbuat dari adukan kapur, pasir, tras dan semen, pencetakannya dengan mesin press, dibuat berlobang untuk menghemat bahan dan juga untuk isolasi suara dan panas. Dan biasanya tembok sebelah luar tidak diplester lagi, kecuali bagian dalam dinding.

6. Ubin PC.

Ubin PC adalah bahan bangunan yang terbuat dari adukan pasir dan semen yang dipakai untuk permukaan lantai. Pembuatannya melalui mesin press dan salah satu permukannya di finishing dengan semen agar halus dan licin. Untuk menentukan mutu ubin ini ada beberapa macam test antara lain :

Keteguhan kejut.

Lapis Aus.

Kuat tekan.

Jenis UbinUkuranJumlah / m2

Ubin lantai

Ubin plint20 x 20 cm

15 x 20 cm25 buah

5 buah / m

7. Ubin Porselen

Ubin porselen terbuat dari jenis tanah liat putih dengan atau tanpa campuran bahan tambahan melalui proses pembakaran sedemikian rupa, sehingga tidak dapat hancur kembali bila direndam dalam air.Bidang patah yang baru harus memperlihatkan hasil pembakaran yang rata dan baik. Ubin porselen harus halus dan rata permukaannya dan sisinya harus saling tegak satu dengan lainnya, dan tepinya lurus dan tajam.

8. Kapur.

Sebelum membicarakan tentang kapur sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu beberapa nama atau istilah dari kapur. Batu kapur yang dalam bahasa inggrisnya disebut Lime Stone . Kapur kembang yang disebut juga kapur tohor atau kapur hidup istilah asingnya adalah Lime atau Quick Lime . Kapur padam atau kapur sirih dalam istilah asingnya disebut Slaked Lime . Kapur diperoleh dari pembakaran batu kapur atau batu napal ada juga dari kulit kerang. Pembakaran kapur biasanya dengan temperatur 1000 2000 ( C. Kapur kulit kerang di Indonesia jarang sekali digunakan untuk pembentukan adukan tapi digunakan mengapur dinding tembok.

Kalau potongan potongan batu kapur itu telah selesai dibakar maka batu kapur itu disiram dengan air dan setelah terjadi pendidihan, ia menjad